[Hye Kyu Diary ] A Man With a Super Annoying Red Dress and Killer Heels


 

Warning! Untuk yang suka atau hardcore banget sama yaoi apalagi yang seneng pairing kyu sama member lain diharapkan jangan baca. Soalnya ff ini bener-bener ungkapan hati dan perasaan gue*ceilah pas boy’s day perform. Mungkin kalo yang udah temenan di twitter pasti tau betapa gue gak suka pairing-pairing semacam itu.

Jangan bash kalo gak suka. Gue kan gak maksa kalian buat baca, gue juga gak maksa kalian ngikutin prinsip gue, dan gue hargain prinsip kalian. Peace^^

Hye Hoon bersedekap, menaruh kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Dia menyadari, perhatian semua orang di ruangan itu tengah tertuju padanya. Tak ada yang berani mengusik dirinya, mereka—para lelaki tampan yang merupakan teman dari kekasihnya—hanya bisa menatapnya secara diam-diam sambil menggeleng-geleng frustasi.

Mereka tahu, mood Hye Hoon sedang buruk saat ini. Dan mereka akan mendapat masalah besar jika mengganggu gadis itu jika keadaannya seperti ini.

Seseorang yang mengenakan dress merah menyala memasuki ruangan tersebut dengan langkah canggungnya. Di kakinya terpasang sepatu beralas runcing yang seumur hidup tak pernah dipakainya, kecuali waktu rehearsal yang dilakukan tadi siang. Hye Hoon menoleh sebentar ke arah orang itu, memindai penampilannya sekilas, lalu kembali mencebikkan bibirnya sembari mengomel tak jelas.

“Hei, kau masih marah?”

Kyuhyun—lelaki yang mengenakan gaun merah berbulu ala girl’s day itu– menyapanya dengan bibirnya yang dipoles warna merah muda. Hye Hoon semakin membuang mukanya, tak ingin melihat penampilan lelaki itu. Entah kenapa, dia lebih baik melihat lelakinya itu berduet dengan gadis-gadis cantik daripada menjelma menjadi seorang gadis cantik yang terlihat norak seperti itu.

Kemanakah gerangan Cho Kyuhyun yang dulu?

Hye Hoon mendengus kemudian memberanikan diri untuk melihat wajah Kyuhyun saat ini. Dalam jarak sedekat ini, dia dapat melihat bahwa make up tipis di muka Kyuhyun benar-benar membuat lelaki itu menjelma sebagai seorang wanita membuat darahnya meluap seketika.

“Kau—cepat ganti pakaianmu itu atau aku akan pergi ke Jepang dan tak akan pulang sampai kapanpun! Kau pikir ini lelucon, hah? Kau pikir ini lucu? Tidak! Tidak sama sekali. Sudah cukup sekali aku melihatmu berdandan sebagai wanita, dan tidak ada yang kedua kalinya. Dan—apa? Kau juga mengajak Changmin Oppa? Apa-apaan kau ini. Aku membencimu, Cho Kyuhyun”.

Kyuhyun menekan pundak gadisnya, mencoba menenangkan hati Hye Hoon yang sedang panas. Sikap gadis itu terlalu berlebihan—menurutnya. Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun melakukan hal ini—berdandan seperti wanita untuk menghibur para fansnya— dan bukan pertama kalinya pula Hye Hoon marah karena tingkahnya itu. Dia harus membuat Hye Hoon setidaknya sadar, jika dia melakukan hal ini hanya di atas panggung saja, hanya untuk kepentingan pekerjaannya.

Astaga, berapa kali mereka bertengkar gara-gara pekerjaannya yang selalu menuntut ini-itu, sih?

“Dengar, kau tahu jika aku pun tidak menyukai ini. Setidaknya kali ini, bisakah kau mengertiku? Aku tak akan tenang jika kau bersikap seperti ini setiap kali aku melakukan hal yang tak kau sukai”, ucap Kyuhyun dengan suara lembut, meredam amarahnya yang biasanya meledak-ledak. Lelaki itu sedang mencoba mengalah. Dia tahu, jika Hye Hoon terlalu keras kepala dan akan membalas ucapannya jika dia berteriak-teriak juga.

Hye Hoon tak segera menjawab. Dia menatap wajah Kyuhyun dengan sorotan mata yang tajam, menghempaskan tangan Kyuhyun yang bersarang di pundaknya dengan paksa, lalu menegakkan tubuhnya untuk bersiap keluar ruangan.

“Terserah apapun yang ingin kau lakukan. Aku tak peduli lagi”.

Sebelum Hye Hoon berhasil pergi, Kyuhyun lebih dahulu berhasil mencekal pergelangan tangan gadis itu kemudian menoleh pada lelaki-lelaki tampan yang melihat pertengkaran yang terjadi di antara mereka berdua.

Hyung, jaga dia. Jangan biarkan dia keluar ruangan sebelum konser selesai. Aku mengandalkan kalian”.

