[Songfic] One Confession


*

I’m getting coloured with you

Even your pain is becoming mine

Words that I couldn’t bear to say

I love you so much that I have to hide those words.

 

“Wah, kau masak banyak hari ini, Qian~ie?”

 

Kyuhyun melongokkan kepalanya di balik pintu, seketika kata itulah yang terucap ketika hidung tingginya menghirup wangi masakan yang begitu menggoda selera makannya. Tanpa meminta izin kepada si pemilik rumah, lelaki itu pun melepaskan sepatu hitamnya yang mengkilat digantikan dengan slipper berwarna merah muda yang berhiaskan kepala hello kitty di depannya. Untuk ukuran lelaki dewasa yang sudah memasuki angka seperempat abad sepertinya, dia memang sudah tak pantas memakai sandal rumahan seperti itu. Namun, wanita yang tadi dipanggilnya itu memaksanya untuk memakainya dan tak membiarkannya membeli slipper baru yang lebih polos.

 

Kyuhyun yang bukan tipe orang yang penurut itu dengan mudahnya menerima keputusan sepihak dari sahabatnya itu, walaupun itu adalah hal yang kecil, suatu keajaiban seorang Cho Kyuhyun dapat tunduk dalam sesuatu yang tak diinginkannya.

 

Hanya Song Qian. Hanya wanita itulah yang bisa merubah Kyuhyun yang keras kepala menjadi seorang anak manis yang penurut seperti itu.

 

Setelah Kyuhyun sampai di ruang makan yang mungil di apartemen itu, barulah Kyuhyun menemukan sosok wanita yang selama ini dikaguminya diam-diam itu.   Tak mudah. Sangat sulit bagi seorang Cho Kyuhyun untuk jatuh cinta kepada seorang wanita. Dia adalah sosok yang dingin, seorang penguasa yang disegani seluruh karyawannya. Dia juga tak begitu suka dengan hal-hal melow yang berbau cinta. Yang ada di pikirannya adalah kerja, karir, dan perusahaannya.

 

Namun itu sebelum dia mengenal wanita ini.

 

Suatu pertemuan yang tak disengaja membuat keduanya tumbuh semakin dekat. Tidak ada hubungan romantis, karena pada saat itu Song Qian masih menjalin kasih dengan seorang lelaki yang begitu dicintainya. Hingga, lambat laun seiring dengan cerita gadis itu tentang lelaki pujaannya, Kyuhyun pun tahu segala hal mengenai hubungan mereka. Dia pun satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana perangai Shim Changmin—pria brengsek, dia menyebutnya begitu—yang seringkali diluar batas.

 

Perlahan, dia pun mulai melupakan niatnya untuk menjadikan Song Qian pendamping hidupnya. Menjadi sahabatnya juga sudah sangat cukup untuknya.

 

“Astaga Hyun! Kau tau bukan jika aku sangat tidak suka makananku menjadi dingin bahkan sebelum kita makan. Kau sedang memikirkan apa, sih? Keliatannya serius sekali”.

 

Kyuhyun tersadar dari lamunannya, menutupi raut wajahnya yang entah sejak kapan berubah sendu itu dengan tersenyum layaknya bocah lima tahun. “Tidak apa-apa. Oh ya, memangnya hari ini ada perayaan apa? Kau kelihatannya menghabiskan seluruh persediaan yang berada di kulkasmu selama sebulan. Kau tak menyiapkan ini hanya karena untuk menyambutku yang baru saja datang dari luar negeri, bukan?”

 

Rahang gadis itu mengatup. Kyuhyun dapat menangkap ada rona kesedihan yang terpancar di balik wajah cantik Song Qian. Tapi, seperti biasanya dia hanya terdiam, tak menanyakan apapun, ketika gadis itu menarik kedua sudut bibirnya dengan paksa.

 

“Percaya diri sekali kau. Aku hanya ingin mencoba resep-resep baru, memangnya tidak boleh?”, hardiknya sambil mencebikkan bibir.

 

Kyuhyun tertawa lepas melihat tingkah lucu gadis itu. Sikap yang sangat jarang ditemui jika Kyuhyun berada di kantor, maupun rumah megahnya sekalipun. Hanya di depan wanita itu. Hanya di depannya Kyuhyun dapat menjadi dirinya sendiri, karena wanita itulah satu-satunya orang yang bisa membuatnya nyaman.

 

“Kau tahu, jika kau berbohong hidungmu akan bertambah panjang?”, ujarnya dengan nada serius. Kyuhyun tidak bercanda dengan perkataannya yang bisa dibilang lucu itu. Suasana yang tadinya ramai karena perdebatan kecil mereka itu seketika menghilang karena keduanya berada di dalam dunianya masing-masing.

