Hye Kyu Diary – Movie Date


​Ini juga sama sih sampah yang ngedekem kurang lebih setaun. Dibikinnya pas Donghae ulang tahun tahun kemaren.

Hye Hoon memainkan kakinya yang menggantung karena merasa bosan ditinggalkan oleh teman berkencannya itu sendirian. Di sekitarnya terlihat sepi, hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang dan kebanyakan dari mereka meninggalkan ruangan berkarpet tebal itu. 

Drrrt

BabyGyu: Kau dimana?

Satu pesan kakaotalk masuk dari si perusak suasana hati. Hye Hoon meniup rambut kecil yang tergerai di depan wajahnya sambil melihat kalimat itu dengan malas. Sekarang kau sudah ingat padaku? Batinnya kesal. 

Dia mengunci tombol di ponsel layar sentuhnya dan meletakkan benda berbentuk kotak panjang itu di saku jaket oranye kebesaran miik Kyuhyun yang dipakainya. Ketika menegakkan kepalanya, dia menampakkan senyum lebar karena orang yang ditungguinya itu datang dengan dua botol minuman dan sekotak popcorn berukuran besar di kedua tangannya kerepotan.  

Lelaki yang hanya mengenakan topi dan masker hitam untuk menutupi identitasnya itu pun mengambil tempat di sebelahnya. “Lama menunggu?”, katanya dengan matanya yang menyipit karena tersenyum.

Astaga, dengan masker dan topi saja dia bisa terlihat menawan seperti itu. Pantas saja banyak memperhatikannya daritadi meskipun mereka tak tahu lelaki ini sebenarnya siapa.

Gadis itu menggelengkan kepalanya sambil membalas senyuman pria itu. “Sedikit. Untunglah lima belas menit lagi pintu teaternya dibuka. Kita tak perlu menunggu lebih lama”.

Pria bermarga Lee itu menjawab dengan gumaman singkat. Dia melirik ke arah saku jaket Hye Hoon yang bergetar sejak dia duduk di samping gadis itu tadi lalu kembali menatap gadis itu lagi.

“Kau tidak mengangkat teleponmu?”, tanyanya heran.

Hye Hoon mengeluarkan ponselnya, kemudian mendengus kesal ketika melihat nama Kyuhyun tertera di layar.

“Hanya panggilan tidak penting”, ucapnya dengan suaranya yang lembut. Tak lupa sebuah senyuman yang ditunjukkan semanis mungkin melengkapi sandiwaranya atas perasaannya yang sedikit bergejolak itu. 

Gadis itu merasa tidak enak karena panggilan-panggilan menyebalkan itu mengganggu kencannya. Oh ya, sepertinya dia tahu bagaimana cara menghentikan teror dari kekasihnya itu, pikirnya picik. 

Untuk menjalankan aksinya, Hye Hoon pun membuka ponselnya dan menjulurkan tangannya ke depan sehingga wajah mereka tertera di layar. “Oppa, ayo kita berfoto”, ajaknya riang. Donghae yang tak mencium gelagat aneh dari Hye Hoon pun menyanggupinya dengan senyuman lebar. Lelaki itu melepas maskernya karena kebetulan tak ada orang yang berada di sekitar keduanya. Mereka pun berfoto dengan berbagai pose dan tertawa melihat hasil dari beberapa gaya lucu yang mereka ciptakan di depan kamera.

Hye Hoon pun membuka aplikasi Instagram yang terpasang di ponselnya, mengunggah salah satu dari foto tadi dan menandai akun milik Donghae setelah meminta persetujuannya. 

“Kau benar-benar terlihat cantik di foto ini”, ujar Donghae setelah melihat notifikasi di ponselnya. Hye Hoon pun tersipu malu, pipinya mulai berubah warna. Lee Donghae adalah sosok pria romantis yang dipuja banyak wanita, tentu saja dia harus beradaptasi dengan segala pujian dan rayuannya.

