[Hye Kyu Diary] Phone call with Mr/Ms. X? I do (not) care!


“Kau mengubah kata sandinya?”.

Kyuhyun yang sibuk mengganti sepatunya dengan sendal rumahan itu berbicara tanpa sedikitpun menoleh pada kekasihnya yang berdiri di ambang pintu. Karena lelaki itu kurang peka, tentu saja dia tak tahu jika Hye Hoon sedang memasang raut muka masam saat ini.

Pun ketika Hye Hoon mendahuluinya masuk dan duduk di sofa seperti yang dilakukannya sebelum Kyuhyun datang tadi, lelaki itu tak menaruh curiga sedikitpun.

Kyuhyun yang ikut duduk di samping gadis itu berseru jika dia sangat bosan dan memindah-mindahkan channel televisi. Hye Hoon yang kesal menatap prianya itu sambil mendengus.

Dasar pria tengik menyebalkan.

“Choi Hye Hoon”, panggilnya tanpa meninggalkan matanya dari layar datar berukuran tiga puluh dua inch di hadapannya. Hye Hoon menjawab singkat dengan matanya yang masih memandang bengis lelaki keji tak punya perasaan itu.

“Kau tidak lihat kekasihmu sangat kelelahan dan kedinginan seperti ini? Apa kau benar-benar tak akan memberikan apapun walau hanya secangkir teh hangat?”.

Hye Hoon mendekap kedua tangannya di atas perutnya sendiri, menunjukkan sikap angkuh yang menjadi salah satu sifat buruknya. “Hei, kau siapa menyuruhku melakukan ini-itu untukmu. Aku bukan pembantumu, jika kau mau, kau bisa membuatnya sendiri”, omelnya kesal dan mengambil ipad-nya untuk mengalihkan kemarahannya.

“Dia berkata begitu padaku, hah? Apa dia tak tahu siapa yang sebenarnya tidak peka?”.

Kyuhyun berjengit mendengar ucapan itu.”Orang yang kau bicarakan itu mendengarmu, Choi Hye Hoon”, katanya penuh intimidasi. Hye Hoon menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya, sama sekali tak peduli dengan ocehan Kyuhyun yang sama sekali tak bermutu, menurutnya.

Neomu areumdaun-daun-daun-daun view. Neomu areumdaun-daun-daun-daun view.

“Oppa !”

Teriakan riang yang disertai ekspresi terkejut Hye Hoon ketika dia menerima video call dari seseorang itu hampir saja membuat Kyuhyun kehilangan gengsinya untuk mengintip apa yang ada dibalik gadget gadis itu, karena dia sangat penasaran dengan siapa orang yang berbincang dengan Hye Hoon di seberang sana.

Untunglah, IQ-nya yang berjumlah di atas rata-rata itu masih berjalan baik. Dia masih dapat memasang ekspresi cool-nya dan memfokuskan matanya ke layar kaca. Biarlah telinganya yang bekerja mencuri dengar apa yang dibicarakan gadis itu dengan lelaki brengsek yang disebut-sebut sebagai Oppa-nya.

Kyuhyun menjadi kesal ketika dia ingat Hye Hoon bahkan memanggil dirinya Cho Kyuhyun tanpa embel-embel panggilan sayang, apalagi Oppa. Sial.

Hye Hoon yang seakan lupa jika Kyuhyun masih ada di dekatnya, dengan leluasa bercengkrama dengan lelaki pujaannya itu. Bibirnya tersenyum walaupun matanya mulai sayu melihat wajah Donghae yang berubah karena potongan rambut barunya.

Lelaki yang kini memangkas habis hampir seluruh bulu di kepalanya itu menggosok kulit tempurungnya yang sama sekali tidak terasa gatal. “Apa aku terlihat aneh?”, katanya enggan. Terlihat sekali jika pria itu kehilangan percaya dirinya, berbeda sekali dengan tampilan yang kerap ditampilkannya di atas panggung.

Hye Hoon menggeleng pelan. Meskipun bibirnya melengkung, namun gurat kesedihan itu tak dapat sepenuhnya disembunyikannya. “Tidak aneh sama sekali. Kau masih terlihat tampan, Oppa. Malah sekarang pesonamu bertambah, karena kau sangat terlihat gagah. Asal kau tahu, kebanyakan wanita lebih menyukai pria seperti itu”.

Terdapat jeda beberapa saat. Mereka berdua saling melempar senyuman penuh arti, melakukan komunikasi tanpa berbicara apapun seakan mereka tahu apa isi hati lawannya masing-masing.

Lelaki yang menguping kekasihnya itu mencibir dengan hatinya yang semakin mendidih.