***

Hye Hoon menarik-narik borgol yang mencekal salah satu tangannya sekuat tenaga, namun sepertinya usaha yang dilakukannya itu pasti akan berakhir sia-sia. Ya, dia sedang menjadi tahanan di ruangan ini sekarang. Setelah Kyuhyun keluar ruangan dengan penampilan yang membuat dirinya ingin segera pergi karena merasa muak, mereka semua benar-benar mencari segala cara untuk menahannya pergi—sesuai dengan perintah anggota termuda dari group itu.

Dan Lee Hyukjae, entah mendapatkan benda itu darimana, mengeluarkan borgol dari ranselnya yang segera dikaitkan ke tangannya sedangkan kaitan lainnya dipasangkannya ke salah satu tiang dari meja besi di ruangan yang cukup kecil itu. Hye Hoon memberi isyarat agar Donghae—member tampan yang paling disukainya itu— membantunya, namun lelaki berambut biru itu hanya bisa menggeleng pasrah karena dia tidak bisa melawan perintah Kyuhyun.

Yak! Lee Hyukjae! Berikan kuncinya!”, teriaknya sekeras mungkin berharap jika orang-orang di luar dapat masuk ke dalam dan menyelamatkannya dari penyanderaan tak berperikemanusiaan ini.

Lelaki yang berhasil meng-upgrade tingkat ketampanannya itu berpura-pura tak mendengar teriakannya dengan sibuk memainkan iPhone 5 yang berada di genggamannya. Bukan hanya Hyukjae yang mendadak tuli, semua lelaki yang berada di tempat itu juga bersikap sama dengannya. Termasuk Lee Donghae-nya. Orang yang selalu membelanya kapanpun, selalu berada di sisinya ketika Hye Hoon menginginkannya, yang kini memilih untuk sekongkol dengan pasangan ikan terinya itu.

Aish. Sebenarnya siapa yang keterlaluan? Dia, atau lelaki transgender itu? Kenapa semua orang lebih memilih membela lelaki itu dibandingkan dirinya?

Ya sudah. Tidak ada pilihan lain. Dia akan dipenjara sampai empat jam ke depan. Melawan pun tak ada gunanya. Jadi dia lebih memilih diam dan memejamkan matanya.

Saat dia hampir saja terlelap karena sudah merasa nyaman dengan menyenderkan punggungnya di sofa, walaupun tangannya pegal karena harus terangkat terus-menerus, samar-samar dia mendengar salah satu lagu hits Girl’s day diputar.

Dia semakin melekatkan kelopak matanya kuat. Keringat dinginnya mulai bermunculan di sekitar keningnya. Seperti orang yang mengalami mimpi buruk, dia mulai mengigau tak jelas. Pikirannya benar-benar kacau sampai tak menyadari jika ada seseorang yang kini berbagi tempat duduk dengannya.

Orang tersebut mengeluarkan handuknya untuk menyeka keringat yang mengotori dahi gadis itu. Dia merasa tak enak karena membiarkan Hye Hoon menjadi tawanan mereka seperti ini. Tapi, dia sudah tak ingin lagi ikut campur dalam masalah keduanya karena dia cukup sadar jika dirinya seringkali menjadi alasan kedua orang itu bertengkar.

Feeling better?”

Donghae bertanya dengan nadanya yang lembut di telinga Hye Hoon, seperti biasanya. Gadis itu pun mulai membuka mata sesaat setelah lagu catchy yang sangat disukainya itu berubah menjadi background musik film horor yang ingin sekali dihindarinya karena dia merasa takut tiap kali mendengarkannya. Hye Hoon yang masih dalam keadaan kesal pun hanya menjawab pertanyaan Donghae dengan anggukan pelan.

Mata Hye Hoon bergerak mengamati wajah tampan yang kini semakin mendekat ke arahnya. Dengan posisi yang sangat dekat itu, Donghae menggumamkan kata maaf tanpa suara, di wajahnya tercetak jelas bahwa dia merasa bersalah karena tak bisa membantu gadis itu karena tak mempunyai kuasa apapun untuk membiarkannya kabur. Hye Hoon, yang merasakan jika dirinya keterlaluan pada lelaki baik itu pun menyunggingkan senyum menenangkan, tanda jika dia baik-baik saja dengan keaadaannya saat ini.

***

Hyung, kau tidak kembali ke ruang ganti Super Junior? Kenapa malah mengikutiku kesini?”

Minho, yang merasa bahwa dirinya sangat aneh dengan rambut panjang yang berwarna merah tua itu segera membuka wig-nya lalu menatapnya jijik. Lelaki jangkung itu mengisyaratkan coordi-nya untuk menghapus make up tebal yang membuat wajahnya terasa berat itu kemudian memandang ke arah hyung-nya yang kelihatan frustasi.

“Aku akan berganti baju dan memperbaiki tampilanku disini. Di ruangan kami ada gadis menyebalkan itu. Kau tahu, kan? Dia sangat benci jika aku berdandan ala wanita. Mungkin dia hanya iri saja melihatku yang lebih cantik daripada dia jika aku benar-benar menjadi wanita. Aish, kenapa aku harus memacari gadis sensitif seperti dia,sih?”