Tapi entah mengapa dia tak begitu senang dengan kata-kata rayuan atau sejenisnya. Apakah karena Donghae bukan merupakan kekasihnya, sedangkan kekasihnya yang asli setiap hari berkata ketus padanya? Bukan, tentu saja. Hye Hoon bahkan tak bisa membayangkan jika Kyuhyun terlalu manis kepadanya. 

Tiba-tiba bulu halusnya merinding memikirkan hal itu. Bahunya bergidik pelan ketika bayangan itu masih tertera di otaknya. 

Oppa, apakah kau menyebut semua wanita itu cantik?”, tanyanya penasaran. Donghae menyatukan alisnya seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.

“Sepertinya benar”, jawabnya jujur.

“Aku bahkan sering menyebut fans kami adalah gadis-gadis cantik. Kenapa kau bertanya begitu?”

Hye Hoon terkikik mendengar jawaban Donghae. Seperti perkiraannya, Donghae memang bersikap seperti itu kepada semua wanita. Namun, tawanya terhenti ketika lelaki itu menatap tepat di kedua bulatan cokelatnya. “Meskipun begitu, kau adalah satu-satunya wanita tercantik yang pernah kulihat. Jika aku disuruh memilih satu diantara ribuan wanita cantik, aku pasti akan memilihmu”.

Kalimat Donghae yang diucapkannya dengan nada serius membuat hawa panas menjalar di pipinya. Hye Hoon merasa tersanjung dengan pujian yang dilontarkan Donghae itu, tapi dia tak mengerti mengapa dia tak begitu menyukainya?

Untuk meredakan kondisi mereka yang berubah tegang, Hye Hoon pun mencomot popcorn yang berada di pangkuan lelaki itu dan melahapnya sekaligus. “Kenapa kau tak membeli rasa karamel, Oppa?”

“Aku tak membelinya karena jika aku memakannya sambil melihatmu, rasanya terlalu manis”. Donghae mengeluarkan jurus rayuannya lagi, kali ini dia melengkapinya dengan sebuah kerlingan mata.

Keduanya kemudian tertawa bersama. Donghae bahkan menertawakan dirinya sendiri karena kata-katanya terlalu cheesy. Beberapa orang pegawai memerhatikan keduanya dengan saling berbisik-bisik, membicarakan keduanya adalah pasangan yang sangat terlihat harmonis.

Pemberitahuan jika film yang akan mereka tonton akan segera diputar membuat keduanya bergegas merapikan diri. Donghae terlebih dahulu bangkit, mengulurkan tangannya di depan gadis itu lalu Hye Hoon mengaitkan jemari mereka tanpa ragu. Mereka pun berjalan berdampingan menuju ruangan besar itu dengan saling melempar senyum.
Sepertinya kencan kali ini akan terasa sangat menyenangkan.

*

“Kau yakin kita akan menonton film genre ini? Kau penakut, Hun. Bukankah kau pernah bilang jika kau tak bisa menonton hal-hal yang mengerikan?”
Hye Hoon melengkungkan sebuah senyuman untuk meyakinkan lelaki yang dikenal penyayang dan sangat perhatian itu dengan mengacungkan kedua tangan mereka yang bertaut. “Kau akan selalu duduk di sisiku, bukan? Jadi kurasa aku tak ada yang perlu kutakutkan”.

Tanpa diduga keduanya ada seseorang yang menarik tangan Hye Hoon sehingga genggaman tangan mereka terlepas. Donghae buru-buru menaikkan syal untuk menyembunyikan wajahnya sedangkan Hye Hoon yang kesal dengan perlakuan orang asing yang kini mengambil tempat duduk di sampingnya itu dengan matanya yang melebar.

Ahjussi! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan, hah?”, hardiknya dengan suaranya yang menyerupai geraman.

Donghae melirik ke arah pengganggu itu dan menghembuskan nafasnya lega. Beruntung itu bukan salah satu fans yang mengenalinya. Tapi, itu siapa? Sepertinya dia kenal dengan postur tubuh dan wajah lelaki itu, meskipun kelihatannya lelaki itu menyamarkan identitasnya seperti yang dilakukannya saat ini.

