[Hye-Kyu Diary] Birthday Gift


 

Beberapa staf yang bertugas segera berpamit untuk kembali ke tempat mereka beristirahat menandakan jika syuting untuk hari ini telah selesai. Ada sedikit kejutan yang dipersiapkan teman-teman dekatnya itu untuknya, itulah mengapa mereka terjaga sampai larut malam.

 

Kali ini, hari spesialnya dilewatkan secara istimewa. Kyuhyun harus melewatkannya di negara lain yang jauh dari tempat tinggalnya. Tentu saja itu terasa sangat menyenangkan, apalagi dia dapat berkumpul dengan teman-teman sepermainannya. Namun, tak dipungkirinya, ada beberapa hal yang membuatnya tidak begitu menikmati momen pertambahan usianya kali ini.

 

Kyuhyun merindukan keluarganya, teman se-grup nya, dan tentunya seseorang yang mungkin tak ingat jika hari ini ulang tahunnya.

 

Jika dibandingkan dengan fansnya, perhatian kekasihnya itu bisa dibilang nol besar. Jangankan hari ulang tahunnya, hari jadi mereka tak pernah sekalipun dirayakan. Meskipun ya, Kyuhyun dan Hye Hoon sama-sama tak suka pesta besar. Setidaknya kejutan kecil tak menjadi beban, bukan?

 

Kejutan kecil? Itu terlalu berlebihan. Kyuhyun hanya ingin setidaknya satu pesan dengan stiker selamat ulang tahun jika gadis itu malas mengetik apapun di ponselnya. Hatinya tidak bisa berbohong jika dia ingin setidaknya pesan yang ditunggunya itu muncul. Karena itu, dia segera mengambil iPhone-nya dan memeriksa ucapan yang masuk disana.

 

Pesan biasa? Tidak ada. Kakao talk? Nihil.

 

Guratan kecewa tercetak dengan jelas di dahinya. Untunglah, dia hanya sendiri di kamarnya yang gelap sehingga tak ada orang yang memperhatikannya. Kyuhyun pun tak sepenuhnya menyerah. Dia mengecek beberapa SNS gadis itu dan Hye Hoon baru mengupdate-nya beberapa menit lalu.

 

Akan tetapi, tetap tidak ada satupun postingan yang menyangkut hari ulang tahunnya. Benar, bukan? Gadis itu memang tidak peka. Setidaknya Hye Hoon harus melihat trending topic jika gadis itu benar-benar lupa.

 

Dasar gadis tengik menyebalkan!

 

Kyuhyun yang masih kesal pun membanting ponselnya di atas ranjang. Dia menarik-narik rambutnya, menyuarakan rasa frustasinya karena mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi. Tapi, bisa saja ‘kan gadis itu ada di India dan menemuinya untuk memberikan kejutan yang tak terlupakan untuk dirinya sekarang?

 

Suara ketukan pintu berkali-kali membuat jantungnya berpacu lebih cepat. Mungkinkah khayalannya itu menjadi kenyataan? Dia tersenyum lebar membayangkan Hye Hoon datang ke kamarnya dengan sekotak kue strawberry di tangannya.

 

Oh ya, tragedi stroberi itu benar-benar menyenangkan, kikiknya senang.

 

Beberapa detik kemudian setelah menetralkan pikirannya yang mendadak menyimpang itu, Kyuhyun pun menyuruh tamunya untuk masuk ke kamarnya. “Pintunya tidak dikunci”, ucapnya sedatar mungkin supaya lawan bicaranya tidak tahu jika dia begitu antusias menerima kedatangan orang itu sekarang.

 

“Kau belum tidur, hyung?”

 

Dari cara memanggilnya saja sudah tertebak orang yang menyambangi pintu kamarnya tepat jam satu pagi itu siapa. Bukan Hye Hoon, tentu saja. Hanya seorang lelaki jangkung yang bermimpi menjadi atlet tapi salah masuk perusahaan sehingga dia berakhir menjadi seorang Idol.

 

Kyuhyun berpura-pura sibuk dengan benda elektronik yang tadi hampir saja dibantingnya ke lantai untuk menyamarkan ekspresi wajahnya. Bersamaan dengan itu, pria tampan bermarga Choi itu memasuki kamar Kyuhyun dan duduk di ujung ranjang yang sama ditempati lelaki itu.