Salah satu member dari boyband yang terkenal dengan nama SHINee itu tertawa nyinyir menanggapi curhatan dari sunbae sekaligus teman dekatnya itu. Dia cukup tahu, jika Kyuhyun menumpang di ruangan ganti mereka hanya untuk menjaga perasaan gadis itu. Dan maknae Super Junior itu tak bersungguh-sungguh dengan ucapannya tentang Hye Hoon.

Minho menepuk pundak Kyuhyun sekilas, sambil mati-matian menahan tawanya yang semakin mengeras. “Kau terima saja, hyung. Itulah kekurangan dari lelaki tampan yang bahkan bisa menjadi cantik—seperti kita ini. Kau yakinkan saja jika kau tak akan benar-benar menjadi wanita dan menyaingi kecantikannya”.

Kyuhyun menoyor kepala dari salah satu adik kesayangannya itu. “Sialan kau, Choi Minho. Bukannya kau yang sangat menjiwai peranmu sebagai Girl’s day Sojin? Apa jangan-jangan kau yang berniat merubah gendermu menjadi seorang wanita?”.

Minho tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi, lalu membalas perkataan Kyuhyun dengan matanya yang menerawang, menunjukkan tampang bodohnya. “Tentu saja tidak, hyung. Tapi….sepertinya aku memang sangat cantik jika menjadi seorang wanita, ya?”.

***

Kyuhyun kembali ke ruang tunggu ketika dia selesai dengan semua urusannya—mengganti pakaian dan menghapus lipstik merah mudanya— karena dia sudah lelah mendengar ocehan Minho tentang dia yang akhirnya menyadari bahwa dia terlihat sangat cantik jika didandani menjadi seorang perempuan. Kyuhyun menggerdikkan bahunya geli. Dia bahkan tak suka melihat pantulan wajahnya di kaca, jika dia berpenampilan seperti itu.

Berbeda dengan Minho —dan yang lebih parah teman sebayanya, Changmin—, yang bersikap sangat manis seakan menikmati peran mereka sebagai wanita saat mereka perform tadi.

Dia menghentikan langkahnya tiba-tiba ketika matanya menangkap kedua orang yang dari luar terlihat seperti sedang berciuman. Posisi sang lelaki yang membelakanginya memang membuat pemandangan itu begitu kabur. Jantungnya berpompa lebih cepat, merasa gugup jika apa yang ditakutkannya benar-benar menjadi kenyataan.

Kyuhyun bahkan tak menyadari jika semua pandangan takut dari semua lelaki tampan di ruangan itu tertuju padanya, mempercepat langkahnya menyerupai seorang hyena yang sedang memangsa makanannya, dan dengan cepat membalik wajah lelaki yang dianggapnya bodoh itu lalu menarik nafas lega jika semua yang dikhawatirkannya tidak benar.

Hye Hoon hanya menatapnya dingin di balik bahu Lee Donghae. Kyuhyun mendesis, gadis itu masih marah padanya rupanya. Kedua orang itu—kekasihnya dan lelaki yang senang disebut ikan amis— itu saling bertatapan seolah mereka bisa bahasa yang menghubungan mereka lewat mata. Kyuhyun yang tidak tahan melihatnya segera mendorong Donghae menjauh, menempatkan dirinya duduk diantara mereka berdua dengan mukanya yang masam.

Donghae—lelaki yang sejak tadi pasrah menerima perlakuan kurang ajar namdongsaeng-nya itu pun menjauh. Dia tak ingin mengucapkan sepatah katapun untuk memarahi ataupun menenangkan Kyuhyun. Dia malah merasa bersalah karena dia, lagi-lagi, menjadi alasan sepasang sejoli itu bertengkar.

“ Dengar aku. Kau tak pantas melakukan hal ini terhadapku. Kau tahu—aku tak melakukan kesalahan apapun untuk bisa kau hakimi seperti ini”.

Hye Hoon pura-pura tak mendengar, membuang mukanya karena dia tak sanggup melihat wajah memelas yang ditunjukkan Kyuhyun. Sepertinya kekesalan yang sempat memanas di hatinya itu kini sudah mereda. Ya, lelaki itu benar. Ini bukan salah lelaki itu, mengapa dia harus melampiaskannya pada orang yang salah?

Apa dia perlu memaki-maki Lee Soo Man karena sudah membuat lelaki-lelaki yang disayanginya itu berubah menjadi wanita bergaun merah dengan killer heels yang mengerikan?

Namun sepertinya, mengerjai Kyuhyun tidak ada salahnya juga. Salah siapa dia pasrah saja ketika disuruh menampilkan cross dressing memuakkan seperti itu? Kemana Cho Kyuhyun yang dulu, yang selalu menjaga image-nya agar tetap bersih dari segala kelakuan gila yang selalu dilakukan hyungdeul-nya di reality show? Lelaki itu sudah benar-benar banyak berubah rupanya.