“Bukankah pertanyaan itu seharusnya ditanyakan padamu, Agashi? Apa yang sedang kau lakukan?”, ketus lelaki itu tak mau kalah.

Hye Hoon yang merasa curiga dengan penampilan lelaki yang berpenampilan serba tertutup dan terkesan gelap itu mendekati wajah orang asing itu untuk menelitinya lebih cermat. “Ahjussi, kau terlihat seperti penjahat”, ujarnya polos. Mata cokelat dan bibirnya melebar ketika berbagai macam versi orang kriminal yang sering ditemuinya di drama-drama televisi itu berkeliaran di otaknya. 

Omo! Apa jangan-jangan kau pembunuh bayaran yang sedang mengincarku?”, tunjuknya pada dirinya sendiri dengan jemarinya yang bergetar. 

Tepat pada saat tubuhnya gemetaran karena ketakutan, lampu di ruangan itu seketika gelap. Sebelum Hye Hoon dapat menarik diri, lelaki yang tak dikenalnya itu terlebih dahulu berbisik di telinganya. “Aku benar-benar akan membunuhmu jika kau berselingkuh dengan ikan amis itu, kau mengerti?”

Tubuh gadis itu seketika menegang. Lelaki itu memang sangat menyeramkan. Namun, kenapa orang asing itu tahu jika teman kencannya ini adalah Lee Donghae? Dan panggilannya….hanya satu orang yang memanggil Donghae dengan panggilan itu.

“Cho Kyuhyun?”, katanya setengah berteriak. Untunglah Kyuhyun dengan sigap membungkam mulut gadis itu dengan tangannya. Jika tidak, mungkin seluruh penjuru ruangan akan geger karena mereka berada di teater yang sama dengan artis terkenal.

Donghae yang sedari tadi menyadari siapa orang yang mengganggu kesenangannya dengan Hye Hoon itu pun mencoba menahan tawanya. Bagaimana bisa Hye Hoon mengira kekasihnya sendiri sebagai orang kriminal seperti itu? Ini benar-benar konyol.

Tawanya pun terhenti seketika saat matanya bertumbuk dengan mata Kyuhyun yang menatapnya tajam. Donghae melirik Hye Hoon yang kembali menyandarkan punggungnya di bangku penontonnya itu dan memfokuskan pandangannya ke layar. Dia pun berdehem untuk menutupi kecanggungan yang dirasakannya terhadap Kyuhyun dan mengikuti apa yang gadis itu lakukan.

“Abaikan saja pengganggu itu, Oppa”, bisik Hye Hoon sepelan mungkin. Meskipun begitu, tentu saja Kyuhyun mendengarnya. Lelaki itu mengeratkan kepalannya ketika melihat keduanya saling melempar senyum. 

“Pengganggu?”, dengus Kyuhyun kesal. Bukannya seharusnya panggilan itu disematkan kepada lelaki melankolis itu karena mengganggu hubungan adik kesayangannya? Sungguh menggelikan.

“Ya. Kau pengganggu. Kau penguntit yang bahkan tak kami undang untuk merusak acara kami. Apa sekarang kau sudah puas, Tuan?”, hardik gadis itu tanpa memikirkan perasaan kekasihnya.

Sebelum Kyuhyun dapat mengungkapkan kekesalannya lagi, lampu sudah berubah redup. Hye Hoon pura-pura memfokuskan diri ketika layar mulai dinyalakan, begitupun dengan Donghae. Hanya Kyuhyun-lah yang masih menggerutu pelan sambil melirik kedua orang itu bergantian.

*

Kyuhyun menatap gadis yang duduk disampingnya dibalik penerangan ruangan minim cahaya itu dari samping. Belum tampak ekspresi ketakutan atau apapun, karena sepertinya tayangan di layar besar itu masih memutar awal cerita. Entahlah, dia tidak tahu. Karena sejak tadi dia menghamburkan uang untuk membeli karcis hanya untuk memandangi gadis itu.

