[Hye Kyu Diary] My Birthday



Hye Hoon menepuk-nepuk perutnya yang terasa sangat penuh. Mencerca dalam hati sahabat-sahabat dan ahjussi-ahjussi super tampan yang senang sekali membawakannya banyak makanan. Bahkan sepuluh menit lalu, baru saja Ryeowook memasakkan miyeok-guk yang bahkan sejak beberapa tahun yang lalu tak pernah didapat dari buah karya hasil masakan Ibunya.

 

Dia sudah terbiasa tinggal jauh dari orang tuanya, tapi rasanya berbeda saja jika hari istimewa itu tidak dirayakan dengan orang-orang tercintanya.

 

Ayahnya tidak melewatkan ucapan lewat handphone, tapi rasanya berbeda sekali jika dia bisa memeluk ataupun mencium pipi satu-satunya orang tua yang dimilikinya itu. Mengatakan dengan lantang bahwa sekarang dirinya sudah semakin dewasa. Walaupun dia tak ingin umurnya disebut-sebut karena dia merasa sekarang dirinya sudah sangat tua.

 

Oh, ya. Baru dua puluh tahun-an saja dia merasa udzur. Bagaimana dengan Leeteuk ahjussi yang umurnya sudah menginjak kepala tiga?

 

Dia tidak membayangkan, betapa dia frustasi ketika umurnya sampai ke angka itu. Apalagi jika tingkahnya masih kekanakkan seperti ini. Pasti dia tak akan beda jauh dengan anak-anaknya nanti.

 

Anak? Yaampun, seorang Hye Hoon yang cuek itu tiba-tiba berpikir tentang anak?

 

Gadis itu sedikit aneh dengan perilakunya yang berubah akhir-akhir ini. Dia, yang dulunya sangat anti dengan makhluk-makhluk kecil yang menurutnya menyebalkan itu sekarang menganggapnya sebagai benda hidup yang sangat lucu. Dia sering sekali tersenyum sendiri jika melihat anak kecil yang tak sengaja ditemuinya, melihat tingkah polah mereka yang lucu membuat dirinya entah mengapa merasa senang.

 

Karena dia tinggal sendiri, dia pikir mungkin terasa lebih ramai apabila ada seorang bocah kecil menemaninya.

 

Rumahnya sangat sepi. Dia tidak suka merayakan hari jadinya dengan orang banyak. Apalagi dengan pesta-pesta besar yang membosankan. Tidak usah repot-repot karena nanti dia akan kabur lima menit setelah acara dilangsungkan.

 

Dia lebih senang seperti ini, menghabiskan waktu sendiri menonton film komedi romantis atau reality show kesukaannya. Kali ini, dia memilih menonton Running Man karena kebetulan dia belum menonton episode yang menurutnya sangat menarik karena di deretan bintang tamu ada wajah familiar yang entah kenapa sekarang membuat hatinya semakin berdebar-debar ketika melihatnya.

 

Disela kesibukannya tertawa karena tingkah laku member yang konyol, dia kembali menyendok es krimnya. Matanya pun seketika menunduk ketika menyadari bahwa ice cream dengan rasa strawberry hasil rengekannya pada Donghae Oppa-nya itu telah habis.

 

Setelah memencet tombol pause, dia pun berlari terbirit-birit ke arah dapur untuk mengambil mangkuk yang lain dari kulkasnya. Hye Hoon paling tak suka acaranya itu terganggu dengan hal-hal sepele seperti ini. Jadi, dia ingin secepat mungkin menuntaskannya.

 

Menit-menit berlalu, dia hanya terpaku pada layar datar berukuran besar di hadapannya. Terlalu asyik dalam dunianya sendiri, tanpa menyadari ada orang yang sedang menggerutu kesal tengah duduk di sebelahnya.

 

Cho Kyuhyun, orang yang baru masuk ke apartemen itu mencoba sabar menunggu sampai gadis itu menyadari kehadirannya. Tapi, kesabarannya terhempas begitu saja ketika melihat gadisnya tersenyum bodoh melihat seorang lelaki berwajah aneh muncul di layar.

 

Karena tak tahan dengan tingkah Hye Hoon yang kelewatan, Kyuhyun pun menjitak kepala gadis itu agak keras.

 

“Kim Woobin lagi, huh?”, decitnya tak suka.

 

Hye Hoon menjerit, merasa tak terima dan tentunya kesakitan karena perlakuan Kyuhyun padanya. “Yak! Cho Kyuhyun! Kau seperti maling saja, datang ke rumahku tanpa pemberitahuan, kemudian memukulku dengan tanganmu yang sekeras batu. Kau akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada kepalaku, hah?”

 

“Ck, begitu saja kau sudah marah. Seharusnya aku yang marah karena kau melihat lelaki lain dengan tampang bodohmu itu.”, ujarnya sambil mengayunkan tangannya ringan untuk menekan tombol power sehingga layar televisi itu menjadi gelap.

 

Kyuhyun memutar tubuh Hye Hoon agar duduk menghadapnya, lalu mengangkat dagu gadis itu agar wajah mereka sejajar. “ Kau hanya boleh melihatku. Aku bahkan jauh lebih tampan daripada idolamu-idolamu itu. Matamu sudah tidak normal, ya?”