 

Dari ujung matanya, Kyuhyun dapat melihat ekspresi salah satu adik kesayangannya yang serius. Kyuhyun pun mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Minho lamat. “Ada apa kau kesini malam-malam begini?”

 

“Dengar, aku hanya mengatakan ini sekali”, kata Minho tanpa merubah ekspresi wajahnya. Suaranya yang tegas menandakan jika lelaki itu bukan sedang bercanda. Kyuhyun tak menanggapi, meskipun dahinya berkerut karena kebingungan.

 

Minho melanjutkan ucapannya lagi, kali ini mereka berdua bertatapan mata. “Aku memang seorang gadis tidak peka, menyebalkan, tidak perhatian, selalu membuatmu kesal, dan selalu membuatmu cemburu karena banyak menyukai pria tampan”.

 

Bibir minho semakin melebar karena lelaki itu menahan tawa. Tentu saja, dengan melihat wajah Kyuhyun yang terkejut itu siapapun pasti akan menganggapnya lucu. Tapi, untunglah dia dapat mengatasinya karena otaknya membayangkan iming-iming hadiahnya jika dapat menyampaikan pesan ini dengan baik.

 

“Tapi, kau tetap mencintai gadis yang seperti ini, bukan? Aku tidak terlalu pandai memujimu seperti yang dilakukan banyak wanita yang menggilaimu di luar sana. Aku hanya bisa mengatakan kau adalah lelaki terbaik yang pernah kutemui. Sangat romantis, bukan?”

 

“Selamat ulang tahun, Cho Kyuhyun. Terimakasih karena kau membuat hidupku menjadi lebih berarti karena kehadiranmu”.

 

Minho menyelesaikan pidatonya dengan bibirnya yang tertarik simetris ke belakang. Mengulang memorinya ketika mendengar Hye Hoon mengatakan hal ini kepadanya dengan senyuman lebarnya yang membuatnya tahu jika kekasih hyung-nya itu mengucapkan kata-kata yang dirangkainya dengan tulus.

 

Kyuhyun yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu mengungkapkannya dengan senyuman lebar. Kali ini, dia merasa jika hari ulang tahunnya terasa lengkap. Tidak seperti tahun lalu yang harus dilaluinya dengan was-was karena waktu itu dia tak bisa menemui gadisnya.

 

Sebelum Minho meninggalkan ruangan, dia menyodorkan sebuah kotak kecil tanpa sebuah pita atau apapun yang mempercantik tampilannya. “Kurasa dia pasti menunggu panggilanmu, hyung”.

 

Kyuhyun mengangguk pelan, mengiyakan apa yang disarankan Minho kepadanya. “Gomapta, Minho~ya”, ucapnya tulus. Lelaki itu membalasnya dengan sebuah senyuman lebar kemudian tangannya bergerak menutup pintu.

 

Sejak kapan Minho dekat dengan Hye Hoon? Entahlah. Dia juga tak pernah tahu. Satu hal yang dia tahu, gadis itu tak mungkin menyampaikan pesannya ini lewat sahabat terdekatnya, siapa lagi kalau bukan Shim Changmin. Jangan bilang jika gadis itu mempersiapkan hadiah yang sama untuk tiang listrik itu.

 

Andwae! Kyuhyun akan pastikan berada 24/7 di samping gadis itu ketika ulang tahun Chamgmin sudah dekat.

 

Dia melupakan pikiran-pikiran buruk itu ketika matanya tertumbuk pada kotak yang diberikan Minho tadi. Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, dia pun merobek bungkusnya dan membuka isi dari kotak yang merupakan hadiah paling istimewa yang diterimanya malam itu.

 

Sebuah daun maple yang dikeringkan, dengan tulisan berwarna emas di atasnya.

 

‘Kapanpun kau mau, ayo kita menikah’.

 

Sungguh tak terduga. Jantung Kyuhyun hampir saja melompat karena terlalu bahagia. Bukan sebuah barang mewah maupun barang limited edition yang seringkali diterimanya setiap tahunnya, namun sesuatu yang tak bisa didapatkan dari siapapun kecuali gadis itu.