“Lepaskan tanganku, kau tega membiarkan tangan gadismu lecet karena ulahmu?”, ucapnya datar. Dia sengaja tak menjawab pernyataan Kyuhyun tadi. Biar saja, salah siapa lelaki itu membuatnya ingin segera pergi dari acara sialan ini?

Kyuhyun mendesah pasrah. Gadis ini terlalu keras kepala, dan dia hanya perlu menjadi kapas yang lembek untuk menghadapinya. “Hyukjae, aku tahu kau yang melakukannya. Berikan kuncinya padaku”.

***

Cup

 

Matahari masih terbit dari timur, bumi pun masih berputar pada porosnya sama seperti jutaan tahun lalu. Tidak ada yang berubah sama sekali, dan kejadian aneh—yang sepertinya terjadi seumur hidup sekali itu dengan tiba-tiba membuat Kyuhyun merasa takut. Tidak biasanya Hye Hoon bersikap gila seperti ini—mencium pipi seorang visual group-nya yang ketampanannya tak bisa ditandingi oleh siapapun, di depan umum, bahkan ada sebagian personil dari So Nyuh Shi Dae yang melihat kejadian itu dengan mata kepala mereka sendiri.

Kyuhyun hanya bisa terdiam kaku dengan kepalanya yang mendadak linglung melihat gadisnya malah tersenyum manis di hadapan Siwon yang salah tingkah sambil meneriakkan bentuk dukungannya dengan menyebutkan kata “Sugohasyeotsseumnimda, Oppa” sambil tersenyum sumringah.

Gadis itu, baik-baik saja kan? Apa dia mendadak terserang short-term-memory-lost-syndrom sehingga tak bisa mengenali orang-orang?

Lupakan rasa cemburu yang kembali dialami Kyuhyun karena tingkah laku absurd yang dilakukan Hye Hoon. Gadis itu memang ajaib. Setelah dengan terang-terangan memuja ikan amis dan lelaki tiang listrik yang merupakan sahabat-sahabat terdekatnya itu di depan kedua matanya, sekarang, dia malah menggoda Siwon, yang notabene-nya adalah termasuk member yang tak begitu dekat dengan gadis itu.

Kyuhyun mengejar Hye Hoon diam-diam ke tempat parkir sesaat setelah gadis itu pergi dengan banyak tanda tanya berkeliaran di kepala orang-orang yang menyaksikan kejadian itu. Untung saja, gadis itu tidak sedang dalam kondisi baik karena kelelahan ketika mencoba lepas dari handcuffs milik Hyukjae tadi. Jika tidak, lelaki itu pasti kehilangan jejaknya karena Hye Hoon pasti berlari cepat untuk menghindarinya.

Sepertinya dia memang lebih sigap dari Hye Hoon saat ini. Buktinya, Kyuhyun dapat terlebih dahulu mengambil tempat di balik kemudi beberapa detik setelah Hye Hoon membuka kunci mobilnya. Hye Hoon geram. Gadis itu beberapa kali membulatkan matanya untuk mengancam lelaki itu agar segera keluar dari mobilnya, namun, dia tahu jika Kyuhyun tak akan menyerah, dan pasrah masuk ke dalam mobil ketika orang-orang tadi mulai mencari keberadaannya.

“Jadi, lelaki yang kau sukai bertambah? Kau gila! Bagaimana bisa kau mencium Siwon Hyung di hadapan orang banyak seperti itu? Apa kau tak takut jika Sooyoung mengadukanmu kepada wanita yang sedang dekat dengan Hyung? Kau tidak berniat menghancurkan hubungan mereka, ataupun hubungan kita, bukan?”

Hye Hoon hanya mencibir, melipat tangannya di depan perutnya sambil masih memusatkan pandangannya ke depan. “Bukan urusanmu”, ketusnya.

Kyuhyun menggunakan tenaganya, membalikkan wajah Hye Hoon agar gadis itu sepenuhnya menatap ke arahnya. Terlalu banyak pengandaian yang kini berseliweran di otaknya. Mungkin, jika dia bukan artis yang banyak memiliki sahabat pria yang luar biasa tampan, Hye Hoon tak akan banyak membuatnya cemburu seperti ini. Sial. Dia malah mempertimbangkan untuk keluar dari industri jika Hye Hoon terus-terusan seperti ini. Terlihat jelas sekali jika ayah Hye Hoon lebih menyukai dirinya meneruskan perusahaan keluarganya—dan perusahaan keluarga Hye Hoon ketika mereka menikah nanti. Apalagi jika mengingat kekesalan Hye Hoon tentang fanservice yang dilakukannya hari ini.

Astaga, memikirkan semua ini membuat otaknya hampir meledak.

“Aku-hanya-ingin-tahu-mengapa-kau-menciumnya”, ucapnya dengan penuh penekanan. “Apa aku salah? Selama aku masih berstatus sebagai kekasihmu, aku sangat berhak menanyakan hal itu padamu. Kau bahkan tak pernah melakukan perlakuan itu kepadaku, bukan? Bagaimana aku bisa diam saja ketika kau melakukan hal itu kepada orang lain, hah?”