 

Jika mengukur keyakinan yang dimilikinya tentang alasan Song Qian mengadakan pesta kecil-kecilan seperti ini, dia seratus persen yakin jika ini berhubungan dengan lelaki bajingan itu. Sudah lama, dia menjadi tempat penampung makanan ketika Changmin di saat-saat terakhir berkilah bahwa dia tak bisa datang karena ada meeting penting.

 

Padahal mereka tahu pasti, alasannya bukan karena itu.

 

Menunggu, adalah bukan hal yang mudah. Dia paling tahu bagaimana rasa sakitnya, karena dia sendiri pun merasakannya. Menunggu wanita itu dalam diam, tanpa punya rasa keberanian lebih untuk mengungkapkan jika dia-lah lelaki yang paling mencintai wanita itu dari siapapun.

 

“Itu lebih baik, daripada harus jujur dan menyakiti diriku sendiri. Kau tahu segalanya, Kyuhyun~ah. Kau tahu jika aku terlalu lama menantinya hingga aku tak tahu bagaimana cinta ini bermuara”.

 

Figur Song Qian yang tegar adalah salah satu point mengapa dia jatuh cinta kepada wanita ini. Kyuhyun bisa merasakan suaranya yang berat ketika wanita itu menceritakan secara tersirat bagaimana keadaannya. Namun, wanita ini tak mengeluarkan air matanya setitikpun. Mungkin, akan lebih baik jika wanita itu menangis agar Kyuhyun bisa mengusap pipinya dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dia ada di sisi gadis itu kapanpun Song Qian membutuhkannya.

 

***

 

“Sudahlah, kau duduk saja. Biar aku yang membereskan semuanya. Anggap saja sebagai imbalan karena kau telah memasakkan makanan yang enak untukku, hmm?”

 

Kyuhyun memaksa Song Qian untuk tetap berada di tempatnya duduk, menyentuh pinggang sempit gadis itu dengan kedua tangannya sambil tersenyum lebar menyaksikan raut wajah cantik yang dikaguminya itu berkerut bingung.

 

Wajarlah jika wanita itu merasa aneh dengan sikap Kyuhyun. Pasalnya, selama tiga tahun dia mengenal lelaki itu, Kyuhyun tak pernah membantunya mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini. Akan tetapi, Song Qian mulai menikmatinya. Melihat Kyuhyun kerepotan dengan peralatan makan dan beberapa panci yang disimpannya kembali ke dapurnya itu merupakan suatu hiburan tersendiri baginya.

 

Kyuhyun merasa lega ketika melihat senyuman yang ditunjukkan sahabatnya itu. Dia bahagia karena dia dapat membuat orang yang dicintainya dalam diam itu sedikit melupakan bebannya.

 

“Bagaimana kunjungan kerjamu di Tiongkok kemarin? Kau mengunjungi tempat-tempat yang kurekomendasikan, bukan?”

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya semangat, melihat kondisi Qiannie-nya yang tak lagi murung sama seperti mereka menghabiskan makan malamnya tadi membuat mood-nya berubah drastis. “Tentu”, balasnya riang.

 

Kyuhyun lalu meletakkan piring bersih pertamanya lalu menatap Song Qian antusias. “Tempat-tempat yang kau tunjukkan sangat indah. Lokasinya pun masih asri karena masih jarang dikunjungi orang. Ngomong-ngomong, kau tidak rindu dengan Negara asalmu? Bukankah sudah dua tahun lebih kau tak mengunjungi orang tuamu disana?”

 

Wajah Song Qian menunduk, mengingat kedua orang tuanya membuat dirinya sedih. “Aku sangat merindukan mereka”, akunya dengan suara serak. “Tapi, aku tak bisa meninggalkan Korea saat ini. Jika aku pergi, mungkin Changmin akan dengan mudahnya melupakan kehadiranku”.

 

Kyuhyun menatap iris mata milik gadis itu, memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang selama ini dipendamnya dengan satu kalimat tegas. “Bagaimana jika kita pindah ke Shanghai dan menjalani kehidupan kita yang baru?”

 

Setelah kata itu terucap, keduanya bungkam. Kyuhyun tetap memasang ekspresinya yang serius, tanpa celah yang menyatakan bahwa lelaki itu sedang bercanda. Song Qian merasakan jantungnya berderap lebih kencang, ketika melihat keseriusan Kyuhyun yang jarang wanita itu temui ketika mereka sedang bersama.