 

Dengan cepat Kyuhyun meraba ponselnya, menekan panggilan cepat nomor satu-nya itu sambil mencoba menormalkan denyut nadinya. Hanya dengan satu beep, suara gadis itu terdengar dari seberang sana.

 

Yoboseyo?

 

“Kau menunggu telepon dariku?”, ujar Kyuhyun diselingi tawanya yang menyebalkan, seperti biasanya. Hye Hoon yang memiliki harga diri setinggi langit itu tentu saja menyangkalnya habis-habisan.

 

“Ha? Tidak mungkin! Jika kau ingin bermimpi, tidur saja sana!”

 

Tawa Kyuhyun semakin keras, membuat telinga Hye Hoon rasanya semakin panas saja. “Ayolah, apa susahnya mengaku. Kau bahkan mengajakku menikah, wajar saja jika kekasihku ini merindukanku setengah mati”.

 

Hye Hoon berdesis di balik ponselnya. Walaupun sebenarnya bibirnya melengkungkan sebuah senyuman karena mendengar perkataan Kyuhyun itu. Jika lelaki itu disini, pasti perutnya akan sakit karena terlalu banyak menertawakannya.

 

“Aku tidak merindukanmu, bodoh! Dan tidak, aku tak pernah mengajakmu menikah. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan pangeran-pangeranku disana? Kau tak menjahili mereka, ‘kan?”

 

Kyuhyun menggeram pelan. Baru saja gadis itu mengakui perasaannya terang-terangan dan sekarang kembali mengujinya dengan memuji lelaki-lelaki lain di hadapannya? Astaga, dia bahkan memakai kata jamak karena bukan hanya satu namja yang dibahas. Tapi maaf saja, Kyuhyun tidak akan kalah kali ini.

 

“Mereka baik-baik saja karena ada aku. Oh ya, apakah gadis-gadis di Seoul terserang demam karena salah satu lelaki tampan meninggalkan Korea? Kau sudah memastikan keadaan Seohyun, Seulgi, Sooyoung, dan………”

 

Yak!

 

Kyuhyun menjauhkan ponselnya karena teriakan gadis itu membuat kupingnya terasa sakit. Tawanya kembali terurai karena gadis itu mudah sekali terpancing ketika nama wanita lain disebut. Tak ada bedanya dengan dirinya sendiri, sepertinya.

 

“Kau benar orang yang menyampaikan pesan ulang tahunmu pada Choi Minho? Sepertinya kau tak semanis itu ketika berbicara langsung denganku”.

 

Hye Hoon diam, tak mampu berkata apapun. Lidahnya seakan kelu untuk sekedar menyangkal perhatiannya itu, seperti yang biasa dilakukannya. Semenit berlalu, bibirnya tetap bungkam tanpa mengatakan apapun. Pipinya yang terasa memanas itu pun sama sekali tak membantu.

 

Kyuhyun yang tak terbiasa dengan keheningan diantara mereka pun kembali membuka suara. “Kau belum tidur ‘kan, sayang?”

 

Hye Hoon menggerakkan jari-jarinya di atas sprei tempat tidurnya, menggambar berbagai bentuk abstrak untuk mengalihkan perhatiannya. “Aku benar-benar pengecut, bukan? Aku bahkan tak bisa mengucapkan selamat kepadamu secara langsung. Aku tahu sebenarnya kau mengharapkannya setiap kali sesuatu yang baik datang kepadamu”.

 

Gwenchana. Aku tahu kau melebihi diriku sendiri. Meskipun mendengar kata-kata itu bukan dari mulutmu sendiri, tapi aku sangat menyukainya. Terima kasih, sayang”.

 

Kyuhyun melanjutkan percakapan dengan kalimat yang sangat ingin ditanyakan kepada kekasihnya itu. “Kau benar-benar berencana menikah denganku, kapanpun aku mau?”, tanyanya sungguh-sungguh.

 

Hmm..”, jawab gadis itu singkat.

 

“Meskipun aku ingin kita menikah hari ini juga?”

 

“Ya”, jawab Hye Hoon tanpa terdengar keraguan di dalamnya. Bibir Kyuhyun kembali dihiasi sebuah senyuman lebar yang entah keberapa kalinya dia tunjukkan hari ini. Jika dia tidak ingat dengan kasus yang menimpa teman se-groupnya beberapa waktu lalu, dia pasti sudah merealisasikan gurauannya itu.