“Baiklah, Cho Kyuhyun. Aku hanya mengetesnya. Aku hanya ingin tahu……”, Hye Hoon menjambak rambutnya sendiri, bingung apakah dia harus menjelaskan alasan konyolnya itu kepada Kyuhyun atau tidak. Tapi, tatapan Kyuhyun yang mengintimidasinya itu membuat nyalinya menciut. Lagipula, apa salahnya berbicara terang-terangan kepada kekasihnya sendiri? Toh dia juga perlu membuktikan apakah Kyuhyun sama dengan lelaki itu, atau tidak.

Dia melontarkan jawabannya itu dengan gugup. “ Aku hanya ingin tahu, apakah dia masih normal atau tidak. Hei, salah siapa kalian berpose seperti itu, membuatku berfikiran macam-macam tentang ke-normal-an kalian. Aku-hanya-ingin-memastikan, Cho Kyuhyun. Aku menciumnya hanya ingin membuktikan bahwa dia masih menyukai perempuan asli—atau tidak”.

Kali ini Kyuhyun yang meneriakkan rasa frustasinya dengan menggedor gagang setir. Hye Hoon sempat terkesiap. Tak pernah dia melihat Kyuhyun semarah ini.

“Jadi, kau…….Argh, Choi Hye Hoon. Apa yang kau lakukan, hah? Kau meragukanku, dan menuduhku sebagai seorang yang menyukai sesama jenis? Demi apapun, tadi aku berpose-seperti-itu di foto yang diupload hyung ke SNS hanya untuk menyenangkan para fans-ku. Kau masih tak mengerti juga? Kami-hanya-melakukannya-untuk-bermain-main, Choi Hye Hoon yang menyebalkan”.

Hye Hoon mencebikkan bibirnya kesal. “Ya, aku tahu aku memang menyebalkan. Tapi, aku bukan gadis bodoh yang akan percaya bualanmu begitu saja. Bisa saja kau berbohong, kan? Aku-akan-membuktikan-ucapanmu, Cho Kyuhyun yang cantik”.

Merasa jika Hye Hoon menantangnya, Kyuhyun pun menatap gadis itu dengan pandangan berani. “Cool! Buktikan saja semaumu. Aku tidak keberatan”.

***

Untung saja dorm sepi. Tidak ada siapapun selain dirinya dan kedua lelaki yang digilainya itu disini. Jika suasana dorm ramai seperti biasanya, dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia, tak mungkin membeberkan rencananya —mengetes apakah kekasihnya benar-benar menyukai pria apa tidak— kepada seluruh member Super Junior jika ingin apa yang dilakukannya itu berjalan lancar. Mereka pasti mengejek Hye Hoon habis-habisan.

“Hoon~ah, apa yang kau sebenarnya terjadi?”, Donghae bertanya dengan wajah lucu khas anak kecil yang selalu ditampakkannya jika sedang bingung, membuat Hye Hoon yang gemas mencubit pipi lelaki itu pelan. Dari sudut matanya, dia dapat melihat Kyuhyun yang bergumam lucu sambil mencebikkan bibirnya. Baguslah, ternyata Kyuhyun masih cemburu jika dia dekat dengan lelaki lain, sama seperti biasanya.

“Jangan banyak bertanya, aku hanya meminta kalian saling menatap bukannya meminta kalian untuk berkelahi atau apapun. Deal with it, okay?”

Hye Hoon yang duduk di meja pun melihat kedua lelaki dengan ketampanan di atas rata-rata itu bergantian. Mereka berdua menuruti keinginannya untuk duduk berhadapan di sofa ruang santai di dorm mereka yang berukuran kecil, dan sekarang dia akan menghitung mundur agar mereka dapat memulai starring contest yang diadakan olehnya.

“Tiga…dua…satu”.

Hye Hoon menopang dagunya dengan punggung tangannya yang dikepal, terlihat serius menatap perubahan ekspresi wajah Kyuhyun ketika lelaki itu menatap ke arah Donghae. Berkali-kali lelaki yang seringkali mengajaknya untuk segera menikah itu menyebutkan Donghae adalah lelaki paling tampan yang wujudnya sama dengan tokoh pria yang berada dalam komik manga, bahkan Kyuhyun pernah mengungkap jika dia menjadi seorang wanita dia pasti akan memacari seorang Lee Donghae. Oh, dear. Kyuhyun benar-benar masih normal, bukan?

Acara tatap-menatap itu berakhir ketika Donghae meledakkan tawanya keras ketika mereka dalam keadaan yang benar-benar serius. Lelaki itu mengacungkan kedua tangannya, tanda jika dia menyerah dan tak bisa melanjutkannya—menatap mata Kyuhyun membuat kedua matanya bisa saja mengalami iritasi karena Kyuhyun menatapnya tanpa berkedip dengan tatapan memicing yang membuatnya merasa geli.

