Sequel Of My Sister’s Husband-Two Pieces (1st Part)


 

Sorry I can’t cut out the adult scene. Soalnya itu bener-bener ngaruh ke cerita. Read for your own risk, lebih bagus sih skip aja.

 

Recommended song : Song Joong Ki – Really

 

Because I love you, tears fall

Because my heart hurts, tears fall again

In case I lose you again, in case I lose you again

My two eyes only looking at you

 

Look at me, who loves you

Because tears fall like this

Because tears keep falling

Even if I’m born again

Its you

 

Kyuhyun tertegun mendengar isakan kecil yang berasal dari bibir istrinya. Dia juga merasakan dadanya mulai basah karena air mata. Selalu seperti ini. Setiap malam dia harus berpura-pura tidak mengetahui apapun, padahal dirinya selalu terjaga ketika setiap hari Hye Hoon menangis di pelukannya.

Apakah Hye Hoon semakin menderita karena berada di sisinya?

Setiap saat pertanyaan itu mengganggu pikirannya, tetapi dia tidak mau bertanya langsung kepada istrinya tersebut karena takut jika jawaban yang dilontarkan gadis itu akan membuat dirinya semakin terluka.

Dia juga ingin menghindari kenyataan bahwa Hye Hoon tidak pernah mencintainya. Setidaknya sekarang. Dan dia berharap seiring waktu berjalan perasaannya akan berubah.

Hye Hoon menyingkirkan tangan besar yang melingkar di pinggangnya dengan hati-hati. Dia melepaskan diri dari pelukan suaminya yang masih terlelap. Setelah beranjak dari tempat tidur, wanita itu segera menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pelupuk matanya. Dia menghadapkan dirinya ke cermin, untuk memeriksa keadaanya saat ini. Matanya dihiasi oleh lingkaran hitam yang semakin membesar. Mungkin karena dia menghabiskan malam dengan menangis, pikirnya. Hye Hoon memperhatikan perutnya yang semakin membesar lewat pantulan kaca. Usia kandungannya sudah menginjak tiga bulan, wajar saja jika perutnya mulai sedikit kelihatan membuncit.

Hye Hoon masih dalam posisi seperti itu dengan pikiran menerawang hingga dia merasakan sebuah tangan kekar melingkari pinggangnya.

“ Kau terbangun? Kenapa? Mimpi buruk?”

Wanita itu menggeleng lemah. Dia memperhatikan wajah tampan Kyuhyun dari cermin di lemari rias kamarnya. Dia terlihat khawatir, dan terlihat kelelahan. Wajar saja, setelah mereka menikah, Kyuhyun bekerja sebagai seorang Direktur di salah satu perusahaan ayahnya sehingga tak jarang dia pulang malam.

“ Mau kubuatkan susu hangat?”

Hye Hoon mendelik mendengar ucapan Kyuhyun. Tetapi lelaki itu tidak terlihat sedang menggodanya, dan raut wajahnya terlihat serius.

“ Kau tahu aku tidak pernah meminum minuman seperti itu, kan?”

 

***

Next day…..

Seorang lelaki dengan jas yang melekat di tubuhnya memandangi keindahan Sungai Han di tengah cuaca di Korea yang sangat dingin karena baru memasuki pergantian musim, yang tidak berbeda jauh seperti dirasakannya saat di Jepang. Dia baru saja tiba di Korea dan langsung menuju ke tempat ini. Laki-laki itu mendatangi tempat ini karena dia memiliki banyak kenangan disini. Kenangan bersama orang yang paling dicintainya dari apapun di dunia ini. Setelah beberapa bulan menghindar, dia tetap tidak bisa melupakan wanita itu.

Selama beberapa bulan ini dia memang menghabiskan waktunya di Jepang, meninggalkan istrinya yang sedang mengandung. Dia bukan suami yang baik sepertinya, karena dia meninggalkan Korea hanya karena ingin menghindari suatu hal. Tetapi dia hanya tidak bisa. Dia menggunakan alasan pekerjaan untuk pergi ke negara sakura itu, yang sebenarnya bisa dihandle oleh bawahannya disana.

Lee Donghae memang seorang lelaki pengecut. Dia tidak ingin melihat saat-saat dimana wanita yang dicintainya menjadi milik orang lain.

Dia menyadari bagaimana perasaan wanita yang dicintainya itu saat melihat dirinya bersanding dengan wanita yang tidak lain adalah kakaknya. Rasa sakit yang dirasakannya mungkin tidak sebanding dengan apa yang wanita itu rasakan. Donghae merasa hatinya sangat sakit, dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan wanita itu.

Seorang wanita yang berdiri beberapa meter di depannya menarik seluruh perhatian Donghae. Dari hanya melihat punggungnya, dia yakin kalau wanita itu adalah orang yang selalu memenuhi pikirannya. Punggung itu terlihat lemah, sama seperti terakhir kali dia melihatnya.

Hye Hoon merapatkan cardigan tipis yang terpasang di tubuhnya. Cuaca malam ini sangat dingin, tetapi dia sangat butuh tempat ini untuk menenangkan diri. Dia butuh suatu ketenangan agar bayi yang dikandungnya bisa bertumbuh baik di rahimnya.