 

Dia bukan wanita bodoh yang tidak tahu apa maksud yang tersimpan di balik kalimat Kyuhyun. Perhatian yang berlebihan yang ditunjukkan Kyuhyun padanya cukup untuk membuktikan bagaimana perasaan yang disimpan lelaki itu untuknya. Namun, dia belum siap. Dia belum siap menerima kenyataan bahwa satu-satunya sahabat lelakinya itu memendam perasaan lebih kepadanya.

 

Beep….Beep…Beep…

 

Suara bel yang ditekan berkali-kali membuat Song Qian terburu-buru melangkahkan kakinya menuju pintu. Dia sengaja bertingkah begitu untuk melupakan perbincangan mereka yang menjurus ke hal yang tidak-tidak, baginya.

 

Oppa?”, begitulah sapaan yang pertama kali keluar dari mulutnya ketika melihat sosok lelaki yang telah beberapa hari tak menemuinya itu. Sorot mata lelaki itu terlihat tajam, seperti sedang mengulitinya hidup-hidup. Kembali, lukanya yang sempat coba disembuhkannya itu kini perlahan muncul ke permukaan.

 

“Apa yang kau lakukan, wanita jalang? Kau pikir aku akan menikahimu jika kau membeberkan kepada orang tuaku jika aku masih suka bersenang-senang bersama para wanita? Kau pikir kau akan menjadi istriku karena caramu yang picik itu? Cih! Kau pikir kau siapa, hah?”

 

Bruk

 

Changmin tersungkur di lantai ketika menerima pukulan telak dari lelaki yang sering membela wanita yang merupakan kekasih tetap-nya itu. Dia tersenyum picik, kemudian meringis karena gerakan itu membuat ujung bibirnya yang berdarah terasa nyeri. Dia bangkit dari posisinya lalu menampar wanita itu keras, merasa puas karena Kyuhyun tak bisa menghalau gerakannya kali ini.

 

“Cukup, Hyun! Cukup!”

 

Itulah kata-kata pembelaan yang disampaikan Song Qian untuk menghentikan tindak anarkis yang dilakukan pria bermarga Cho itu. Wanita itu memposisikan dirinya di depan tubuh jangkung kekasihnya, merentangkan tangannya untuk menghalau kontak fisik diantara kedua namja itu.

 

Kyuhyun seakan tersadar dari apa yang dilakukannya mengamati mata basah gadis itu dengan tatapan sendu. Song Qian menangis lagi, dan itu karena perlakuan Changmin yang menyakitinya. Apalagi, dengan melihat bekas jari tangan Changmin di pipi mulus Song Qian serta rambut yeoja itu yang berantakan membuat hatinya teriris.

 

Bagaimana gadis itu bahkan masih bisa bertahan dengan kondisi seperti itu? Sementara ada dia, Cho Kyuhyun, yang rela menyerahkan segalanya untuk membuat gadis itu bahagia?

 

*

Even if you cry, I’ll embrance you

Even if it’s because of that guy

Because I know the pain of waiting for someone

Better than anyone else

***

 

Sepeninggal Changmin, Kyuhyun tetap berada di posisinya, melihat gadisnya tergugu di balik kedua lututnya tanpa bisa melakukan apapun, seperti kakinya ditempel oleh perekat sehingga dia tak bisa beranjak ke mana-mana.

 

Isakan halus itu membuat organ-organnya serasa tak berfungsi lagi. Melihat orang yang dicintainya terluka sedemikian rupa, itu membuatnya semakin sadar bahwa rasa sakit yang dideranya karena mencintai gadis itu tanpa bicara itu tidak ada apa-apanya.

 

Perlahan, entah mendapat kekuatan dari mana, dia mulai melangkah mendekati wanita itu. Menundukkan tubuhnya, dia menggantikan peran kedua lutut Song Qian untuk menjadi sandaran bagi wanita itu. Mendekap tubuh wanita itu erat, menyebabkan getaran di bahunya semakin menjadi. Pertama kali, dia melihat wanita itu terlihat rapuh di depannya, dia tak bisa melakukan apa-apa karena merasa dadanya sesak karena sumber penghidupannya menghilang.

 

“Biarkan dia pergi, bersama cinta dan lukamu. Kau pantas mendapatkan orang yang lebih baik darinya, Qian~ie. Jika kau tak keberatan, dan jika kau memberiku kesempatan, akulah yang akan menjadi pria yang bisa membahagiakanmu. Maukah? Maukah kau merekatkan kembali kepingan hatimu yang hancur, bersamaku?”

 

Song Qian tak menjawab secara lisan, namun kepalanya yang sedikit bergetar membuatnya yakin bahwa wanita itu akan memberinya kesempatan. Sungguh, hatinya merasa berbunga ketika mendengar jawaban itu. Merupakan sesuatu hal yang keji karena dia merasakan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain, tapi dia benar-benar tak bisa menahan luapan itu di dadanya.

