[Hye Kyu Diary] – D


D-oll

 

Kyuhyun mencebikkan bibirnya kesal karena Hye Hoon yang sejak tadi mengacuhkannya. Gadis itu tak mengindahkan kehadirannya dan mendekap boneka yang berukuran lebih besar dari tubuh kekasihnya itu erat, membuat sesuatu mengganjal di dadanya.

 

Ayolah, seorang Cho Kyuhyun tak mungkin cemburu hanya karena sebuah benda mati yang menyerupai seekor beruang itu, bukan?

 

Kyuhyun mendelik ketika menangkap gadis itu yang mengelus-elus bulu halus benda itu dengan sayang. Yang seingatnya, perlakuan seperti itu tak pernah dilakukan gadis itu kepadanya.

 

Ini tidak adil. Memperlakukan sesuatu yang bahkan tak bisa bicara itu lebih baik dari memperlakukan lelaki tampan seperti dirinya. Ini tak bisa dimaafkan.

 

“Choi Hye Hoon, sampai kapan kau lebih memperhatikan boneka sialan itu dan mengabaikanku, hah?”.

 

Hye Hoon melirik sekilas ke arah Kyuhyun, raut mukanya yang sejak tadi cerah pun berubah masam. “Aku hanya ingin memeluknya sampai aku tertidur pulas”. Hye Hoon merapikan bulu-bulu yang terasa begitu halus di kulitnya itu dan kembali memeluk benda itu erat sembari mengendusnya lambat-lambat.

 

“Baunya persis dengan aroma khas orang yang memberikannya”, katanya sengaja. Memanas-manasi Kyuhyun adalah sesuatu yang begitu menarik baginya. Dia mengulum senyum ketika melihat lelaki itu terlihat semakin gusar.

 

“Ah, aku benar-benar menyukainya”, sambungnya penuh pengkhayatan.

 

Kyuhyun yang mulai terpancing pun merebut benda itu paksa tanpa peringatan, kemudian membantingnya dengan kasar di lantai yang dingin yang membuat Hye Hoon hampir saja ikut terjungkal.

 

“Siapa yang memberikanmu benda tak berguna itu, hah? Katakan padaku!”.

 

Hye Hoon memungut lalu memeluk benda yang begitu disukainya itu defensif, takut jika Kyuhyun merebutnya paksa. “Astaga, Cho Kyuhyun. Kekanakkan sekali kau. Jika kau kesal padaku, kau tak harus melampiaskannya kepada binnie-ku yang tak berdosa ini”

 

Kyuhyun menempatkan kedua tangannya di pinggangnya angkuh. ”Aku bukan kesal dengan binnie-mu—atau apapun itu. Aku hanya ingin tahu siapa yang memberikan itu padamu. Aish, kau suka sekali membuatmu marah dengan hal sepele seperti ini”.

 

Hye Hoon menaikkan salah satu sudut bibirnya mengejek. “Kau cemburu padanya, Cho Kyuhyun?”, dengan nadanya yang begitu menyebalkan. Kyuhyun mendengus kesal. Namun untunglah otaknya yang pintar itu dapat mengingat dengan baik alasan mengapa Hye Hoon bersikap seperti ini.

 

“Ahh, aku tahu”, jawabnya dengan ekspresi kaget yang dibuat-buat. ”Kau melakukan ini untuk balas dendam padaku, hmmm?”. Lelaki itu mendekati Hye Hoon yang mematung di tempatnya. Dia mengikis jarak tubuh mereka yang membuat Hye Hoon semakin megeratkan pelukannya di boneka seukuran tubuh manusia itu.

 

Kyuhyun mengarahkan telunjuknya di depan mata kekasihnya itu. “Bukan aku yang cemburu”, katanya tegas dengan kepercayaan diri penuh. “Tapi, kau”, desisnya mengejek.

 

“Kau berniat balas dendam padaku, bukan? Karena insiden boneka penguin itu?”.