Wanita itu sangat terkejut saat merasakan sebuah jas hitam yang tersampir di bahunya, semakin terkejut saat dia berbalik dan menyadari siapa yang ada di dekatnya saat ini. Gadis itu sedikit membungkukkan badannya untuk menyapa kakak iparnya itu.

Annyeong haseyo, Oppa”.

Donghae mencoba mengontrol perasaan yang berkecamuk di dadanya. Semua rasa yang dipendamnya selama beberapa saat ini terkuak hanya karena menatap wajah cantiknya. Dia hanya tersenyum untuk membalas sapaan gadis itu. Apa hubungan mereka menjadi seformal ini?

Annyeong.”

Lelaki itu melirik perut Hye Hoon yang sedikit lebih gemuk. Ya, dia tahu jika gadis itu sedang mengandung. Sebenarnya, dia pernah berpikir jika janin yang dikandung Hye Hoon adalah calon bayi mereka. Tetapi sepertinya keyakinannya itu salah.

Ada sesuatu yang janggal disana, bukankah selama ini Hye Hoon hanya menjalin hubungan dengannya? Kyuhyun hanya teman baik gadis itu, kan?

Donghae tidak pernah menanyakan tentang hal itu langsung kepada Hye Hoon. Sekali lagi, dia adalah lelaki pengecut. Dia tidak ingin mengetahui kenyataan sebenarnya karena dia takut. Lelaki itu takut jika dia tidak bisa melakukan apapun untuk Hye Hoon. Bertanggung jawab, bukannya dia tak mau, tetapi keadaannya saat ini tidak memungkinkan hal itu.

Jauh di lubuk hatinya, dia berharap jika calon bayi yang dikandung Hye Hoon adalah anak kandungnya.

“ Selamat atas pernikahanmu, Hoon~ah”.

Hye Hoon menatap mata Donghae intens. Tidak ada tatapan hangatnya disana. Yang ada hanyalah tatapan kosong yang dia tunjukkan kepadanya. Hye Hoon tahu, lelaki itu juga merasakan perasaan yang sama sepertinya.

“ Kamsahaminda. Oppa”.

Beberapa menit mereka terdiam, menatap lampu-lampu di Sungai Han yang indah. Sebenarnya mereka tidak menikmati pemandangan itu, melainkan menikmati moment dimana mereka berdua bisa berada dekat satu sama lain, setelah sekian lama mereka berpisah.

“ Sudah malam. Mau kuantar pulang?”

“De? Tidak perlu. Aku bisa pulang naik taksi, Oppa”.

Donghae sedikit kecewa mendengarnya. Tetapi dia sangat benci penolakan. Akhirnya, Donghae menggengam tangan Hye Hoon dan menuntunnya ke mobil yang dibawanya. Semua masih sama. Saat jari-jari mereka bertautan dia masih merasakan debaran jantungnya semakin kencang. Tangan Hye Hoon pun masih hangat seperti biasanya. Donghae merindukannya, sangat merindukannya.

Hye Hoon sangat ingin menangis karena bahagia saat mereka berada dekat dengannya. Perjalanan lima belas menit di mobil dengannya, walaupun mereka hanya terdiam tetap dapat membuat perasaan Hye Hoon membaik daripada beberapa bulan ini.

Hye Hoon menikmati kebersamaan mereka sampai dia tidak menyadari jika mereka sekarang berada di depan apartemen yang menjadi tempat tinggalnya setelah menjadi Nyonya Cho.

“ Kamsahaminda, Oppa.”

Hye Hoon menarik bibirnya ke belakang. Dia berbalik dan melangkahkan kakinya pelan ke arah pintu, ingin mengulur waktu perpisahan mereka.

“Hoon~ah”.

Hye Hoon terkesiap saat mendengar panggilan dari pria itu. Hanya Lee Donghae yang memanggilnya dengan suara seperti itu.

Dia membalikkan tubuhnya dan dengan satu gerakan Donghae mengunci tubuh mungil gadis itu dengan tangan kekarnya. Hye Hoon mencoba mengelak tetapi tenaga lelaki itu terlalu besar sehingga dia hanya bisa pasrah menerima pelukan Donghae.

“Bogoshippeo, Hoon~ah”.

***

Kyuhyun melepas jas yang dikenakannya dan meletakkannya di sofa ruang tamu. Dia juga melonggarkan dasinya karena lehernya terasa sesak. Setelah menjadi Direktur di perusahaan keluarganya semenjak dua bulan lalu, dia menjadi sangat sibuk. Tetapi setiap hari dia menyempatkan untuk pulang lebih awal karena tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian. Tetapi sepertinya malam ini Hye Hoon tidak berada di rumah. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Hye Hoon di rumah kecil ini. Mungkin dia hanya ke minimarket sebentar, pikirnya.

Suara derap langkah kaki terdengar dari balik pintu apartemen itu. Kyuhyun berjalan menuju pintu tersebut dan terkejut ketika melihat yang ada dua orang yang sangat dia kenal, ada di depan apartemennya, setelah pintu terbuka.

Dan apa yang mereka lakukan tentunya.

