Hye Kyu Diary – Random Situation


​Hai. Ini Hye-Kyu Diary pendek-pendek yaaaa terlalu lama mendekem di laptop.

Musical  – Werther

Dia menatapku khawatir dengan mata bulatnya yang indah. Entah sejak berapa lama aku terlarut dalam isak tangis memilukan, yang membuat tubuhku lemas karena tenagaku yang terkuras habis. 

Tangannya mengelus punggungku yang masih ditutupi oleh kardigan tipisku itu dengan gerakan teratur. Tangannya yang lain digunakannya untuk menyeka air mata yang mengotori wajahku yang kusut, dan dia begitu hati-hati melakukan hal itu.

Perlakuan sederhananya itu sungguh membuat letupan-letupan kecil di perutku kembali muncul. Dia memang seperti itu. Kadang bertingkah menyebalkan dengam kelakuannya yang tak masuk akal, namun ada kalanya dia bersikap dewasa dan lembut yang membuatku ingin bermanja-manja padanya.
“Kau sudah menangis lebih dari satu jam, sayang”, katanya sambil merangkul bahuku dan membuatku terperangkap dalam pelukannya. “Jika kau tak bisa berhenti menangis, tidurlah. Aku akan menemanimu”.

Aku mulai membalas perlakuannya dengan mendekapnya erat. Hidungku yang masih merah itu berubah tenang ketika mencium wangi tubuhnya. 

Aku rela menukar apapun untuk berada di dalam pelukan lelaki ini. Rasanya begitu hangat, seperti berada di rumah. Dan itu membuatku semakin menyadari betapa pentingnya kehadirannya untukku.

Secepat kilat aku melupakan tangisku. Tak ada lagi cairan tak berwarna yang membanjiri, isak tangisku pun lenyap entah kemana. Dia menyadari hal itu sepertinya, karena aku mulai merasakan perutnya bergetar karena menertawaiku. 

“Mengingat alasanmu menangis lebih dari satu kali jam tayang sebuah episode drama, aku yakin orang-orang tak akan ada yang mempercayainya”.

Bibirku mengerucut, namun aku tak beranjak se-centi pun karena aku masih nyaman berada di pelukannya. “Kau pikir itu sangat lucu, hah?”, hardikku kesal.

Ingin rasanya aku memukul kepalanya dengan keras ketika kekehannya mengalun di telingaku.

“Kau pecinta romansa yang berlebihan, Nona Choi. Tak ada yang lebih mencintai cerita-cerita kisah cinta sedih itu selain kau”.

Ya, aku memang menangisi kisah cinta yang belum tentu benar ada di dunia nyata. Aku sangat tersentuh melihat musikalnya kali ini, yang membuatku tak bisa berhenti menangis sampai beberapa menit ke belakang.

Dia hanya mengetahui sampai kesitu. Bahwa aku begitu mencintai kisah seperti itu-tanpa tahu ada hal lain yang membuatku semakin terbawa perasaan.
Melihatnya memainkan peran itu dengan apik, membuatku bertanya-tanya dalam hati. Mungkinkah dia bisa ber-akting sebagus itu dengan imajinasinya bahwa dia benar-benar Werther-namanya di musikal terbarunya itu-, atau mungkin dia pernah mengalami hal serupa, ditinggalkan oleh seorang wanita yang sangat dicintainya

Well, kuakui bayangan itu membuatku cemburu. Dia mungkin tak pernah menangisiku sekalipun, namun dia pasti pernah menangisi gadis yang disebut-sebutnya dalam lagu ciptaannya itu.

“Lalu, kau pikir kau lebih baik karena kau hanya menyukai lagu-lagu sedih yang seringnya bercerita tentang onesidedlove? Aku bahkan menebak kalau kau sering ditolak oleh wanita-wanita yang kau sukai”.

“Choi Hye Hoon!”

Aku pun terperanjat dan terlepas dari jerat tubuhnya. Dengan posisi kami yang saling berhadapan, aku bisa melihat hidungnya yang masih memerah karena tangisan hebatnya di panggung tadi. Sungguh, aku begitu bangga padanya namun tak tega karena dia harus menguras hati dan tenaganya untuk menyampaikan perannya dengan baik.

Dan sebagai wujud apresiasiku padanya, aku akan mengalah kali ini. Aku mengangkat kedua jariku sambil tersenyum manis. “Aku hanya bercanda”, kataku main-main.

Matanya memicing curiga. Mungkin dia mengira ada alasan dibalik sikapku yang begitu mudah menyerah dalam pertengkaran konyol kita.

Aku terkikik geli, seketika mengingat fanservice-nya yang begitu lucu saat performance berakhir tadi membuatku menjawil kedua pipinya yang tembam itu dan menggerakkannya ke kanan-kiri.

“Kau terlihat sangat menggemaskan, sayang”.
.

.

.
Understanding You

Hye Hoon meletakkan tangan di pinggangnya sendiri sambil mendesis kesal. Dia membuang muka, tak ingin menatap kekasihnya yang sedang terbaring di ranjang.
Di saat Hye Hoon lengah seperti itu, Kyuhyun menarik tangan kekasihnya sehingga gadis itu ikut mengisi tempat tidurnya. Kyuhyun melingkarkan paksa tangannya di sekeliling Hye Hoon, namun wanita cantik itu menolak.