 

“Baiklah, kalau begitu tunggu aku tiga hari lagi. Aku akan menikahimu, segera”.

 

Suara tawa yang didengarnya sebagai reaksi dari ucapannya tadi itu membuat alis Kyuhyun berkerut bingung. “Kita tidak mungkin menikah secepat itu, Kyu. Bukankah kau bilang kau akan menikah ketika usiamu hampir empat puluh tahun?”.

 

“Aku akan menunggumu sampai kapanpun kau siap dengan pernikahan. Itulah arti sebenarnya dari pesan itu. Bukankah kita pernah membahasnya? Tentang pernikahan yang dapat menghancurkan karirmu? Aku tidak mau seperti itu. Kau menyukai pekerjaanmu, aku tak mungkin tega membuatmu kehilangan sesuatu yang kau bangun dengan susah payah. Bagaimanapun, aku tahu jika pernikahan tak sepenting itu. Kita masih bisa bersama meskipun tanpa ikatan pernikahan sekalipun”.

 

Karena terlarut dalam lamunan masing-masing, keduanya pun kembali nyaman dengan keheningan mereka. Hanya suara deruan nafas yang saling beradu membuat mereka saling menyadari kehadiran pasangannya. Meskipun jarak mereka terbentang lebih dari ribuan kilometer, namun mereka terasa saling berdekatan.

 

“Kau pasti dapat banyak kado ulang tahun. Kudengar beberapa penggemarmu bahkan memberimu emas berbentuk daun maple. Mereka benar-benar kaya, ya? Ck, aku merasa sangat tersisihkan sekarang. Kau pasti mengira aku memberikan sebuah sampah untuk hadiah ulang tahunmu”.

 

“Salah siapa kau pelit sekali. Kau sengaja memberiku sesuatu yang seperti itu agar kau tidak mengeluarkan uangmu sepeserpun, bukan?”.

 

Hye Hoon berteriak marah. Suara lengkingannya berfrekuensi tidak jauh dari teriakannya tadi itu pun kembali berpotensi membuat gendang telinga Kyuhyun rusak. “Yak! Aku berbeda dari monyet yang semakin tampan itu! Aku sudah menyiapkan sesuatu yang lain tapi aku tak bisa menitipkannya kepada Minho karena benda itu berat, bodoh! Kau bisa mengambilnya jika kau sudah pulang”

 

“Benarkah?”, balas Kyuhyun antusias. “Tapi sebenarnya ada sesuatu yang kuinginkan. Apakah kau mau melakukannya, untukku?”.

 

“Baiklah”, jawab Hye Hoon mengiyakan tanpa sempat berpikir terlebih dahulu. Hal ini hanya berlaku sekali dalam satu tahun, tak ada salahnya membuat kekasihnya senang, bukan?

 

“Apa yang harus kulakukan?”

 

Kyuhyun mengepalkan tangannya yang bebas ke udara, merasa di atas angin karena tanpa bertanya apapun Hye Hoon mengabulkan permintaannya. Gadis itu seakan berubah menjadi gadis baik yang penurut meskipun kenyataannya tak begitu.

 

Dia berusaha meredam tawa bahagianya dengan berdehem pelan lalu melanjutkan pembicaraan mereka. “Buka lemarimu”, perintahnya.

 

Di seberang sana, Hye Hoon bergerak malas turun dari ranjangnya dan membuka lemari pakaiannya. “Sudah”, ucapnya sambil menutup mulutnya yang menguap dengan tangan kirinya.

 

“Aku menyelipkan sesuatu di tumpukan bajumu di kolom yang paling atas”. Kyuhyun menarik sebelah ujung bibirnya ke atas. “Aku mau kau memakainya ketika aku pulang ke rumah”.

 

Hye Hoon menyelipkan ponselnya di sela telinga dan bahunya karena tangannya sibuk mencari sesuatu milik Kyuhyun itu. Sebenarnya dia bingung mengapa Kyuhyun menyimpan sesuatu di lemarinya. Lelaki itu sudah mempunyai lemari miliknya sendiri di apartemen Hye Hoon, untuk apa menyimpan sesuatu di tempat baju miliknya?