Kyuhyun menutup kembali pintu itu kasar dengan dorongan yang kuat diiringi dengan suara yang memekakan telinga. Melihat Lee Donghae membuat emosinya memuncak. Dan pelukan itu….. Dia merasa Hye Hoon seperti tidak menghargai dirinya sebagai seorang suami, dengan melakukan hal yang tidak pantas dilakukannya dengan lelaki lain di depan apartemennya.

Suara kenop pintu terdengar. Hye Hoon memasuki kamar mereka dengan langkah gontai. Dia menundukkan wajahnya sambil memainkan jarinya, gugup karena dia tahu Kyuhyun pasti akan marah karena dia bersama seseorang yang tidak seharusnya dia temui. Dan dia tahu pasti bahwa suaminya itu sangat tidak suka dengan pria bernama Lee Donghae.

“ Kyuhyun~ah, mianhae. Tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya, sungguh”.

Kyuhyun masih terdiam. Dia hanya menatap Hye Hoon tajam dari ujung ranjang yang dia duduki. Sedetik kemudian, dia menghampiri istrinya yang masih menatap ke lantai itu dan menarik dagunya seakan menyuruh wanita itu untuk menatapnya dalam.

“ Cho Hye Hoon, bisakah kau melupakannya dan mencoba untuk mencintaiku?”

Mata Kyuhyun memerah. Setetes cairan asin keluar dari mata hitamnya. Dia mencoba untuk menahan rasa sakit tiap kali melihat mereka berdua bersama. Dan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Dia selalu mencintai gadis itu tanpa meminta balasan apapun. Tetapi sekarang keadaannya berbeda, Hye Hoon sudah menjadi miliknya, walaupun Hye Hoon tidak pernah menginginkannya.

Mulut Hye Hoon masih membungkam. Dia tidak kuasa untuk menjawab pertanyaan yang sangat sulit untuknya. Bisakah? Bisakah dia melupakan Lee Donghae?

Dengan gerakan cepat Kyuhyun mendaratkan bibirnya di bibir istrinya itu. Dia memejamkan matanya, menikmati kelembutan bibir wanitanya itu. Dia juga menikmati rasa strawberry yang berasal dari lip balm yang dipakai gadis itu. Kyuhyun mengecup bibir gadis itu lamat sehingga sesekali dia menggerakkan kepalanya untuk menyesuaikan tautan bibir mereka. Lama kelamaan, dia melumat bibir gadis itu penuh dan memberikan gigitan-gigitan kecil di bibir bawah istrinya.

Hye Hoon tidak membalas maupun menolak ciuman Kyuhyun. Dia masih tidak tahu harus melakukan apa. Dia hanya memejamkan matanya, menikmati ciuman mereka, dan membiarkan Kyuhyun mengeksplorasi bibir tipisnya.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir keduanya. Membuat mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk menjaga ketersediaan oksigen yang menipis karena ciuman tadi. Kyuhyun masih enggan memangkas jarak diantara mereka berdua sehingga lelaki itu masih menahan wajah Hye Hoon agar tetap berada beberapa milimeter dihadapannya dengan cara menempelkan dahi mereka berdua, sambil kedua tangannya menempel di pipi gadisnya itu.

Kyuhyun memperhatikan wajah wanita yang dicintainya. Mata indahnya masih terlihat merah dan sisa-sisa air mata masih menempel di pipi mulusnya.

Rasa bersalah menyelusup ke dalam dadanya. Seharusnya, dia tidak boleh memaksa wanita yang secara hukum sudah menjadi miliknya itu untuk membalas semua perasaannya. Kyuhyun tidak boleh menyakiti gadis itu, dia seharusnya melindungi wanita yang menjadi alasannya untuk hidup.

Sejak mereka menikah, Kyuhyun tidak pernah berbuat sejauh itu. Selama ini, skinship yang mereka lakukan tidak lebih dari sekedar berpelukan. Tapi malam ini, dia sudah kehilangan akal sehatnya dan menyakiti sahabat sejak kecilnya, menyakiti wanitanya.

“ Mianhae, aku…. tidak seharusnya aku berbuat seperti itu kepadamu. Dan soal pertanyaanku tadi, anggap saja aku tidak pernah menanyakannya”.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, tanda kalau dia memang serius dengan apa yang diucapkannya. Dia sangat merasa bersalah, walaupun di dalam hati kecilnya dia menyadari bahwa tindakan yang dilakukannya tadi tidak salah sama sekali. Mata sayu yang ditunjukkan Hye Hoon beberapa saat lalu kemudian bersinar kembali seiring dengan senyuman tulus yang ditunjukkan wanita itu.

“ Anieyo, Kyu. Semua adalah kesalahanku. Maafkan aku. Dan, kurasa kau benar. Aku sudah resmi menjadi milikmu dan dia…dia hanya masa laluku. Aku akan mencobanya, Kyu.   Dan aku yakin tidak akan sulit untuk mencintai lelaki sempurna seperti dirimu”.

Bohong. Kyuhyun sangat memahami Hye Hoon dan lelaki itu tahu, bahwa semua ucapan yang keluar dari mulut wanita itu adalah sebuah kebohongan. Tapi, Kyuhyun tidak munafik. Jantungnya berdegup lebih kencang saat wanita itu mengatakan bahwa dia akan mencoba mencintai dirinya. Dia sangat senang ketika mendengar kata-kata yang terlontar dari istrinya barusan.

