[ Hye-Kyu Diary] (ONE) Wet!


 

Splash!

 

Kyuhyun menendang sekuat tenaga wadah pnuh berisi air di depan mata gadis itu, sembari memamerkan senyum menjijikan yang membuat Hye Hoon ingin menendang wajah tampan itu dengan high heels ber-hak sepuluh sentimeter yang sedang dikenakannya, apalagi jika menekan bagian yang runcing dari hak sepatunya itu di dahi lebar Kyuhyun, yang bisa membuat Kyuhyun tak akan percaya diri memamerkan dahinya karena terdapat bekas luka jahitan di bagian itu.

 

Astaga, dia merasa seperti sedang merencanakan suatu pembunuhan dengan menggunakan alas kakinya, ringisnya ngeri.

 

Sekarang, dia tahu alasannya mengapa. Tak biasanya Kyuhyun sebaik itu, memberikan satu tiket VIP dengan row paling depan khusus untuknya. Tadinya, dia mengira jika Kyuhyun hanya ingin membuatnya meledak marah karena adegan ciuman yang dilakukan lelaki itu. Hye Hoon sengaja tak menolak karena ingin menunjukkan pada Kyuhyun bahwa dia tidak akan bersikap seperti dulu, hanya akan duduk tenang di kursinya sambil mengurut dadanya perlahan.

 

Tapi, ternyata, tanpa diduga lelaki itu sengaja mengerjainya. Pantas saja barisan depan tempat duduk yang ditempatinya sangat kosong, ternyata mereka tak mau menggigil kedinginan karena tersiram air dalam volume besar.

 

Hye Hoon mengeluarkan tissue di tas Hermes yang dibawanya, menyeka wajahnya yang basah sambil menatap kesal ke arah panggung.

 

Lelaki gila, awas kau!

 

***

 

Tadinya, dia tak berniat sedikitpun menemui lelaki menyebalkan itu dibalik panggung. Dia hanya ingin mengganti gaun putih selututnya yang basah dengan pakaian layak pakai yang dibelinya di butik terdekat, lalu pulang. Namun, sepertinya namja itu telah berhasil membujuk manajernya untuk membawa gadis itu menemui Kyuhyun. Beberapa kali penolakan yang dilakukannya pun berbuah sia-sia, karena pada akhirnya lelaki bertubuh gempal itu menariknya dengan paksa.

 

Hye Hoon melewatkan nafas kasar dari mulutnya sesaat dia dan lelaki suruhan Kyuhyun itu memasuki ruang tunggu. Terlihat sepasang lelaki dan perempuan sedang ber-aegyo di depan kamera dengan muka mereka yang tak ada lucunya sama sekali. Sepertinya mereka belum sadar wajah mereka itu sudah terlalu tua untuk berpose imut.

 

Kepalanya mendadak pening ketika melihat jarak diantara keduanya. Dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan hawa panas yang kini semakin menyergapnya. Ini gila. Tadi dia baik-baik saja ketika melihat bibir lelaki itu menyentuh bibir wanita lain. Tapi, sekarang keadaannya berbeda. Padahal, dibanding adegan ciuman itu, pose seperti ini tidak ada apa-apanya.

 

“Hye Hoon~ah, kau disini?”

 

Seketika sebuah senyuman lebar yang dipaksakan terbit dari bibir tipisnya. Hye Hoon melambaikan sebelah tangannya di udara, menyambut sapaan yang diucapkan oleh wanita yang lebih tua beberapa tahun darinya itu.

 

Annyeong, Eonnie. Oh ya, maafkan aku. Apakah kedatanganku mengganggu?”.

 

Wanita yang dipanggilnya Eonnie itu tiba-tiba bersemu merah, memandang wajah Kyuhyun sambil tersenyum malu yang membuat Hye Hoon tiba-tiba ingin melemparkan sepatu hak tingginya ke arah wanita genit itu.

 

Gadis itu berjalan menghampiri keduanya kemudian mengambil posisi tepat di sebelah Kyuhyun, membuang sejenak rasa kesalnya dengan menggelayut manja di lengan kekasihnya, yang dibalas Kyuhyun dengan mengusap rambutnya yang basah dan berantakan karena ulah lelaki itu. Tak hanya itu, Kyuhyun pun menjangkau handuk yang bertengger di kursi tunggunya lalu menyelimutkan kain halus itu di pundak gadis itu.