“Aku menyerah. Aku benar-benar tak bisa melakukannya lagi”, ucap lelaki yang struktur wajahnya memiliki kemiripan dengan ikan itu disela tawanya yang tak bisa ditahannya lagi.

Hye Hoon menggelengkan kepalanya frustasi. Baiklah, langkah pertama sudah dilakukan Kyuhyun dengan baik. Dia dapat membandingkan cara Kyuhyun menatap ke arah lelaki —dalam kasus ini Lee Donghae— dengan cara Kyuhyun menatapnya, yang sangat jauh berbeda.

Hye Hoon mendengus, pura-pura kecewa karena Donghae menghancurkan rencananya dengan tawa kekanakkannya itu. “Oke, sekarang masuk ke step kedua”.

Yak! Kau mau apalagi? Apakah satu kali test saja tidak cukup?”

Kyuhyun segera membuka mulutnya, memprotes keras dengan apa yang dilakukan Hye Hoon kali ini. Gadis itu benar-benar keterlaluan sekali. Bagaimana dia bisa tak mempercayai kekasihnya se-ekstrim itu?

Hye Hoon hanya menggedikkan pundaknya, bersiap untuk mengambil tas selempang untuk bersiap pulang, namun Kyuhyun segera mencekal tangannya. Detik berikutnya, lelaki itu hanya mendesah pasrah. “Baiklah, lakukan apapun yang kau mau”.

Donghae yang tak mengetahui apapun sejak awal memilih untuk bungkam. Dia sedikit tahu, namun tak berniat untuk menanyakan. Donghae dapat melihat jika pasangan itu sedang dalam hubungan yang kurang baik sejak tadi sore, jadi dia hanya pasrah dan duduk menerima apapun yang mereka perintahkan kepadanya.

“Untuk permintaan kedua, sangat mudah. Aku hanya meminta kalian berpegangan tangan. Hanya itu saja, aku tak meminta kalian untuk macam-macam,bukan?”.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan, sedangkan Donghae yang sejak awal pasrah saja menerima permintaan keduanya menyetujuinya dengan mudah. Kyuhyun mengulurkan kedua tangannya ke depan, kemudian Donghae menerima uluran tangan Kyuhyun dengan sukarela.

Hye Hoon kembali memasang wajah detektifnya, meneliti apakah ada perbedaan raut wajah Kyuhyun ketika dia berpegangan dengan kakak lelaki di group yang sama dengannya itu. Gadis itu pun mengulum senyum, lalu dengan gerakan cepat menempelkan bibirnya di pipi Donghae yang membuat kedua lelaki itu membeku di tempatnya.

Pipi Donghae berubah warna menjadi kemerah-merahan. Dia kemudian menatap takut-takut Kyuhyun yang sedang membidik mereka dengan matanya yang tajam, dengan memasang muka setannya yang benar-benar mengerikan.

Donghae berdehem lalu mencari akal agar keluar dari ruangan itu, dan segera kembali ke kamarnya yang berada di lantai atas. “Emm..tadi…tadi Manager hyung menyuruhku untuk segera ke studio untuk membicarakan tentang lagu yang akan kubawakan saat Super Show. Hoon~ah, aku pergi dulu. Selamat tinggal Kyuhyun~ah, jaga gadismu baik-baik”, ujarnya terbata.

Hye Hoon tersenyum penuh arti, memberikan isyarat mata dengan mengedipkan matanya seakan dia sedang menggoda lelaki itu. “Aku akan menghubungimu nanti”, ujarnya dengan dibubuhi senyum manis yang dibuat-buat.

Kyuhyun yang merasa semakin kalah dari gadis itu—untuk kesekian kalinya— pun melayangkan kembali teror lewat matanya untuk Donghae yang kemudian membuat lelaki yang tak terlalu tinggi itu segera bersiap untuk keluar ruangan.

Hye Hoon menjitak kepala Kyuhyun dengan kepalan tangannya kuat, sembari melayangkan delikan tajam andalannya. “Bagaimana kau bisa bersikap seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu? Kau sangat tidak sopan”, ucapnya prihatin.

Kyuhyun membalas perlakuan semena-mena gadis itu dengan mencubit lengan Hye Hoon keras, yang membuat gadis itu mengaduh kesakitan. “Aku-bersikap-seperti-itu-karena-kau-memancingku. Apa kau masih tak mengerti?”

***

“Jadi…..apakah kau masih meragukanku?”

Hye Hoon menempelkan salah satu jemarinya di bibir, menengadahkan wajahnya sedikit untuk memperkuat posenya yang seperti sedang berpikir keras. “Kurasa Siwon Oppa benar-benar normal karena dia bahkan tersipu ketika aku mencium pipinya. Dia juga sepertinya hanya memperlakukanmu begitu karena hanya demi mendapat perhatian dari fansnya. Dan ah, tadi aku sempat membuka SNS-nya. Dia sepertinya sering memikirkan seorang wanita. Tapi, kau…..”