Hye Hoon meraup tubuh suaminya ke dalam pelukannya. Dia meletakkan kepalanya di atas bahu Kyuhyun, menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh tegap lelaki itu. Air matanya menetes. Dia berkata tidak jujur kepada lelaki di pelukannya itu untuk kesekian kalinya, membuat orang yang terpenting dalam hidupnya itu terluka semakin parah.

Merasakan hembusan nafas Hye Hoon tepat di lehernya membuat libido lelaki itu meningkat. Ditambah jarak keduanya yang sangat dekat membuat dada mereka saling menempel, membuat Kyuhyun merasakan gairah yang meluap dari tubuhnya.

Damn. Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi. Setiap malam, saat Hye Hoon terlelap di pelukannya dia selalu meredam semua nafsunya untuk tidak meniduri gadis itu. Dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyentuh Hye Hoon sebelum wanita itu juga merasakan perasaan yang sama terhadap dirinya. Dan setelah perkataan Hye Hoon, bahwa gadis pujaanya itu akan mencoba membalas perasaannya, dia ingin memiliki wanita itu seutuhnya.

Kyuhyun mendaratkan ciuman-ciuman kecil di tengkuk Hye Hoon membuat wanita itu terkesiap. Gadis itu hanya memejamkan matanya dan meredam semua isak tangis yang ingin dikeluarkannya. Kemudian, lama kelamaan ciuman lembut itu berubah menjadi hisapan disertai gigitan kecil, meninggalkan jejak berwarna merah keunguan di leher putih gadis itu.

Hye Hoon menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun mulai menyentuh dan meremas dadanya dari balik dress berwarna biru muda yang dikenakannya. Sedetik kemudian, bibir Kyuhyun sudah beralih ke bibir merahnya lagi dan menuntut gadis itu untuk membuka mulutnya, sehingga Kyuhyun menelusupkan lidahnya dan mengajak lidah wanita itu untuk berperang. Kyuhyun menyusuri rongga mulut istrinya itu dengan lidahnya, serta mengaitkan lidah keduanya di dalam sana.

Desahan-desahan kecil keluar dari bibir kecil Hye Hoon, saat Kyuhyun menyentuhnya lebih intim. Hye Hoon sangat terbuai dengan perlakuan lelaki itu padanya. Kyuhyun menjamahnya dengan lembut, dan itu membuat Hye Hoon nyaman dan semakin menikmati permainan mereka.

Kyuhyun menggiring tubuh Hye Hoon ke ranjang tanpa melepas ciuman mereka ataupun melepaskan sentuhan-sentuhan tangannya di sekujur tubuh gadisnya itu. Perlahan dia membaringkan tubuh Hye Hoon di tempat tidur di kamar mereka itu dan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih sibuk meraba setiap inchi tubuh Hye Hoon di balik gaun selutut yang masih menutupi tubuh indah gadis itu.

Kyuhyun akhirnya memberanikan diri menggunakan satu tangannya untuk menurunkan resleting dari pakaian yang menghalangi pekerjaannya. Tangannya yang lain meremas dada gadis itu, membuat Hye Hoon semakin memperkeras desahannya.

Kyuhyun berhasil membuka dress gadis itu sehingga sekarang Hye Hoon hanya terbalut pakaian dalam dengan posisi terlentang di atas kasur. Kyuhyun memperhatikan tubuh gadis itu dari atas sampai ke bawah sambil memperlihatkan smirk andalannya, membuat Hye Hoon jengah dan memukul-mukul manja dada suaminya.

“ Yak! Pria mesum! Hentikaaaan. Kau terlihat seperti ahjussi mesum”.

Hye Hoon membuat tanda silang di dadanya menggunakan kedua tangannya membuat Kyuhyun terkekeh geli. Hatinya merasa lebih tenang karena Hye Hoon sepertinya sudah melupakan kejadian beberapa menit lalu, dan sekarang dia bersikap seperti biasanya.

Kyuhyun menatap wanita itu dengan pandangan memuja. Mungkin ini terlalu berlebihan, tetapi Kyuhyun sangat terpesona dengan tubuh indah gadis itu. Ini pertama kalinya dia melihat tubuh wanita setengah telanjang di hadapannya secara langsung tetapi dia yakin bahwa rasanya akan berbeda apabila wanita yang ada di hadapannya saat ini bukan Choi Hye Hoon.

“ Bolehkah?”

Hye Hoon mengerti apa maksud pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun. Dia tidak membohongi dirinya sendiri bahwa dia menikmati semua perlakuan Kyuhyun tadi. Tetapi, dia sangat tahu bahwa itu bukanlah cinta, tetapi naluri dari seorang wanita. Dia menatap intens mata hitam milik Kyuhyun dan menemukan ketulusan dan cinta yang besar disana.

Dia menganggukkan kepalanya pelan. Dia menarik lengkungan bibirnya ke belakang, membentuk senyuman manis hanya untuk suaminya. Dia melakukan semua itu atas dasar bakti seorang istri kepada suaminya.