 

Bibir Hye Hoon mencebik lalu tanpa aba-aba tawanya menguap begitu saja. Kyuhyun mendelik tak suka, dan itu membuat tawa Hye Hoon berubah semakin keras. “Sepertinya kau tidak punya cermin di dorm-mu. Apa perlu kubelikan satu yang besar untukmu?”

 

Lelaki itu semakin kesal karenanya. Dia menaikkan salah satu sudut bibirnya diam-diam, lalu membungkam mulut gadis itu dengan sebelah tangannya, sedangkan satu tangannya yang lain menahan tubuh Hye Hoon agar tidak lepas dari sekapannya. Gadis itu memberontak keras, namun sayangnya tenaganya jauh lebih kalah daripada tenaga lelaki itu.

 

“Kau akan merasakan akibat dari perkataanmu itu. Tunggu saja pembalasanku”.

 

***

 

“Cium aku”.

 

Dia berujar, masih dengan mata yang tertutup. Suaranya yang masih serak membuatku nyaris kehilangan akal. Cho Kyuhyun itu memang hobi sekali membuat aliran darahku semakin deras karena pesonanya. Meskipun wajahnya yang putih itu terlihat pucat, namun aku benar-benar tak bisa mengalihkan mataku darinya.

 

Setelah kata itu terucap, pipiku terasa panas. Entah mengapa aku merasa malu karena dia pasti tahu jika sejak tadi aku yang tidak tidur hanya mengamati wajahnya.

 

Kucondongkan wajahku, sehingga jarak kami semakin tipis. Aku tersenyum jahil kemudian mencium ujung bibirnya, yang sontak membuat kelopak matanya terbuka.

 

Dia melebarkan pupil matanya, mengerucutkan bibirnya protes.

 

“Aku minta kau menciumku, bukannya menggodaku seperti itu”, sahutnya kesal masih dengan suara seraknya yang oh –-bahkan semakin terdengar seksi.

 

Tanpa aba-aba, dia pun memulai inisiatifnya terlebih dahulu, dan hatiku bersorak kegirangan. Dia melumat bibirku lahap, lalu menggigit bibir bawahku sebagai kode untuk menyuruhku membuka mulut, dan kemudian lidah kami saling menyapa.

 

Aku sangat merindukan sentuhan bibirnya. Akhir-akhir ini kami jarang sekali bertemu, karena dia sedang sibuk-sibuknya promosi di China. Aku malas sekali menghubunginya terlebih dahulu, sedangkan dia, pasti terlalu lelah hingga lupa hanya untuk memegang ponselnya dan lebih memilih tidur.

 

Tangannya menekan leherku agar tubuh kami semakin merapat. Sedangkan, yang lainnya digunakan untuk mengelus punggungku, gerakannya semakin naik lalu mencopot kaitan bra-ku yang masih tertutup kaos.

 

Benda lunak itu dengan lihai mengalihkan fokusku akan perbuatan tangannya dengan menggelitik langit-langit mulutku dan mengajak lidahku bermain. Dia memang sepertinya sangat berpengalaman. Jelas saja, rekornya dengan pertama kali menonton film dewasa pada usia yang bahkan masih remaja—empat belas tahun— dia pasti banyak belajar.

 

Dan aku bersyukur dia hanya mempraktekkan ilmu-nya itu padaku.

 

Merasa sudah bosan dengan hanya berperang mulut, aku pun mendorong tubuhnya. Astaga, ternyata aku hampir saja kehabisan nafas jika aku tak menghentikan bombardirnya di mulutku dengan cepat. Terbukti dengan dadaku yang naik turun karena berusaha menghirup nafas yang sempat tak bisa kuraup karena ulahnya.

 

Dia sepertinya terangsang dengan ciuman tadi. Aku dapat melihat mata hitamnya menyala, menatapku seperti seekor binatang yang hendak menyerang mangsanya.

 

Uh, tak apa. Jika dia berniat menyerangku, aku tak pernah keberatan.

 

“Jadi…..kau tidak lelah menyetir semalaman dan ingin melewatkan tidurmu malam ini?”

 

Dia menelusupkan tangannya di balik kaosku, kemudian menyentuh sesuatu yang keras disana. Aku memekik kaget, namun dia terkekeh dengan perlakuannya yang frontal itu.

 

“Aku tidak bisa tidur karena kau memandangiku penuh nafsu. Kukira kita imbang”.

 

Yak! Cho Kyuhyun! Siapa bilang aku….”

 

Ucapanku terpotong ketika dia kembali menekan bibirnya di bibirku. Astaga, lelaki ini. Kapan otaknya itu lurus-lurus saja di malam hari, sih?

 

*

 

Ini ff udah setaun mendekem di laptop. gapapa lah ya posting aja walaupun dikit. kalo rada gak nyambung maaf maaf aja soalnya sbnernya ini ff yang belom beres hahaha *peace*

41 thoughts on “[Hye Kyu Diary] My Birthday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s