[Hye-Kyu Diary] – You


 

“Kyuhyun~ah”.

 

Tak perlu memanggil lelaki itu dengan embel-embel panggilan sayang atau gertakan marah untuk membuat Kyuhyun patuh dan meninggalkan playstation seri terbaru miliknya. Entahlah, Hye Hoon seperti memiliki cara sendiri untuk membuat seorang Cho Kyuhyun takluk dan menurut padanya. Sungguh, seorang Kyuhyun yang keras kepala dan tak sopan kepada hyung-nya itu kini tak berkutik di depan gadisnya.

 

Ini sungguh berita besar jika para ahjussi ini mengetahuinya. Mereka pasti tertawa terbahak jika mereka diberi tahu bahwa Kyuhyun rela meninggalkan hobinya hanya untuk memainkan rambut kekasihnya.

 

Memang begitu kenyataannya. Hye Hoon memanggil Kyuhyun hanya untuk menjadikan paha pria itu sebagai bantalnya, lalu merasakan jemari panjang Kyuhyun menelusuri rambut halusnya. Dan dia, hanya memainkan gadget-nya untuk mencari gosip terbaru para artis dan mengecek beberapa media sosialnya.

 

“Mister non-celebrity-killer, banyak sekali fotomu dengan wanita cantik. Ck, jadi kau sekarang benar-benar artis populer, ya?”, decak Hye Hoon kesal ketika mengecek portal yang mengkompilasi foto-foto terbaru Kyuhyun dengan banyak orang di belakang panggung.

 

Kyuhyun mengintip layar berukuran lima inchi itu dengan senyuman yang bermain di bibirnya. “Kenapa? Kau cemburu?”.

 

Gadis yang merasa nyaman jika ada tangan lain yang menyentuh rambutnya itu pun mengumpat halus. “Aish, kau pikir di otakku hanya berisi cemburu padamu saja?”.

 

“Memangnya tidak?”.

 

“Tidak”, balas Hye Hoon tak mau kalah. Dia menghembuskan nafasnya kasar lalu meniup rambut bagian depannya, tanda jika dia benar-benar kesal. “Bukan hal itu yang sedang aku komentari. Aku hanya ingin bilang, jika kau benar-benar terlihat beda jika berfoto dengan orang biasa”.

 

Seseorang yang memiliki tingkat kenarsisan yang tinggi seperti Cho Kyuhyun itu tentu saja tak akan diam saja ketika mendengar pujian tak langsung yang dilontarkan kekasihnya yang biasanya suka mengejeknya itu. Dia pun membalas kalimat Hye Hoon dengan menurunkan wajahnya sehingga hidung mereka bersentuhan.

 

“Kenapa? Apa aku terlihat begitu tampan?”

 

Sial. Hampir saja ponsel Hye Hoon meluncur ke bawah sofa ketika Kyuhyun menyerangnya dengan tiba-tiba. Jika posisi mereka tak terbalik seperti itu, mungkin bibir mereka sudah bersentuhan. Double sialan. Otak Hye Hoon malah terkontaminasi dengan hal-hal aneh karena membayangkan hal itu terjadi.

 

Kyuhyun mengecup hidung Hye Hoon sekilas sebelum kemudian kembali ke posisinya. Pria itu hanya tertawa geli melihat ekspresi Hye Hoon yang seakan mengharapkan Kyuhyun berbuat apa-apa padanya.

 

“Hmm-hmm. Kau terlihat lumayan. Tapi tetap saja kau tak bisa menandingi ketampanan Donghae Oppa”.

 

Sebuah tarikan keras di rambutnya yang tiba-tiba menjadi hukuman yang diterima Hye Hoon karena berbicara seenaknya. Hye Hoon pun mengaduh kesakitan, namun Kyuhyun tak terbujuk dan makin mengerucutkan bibirnya.

 

“Itu kenyataan yang tidak dapat diganggu gugat, Cho Kyuhyun”.