Kyuhyun kembali menyambar bibir gadis itu dengan kecupan-kecupan yang lebih ganas dari sebelumnya. Dia melepaskan satu-persatu pakaian yang masih melekat di tubuh Hye Hoon., juga melepaskan kemeja putih polos serta celana panjang yang sejak tadi pagi dipakainya.

Tubuh mereka sekarang sudah tidak terbalut sehelai benang pun, membuat pendingin ruangan di kamar tersebut seakan sudah tak mempunyai fungsi sama sekali karena gejolak dari kedua tubuh sejoli itu membuat ruangan pribadi mereka terasa bagaikan sauna.

Kyuhyun menghentikan ciuman panas mereka, membuat Hye Hoon membuka matanya pelan. Kyuhyun membelai pipi wanitanya itu, menyalurkan semua perasaan cintanya yang teramat besar lewat sentuhan yang paling sederhana.

Lama kelamaan tangannya turun ke bagian bawah menuju dada Hye Hoon yang semakin membesar karena kehamilannya, sontak membuat gadis itu memejamkan matanya.

Erangan dari bibir gadis itu semakin menjadi manakala Kyuhyun meremas salah satu bagian sensitif darinya itu dengan menggunakan sebelah tangan besarnya, seraya memainkan puncak dari benda kenyal itu, membuatnya semakin mencuat dan mengeras.

Pria tampan itu memandangi wajah istrinya yang terlihat menggoda karena menikmati perlakuan intim darinya. Mata indah gadisnya itu terpejam, bibir merahnya tak henti mengeluarkan lenguhan-lenguhan panjang yang membuat kejantanannya semakin menegang.

Tak puas memainkan kedua buah dada Hye Hoon, Kyuhyun menelusupkan kedua jemari panjangnya di selangkangan gadis itu. Awalnya Hye Hoon berteriak kesakitan, tetapi beberapa saat kemudian desahan lolos dari bibirnya, saat Kyuhyun mulai memaju mundurkan jarinya di lipatan sempit milik gadis itu.

Tubuh Hye Hoon menegang dan dia merasa lebih ringan setelahnya ketika dia berhasil mencapai klimaks. Dia membuka kelopak matanya dan menyadari bahwa sedari tadi mata Kyuhyun tak lepas darinya. Pipinya bersemu merah, membuat Kyuhyun semakin tak tahan untuk menenggelamkan kejantanannya di pusat tubuh gadis itu.

Hye Hoon menarik tubuh Kyuhyun, menenggelamkan wajahnya di leher putih nan jenjang milik lelaki itu, mencoba meminimalisir perasaan malu yang dirasakannya. Dan tanpa sengaja, perlakuan itu membuat dada mereka bersentuhan, dan tubuh bagian bawah mereka bertemu membuat Kyuhyun mengerang.

Kyuhyun merasa sesuatu di bawah sana semakin tegak dan membuatnya semakin membutuhkan permainan inti. Tetapi belum saatnya, karena dia ingin malam ini berjalan dengan perlahan, supaya dia dapat memuaskan gadis yang sedang memeluk lehernya itu. Dia ingin gadis itu menyadari jika perlakuannya itu bukanlah atas dasar nafsu yang muncul dari dalam dirinya, melainkan untuk menyalurkan semua rasa cinta yang meluap untuk gadis itu dan keinginan dirinya untuk membuat istrinya itu selalu merasakan kebahagiaan.

“ Kau tidak perlu menggodaku lagi, sayang”.

“ A-Anieyo, Kyu”.

Hye Hoon membaringkan dirinya lagi, setelah tadi dia merubah posisinya karena dia memeluk tubuh kekar lelaki itu dengan mengangkat sedikit tubuhnya. Dia menelusuri wajah dari sesosok malaikat bagi dirinya itu dengan indra penglihatannya. Rambut coklatnya yang selalu terlihat rapi saat akan berangkat ke kantor, kini terlihat tak beraturan, membuat kesan seksi yang ada dalam diri pria itu semakin terlihat. Wajahnya yang putih pucat dipenuhi dengan peluh, terutama di sekitar dahi dan hidung mancungnya. Dengan cekatan dia menghapus keringat itu dengan kedua telapak tangannya, tanpa sedetikpun berpaling dari objek di hadapannya.

Kyuhyun semakin terpesona dengan gadis yang dicintainya itu. Wajahnya yang putih, menjadi sedikit kemerahan akibat dari pergumulan yang sejak tadi mereka lakukan. Ada perasaan senang yang membuncah di dadanya saat Hye Hoon menatap wajahnya intens.

Mungkinkah? Mungkinkah Hye Hoon juga terpesona dengan dirinya, sama seperti yang berkali-kali dia rasakan terhadap gadis itu?

Kyuhyun mengecup bibir Hye Hoon sekali lagi. Dia memberikan kecupan-kecupan ringan di bibir gadis itu, sampai akhirnya melumat habis bibir merah itu lebih ganas dari sebelumnya. Hye Hoon tak tinggal diam dengan membalas perlakuan lelaki itu tak kalah ganasnya. Gadis itu mengacak rambut pendek Kyuhyun, seakan menyuruh lelaki itu menjamahnya lebih dalam lagi.

Setelah puas dengan ciuman di bibir, Kyuhyun mengalihkan bibirnya ke leher mulus gadis itu. dia mengecup seluruh bagian leher Hye Hoon tanpa terkecuali, disertai dengan hisapan dan gigitan yang membuat Hye Hoon semakin tak karuan.