“Palingkan wajahmu ke depan, Tuan. Apakah kau masuk bioskop hanya untuk menontonku makan?”

Pria itu tersenyum, bibirnya sedikit kaku karena dia memaksa menyembunyikan senyumannya itu. Matanya masih belum lepas melihat Hye Hoon yang masih belum bisa berpaling dari layar yang menggantung di dinding. 

“Kau cantik. Apakah aku sudah mengatakan hal itu malam ini?”.

Kyuhyun mendengus. Tentu saja bukan dia yang mengatakan kalimat menjijikan seperti itu. Jika kalian tak lupa, lelaki itu sekarang hanya dianggap nyamuk oleh kedua orang yang duduk sejajar dengannya itu. Seperti seekor nyamuk liar, nyamuk hutan, nyamuk nakal entah apalah itu namanya yang jelas keberadaannya jelas-jelas tak dipedulikan.

Kyuhyun mencuri dengar ketika gadisnya itu menjawab dengan pipi merona. “Kau terlalu sering mengatakannya, sampai-sampai aku hafal dengan kalimatmu itu, Oppa”. Lelaki itu tentu saja mencibir percakapan yang membuatnya kesal setengah mati. Sepertinya percakapan itu tak pernah terjadi sekalipun jika dia berdua dengan Hye Hoon.

“Ssst…ini bioskop. Jangan berisik”, protes Kyuhyun yang kesal dengan kelakuan kedua manusia itu.
-End

15 thoughts on “Hye Kyu Diary – Movie Date

  1. Padahal pacar sendiri lho, masa gak bisa ngenalin? Yah, walau udah pake penyamaran macem2, tp kan tetep aja itu pacar sendiri /apasih
    Btw, hyehoon santai juga ya ketauan sama kyuhyun nonton bareng donghae 😂

  2. wkwkwk parah hyehoon bisa2nya nggak ngenalin pacarnya sendiri dan ngira kyuhyun penjahat. donghae juga gitu nyari mati apa ada kyuhyun masih aja godain hyehoon wkwkwk sumpah suka banget sama couple ini apalagi kalo ada pengganggu macem donghae atau changmin 😂😂

  3. Yaampun kyuhyun kasian banget sih, sekali kali pengen liat kyuhyun cemburu sama marah besar gitu wkwk
    Hyehoon lagian gabut banget yaa gaada kyuhyun donghas pun jadi hahaha 😂

  4. wkwkkwk kyuhyun kasian bgt sih.. harus cemburu sma hyung.a sendiri.. hyeoon bisa2.a pergi nntn sma donghae trs disamperin kyuhyun.. aku juga mau hehe

  5. jujur kadang aku ngerasa kesel gitu kalau hyehoon lagi barengan sama donghae, soalnya mereka bisa aja jadi saling suka.. apalagi karakter kyuhyun n donghae itu g sama, bisa jadi ntar hyehoon lebih nyaman sama donghae.. tapi semoga aja itu g terjadi
    ditunggu lanjutannya
    semangat

  6. Hahahaha

    Geliiii bngettt yg jd nyamukk justrru kekasihnya
    Makanya gyu sering2 baca buku. Romantis atau kata2 romantis
    Gmn loow donghae. Nakksir benerann

  7. Hahhahha ya ampun hye hoob ga ada takut2 nya ama embul….
    Embuk kan kalo marah gemesin…. bikin ga kuat mata yg pemgen mandang dia,mukut yg oengwnnya triak2 trus,tangan y, oemgen nyubit tu pipi kelebihan bobot….arrrgggg

  8. kalau ini mah bukan ditusuk dari depan tapi ditusuk dari depan..
    ada2 saja si hye hoon..
    kencan ma orang lain di depan mata pacar sendiri..
    kasihan kyuhyun hanya dianggap sebagai kacang goreng..

    • #kalau ini mah bukan ditusuk dari belakang tapi ditusuk dari depan..
      ada2 saja si hye hoon..
      kencan ma orang lain di depan mata pacar sendiri..
      kasihan kyuhyun hanya dianggap sebagai kacang goreng..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s