Kyuhyun terlihat sedikit was-was dengan penilaian yang Hye Hoon berikan kepadanya. Dia bukan meragukan kewarasan dirinya sendiri, tapi jika gadis itu benar-benar menganggapnya demikian, berarti memang ada yang salah dengannya.

“Kau juga baik-baik saja. Hanya kadar cemburu buta-mu itu harus banyak dikurangi. Oh ya, dan tidak ada lagi berpenampilan seperti wanita, atau aku akan benar-benar mencekikmu”, lanjut gadis itu dengan sikap tak acuh yang coba diperagakannya. Namun, sepertinya usaha gadis itu gagal karena yang Kyuhyun lihat sekarang jika gadis itu benar-benar manis karena terlalu banyak memperhatikannya.

Kyuhyun pura-pura tak puas dengan jawaban yang diutarakan gadisnya itu. Dia mengerucutkan bibirnya yang dilihat Hye Hoon sangat lucu, kemudian berbisik manja. “Kau masih terlihat kurang yakin. Aku akan membuktikan dengan caraku sekarang, dan kali ini kau yang harus menuruti semua perintahku”.

Tanpa aba-aba Kyuhyun menarik tubuh Hye Hoon mendekat kemudian mencium bibir tipis gadis itu penuh-penuh. Dia tak memberikan waktu untuk gadis itu beradaptasi dengan ciumannya dengan mengesap bibir atas dan bawah Hye Hoon tanpa jeda. Hye Hoon pun mulai terbawa suasana. Dia mulai mengimbangi permainan bibir Kyuhyun yang cukup liar, tubuhnya yang kehilangan orientasi pun meremas sprei sebagai pegangannya.

Disaat pasokan oksigen mereka mulai habis, keduanya menghentikan pagutan bibir mereka sebentar, lalu tak lama kembali saling melumat. Begitu seterusnya hingga lima menit berjalan dan Kyuhyun mulai tergesa-gesa membuka satu persatu kancing kemeja gadisnya. Hye Hoon yang merasa belum siap pun segera menghentikan pergulatan indera pengecap mereka, kemudian merangkum dua sisi kemejanya itu dengan salah satu tangannya.

Ck, aku sudah tahu pasti akan begini”, decak gadis itu tak terima.

“Oh, ayolah. Aku bahkan belum menunjukkan apapun padamu”.

Dengan cepat Kyuhyun mendorong gadis itu agar berbaring terlentang di atas kasurnya, kemudian menindih tubuh Hye Hoon hingga dia tak bisa beranjak kemana-mana. Gairah lelaki itu meningkat, ketika dia dapat melihat kulit porselen milik Hye Hoon yang terekspos karena kancing kemejanya yang telah terlepas seluruhnya.

Dia menatap gadis yang berada di bawahnya itu penuh cinta, mengelus pipi gadis itu dengan punggung tangannya lembut. “Kau-harus-tahu, apa efek dari tubuhmu ini, untukku”. Kemudian, tangannya yang bebas menarik tangan Hye Hoon dan menempelkan tangan mungil itu di bagian menonjol diantara kedua pahanya, membiarkan Hye Hoon merasakan dirinya yang sudah sangat siap untuk menerkam gadis itu.

Hye Hoon terkesiap. Dia merasa sedikit tersentuh karena Kyuhyun bahkan ingin membuktikannya sampai seperti ini. Pada dasarnya Kyuhyun memang lelaki mesum, dia tahu itu. Namun, dari perlakuannya sekarang Hye Hoon dapat merasakan ketulusan yang diberikannya.

Gadis itu menggerakkan jemari lentiknya di pusat tubuh Kyuhyun yang masih tertutup celana panjang, membuat lelaki itu mengerang. Hye Hoon cukup menikmati pemandangan yang disajikan ketika melihat pipi Kyuhyun yang merona, matanya yang terpejam, serta bibir penuhnya itu mengeluarkan lenguhan-lenguhan abstrak.

Dan gadis itu mendorong Kyuhyun hingga terjungkang ketika lelaki itu lengah. “Rasakan! Kau akan tahu akibatnya jika berani macam-macam denganku”.

***

Gadis itu menarik kembali bantal mungkin sejak beberapa menit yang lalu menggantikan posisi tubuh hangat dengan aroma favorit-nya itu karena lelaki itu terlebih dahulu meninggalkan tempat tidur. Dia benar-benar mengantuk karena kelelahan. Lelaki itu, menghukumnya dengan malam panjang yang membuat tulangnya retak-retak hanya karena tak terima dengan perlakuan iseng yang membuat lelakinya itu terjungkal di lantai.

Betapa lucunya dia ketika melihat wajah merah padam lelaki itu karena diliputi oleh gairah dan rasa malu. Hiburan yang sangat menyenangkan, yang harus dibayarnya dengan kedutan-kedutan nyeri di seluruh tubuhnya. Oh dear, seharusnya dia berpikir dua kali sebelum mengerjai lelaki itu karena dia tahu bagaimana gagahnya lelaki itu ketika bergulat di atas ranjang.