Bibir tebalnya turun menelusuri tubuh polos gadis itu, hingga dia menemukan kedua benda kembar menggantung yang semakin menggoda dirinya. dia mengulum puncak dada gadis itu yang sudah menegang, menyedotnya seperti seorang bayi yang kehausan dan mempermainkan benda keras itu dengan lidahnya.

Keringat yang keluar dari tubuh Hye Hoon semakin deras. Nafasnya tersengal dan semakin tak beraturan. Tak terhitung berapa kali dia mengeluarkan rintihan-rintihan karena kenikmatan yang melanda dirinya.

Akhirnya Kyuhyun menemukan titik ter-sensitif pada tubuhnya. Lelaki itu menciumi bagian perut istrinya yang sedikit menggembung. Hye Hoon menggelinjang, kakinya menendang ke segala arah dan tangannya meremas kuat sprei putih itu untuk melampiaskan semua gairah yang dirasakannya.

Kyuhyun mendaratkan ciuman hangat pada bagian tersebut, berharap bahwa suatu saat nanti, di dalam rahim gadis itu akan tertanam benih darinya, bukan dari lelaki lain yang menurutnya tak pantas bersanding dengan gadis itu.

Tetapi toh dia juga sangat berterima kasih dengan janin itu. Karenanya, dia bisa memperistri gadis itu dan menjauhkannya dari pria brengsek yang selalu menyakiti wanita terpenting dalam kehidupannya.

Kyuhyun hanya mengikuti nalurinya dan mendaratkan bibirnya di pusat tubuh gadis itu. Mulanya, dia hanya mendaratkan kecupan-kecupan di lipatan yang terletak di bawah perut istrinya, tetapi, saat melihat respon yang diberikan gadis itu, membuat dia ingin melakukan lebih.

Kyuhyun menemukan titik rangsang gadis itu, melumatnya dan sesekali menjulurkan lidahnya untuk merasakan aroma dari organ intim wanita terpenting di hidupnya itu. Beberapa lama kemudian, suatu cairan menyembur dari sana membuat dirinya menjilati daerah itu tanpa ampun.

Dan dia merasakan tubuh istrinya itu melemas saat ledakan-ledakan yang keluar dari dalam tubuhnya sudah berakhir.

***

Hye Hoon meremas rambut Kyuhyun saat lelaki itu mencoba memasukinya, menyatukan tubuh mereka berdua. Dia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa perih yang berasal dari tubuh bagian bawahnya. Kyuhyun mencoba menyatukan tubuh mereka sepelan mungkin, tetapi tetap saja rasa perih itu masih ada. Lelaki itu mengalihkan sedikit rasa sakit Hye Hoon dengan menciumi puncak dada wanitanya itu.

Setelah tubuh mereka menyatu, Kyuhyun bangkit dan mencium puncak kepala Hye Hoon. Lelaki itu menatap wajah penuh keringat gadis itu dan tersenyum senang karena dia bisa melewatkan malam pertamanya dengan wanita yang selama ini menjadi impiannya.

Hye Hoon melihatnya. Dia melihat lelaki yang dicintainya tersenyum seperti biasanya, dengan senyuman khasnya. Dan refleks dia membalas senyumannya itu. Sungguh, Hye Hoon sangat merindukannya. Merindukan saat-saat dia melewatkan kegiatan seperti ini dengannya. Merindukan ketika mereka saling meluapkan rasa cinta diantara mereka berdua dengan cara mendaki puncak kenikmatan bersama-sama.

Dirabanya wajah lelaki yang selalu hadir dalam mimpinya itu dengan tangannya yang lembut. Air mata mulai membasahi pipinya. Dia merasa ini semua seperti mimpi.

“ Gwenchana Hoon~ah?”

Hye Hoon tersenyum singkat dan menganggukkan kepalanya berkali-kali. Lelaki itu selalu mengkhawatirkan dirinya. Dia tahu, lelaki itu sangat mencintainya walaupun keadaan memaksa mereka untuk berpisah.

Mendapat persetujuan dari Hye Hoon, akhirnya Kyuhyun menggerakkan tubuhnya. Kyuhyun menaik turunkan tubuhnya membuat mereka berdua mengeluarkan desahan-desahan yang terdengar di ruangan itu.

Kyuhyun merasakan kenikmatan yang tiada tara saat miliknya memasuki tubuh Hye Hoon. Ditambah dengan gesekan-gesekan akibat dari gerakannya yang membuat dinding dari lipatan sempit itu semakin menjepit miliknya, membuatnya merintih nikmat.

Akhirnya, semua fantasinya tentang Hye Hoon selama ini menjadi kenyataan. Hanya dengan wanita itu dia pernah membayangkan melakukan semuanya ini. Dan dia tidak menyangka rasanya sangat luar biasa, jauh melebihi apa yang selama ini ada di pikiran kotornya.

Tubuh mereka memanas seiring dengan gerakan mereka yang semakin cepat. Hye Hoon masih tersenyum tanpa henti sambil memperhatikan lelaki yang sedang di atasnya itu menutup matanya menahan nikmat.