 

Kyuhyun mendengus kesal mendengar pengakuan dari gadis itu. “Sebenarnya siapa yang kau pacari, aku atau Lee Donghae?”

 

Gadis itu menjawab dengan muka polosnya. “Kau”.

 

“Dan kau masih mengagung-agungkan lelaki lain di depan kekasihmu sendiri? Otakmu sudah terlalu bebal dengan pikiran mesum-mu itu, Nona Choi”.

 

Hye Hoon menutup mulutnya, bukan karena dia mengalah atau merasa kalah tapi dia hanya sedang tidak dalam mood yang bagus untuk berdebat dengan Kyuhyun. Apalagi jika Kyuhyun sedang merajuk seperti saat ini. Pria itu tak akan berhenti mengoceh hingga mulutnya berbusa.

 

Ajaibnya, Kyuhyun pun ikut diam. Kali ini lelaki itu mengelus rambutnya dan sesekali mengepangnya asal. Hye Hoon pun kembali tenggelam dalam kegiatannya melihat-lihat kolom online, hingga suatu headline dengan judul yang tercetak tebal menohok hatinya.

 

Dia melemparkan handphone-nya ke sembarang arah, segera bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk lalu menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa. Nafasnya berubah tak teratur, matanya menatap kosong ke depan seolah tak tahu apa yang bahkan dilihatnya sekarang.

 

Kyuhyun yang menyaksikan perubahan drastis di wajah gadisnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Hye Hoon pernah seperti ini juga ketika melihat fotonya berciuman dengan aktris di salah satu musikal yang pernah dimainkan Kyuhyun. Apa ada foto sejenis yang dilihat gadis itu? Mungkin saja. Lelaki itu hanya tersenyum bodoh melihat Hye Hoon mencemburuinya terang-terangan seperti ini.

 

“Kau tahu?”, tanya gadis itu lemah.

 

Kyuhyun segera melingkarkan lengannya ke sekeliling tubuh Hye Hoon. Diam-diam senyuman tipis masih tersungging di bibirnya. “Maafkan aku, sayang. Aku—”

 

“Jadi, kau sudah tahu rencana Donghae Oppa yang akan melakukan wajib militer tahun ini—dia bahkan sudah lulus test untuk masuk kepolisian dan aku tak tahu apapun tentang ini?”

 

Isakan halus mulai terdengar di telinga Kyuhyun, membuat lelaki itu sadar jika dugaannya salah. Kini, bukan Hye Hoon yang mencemburuinya, melainkan dia yang cemburu karena kekasihnya menangisi lelaki lain. Di pelukannya.

 

*

 

Hye Hoon menggerakkan langkahnya malas ketika semua orang memanggilnya untuk ikut menyantap makanan di ruang makan. Dia benar-benar tak butuh makan sekarang. Nafsu makannya sudah hilang entah kemana beberapa menit lalu ketika dia membaca berita mengejutkan itu.

 

Kyuhyun memundurkan kursi disampingnya yang membuat Hye Hoon menaikkan alis. Lelaki itu memasang wajah datar sambil melahap kembali makanannya seperti tak ada sesuatu yang istimewa dilakukannya. Setelah mendudukkan diri, gadis itu pun kembali merengut ketika melihat Donghae tersenyum polos di hadapannya.

 

“Kalian bertengkar lagi?”, seru Eunhyuk bersuara.

 

Keduanya menggeleng kompak. Hye Hoon makin terlihat lesu ketika dia memain-mainkan makanan yang dibuatkan Ryeowook untuk mereka. Donghae hanya bisa menatap gadis itu diam-diam, kepalanya menunduk menggigiti sumpit tanpa ingin terlihat sedang bingung.

 

“Hye Hoon marah karena dia tak mau ditinggal Donghae”.

 

Yak!”