“Hah, jadi besok kau benar-benar akan pergi?”, keluh Hye Hoon tak rela. “Aku akan sangat merindukanmu”.

“Aku juga”, jawab Donghae parau.

Hye Hoon mulai menangis. Dia tak bisa membayangkan hari-hari yang nanti dilaluinya tanpa Lee Donghae-nya. Tak ada lagi orang yang bisa menenangkannya jika dia memiliki masalah. Meskipun kepergian Donghae hanya sementara, tapi lelaki itu akan pergi dalam waktu yang cukup lama.

“Aku akan mengunjungimu jika aku mendapat jatah libur”.

“Aku akan membunuhmu jika kau tak melakukan itu”.

“Kau begitu mencintai pria tampan nomor satu-mu ini, hmm?”.

Hye Hoon melotot, terkejut ketika tiba-tiba benda elektroniknya itu terlepas dari genggamannya dan berpindah tangan kepada lelaki menyebalkan yang seakan mengeluarkan tanduk yang terpendam di dalam kepalanya itu.

“Lee Donghae”, ucap Kyuhyun penuh penekanan. “Aku menyayangimu, tapi aku tak akan pernah membiarkan kekasihku bermesra-mesraan denganmu di hadapanku. Astaga. Aku benar-benar tak bisa membayangkan apa yang kalian lakukan di belakangku”.

Kyuhyun menoleh ke arah Hye Hoon dan menunjukkan tatapan iblisnya. Jika orang lain yang menerima tatapan itu, mungkin mereka akan diam dan mengkerut ketakutan. Tapi, bukan Hye Hoon namanya jika dia kalah dengan intimidasi yang terkesan kekanakkan seperti itu.

Dia merebut tabletnya yang hampir saja terlepas karena Kyuhyun terbengong dengan reaksi Hye Hoon yang biasa saja. “Ya, aku begitu mencintaimu, Oppa“, akunya santai sambil menikmati wajah Donghae yang memerah karena perkataannya. Oh Tuhan, dia pasti akan sangat merindukan wajah dengan ekspresi itu nanti.

“Aku akan menghubungi besok”, katanya berjanji. “Oh ya, aku hampir lupa. Selamat ulang tahun, Lee Donghae. Meskipun masih tiga puluh menit tersisa dari tanggal lima belas, aku ingin menjadi orang yang pertama kali mengucapkan ini”.

Hye Hoon mengangkat tangannya dan mengucapkan salam perpisahan. Dia tahu Kyuhyun pasti akan semakin marah jika dia tidak cepat memutus sambungan teleponnya.

Meskipun Kyuhyun menyebalkan, tapi dia mengerti apa yang dirasakan seseorang ketika kekasihnya berbincang mesra dengan lawan jenisnya, meskipun itu seorang sahabat sekalipun. Rasanya begitu menyakitkan.

*

Tak ada yang mau mengalah dan terlebih dahulu membuka suara. Mereka masih duduk berdampingan di kursi empuk yang sama, namun keduanya saling menghindar dengan memainkan smartphone-nya masing-masing.

Hye Hoon yang sudah kehilangan kesabarannya akhirnya memukul bahu Kyuhyun keras yang membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.

“Yak! Apa yang kau lakukan?”, protes lelaki itu dengan nada tinggi.

Hye Hoon membalasnya dengan teriakan yang sama kerasnya.”Siapa yang seharusnya menanyakan hal itu disini? Apa yang kau lakukan, huh? Kau dengan seenaknya memarahiku karena aku bercakap dengan teman lelakiku yang mengucap salam perpisahan sedangkan kau? Apa kau tak ingat apa yang kau lakukan tadi, hah?”

Kyuhyun yang mendadak pusing karena Hye Hoon menyerangnya itu mulai mengumpulkan kepingan ingatan tentang apa yang dilakukannya tadi.

Jadwalnya sangat padat sehingga dia sampai tak ingat kapan terakhir kali dia makan dan tadi sebelum kesini dia sempat shooting live di salah satu aplikasi untuk berbincang dengan penggemarnya….tunggu….apakah yang dimaksud Hye Hoon adalah perbincangannya di telepon dengan…..

Dia menaikkan separuh bibirnya mengejek. Oh, jadi Hye Hoon cemburu dengan teman karib wanitanya itu dan membalasnya dengan bermesraan di sambungan video dengan Lee Donghae?

Kyuhyun menyikut tangan Hye Hoon yang masih mengerucutkan bibirnya. “Jadi, kau masih cemburu? Dengan Song Qian?”