 

Merasa diperhatikan seseorang, Kyuhyun pun mendongak ketika melihat siluet yang tak asing berdiri di ambang pintu apartemen itu. Entah mengapa hatinya merasa semakin sesak, ketika melihat wanita itu menatapnya dengan tatapan yang menghujam tepat di dadanya, menyuarakan isi hatinya yang seakan tercabik karena perlakuannya yang memeluk wanita ini.

 

Bola mata cokelat itu berkaca-kaca, gadis itu bungkam dengan cairan bening yang mengalir mulus di pipinya. Namun, Kyuhyun tak habis pikir, ketika melihat gadis itu tersenyum seakan tak terjadi apa-apa, mengacungkan ibu jarinya sambil menggumamkan kata ‘kau hebat’ meskipun jari-jarinya mungilnya itu bergetar.

 

Melihat wanita dengan dress berwarna pastel itu menangis tertahan, mengapa rasanya lebih sakit daripada melihat wanita yang dicintainya menangisi pria lain di pelukannya? Mengapa rasanya seperti itu?

 

*

 

 

Pasti kalian ngecek link lagi deh ya…ini blog elsa kan? Beneran ini blog elsa? Hahahaha

Mungkin kalian mikir kalo kalian nyasar ke blog lain yang isinya ff kyutoria hahahaha

Ngomong-omong, maaf kalo banyak typos, atau ceritanya asal banget, aku gak sanggup baca ulang hahaha

Ini songfic, sengaja dibikin kayak gini dan castnya gini karena nanti ada TBC nya pake lagu di album kyuhyun lainnya. Hope you like it! Pasti tau kan tuh cewek yang tersakiti itu siapa….:(

Ayooo tebak yang kedua lagu apa hayoo? Hahahaha yang pasti itu salah satu lagu fav aku.

comment, oke? annyeong:)

52 thoughts on “[Songfic] One Confession

  1. Kasihan banget si qian, cinta segi 4 ya hahaha😂😅 jalan ceritanya bagus, tapi juga belum terlalu paham sih sama alurnya. Trus bagian terakhir pas ada cewek yg sedih karena kyuhyun sama qian siapa, hubungannya apa sama kyu… nextt dulu baca sequel lah😆

  2. Kyuhyun? Kenapa?
    Kalau lihat dia lebih sakit ya berarti elu sebenernya lebih cinta sama dia( hyehoon)
    Aduh buruan sadarlah kyuuu… Qian? Kasihan tapi yo gimana? Kyuhyun juga sih nunggu yg jelas” gak bakal dibuka hatinya

  3. Iseng ngubek ff terus penasaran sama ff ini, dan bener ko aku aneh bisa ada kyu-toria anjir anjir anjir wkwkw sempet scroll up buat liat wp nya, kali aja aku salah baca tp beneran wp mu ka 😂 penasaran sih sama lanjutannya, awalnya udh bagus bener saling menyakiti wkwkwkw mantap lah!

  4. Aku si ga sampe liat link terus cuma mikir ni crita ma qian kapan brahir? Kapan hye hoon nya muncul??? Ehh sampe tbc ga muncul2

  5. Wanita berdres? Hyehoon kah? Ceritanya rumit ya, wanita berdres suku kyuhyun,kyuhyun nya suka victoria, victoria nya suka changmin. Ga kebayang gmn kalo victoria nerima tawarannya kyuhyun. Izin baca sekuel nya ya

  6. Berhubung aku kangen ffmu yang berchapter itu, aku pilih-pilih deh ff oneshot yang ada sequelnya, muehehe

    Okee jadi hubungan rumit yang ku tangkep adalah Kyuhyun mencintai Song Qian, sahabatnya. Tapi sahabatnya itu memiliki kekasih yang sering menyakitinya, Changmin. Dan si Dress itu (yang aku tau pasti itu Hyehoon) menyukai bahkan mencintai Kyuhyun. Nah sekarang tinggal kita tau apa hubungan Kyuhyun dan Hye Hoon???

    Elsa… Kamu sangat berbakat sekali membuat hati readers terkoyak. Ga kebayang sequel ini jadinya kalo si Qian memberi kesempatan pada Kyuhyun. Apa kabarnya Hye Hoon?! :(

  7. waah wah masih rada2 bingung aku , yang pake dress siapa tu ?? Hyehoon kah ? Apa hubungan kyuhyun sama cewek pake dress. ? Awalnya aku sempet gak mau baca ff ni karna anggapan ini ff kyutoria !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s