 

Gadis itu memukul kekasihnya dengan tangan kosong ketika kalimat itu meluncur dari mulutnya. “Wae…wae?”, ujar Kyuhyun kesal. “Itu benar, bukan? Beberapa menit lalu saja kau menangisi Donghae karena dia akan pergi”. Kyuhyun mengatakan hal itu dengan memasang wajah kesalnya, mencoba terlihat sedatar mungkin namun tetap saja dia tak bisa mengendalikan raut mukanya.

 

Hye Hoon yang sudah tak mau lagi ikut dalam perdebatan tak bermutunya dengan Kyuhyun pun memilih untuk menjauh. Biarkanlah lelaki-lelaki itu mengoceh, dia benar-benar sudah tidak dalam keadaan yang baik untuk menanggapi pembicaraan mereka. Hye Hoon butuh sendiri.

 

Beberapa lama dalam keheningan, Hye Hoon pun terkesiap ketika sofa yang didudukinya berderit. Dari wangi tubuhnya saja Hye Hoon sudah bisa tahu bahwa itu adalah Donghae.

 

“Aku perlu bicara denganmu”, ujar lelaki itu lembut. Hye Hoon menggigit bibir bawahnya menahan tangisannya yang akan meledak sekali lagi. Demi apapun dia belum rela kehilangan Donghae-nya, meskipun untuk hanya dua tahun saja, itu pasti akan seperti neraka baginya.

 

“Kau terlambat. Aku sudah tahu semuanya”.

 

“Hye Hoon~ah, dengar. Aku tak akan pergi secepat itu, aku masih punya waktu beberapa bulan untuk tinggal, itu sebabnya aku tak pernah memberitahumu”.

 

Donghae meraih tangan Hye Hoon lalu menggenggamnya erat, memberinya kepastian bahwa lelaki itu tak akan secepatnya pergi. Tanpa diduga, Hye Hoon memeluk lelaki itu erat sambil menangis tersedu tak rela jika lelaki kesayangannya itu pergi meninggalkannya.

 

“Aku tahu itu kewajibanmu, dan tak bisa dibantah lagi kau harus pergi. Tapi, aku hanya menunjukkan kesedihanku ketika salah satu lelaki yang kusayangi pergi dariku. Lain kali, jangan pernah menyembunyikan apapun dariku. Kau tahu bahwa aku pasti mengetahuinya, bukan?”

 

Donghae mengangguk sambil tersenyum tipis. “Aku mengerti. Aku berjanji tak akan bersikap begitu lagi padamu”.

 

*

 

Hye Hoon kembali menjadikan paha Kyuhyun sebagai bantal pribadinya lagi. Kali ini, tempatnya bukan di dorm namun di apartemennya seperti biasa. Mereka berdua pun kembali mengulangi apa yang mereka lakukan tadi. Hye Hoon sibuk dengan gadgetnya dan Kyuhyun mengelus rambut wanita itu dengan gerakan lamban.

 

Fansmu sangat menyukai apapun tentangmu, ya?”

 

Kyuhyun tersenyum tipis. Jika Hye Hoon sudah membahas tentang penggemar, itu berarti saat ini dia sedang cemburu dengan mereka. Kadangkala Hye Hoon memang seperti itu. Lelaki itu tak mengerti kenapa pacarnya sendiri cemburu buta dengan wanita-wanita yang menggilainya di luar sana. Itu hal yang sangat aneh, teman seprofesinya saja tak pernah dicemburui wanitanya hanya karena penggemar-penggemarnya.

 

“Ya, begitulah sepertinya. Wae?”

 

Hye Hoon menempel jarinya di dagunya sendiri, mulutnya mengerucut karena berpikir keras. “Aneh saja. mereka bahkan mengatakan jika jerawatmu itu seakan-akan sebuah anugerah. Biar terlihat lebih manusiawi, katanya”.

 

Kyuhyun sudah geram namun dia masih bisa mengontrol emosinya. “Lalu?”