“Untuk apa aku cemburu? Tidak, terima kasih. Masih banyak hal penting yang harus kulakukan daripada mencemburuimu dengan wanita yang sama menyebalkan denganmu itu. Aku hanya muak melihat seorang Cho Kyuhyun yang berpura-pura bersikap manis seperti itu Itu sama sekali bukan gayamu”.

Kyuhyun tertawa lepas melihat wajah Hye Hoon yang berubah warna. Perkataan itu sudah menjelaskan bahwa gadis itu benar-benar cemburu padanya.

“Kau sangat manis ketika sedang mencemburuiku seperti itu, sayang”.

“Sudah kubilang aku……”

Hye Hoon tak bisa melanjutkan perkataannya karena bibirnya lebih dulu dibungkam oleh bibir tebal Kyuhyun. Dia mengerang di karena perlakuan tiba-tiba lelaki itu, membuat Kyuhyun menyelipkan lidahnya yang membuat ciuman mereka berubah semakin panas.

Kyuhyun mengecap bibir manis gadis itu dengan semangat, lengannya menahan kepala mungil itu agar tidak bergerak. Hye Hoon pun tak tinggal diam dan membalas kecupan Kyuhyun dengan tempo yang lebih lambat, membiarkan Kyuhyun mendominasi penyatuan bibir mereka.

Entah di menit keberapa, Hye Hoon mulai sesak dan memaksa Kyuhyun mundur. Lelaki itu melepaskan bibir Hye Hoon sesaat lalu menciumnya sesekali dengan kecupan dalam.

“Aku juga cemburu. Melihatmu begitu dekat dengan Donghae hyung, membuatku ingin meninju mukanya sampai dia meringis dan memohon aku untuk berhenti. Kau mungkin tak tahu, tapi aku merasakannya lebih dalam daripada yang kau rasakan, sayang”.

Dia mendesah berat lalu melanjutkan ucapannya. “Kau terlihat memiliki hubungan batin yang sangat dekat dengan hyung. Aku benar-benar takut jika melihatmu berdekatan dengannya dan kau akan berpaling dariku”.

Hye Hoon mengusap pipi Kyuhyun dengan ibu jarinya. “Perkataanmu itu bukan style-mu juga, Cho Kyuhyun. Biasanya kau percaya diri sekali jika aku tak akan pergi dengan lelaki lain selama ada kau. Apa kau mulai takut sekarang?”

“Tentu saja tidak. Aku bisa mengikatmu kapan saja”, katanya menyombongkan diri. Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Hye Hoon, kemudian berbisik. “Aku mampu menghamilimu kapan saja, Nona Choi. Jadi, kau harus lebih berhati-hati”.

Hye Hoon tergelak geli sambil berdesis meremehkan. “Buktikan saja ucapanmu, kalau kau benar-benar bisa melakukannya, Tuan Cho Kyuhyun yang tampan”.

“Apakah kita harus memulainya sekarang?”, jawab Kyuhyun sambil memainkan rambut Hye Hoon yang basah karena keringat. Oh ayolah, dia sudah tidak bisa menahannya lagi ketika Hye Hoon menggodanya seperti itu.

Dengan cepat Kyuhyun membaringkan Hye Hoon di tempat sempit itu, membuka kaosnya sendiri yang disambut oleh kekehan gadis itu. Ketika Kyuhyun mulai menaikkan kaos Hye Hoon, gadis itu memekik ketika tak sengaja melirik jam dinding yang menunjukkan pukul dua belas malam tepat.

“Tunggu…bukankah malam ini lagumu akan diliris, sayang?”.

*

Kyuhyun memeluk tubuh gadisnya lebih erat, tak ingin ada secuil jarak pun yang memisahkan mereka. Hye Hoon tersenyum sambil membenarkan letak headset yang digunakannya terusik karena gerakan prianya yang berbagi alat yang sama di telinganya.

Sebenarnya, bisa saja Hye Hoon meminta penyanyi asli dari lagu yang didengarkannya itu untuk menyanyi di hadapannya. Akan tetapi, yang terjadi adalah dia malah menyuruh orang itu untuk mendengarkan suaranya sendiri. Lucu sekali.

“Kau menyukainya?”, bisik lelaki itu dengan suara beratnya yang membuat jantung Hye Hoon hampir saja keluar. Gadis itu mengangguk pelan sambil mengelus kulit dada bidang Kyuhyun yang terbuka karena lelaki itu tak sempat mengenakan lagi pakaiannya setelah kejadian tadi.

“Jangan menggodaku, Choi Hye Hoon”, protesnya keras. Kyuhyun mendaratkan bibirnya di puncak kepala Hye Hoon sambil tersenyum lebar. “Aku ingin kau menikmati suaraku, bukannya menikmati tubuhku”.