 

Dalam waktu singkat, gadis itu pun menemukan apa benda yang dimaksud Kyuhyun. Secarik kain tipis transparan dengan motif renda yang menghiasi beberapa bagiannya membuat kain itu tak pantas disebut dengan baju. Apalagi, warna merah yang mencolok membuatnya semakin ngeri ketika melihatnya.

 

Dan Kyuhyun memaksanya untuk memakai pakaian sialan itu? Brengsek kau Cho Kyuhyun!

 

“Bagaimana? Itu cocok untukmu, bukan? Aku membeli ukuran yang pas dengan badanmu”.

 

Hye Hoon tertawa hambar. Matanya melihat lingerie itu sekali lagi dengan bibirnya yang meringis. “Kau ingin melihatku memakai pakaian seksi ini? Cepatlah pulang, sayang. Kau pasti akan menyukainya”.

 

Kyuhyun mengepalkan tangannya ke udara sekali lagi dan tersenyum puas. Akhirnya, dia akan menerima hadiah yang lebih spesial dari gadisnya. “Aku pasti akan pulang cepat untukmu, sayang”.

 

“Cepatlah pulang. Aku tak sabar…”

 

Kyuhyun tertawa senang mendengarnya. “Benarkah? Aku juga”.

 

“AKU TAK SABAR UNTUK MEMBUNUHMU, CHO KYUHYUN!”

 

***

 

Happy Birthday, Cho Kyuhyun!

Cuma satu wish dari aku : Be Happy!^^

Hik…kesel kenapa ultahnya di India. Kalo di Korea kan bisa rada-rada ini-itu sama Hye Hoon-nya hahahahaha

Maaf kalo banyak typo. Sama sekali gak baca ulang.

 

 

 

39 thoughts on “[Hye-Kyu Diary] Birthday Gift

  1. huahahaha mesum seperti biasa.. itulah kyuhyun
    tp unik juga cara ngucapinnya lewat mulut teman ckck samasama terlalu gengsi kali

  2. Inget pas ultah dia tahun lalu itu ngerayain di India
    Terus KyuLine yg lain mau kasih surprise tp malah udah ketauan
    Emang sih org yg blood type A itu begituu, susah buat dikasih surprise
    Terus Kyu yg pamer lagi karena banyak yg ngucapin ke dia
    *flashback Flutering India*
    Hehehe
    Ditunggu ff lainnya kak
    Fighting ‘-‘)9

  3. Gengsi tapi cinta gimana dong,
    Jadinya kayak pasangan absurd ini.
    Bilang i love you ajah susaaaah banget.
    Hahahaha
    Tapi itu yg bikin pasangan ini jadi ngangenin.
    Uhuuuuuui

  4. Yaampun, ini pasangan gokil abis. Udah kayak musuh aja kadang karena keseringan berantem. Apalagi pas Hye-Hoon nemuin lingerie gitu. Wakakak, nggak bisa bayangin deh wajah murkanya dia. Ditambah, Kyu kesenengan pas Hye-Hoon bilang nggak sabar, padahal nggak sabar pengen ‘bunuh’ dia😄😄😄

  5. hahhahaha author mesum…

    ya ampunnnn mbayangin pas di di dia india apa dia ma temen temennya apa tlf nan ya ama sesorang yg ga lita tau…hhahaha kyuhyun kau suami ku.

  6. Kyuu ampun dah ah selalu pikirannya tuh ya yadong’a gga ketulungan..

    Dikirain bener” diizinin buat married kapan pun yg kyu mau,, pinter’a hye..

  7. hahaha si kyuhyun ada” aja deh permintaannya.. haha tapi suprisenya seru deh,,ngebayangin minho ngomong gitu.. kkk^^ pasti lucu banget.. hehe

  8. Hahaha….segitu gengsi’y smp2 nyuru minho yg ngucapin ultah’y tp lucu hehe..
    Apa lg tingkah kyuhyun yg niat bgd smp udh nyiapin baju kurang bahan buat hye hoon hahaha……..

  9. hahahaha :D dasar pasangan yang sangat sangat humoris,. >.< jauh dari kata romantis,. :) tapi membuat semua orang iri,. O.o wkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s