 

“Tentang bokongmu. Astaga, apa bagusnya sih bokongmu sampai diagung-agungkan seperti itu. Oh ya, kau gendut saja mereka gila sekali padamu. Bagaimana jadinya jika kau memiliki abs seperti Changmin Oppa atau Minho Oppa? Mungkin kau sudah sangat terkenal seperti Won Bin”.

 

Kyuhyun ingin sekali menarik rambut-rambut gadis itu sampai Hye Hoon menjadi botak. Namun, jari-jari panjangnya itu masih punya hati nurani. “Ada lagi?”, katanya kesal.

 

“Emm….sepertinya ada. Oh ya, aku baru ingat. Baru-baru ini suaramu sedang mendengkur masuk di acara televisi bukan? Mereka masih saja memujimu, katanya suaramu mendengkur saja sangat merdu. Oh dear, mereka tak tahu apa jika itu polusi suara.”

 

Hye Hoon tertawa renyah setelahnya. Membuat amarah Kyuhyun yang sedang berada di puncak itu semakin menjadi saja. Hye Hoon yang tak menyadari bahaya mengintainya masih saja terbaring santai di sofa itu.

 

Brak.

 

Suara benda yang terjatuh membuat Hye Hoon tersadar akan situasinya. Bukan benda yang terjatuh sebenarnya, tapi itu suara tubuh mereka yang terjatuh di bawah sofa. Hye Hoon mengejang ketika melihat mata Kyuhyun yang menyala, terlebih keadaannya semakin terjepit karena kini Kyuhyun menindihnya.

 

Tangan Kyuhyun mulai bergerak ke atas, membuat Hye Hoon memegangi lehernya sendiri karena ketakutan. Bagaimana jika Kyuhyun kehilangan kendali dan mencekik lehernya? Oh tidak. Dia belum siap meninggal di usia muda.

 

“Masih berani mengejekku?”, ucap Kyuhyun dengan seringai setannya yang membuat bahu Hye Hoon bergidik. Kuku jari lelaki itu menggesek pipi mulusnya, menimbulkan gerakan sayatan seperti yang sering ditampilkan di drama.

 

Ah…a…nieyo…”, balasnya ketakutan.

 

Kyuhyun tertawa sinis. Jarak wajah mereka berdua kini semakin dekat karena Kyuhyun terus mendesak Hye Hoon agar gadis itu terbaring lemah di atas lantai. “Kalau begitu, kau harus menuruti apapun perintahku, mengerti?”

 

Hye Hoon menganggukkan kepalanya berulang kali. Kyuhyun hampir saja tertawa terpingkal ketika melihat gadis itu sangat ketakutan. Rasakan saja, itu akibatnya jika bermain-main dengan seorang Cho Kyuhyun.

 

“Pertama, buka mulutmu”, bisik Kyuhyun menggoda. Hye Hoon yang mulai mengetahui maksud terselubung dari kekasihnya itu akhirnya keluar dari rasa takutnya dan mendorong Kyuhyun dari atas tubuhnya.

 

“Ck, lelaki mesum”, desisnya kesal.

 

*

 

“Turunkan tubuhmu. Kau berat, bodoh”.

 

Hye Hoon berseru protes ketika Kyuhyun masih menciumi wajahnya tanpa berniat untuk beranjak dari atas tubuhnya. Kyuhyun tak bergeming, kali ini bibirnya berpindah ke kulit leher gadis itu sambil menggigitinya sesekali.

 

Ya, salah satu kelemahan Hye Hoon adalah dia tak bisa menolak godaan yang diberikan Kyuhyun. Sesering apapun dia mengejek lelaki itu, pada akhirnya dia akan bertekuk lutut dan melakukan apapun yang Kyuhyun inginkan. Seperti saat ini, meskipun mereka terlibat pertengkaran kecil namun Kyuhyun masih dapat menyeretnya ke ranjang.

 

Oh, dear. Sepertinya dia sudah tak bisa lepas dari pesona Kyuhyun yang satu ini.