“Ck, bisakah sedikit saja kau hilangkan pikiran mesummu itu, Cho Kyuhyun? Aku sedang berkonsentrasi mendengarkan lagumu”.

Pria itu akhirnya mengalah. “Oke, oke. Aku tak akan mengganggumu”.

Playlist yang berisi tujuh buah lagu itu pun habis. Kyuhyn melirik Hye Hoon yang melepaskan headset-nya. Kyuhyun menatapnya was-was karena penasaran dengan apa yang dipikirkan gadis itu tentang lagu barunya. Dia memang tak sempat membiarkan Hye Hoon mencuri dengar disela kesibukannya beberapa pekan ini.

Otte? Apa kau menyukainya?”

Hye Hoon mendelik. Bibirnya cemberut mendengar pertanyaan Kyuhyun.”Untuk apa kau menanyakannya? Kau tahu aku pasti menyukainya”.

”Oh ya, kudengar music video-nya diliris hari ini. Sebenarnya aku belum sempat melihatnya. Mau menontonnya bersama?”.

Gadis itu menolak sambil mengibaskan tangannya tak suka. ”Tidak!”, sentaknya tak sadar. ”Eh….maksudku aku sudah ngantuk. Bagaimana jika kita menontonnya besok saja?”, katanya memohon dengan bulatan hitamnya yang menyerupai mata puppy yang lucu.

Kyuhyun tentu saja tidak langsung mempercayainya. “Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? Apa kau benar-benar cemburu sampai tak mau melihatnya?”

Hye Hoon tertawa terpingkal sampai memegangi perutnya sendiri. “Aku? Cemburu? Dengan cerita mainstream seperti itu? Yang benar saja. Kau mungkin saja melakukan banyak adegan romantis dengan Go Ahra~ssi sampai ada adegan dansa, kau bahkan memeluknya—”

“Tunggu…..kau sudah menontonnya?”

Hye Hoon menatap Hye Hoon sengit sambil berkacak pinggang. ”Tentu saja. Yongsun Oppa memberikan file-nya padaku kemarin. Dia bilang kau begitu ketakutan akan reaksiku dengan video itu, kau takut aku marah—atau apalah itu. Aku tahu kau mengajakku menontonnya bersamamu agar kau bisa meredam emosiku, begitu?”

Hye Hoon memukul bahu Kyuhyun main-main. “Tenang saja, Cho Kyuhyun. Aku tahu adegan itu dilakukan di hadapan banyak orang dan kau tak bisa macam-macam selain melakukan adegan yang ada di dalam script. Lagipula, kau pikir kau lelaki yang pantas dicemburui, apa? Masih banyak lelaki-lelaki tampan yang pantas kucemburui, kau tau?”

Kyuhyun menangkup tubuh mungil Hye Hoon dari belakang, memeluknya erat sambil menyerukkan kepalanya di celah leher gadis itu. “Aku senang kau cemburu”, katanya berbisik. Sama sekali tak menghiraukan penyangkalan Hye Hoon yang begitu terang-terangan tadi.

Hye Hoon diam. Dadanya bergetar karena merasakan hangat tubuh Kyuhyun yang melingkupinya. “Aku mencintaimu, Choi Hye Hoon”, ucap lelaki itu mencurahkan isi hatinya.

Tiga kata ajaib itu meluncur mulus dari mulut Kyuhyun. Lelaki itu adalah orang yang tak bisa mengumbar kata-kata itu sembarangan. Dan dia mengucapkan itu sekarang karena dia tulus dengan perasaanya itu.

Hye Hoon menggenggam tangan Kyuhyun yang berada di perutnya, punggungnya bersandar pada tubuh bagian depan prianya itu. ”Aku tahu. Pekerjaanmu menntutmu untuk selalu berdekatan dengan banyak wanita cantik, dan aku memahaminya. Aku percaya padamu”.

*

42 thoughts on “[Hye Kyu Diary] Phone call with Mr/Ms. X? I do (not) care!

  1. Huaaaa, so sweetnya 😍😍😙
    Dan aku baru inget pernah baca series hye-kyu diary ini, tapi cuma sampe you. Dan ternyata authornya udah balik & nulis lanjutannya 😆
    Setelah sekian lama aku vakum mengonsumsi ff dan akhirnya ketika kembali, aku menemukan ff series ini dilanjut hahaa

  2. Nah kan…
    Mereka berdua, kyuhyun hyera ini emang gak bisa jauh” dari kata mesum..euuuu

    Tiap kali hyera manis manisan sama donghae rasanya tuh ikuta berasa jadi kyuhyun..hahaha ikuran ngerasain cemburu gitu..wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s