 

Hye Hoon mendelik, kemudian membuka matanya lebar-lebar untuk melawan tuduhan Kyuhyun. “Wajar saja aku mendapat sebuah boneka, karena aku seorang wanita. Aku sudah biasa mendapatkannya dari pria-pria tampan yang mengejarku”.

 

Hye Hoon tersenyum penuh arti lalu menatap Kyuhyun lebih berani. “Jika seorang pria menenteng sebuah boneka yang lucu dengan pita dan warna yang mencolok, bukankah itu terlihat aneh dan…menggelikan?”

 

Hye Hoon menutup bibirnya terkejut, sedangkan Kyuhyun hanya membalasnya dengan tatapan malas. ”Cho Kyuhyun, kau masih normal, kan?”

 

Setelah merasa puas, Hye Hoon pun melangkah menjauhi Kyuhyun dengan gelak keras yang tak pernah meninggalkan bibirnya. Dia bahkan memegang perutnya sendiri karena perutnya mulai sakit karena terlalu banyak tertawa.

 

Menggoda Kyuhyun adalah salah satu keahliannya. Apalagi ketika dia bisa menang telak seperti sekarang ini, rasanya begitu menyenangkan.

 

Kyuhyun yang kesal pun mendekap tubuhnya sendiri dan memperhatikan Hye Hoon yang kembali menduduki sofanya. Hingga akhirnya matanya tak sengaja menangkap note yang tersingkap di belakang teddy bear itu.

 

Dia merampas kertas kecil itu lalu membaca kalimat singkat yang tertera disana.

 

Peluklah binnie disaat kau merindukanku. Aku akan kembali secepatnya.

 

-LDH-

 

Dia kembali melirik gadisnya yang masih larut dalam gelak tawanya. Dadanya semakin panas ketika melihat Hye Hoon mendekap benda itu erat. Ternyata, Donghae masih dan akan terus menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.

 

Beberapa menit kemudian, Hye Hoon pun terlelap dan tidur dengan posisinya yang menyender ke sofa. Dengan hati-hati, Kyuhyun menggendong gadis itu dan memindahkannya ke kamar. Dia sempat melirik boneka yang tergeletak dengan tatapan membunuhnya.

 

Epilog

 

Hye Hoon terbangun ketika cahaya matahari yang mulai menelusup diantara jendela kamarnya yang tertutup mengganggu retina matanya. Dia melirik Kyuhyun yang tertidur pulas dengan gaya tidurnya yang tidak elegan itu dengan senyuman bahagia.

 

Ketika hendak mengambil air minum yang terletak di laci nakas di sampingnya, matanya tak sengaja menangkap binnie-nya tergantung dengan kapasnya yang berhamburan kemana-mana.

 

CHO KYUHYUNNN!!!!!!!!!!

 

 

Epilog II

 

 

Kyuhyun tak bisa menahan bibirnya agar berhenti melengkungkan senyuman ketika mengingat bagaimana murkanya Hye Hoon ketika gadis itu mendapati bonekanya tergantung tak bernyawa di kamar apartemennya.

 

”Kyu, kau baik-baik saja?”. Salah satu manajernya yang bertugas mengantarkan dirinya mengikuti semua jadwalnya itu pun melihat aneh kepada Kyuhyun yang tak berhenti tersenyum seperti orang gila.

 

Kyuhyun tertawa memamerkan giginya lalu menjawab pertanyaan itu asal. “Aku hanya sedang senang”. Dia teringat misinya lalu memandang benda empuk dengan paduan warna putih dan ungu yang tergeletak disampingnya itu lalu berkata.

 

“Hyung, bisakah kau membuang benda ini di suatu tempat? Aku ingin setelah aku kembali ke van nanti, aku tak melihatnya lagi”.

 

Kau lihat, Choi Hye Hoon? Aku masih normal.

 

*

 

 

 

D-iet

 

Slurp…Slurp….

 

Kyuhyun memutar matanya tatkala suara menyebalkan itu masih tertangkap oleh daun telinganya. Matanya melirik ke arah seorang wanita yang tengah asyik menyeruput ramyeon sambil menyentuh handphone touch screennya serius tanpa memperhatikan apa yang sedang dirasakannya.