Astaga, memikirkan hal itu membuatnya semakin malas bangun karena dia takut mempertontonkan wajahnya yang semerah tomat ketika melihat wajah lelaki itu. Alasannya tentu saja karena mengingat apa yang mereka lakukan semalaman.

Namun, aroma masakan ini terlalu mengganggunya. Perutnya yang berbunyi berfungsi sebagai pengganti alarm nyaring yang membuatnya harus cepat-cepat beranjak dan mengikuti sumber dari aroma yang sedap itu.

Dia pun membuka matanya yang terasa lengket, lalu menggulung rambutnya asal. Ketika berjalan keluar kamar dengan keadaan matanya yang masih setengah terbuka, dia dapat menilai kamar Kyuhyun yang sangat berantakan, seperti kamar itu adalah tempat yang terkena gempa.

Yaampun, bukannya kemarin keadaannya masih rapi karena Park Ahjumma baru saja membereskannya?

Daripada memikirkan tentang nasib kamar Kyuhyun, dia lebih mementingkan keadaan perutnya. Setelah beberapa langkah berjalan, dia pun akhirnya dapat sampai di tujuannya. Dia tersenyum melihat Kyuhyun yang sedang menyiapkan sarapan mereka, kemudian memeluk lelaki itu dari belakang.

“Kau lapar?”

Hmm”.

“Apa tenagamu benar-benar terkuras habis sampai-sampai kau terbangun hanya karena mencium aroma masakan?”

Hmm”.

Kyuhyun menarik kedua sudut bibirnya ke belakang melihat tingkah lucu gadis itu. Hye Hoon, dia bukannya bersikap romantis di hadapannya dengan memberikan sebuah pelukan hangat di pagi hari. Namun, gadis itu hanya menjadikannya bantal agar dia bisa melanjutkan tidurnya sambil berdiri.

“Sayang, bangunlah. Kau segera ke kamar mandi sementara aku merapikan ini di meja”.

Hye Hoon menuruti permintaan Kyuhyun tanpa menjawab ataupun seperti biasa—mengajak lelaki itu bertengkar. Dia dengan cepat menyelesaikan rutinitas paginya lalu bergegas menghampiri meja makan. Namun, sebelum dia mencapai ruang makan, Hye Hoon disuguhi pemandangan pagi yang —menurutnya— menggelikan ketika melihat pasangan ikan amis dan ikan teri itu tidur sambil berpelukan di sofa depan.

“AAAAAAAAAAAAAAAAA”

-FIN-

Aku sebenernya gatau Kyuhyun bisa masak apa engga. Tapi, sebagai cowok yang tinggal dengan hanya cowok-cowok lagi, kalo gaada wookie, bisa kali dia masak yang simple2 aja hahaha

Maaf yaaa no editing^^

Eh ya, aku janji. Kalo misalkan ff ini bisa dapet komen lebih dari 500 aku bakal bikin versi nc-nya hye-kyu diary. (aku berani ngomong gitu karena aku tahu kalo itu gak mungkin jadi gak perlu bikin juga yeay) hahahaha maaf aku emang terlalu absurd, kayak hye hoon hahahaha

Pyeong~

74 thoughts on “[Hye Kyu Diary ] A Man With a Super Annoying Red Dress and Killer Heels

  1. Geli aja pas hye hoon buktiin kenormalan(?) kyuhyun dengan memanfaatkan donghae ..
    Ada-ada aja sih,, hye hoon kekanakan banget,, ga mungkin juga kan dia bener2 men judge kyuhyun ga normal, dengan kegiatan yg mereka lakukan tiap/? Malam kkk~

  2. Panaaaas panaaaas.
    Ya ampun sampe curiga gtu Kyuhyun sebenarnya normal atau enggak
    Hahahhaha
    Kasihan banget.
    Berarti author sebenarnya bisa bikin nc dong *kedipin mata
    Uhuuuuuk

    Apa perlu aku komen 500 kalo lagi biar jumlahnya lebih dari 500 .
    Sepertinya itu ide yg bagus.
    Hahahahah

    Keep writting authornim
    Sukses teruuuus

  3. ya ampuuuunnnn haehooonnnq rau qm absruuudd tapi ga sampe segitunya ka????
    ya ampuunn dan qm kyuhyun…wooow lebih kaget kyuhyun masak???dia aja masak ramyeon gagl

  4. Hhahahaa hye knp bsa gtu :D ..
    Ff ini ngingetin ak jga pas ada yg ngebash suju ngatain mereka gay gegara tinngkah konyol mereka
    tp udah terbukti itu ngk bener bukti.a sungmin oppa udah nikah
    dan tinggal nunggu semua member married :'( :'(
    ngk bsa ngebayangin itu
    tp emng nanti semua.a jga married :o
    *lol ko ak jdi mkir gni yah hehe

  5. Huahaha hyee parahh wkwkwk~

    Gga sangka deh eunhae ini mengejutkan pagi” wkwkwk~

    500komen thorr?? Perlu 1orng komen 10x ? Hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s