 

“Sayang, aku kedinginan”, ujar Hye Hoon dengan suara serak, sedikit mengerucutkan bibirnya untuk menunjukkan bahwa dia ingin diperhatikan oleh lelaki itu.

 

Sepertinya lagi-lagi strateginya untuk mengusik wanita yang dibencinya itu kembali berhasil. Pasalnya, kini wanita bermarga Song itu terlihat berusaha mati-matian mengontrol ekspresi wajahnya yang berubah sendu seperti menahan tangis.

 

Heol, cepat sekali. Padahal itu baru saja permulaan.

 

Hye Hoon memasang senyuman manis di hadapan prianya, padahal dia ingin sekali menghajar lelaki yang telah membuatnya basah kuyup di musim panas itu sampai babak belur. Kalau saja tak ada Victoria disini, dia tak akan sudi bersikap manja seperti ini.

 

“ Aku membawa baju ganti. Kau bisa berganti pakaian disini, kalau kau mau”, timpal Kyuhyun sembari tersenyum geli.

 

Hye Hoon kembali meradang. Dia tahu Kyuhyun pasti senang melihatnya menderita seperti ini. Ah, benar-benar. Hye Hoon tak bisa membalas karena ada wanita itu disini. Gadis itu tak mau jika Song Qian mengetahui hubungan mereka tak se-harmonis yang wanita itu pikirkan. Nanti, bisa-bisa wanita itu mencari kesempatan. Tentu saja hal itu tak boleh terjadi.

 

Hye Hoon menarik salah satu sudut bibirnya ke belakang, kembali memaksa otot wajahnya untuk menampakkan senyum aneh yang beberapa kali ditunjukkannya. Dia melirik sekilas ke arah wanita yang berada di sisi kiri Kyuhyun itu dan kembali membangun kontak mata dengan lelakinya.

 

“Aku mau berganti pakaian disini. Tapi, kau harus menemaniku. Kau tahu, bukan? Aku memiliki phobia tak bisa sendirian di tempat sempit”.

 

Kyuhyun menanggapi pernyataan gadis itu dengan senyum mesum andalannya. “Baiklah. Kau tunggu disini, aku akan membawakan baju ganti untukmu”.

 

Sebelum Kyuhyun beranjak pergi, panggilan dari wanita bernama Song Qian itu menghentikan langkah Kyuhyun dengan memanggil namanya.

“ Kyuhyun~ah, sudah malam. Kurasa aku harus pulang sekarang. Lagipula, aku masih ada jadwal besok. Kurasa aku perlu tidur lebih awal malam ini”.

 

Wanita itu melenggang pergi bahkan tanpa mengucap salam perpisahan yang biasanya tak pernah dilewatkan wanita sopan sepertinya. Mungkin terburu-buru karena alasan cukup masuk akal yang dilontarkannya tadi. Atau mungkin terburu-buru karena tak mau melihat Kyuhyun dan kekasihnya masuk ke ruang ganti bersama-sama.

 

Dari gelagatnya yang seperti menahan air mata itu pun sudah menjawab kemungkinan kenapa wanita itu pulang cepat.

 

“Hye Hoon~ah, aku sudah menemukan bajunya. Kau bisa pakai kaosku dan—”

 

Kyuhyun hanya bisa tertegun seperti orang bodoh saat Hye Hoon dengan kasar merebut sepasang pakaian dari tangannya kemudian berjalan cepat ke ruangan kecil di tempat itu.

 

Kyuhyun hanya menggedikkan bahunya tak mengerti. Ada apa dengan kelakuan aneh gadis itu, sih?

TBC

 

Tadinya pengen panjang tapi kepalaku lagi pusing jadi sepertinya gak bisa maksain lebih lama di depan laptop.

Next, reverge time!!!!

Eh sorry ya di atas banyak bully dan bash. Hanya fiktif kok, jangan diambil hati:”

46 thoughts on “[ Hye-Kyu Diary] (ONE) Wet!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s