 

Hye Hoon terpejam ketika benda lunak itu masih betah berkeliaran di sekitar tubuhnya. Dia hampir saja lepas kendali untuk kembali mendesah yang dia yakini jika itu terjadi Kyuhyun tak akan melepaskannya begitu saja.

 

“Sayang”, panggil Kyuhyun di sela ciuman memabukkannya. “Katakan, kenapa kau menyukaiku?”

 

“Kau pikir aku bisa..eugh…menjawabmu jika kau masih mengerjaiku seperti ini, Cho Kyuhyun?”, jawab gadis itu terbata.

 

Kyuhyun menaikkan tubuhnya lagi, menipiskan jarak diantara wajah mereka. Deru nafas mereka bersahutan ketika tanpa sengaja inti tubuh mereka bertemu di balik selimut tipis itu. “Jadi, sekarang kau bisa menjawabnya?”, tanya namja itu lagi.

 

Mata Hye Hoon menyipit ketika dia tersenyum. Gadis itu menangkupkan kedua tangannya di sekitar pipi tembam Kyuhyun, lalu mengecup bibir tebal lelakinya itu sekejap. “Seperti kau tahu, aku selalu terpaku pada kelemahan seseorang. Aku tak pernah mencari tahu kelebihanmu, karena hal itu terlihat nyata akan dibicarakan semua orang. Sejak mengenalmu, aku bertanya pada diriku sendiri apakah aku sanggup menerima kekuranganmu? Dan ya, sepertinya aku bisa. Tidak ada alasan bagiku untuk bisa menyukaimu, karena aku mencintaimu dengan tulus. Aku tak butuh alasan”.

 

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan gadis itu. “Kau memang one-of-a-kind. Aku tak akan pernah bisa menemukan gadis sepertimu. Aku mencintaimu, gadis menyebalkan”.

 

“Dan aku mencintaimu, Cho Kyuhyun yang sering berlaku feminim seperti perempuan”.

 

Kyuhyun mendelik. “Kau mengejekku lagi. Ck, bibirmu itu benar-benar harus diberi pelajaran, kau tahu?”. Tanpa Hye Hoon sadari, bibir Kyuhyun sudah menjelajahi bibirnya lagi. Huh, yang benar saja. Apakah ini satu-satunya hukuman yang bisa diberikan lelaki itu padanya?

 

Tapi….sepertinya Hye Hoon juga memang menikmati hukuman itu. Hahaha.

 

*

 

Ini apa? Gaje banget dan gak dibaca ulang. Maaf kalo ada typo atau gak nyambung dll. Bye bye

 

 

43 thoughts on “[Hye-Kyu Diary] – You

  1. aiisshhh… pasangan mesum ini, dasar xD
    iya juga ya,, ditinggal ikan amis 2 thn.. o my… bias keduaku pergi,, hiks :'(
    tsk,,, knpa hrs prgi skrng si ikan itu?? :'(

  2. aku ngrasain yg hye hoon rasain *sobs sobs* ngebayangin nggak sih 2 thn tanpa pria-yang-gantengnya-konsisten-nggak-kayak-kyu (?) ya kalau dia aktif di sns kayak yesung kalau nggak? NANGIS T_____T
    mereka mesum………abis

  3. hahaaa sejenak ini ngingetin ak sma donge yg mau wamil & bkin ak melerㅠㅠ ak kira ad hubungan lebih antra hyehoon ‘n donge.. trnyata mreka sweet kya kakak adek >< kyuhyun ahh~ otak mesumnya pinter mainin perasaan..

  4. Hye Hoon sgt bs menggoda Kyu oppa dgn membuatnya cemburu krn Hye Hoon menangisi kepergian Donghae oppa Hyungnya yg akan menjalani wamil sbntr lg, tp wlpn mrk sering berdebat mrk akan sll berakhir dgn manis dan slg menggoda serta menyalurkan rasa cinta mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s