Wae? Wae? Wae?“, serobot Hye Hoon ketika prianya tak juga menyerah. “Apa semua orang sakit masih punya tenaga sepertimu?”. Hye Hoon memukul dada bidang kekasihnya sekali. “Kau menyebalkan, bodoh”.

Kyuhyun tertawa tanpa suara lalu merengkuh tubuh Hye Hoon dalam pelukannya. Kali ini Hye Hoon tak menghindar.

“Semua orang memanjakanku, memberikan apapun yang kumau dan mendoakanku agar cepat kembali seperti sedia kala. Tapi kau datang kesini dengan wajah penuh amarah bahkan memukulku?”.

Hye Hoon mencubit perut Kyuhyun, yang membuat pria itu menjerit tertahan. “Itu karena kau tak bisa diatur. Kau tak akan miskin hanya karena berhenti dua tahun, Cho Kyuhyun. Tubuhmu bukan robot yang bisa dicharge jika baterainya habis. Baguslah, aku senang kau akhirnya menerima akibat dari tindakan semena-mena mu itu”.

“Kau datang kesini hanya untuk memarahiku?”, balasnya mengeluh.

“Aku hanya ingin menyibukkan diriku sendiri, sayang. Kau tahu itu”.

Hye Hoon mendelik. “Kukira jika kau sedang sakit kau tak akan cerewet. Ck, kau benar-benar memaksakan diri. Padahal untuk bicara satu kata saja kau terlihat kesusahan seperti itu, dan kau malah mendebatku”.

“Itu karena kau tak mengerti aku”.

“Di bagian mana aku tak mengerti?”.

Hye Hoon kembali meradang. Bibirnya geli untuk tak membalas tuduhan Kyuhyun. “Aku sangat mengerti kesibukanmu sampai aku tak pernah protes jika kau tak menghubungiku seharian penuh. Aku juga tak pernah mengeluh meskipun dua minggu aku tidak melihatmu”.

“Wajar saja jika aku marah karena kau tak bisa menjaga dirimu sendiri”. Hye Hoon mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangannya cepat.

“Aku mengkhawatirkanmu, bodoh”, isaknya pelan.

Kyuhyun tersenyum lega. Dia menghapus cairan yang megotori wajah cantik Hye Hoon dengan tangan besarnya. “Aku baik-baik saja. Hei, jangan menangis. Kau terlihat semakin jelek dengan ingusmu itu”.

“Kau tak akan memacariku jika aku jelek seperti yang kau bilang”.

Kyuhyun tertawa, sedetik kemudian menyentuh lehernya karena dia mulai batuk-batuk. Dengan sigap Hye Hoon menyodorkan air dan Kyuhyun pun dengan cepat meminumnya.

“Jangan banyak bicara atau mengeluarkan suara apapun. Aku mengerti yang kau ucapkan walaupun kau hanya menggerakkan bibirmu”.

“Kau sangat manis”. Kyuhyun mulai mempraktekkannya yang disambut dengan senyuman malu-malu dari kekasihnya. 

Saranghae“.

Lengkungan yang terpatri di bibir plum Hye Hoon semakin melebar membaca kalimat itu.

“Apa sekarang kau berani mengucapkannya karena kau tak benar-benar berbicara? Kau curang”.

Kyuhyun menggeleng. Dia juga tersenyum serupa yang ditunjukkan gadisnya. “Aku sungguh mencintaimu….sangat mencintaimu”.

Hye Hoon mengelus pipi Kyuhyun lalu mengecup bibirnya. “Aku juga”, bisiknya mesra.

.

.

.
Jealousy

“Aku ingin kau ikut”, katanya merujuk pada alasan Hyehoon merengek tadi,tentang keberangkatannya ke salah satu negara Eropa favorit gadis itu yang benar-benar ingin didatanginya. “Tapi kau tak mungkin meninggalkan kelasmu. Dan aku tak mungkin tiba-tiba denganmu disaat aku seharusnya hanya pergi dengan manajerku. Lagipula, aku disana untuk bekerja, Hye-Hoon~ah. Tidak ada waktu untuk bermain ataupun melakukan hal-hal yang kau inginkan selama ini–”

Hye Hoon menutup mulut Kyuhyun dengan punggung tangannya. “Aku tahu kau akan berkata begitu. Jadi, lupakan”. Gadis itu mengalihkan fokusnya dengan memasukkan barang bawaan Kyuhyun ke dalam kopernya. 

“Donghae Oppa benar. Dia tak mungkin mengijinkannya. Lagipula, untuk apa dia membawaku sedangkan dia akan ditemani seorang gadis yang sangat cantik seperti seorang bidadari disana? Oh, ayolah. Kau bisa pergi sendiri, Hye Hoon~ah. Memangnya kau orang miskin sehingga kau harus merengek padanya hanya karena ingin liburan ke Swiss”.