 

“Apa kau menyimpan otakmu di balik hotpants minim-mu itu?”

 

Hye Hoon mendongak, melirik Kyuhyun sekilas lalu kembali memainkan telepon selular-nya. “Kau mau? Aku sudah bilang tadi ambil saja di dapur”.

 

Hening.

 

Kyuhyun tidak menjawab apapun yang membuat Hye Hoon berhenti dari kegiatan men-scroll foto-foto seorang Polisi –kalian tahu siapa- yang sialan tampan itu dan menghampiri Kyuhyun yang kesal.

 

Hye Hoon menyodorkan sumpit yang sebelumnya diisinya dengan mie itu di hadapan bibir seksi prianya. “Ja~ buka mulutmu”, katanya merajuk. Tanpa berpikir dua kali, Kyuhyun menerimanya dengan suapan lebar.

 

“Kau tahu aku sedang diet dan aku tahu kau sengaja memasak ramyeon tengah malam begini”, protesnya dengan mulut penuh. Hye Hoon tertawa keras mendengar ocehan pria cerewetnya itu. “Sudah kubilang, kau tidak perlu diet. Memang kau wanita apa?”.

 

Kyuhyun mengelap bibirnya yang kotor itu dengan punggung tangannya. Matanya melirik Hye Hoon kesal. “Tapi aku public figure! Aku seorang selebriti! Kau tahu kan salah satu kewajibanku itu aku harus menjaga penampilanku”.

 

“Aku tahu itu, sayang. Tapi kau tak harus menyiksa dirimu seperti ini”. Hye Hoon memberengutkan bibirnya, matanya menatap intens lelaki yang selama bertahun-tahun menghiasi harinya itu.

 

“Aku benci melihatmu melakukan apa yang tak kau sukai”.

 

Kyuhyun menaik-naikkan alisnya, bermaksud menggoda gadisnya itu. “Kau sepertinya sangat khawatir”, ucapnya dengan senyuman jahil bermain di bibirnya.

 

“Bagaimana jika aku menggantikan diet makanku dengan yang lain saja, olahraga misalnya?”

 

Hye Hoon mengangguk, namun dahinya mengerut karena mengingat-ingat sesuatu. “Bukankah kemarin kau menghabiskan waktumu di gym?”, tanyanya heran. “Jadi, kenapa kau mengungkit-ungkit soal olahraga lagi?”.

 

Dengan cepat Kyuhyun mendekati Hye Hoon dengan tatapan matanya yang tajam dan mengurung tubuh gadis itu dengan tangan besarnya.

 

Lelaki itu menipiskan jarak diantara keduanya yang membuat Hye Hoon tak bisa berkutik dan lari kemana-mana. Hye Hoon hanya memasang muka -apa-yang-kau-lakukan dengan memutar bulatan cokelatnya malas.

 

“Bagaimana jika aku ingin berolahraga malam denganmu sekarang, sayang? Anggap saja ini balasan karena kau telah mengacaukan diet ketatku”.

 

Hye Hoon hanya bisa pasrah ketika lelaki itu mulai mengecupi lehernya. Dia mengelus rambut halus Kyuhyun dan mencoba lebih memanjangkan lehernya agar prianya itu lebih leluasa mengeksplorasi bagian sensitifnya.

 

Kyuhyun tersenyum senang ketika mendengar gadis cantiknya mendesah tertahan karena ulahnya. Baiklah, sepertinya dia harus menyiapkan jadwal khusus untuk membakar kalorinya di ruangan privat dengan gadis itu.

 

Kegiatan itu sepertinya lebih menyenangkan daripada harus menahan lapar seharian. Ah, benar. Itu adalah ide paling cemerlang dari otaknya yang begitu jenius.

 

Ha ha ha ha.

 

*

 

 

Hi, aku balik lagi nih. Ada yang mau request moment apa yang dibikinin ff nya? Next aku bakal bikin tentang musikal  dan ski mungkin?. See you soon

 

41 thoughts on “[Hye Kyu Diary] – D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s