Suara gesekan alat vital mereka terdengar karena gerakan naik turun keduanya yang semakin cepat. Hye Hoon merasakan tubuh bagian bawahnya semakin meledak. Sepertinya dia sudah tidak tahan untuk menahan ledakan dari organ intimnya tersebut.

“ Chakkaman…”

Kyuhyun mempercepat gerakan naik turunnya agar mereka bisa menikmati klimaks bersama-sama. Dan setelah beberapa saat, mereka pun akhirnya sampai pada puncak yang membuat mereka merasa seperti terbang.

Kenikmatan itu sangat sulit di deskripsikan. Dan ini kali pertama lelaki itu merasakannya.

Dia masih ingin melanjutkan lagi permainan mereka di atas ranjang tersebut. Tapi, melihat wajah Hye Hoon yang kelelahan, dia mengurungkan niatnya.

“ Gomawo. Saranghae, Cho Hye Hoon”.

Kyuhyun mengatakan kata tersebut walaupun diyakininya Hye Hoon sudah berlayar ke alam mimpinya. Sekarang, Hye Hoon sudah menjadi miliknya seutuhnya. Rasa cinta yang dia rasakan terhadap wanita itu semakin besar. Sampai kapanpun dia tidak akan melepasnya. Tidak, kecuali wanita itu sendiri yang memintanya.

***

Hye Hoon perlahan membuka matanya setelah dia merasakan nyeri di seluruh sendinya. Dia melepaskan diri dari tangan yang melingkar di pinggangnya. Sedetik kemudian, dia melihat jam di meja tidurnya, dan melihat angka 07.00 terpampang di layarnya. Dia bangkit dari tidurnya dan merasakan hawa dingin di punggungnya. Dia melihat ke bawah dan hanya menemukan selimut yang menutupi tubuh nakednya.

Dia menoleh ke samping, dan menemukan suaminya yang hampir sama seperti dirinya, tidak terbalut apapun dan hanya terdapat selimut putih yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

Tanpa pikir panjang dia segera meninggalkan tempat tidur dengan selimut putih yang menutupi tubuhnya. Dia memasuki kamar mandi dan menutup pintunya pelan agar tidak terdengar suara apapun yang mengganggu lelaki yang sedang tidur di ranjang mereka.

Setelah melemparkan selimut yang dia pakai ke bath up, dirinya menyalakan keran air dan membiarkan tubuhnya basah di bawah shower. Dia menangis sejadi-jadinya. Hye Hoon memukul kepalanya sendiri berulang kali, mencoba melupakan semua kenangan pahit yang terjadi padanya semalam. Sepertinya hal itu terjadi terlalu cepat sehingga dia malah menyakiti orang yang paling dia sayangi. Seharusnya dia mengatakan tidak saat Kyuhyun memintanya.

Dia terisak sambil memegangi kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di balik lututnya yang ditekuk. Dia mengenggelengkan kepalanya, menepis semua bayangan kelam yang terngiang sangat jelas di otaknya.

Ini salahnya.   Seharusnya dari awal dia menolak Cho Kyuhyun untuk menikahinya. Seharusnya dia hanya pergi dari negara ini dan meninggalkan semua orang-orang terdekatnya. Atau seharusnya dia menggugurkan bayi yang ada di kandungannya agar semuanya bisa berjalan dengan semestinya.

Dia tidak seharusnya menyeret Kyuhyun ke dalam masalah ini. Lelaki itu terlalu baik untuk menerima rasa sakit yang selama ini dia rasakan karena dirinya dan lelaki itu malah bersikap seperti orang bodoh yang hanya mencintai wanita sepertinya. Tidak seharusnya Kyuhyun menikahinya, karena itu malah membuat pria itu semakin menderita.

Dan tadi malam, tidak seharusnya Kyuhyun menidurinya. Karena Hye Hoon malah membayangkan lelaki lain saat Kyuhyun menyentuhnya.

***

Kyuhyun terbangun saat suara gemericik air tertangkap oleh indera pendengarannya. Dia melihat ke sebelahnya. Kosong. Mungkin istrinya itu sedang mandi, pikirnya.

Dia bangkit dari tempat tidur dan mengambil celana training dari lemarinya. Lelaki itu mengenakannya dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di kamar mereka. Kyuhyun hendak mengetuk pintu, tapi gerakannya terhenti karena dia mendengar suara tangisan dari dalam.

Hatinya sakit mendengar semua itu. Apakah Hye Hoon menyesali kejadian tadi malam? Mungkin ya, karena dari awal dia memang tidak pernah mencintainya. Baginya, seorang Cho Kyuhyun hanyalah sahabat terbaiknya. Sahabat yang selalu ada di sisinya, selalu mendukungnya walaupun hal yang dia lakukan tidak benar.

Dia tersenyum miris.

Kyuhyun hanya ingin memiliki Hye Hoon, itu saja. Terdengar egois, bukan? Walaupun Hye Hoon tidak mencintainya, setidaknya dia bisa melindungi wanita itu, terutama dari hubungan terlarangnya dengan pria yang bernama Lee Donghae.

Kyuhyun melihat pintu di depannya terbuka, menampakkan sosok wanita dengan hanya handuk yang melilit di tubuhnya. Mata dan hidungnya memerah, serta dia bisa melihat bekas gigitan di sekitar leher dan dadanya.