Kyuhyun tertawa geli mendengar ocehan Hye Hoon yang lucu itu. Sejak kapan gadis itu berubah menjadi seseorang yang menggemaskan seperti itu, sih? Jika dipikir lagi, gadis itu memang benar-benar kekanakkan tapi dia tak pernah ingin menunjukkannya di hadapan orang. Dan Kyuhyun senang karena Hye Hoon menunjukkan sisi lainnya itu hanya di hadapannya.

“Jadi intinya, kau hanya cemburu? Karena aku akan shooting adegan romantis dengan Go Ahra, begitu?”, ujar Kyuhyun dengan nadanya yang terdengar mengejek. 

“Yak! Kau pikir kau lelaki yang pantas dicemburui, apa? Masih banyak lelaki-lelaki tampan yang pantas kucemburui, kau tau?”

Kyuhyun menangkup tubuh mungil Hye Hoon dari belakang, memeluknya erat sambil menyerukkan kepalanya di celah leher gadis itu. “Aku senang kau cemburu”, katanya berbisik. Sama sekali tak menghiraukan penyangkalan Hye Hoon yang begitu terang-terangan tadi.
Hye Hoon diam. Dadanya bergetar karena merasakan hangat tubuh Kyuhyun yang melingkupinya. “Aku pasti akan merindukanmu”, kata lelaki itu mencurahkan isi hatinya. Hye Hoon menggenggam tangan Kyuhyun yang berada di perutnya, punggungnya bersandar pada tubuh bagian depan prianya itu.

“Benarkah?”, cibir gadis itu tak percaya.

“Begitu sampai disana aku yakin kau sama sekali tak akan mengingatku. Matamu pasti tak akan lepas dari gadis-gadis cantik disana. Ayolah, aku tahu kau lelaki normal, Cho Kyuhyun”.

Kyuhyun mendesah kecewa. Bibirnya mengerucut kesal karena Hye Hoon sama sekali tak mempercayai ucapannya.”Jadi, kau meragukan kesetiaanku?”.

“Tidak juga. Itu normal, Cho Kyuhyun. Tentang kau tertarik pada wanita cantik, semua lelaki pasti begitu. Aku juga sering tertarik pada teman-temanmu yang tampan, bukan? Tapi buktinya aku tak pernah mengkhianatimu”.

“Ck, harusnya seorang lelaki yang melirik gadis-gadis lain, bukan kebalikannya. Kau benar-benar menyebalkan”.

Hye Hoon tersenyum, salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas. “Ya, aku tahu itu. Sepertinya kau terlalu mencintaiku, Cho Kyuhyun”. Kyuhyun menutup kedua matanya, menghirup aroma tubuh Hye Hoon untuk mengingat bagaimana caranya bernafas tanpa gadis itu untuk beberapa hari ke depan. “Astaga, benar-benar. Percaya diri sekali kau, Choi Hye Hoon. Apa kau lupa siapa yang menangis meraung-raung karena mencemburuiku, ha?”

-End

14 thoughts on “Hye Kyu Diary – Random Situation

  1. Nangisnya hyehoon sampe sejam lebih gitu, kok bisa ya? Hyehoon terlalu baper nih.. Kayaknya bener kata kyuhyun deh kalo gak bakal ada yg percaya semisal kyuhyun cerita ke orang2 ada yg nangis gara2 dramus sampe sejam ckckck
    Btw, pengen dong yg versi kyuhyun di dramus robin hood. Mau tau reaksi hyehoon bakal kayak apa. Nangis berjam jam/bahkan berhari hari kah? Atau marah? Atau ngajak pisah? Yg pasti dgn ending yg romantis 😍😂

  2. Coba kalo kyehoon nonton dramus nya kyuhyun yang kemaren wkwk panas banget lohh si cho disitu.
    Btw, mereka sweet banget walaupun ditunjukkin secara gak langsung wkwk

  3. sweet banget mereka berdua.. hyehoon nonton musikal.a kyuhyun yg wharter aja nangis, gmn nntn robbin hood? bakal seru kali ya?!
    ini moment.a udh lama bgt ya eon baru di posting

  4. hyehoon segitunya ya, lihat musikal kyuhyun sampe nangis gara2 ceritanya… hyehoon juga nunjukin perhatiaanya lewat marah2, habis kyuhyun selalu maksain diri buat kerja sih..
    ditunggu cerita lainnya :)
    semangat :D

  5. Arggggģgh seneng bngettttt
    Bs bc kisah mereka lagiiii
    Kangen tmbah kangen

    Kirain td oneshoot
    Taunya ada 3 cerita manis2 lagi
    Seru bnget

  6. always nice story..
    bener2 kangen ma keanehan pasangan ini..
    ceritanya bisa mengena di hati meski hanya short story..
    ditunggu ff lainnya..
    keep writing ya and fighting..

  7. hye hoon n kyu aku sllu suka sma mereka haha pdah cma ff…
    oyah gmna cra aku bsa dpetin pw SECON WIFE di ff kmu thor??aku g bsa mnta di emile,twiter atupun ig ….apa g ad sosned lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s