Lelaki berambut coklat itu terdiam, pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dengan gadis itu. Seperti biasa, dia hanya tersenyum dan dibalas dengan senyuman kaku dari gadis yang sedang memainkan jarinya tersebut.

“ Giliranmu mandi, Kyu. Aku akan membuatkan sarapan untuk kita”.

Suara Hye Hoon tersendat. Mungkin itu yang efek yang ditimbulkan karena terlalu banyak menangis. Kyuhyun ingin melontarkan beberapa pertanyaan kepada wanita itu, tetapi lidahnya kelu dan Hye Hoon melewati tubuhnya begitu saja.

Kyuhyun takut jika kali ini dia yang menyakiti Hye Hoon-nya.

***

Hye Rin tak henti menyunggingkan senyumannya. Dia sangat senang ketika Donghae menyetujui usulnya untuk melewati akhir pekan bersama-sama. Kejadian ini sungguh sangat langka, karena biasanya Donghae akan menyiapkan beribu macam alasan agar dia bisa tetap berada di rumah di hari liburnya.

Mungkin Donghae tahu kalau ini adalah keinginan calon bayinya juga, pikirnya.

Wanita yang sedang hamil empat bulan itu menutup koper besar yang sejak tadi sudah disiapkannya dan bergegas menghampiri suaminya yang berada di balkon kamar tersebut. Donghae sedang mengesap kopi sambil mengamati lalu lintas kota Seoul dari lantai dua rumah mewah ini yang menjadi kebiasaannya setiap Sabtu Pagi. Dengan satu gerakan, wanita itu mendekap pria itu dari belakang. Lelaki yang memakai sweater berwarna putih itu sedikit kaget, tetapi dia bersikap tenang.

“ Yeobo, bolehkah aku mengajak Hye Hoon dan Kyuhyun juga? Mereka belum menikmati bulan madu mereka, dan kurasa hawa pegunungan juga bagus untuk wanita hamil. Jadi, sebaiknya kita mengajak mereka berdua, kan? Anggap saja untuk hadiah pernikahan mereka, hmm?”

Lelaki itu memejamkan matanya dan menghirup oksigen di sekitarnya yang secara tiba-tiba menipis. Hatinya terasa sakit. Perkataan Hye Rin tentang bulan madu itu membuat dadanya sesak.

“ Hmm. Kita akan menjemput mereka?”

Donghae merasakan punggungnya terguncang karena Hye Rin menganggukkan kepalanya. Wanita itu mengeratkan pelukannya di pinggang Donghae.

“ Gomawo. Terima kasih karena kau mencintai keluargaku seperti kau mencintaiku, sayang”.

***

38 thoughts on “Sequel Of My Sister’s Husband-Two Pieces (1st Part)

  1. Kshn sm kyu jdny…:( ap jdny mreka lbrn brg mgkn hanya hye rin yg bhagia krn ga tau ap2, tp bt mreka b3 ap bs bhagia pas lbrn nnt. Author bnr deh sesek bgt bc part ni :(

  2. Annyeong, reader baru
    tapi mian ff oneshoot nya baca di fb nc, dan ini baru ngubek-ngubek cari sequelnya :)
    salam kenal author-admin

  3. mencoba untuk mencintai orang yang bukan dicintai memang susah tapi kalau dilakukan secara perlahan2 cinta pasti tumbuh dasar hye honnya aja yang ga mau membuka hatinya untuk kyu. kasihan banget sihhh kyu.

  4. Kasihan banget sama kyuhyun dan hyerin… mereka tuh pasti tersakiti bgt… aku ngak tau tapi aku kayak cenderung respect ke merka daripada donghae dan hye hoon walaupun itu masalah hati tapi menurut aku tetep aja ngak boleh

  5. salut sma ksbrqn kyuhyun saat mnghdapi anaenya yg jlz2 mncintai pria lain… yg q sk dr part ini,hyehoon mw brusha utk mncintai suaminya,krn mlupkn org yg sgt berarti buat hdup kita,tdk smudah mmblikkan tlpak tgn….
    hyehyoon akn mysal kl smpai dy mlpas pria sebaik kyuhyun…
    lnjut thor…

  6. Cho Kyuhyun yang malang, kenapa Hye Hoon kayanya cinta bgt sama Donghae? Padahal ada Kyuhyun.
    Rada miris pas Hye Rin bilang “Gomawo. Terima kasih karena kau mencintai keluargaku seperti kau mencintaiku, sayang”
    Masih belom bisa nebak endingnya gimana.

  7. Aduuhhh kasian sma kyuhyun disakitin terus sma hye hoon 😔 Mending kyuhyun buat aku aja lah daripda disakitin terus

  8. kesel sama hoon nya ga bsa lupa apa sama si donghae. kasian tau sama si kyuhyun. terbuat dri apa tuh hati kyu . tumben ya si kyuhyun jdi cast yg sangat tersakiti haha

  9. Andwee… kyuhyun lagi kyuhyun lagi yang tersakiti. Hatimu terbuat dari apa sih kyu.. gk ada wanita lain ya. Gue gitu misalnya.hahaha lagi seklek otak gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s