Meeting Kyu-Line


 

Hye Hoon membungkam mulutnya dan membiarkan tangan besar yang menuntunnya itu membawa kemanapun pria itu pergi. Sudah sekitar dua minggu setelah kejadian di ulang tahun Kyuhyun, dan hubungan keduanya pun jauh lebih membaik daripada sebelumnya. Gadis itu bahkan hanya diam dan tak bereaksi apa-apa –walaupun hatinya sangat terbakar– melihat beberapa kicauan kegirangan yang menyinggung-nyinggung tentang maknae couple itu.

 

Kali ini, Kyuhyun mengajaknya ke suatu tempat yang tak pernah dia kunjungi sebelumnya. Sebuah restaurant yang terletak di kawasan elite kota Seoul, Cheondamdong, yang sepertinya banyak dikunjungi oleh artis-artis terkenal. Pantas saja, kali ini pria itu tidak mengenakan alat penyamarannya, bahkan melepaskan maskernya yang biasanya dia pakai kemana-mana.

 

Apa yang salah dengan wajahnya, sih? Padahal, selain skin trouble yang berpuluh tahun dialaminya, wajahnya sangat baik-baik saja. Tak ada goresan sedikitpun yang menghalangi ketampanan wajahnya. Dia hanya kurang percaya diri dengan kadar ketampanannya, namun seringkali menutupinya dengan kenarsisan tinggi yang menyebut jika dia masuk ke dalam tiga besar ranking member Super Junior dalam urusan visual.

 

Tak lama kemudian, keduanya sampai di ruang VVIP di tempat itu, dengan disambut oleh beberapa pelayan yang mengantar mereka. Pelayan-pelayan itu sepertinya tidak tertarik dengan urusan pribadi costumer yang mendatangi rumah makan tempat mereka bekerja. Sekalipun pria itu adalah artis terkenal, namun terlihat jika mereka bersikap biasa saja bahkan ketika seorang Cho Kyuhyun menggandeng seorang wanita. Setelah mereka sampai di tujuan, pelayan wanita berkostum putih hitam itu pun menghilang, lalu Kyuhyun segera membuka pintu yang berada di hadapannya.

 

Ukuran ruangan itu cukup besar, sepertinya dipesan untuk dihuni oleh beberapa orang. Terdapat sebuah sofa empuk yang memanjang di tengah-tengah ruangan, lengkap dengan meja panjang yang menyimpan beberapa makanan di atasnya. Ada sebuah kue di tengah-tengah meja besar tersebut, membuat Hye Hoon sedikit mengerutkan keningnya.

 

Mengingat peristiwa tadi pagi, dia teringat sesuatu tentang satu-satunya hari special yang terjadi di hari ini. Jangan bilang jika…………..

 

“ Oh, Annyeong, hyung!”

 

Sebelum otaknya berpikir lebih keras, Hye Hoon merasa pergelangan tangannya ditarik paksa ketika mendengarkan sapaan itu. Dia mendongakkan wajahnya, dan seketika terdapat rona merah yang menjalari pipinya melihat kedua lelaki yang berada di depan mereka itu. Ah, salah siapa dia lebih tertarik mengamati makanan dan mengabaikan lelaki-lelaki tampan yang berjarak kurang lebih tiga puluh sentimeter dengannya itu?

 

“ Oh, Minho, Jonghyun, kalian sudah datang? Aku tidak terlambat, kan?”, jawab Kyuhyun sambil memeluk akrab satu-persatu adik kesayangannya itu sebagai salam perjumpaan.

 

Hye Hoon mencibir dalam hati. Lelaki itu, sebelum mereka berangkat bahkan terlalu asyik memainkan istri keduanya sampai lupa waktu. Beberapa kali Sungmin mengingatkan tentang acara pentingnya, namun Kyuhyun malah mengabaikannya tak peduli. Pantas saja mereka berdua telat datang.

 

Oh, Hye Hoon baru ingat bahwa tadi sebelum kesini dia bahkan tak sempat membersihkan diri di waktu yang lama, kemudian memakai pakaian yang dipakainya sewaktu dia mengunjungi dorm kemarin tanpa menggantinya dengan baju layak pakai.

 

Sial. Matanya menunduk, mengamati kaos putih polos, jeans ketat serta sneakers yang dipakainya lalu menyadari jika bahkan pakaiannya tidak sebanding dengan pakaian modis yang dipakai pria-pria yang merupakan pujaan setiap wanita itu.

 

Kemudian, niat iblisnya datang. Dia berencana mencincang habis Kyuhyun setelah mereka pulang ke rumah nanti karena tak memberitahukan apapun tentang acara yang akan dihadiri mereka malam ini.

 

Hye hoon menyadari jika kedua pria jangkung itu memicingkan matanya, mengamati dirinya penasaran. Kyuhyun sampai memelototkan matanya ketika Minho menatap gadis itu dengan pandangan berbinar.

 

Hyung, kau tidak berniat mengenalkan wanita yang bersamamu?”, ujar Jonghyun bersuara. Minho hanya mengangguk-angguk setuju, sambil menipiskan bibirnya yang membuat lelaki yang terpaut dua tahun di atas Hye Hoon itu terlihat lucu.

 

Hye Hoon mengambil alih tugas Kyuhyun, dengan senang hati memperkenalkan dirinya lengkap dengan senyuman terbaiknya yang ditujukan hanya untuk pria-pria pujaannya itu. “ Annyeong haseyo, Choi Hye Hoon Imnida. Bangapseumnida”. Dia membungkukkan badannya sedikit, lalu menerima uluran tangan yang disodorkan Jonghyun padanya. Keduanya saling bertatapan dengan menebar senyuman.

 

“ Kurasa, aku pernah melihatmu. Tapi, aku lupa dimana? Benar, aku tidak mungkin salah”.

 

Gadis itu ikut berpikir, memutar otaknya mengingat suatu kejadian yang tentunya tersimpan rapi di kepalanya. Biasanya ingatannya selalu panjang jika mengenai pria tampan, namun kali ini dia menggeleng pelan tanda jika dia benar-benar tidak mengingatnya.

 

“ Benarkah? Maafkan aku, tapi tidak mengingatnya, Jonghyun~ssi”, ucap Hye Hoon penuh rasa menyesal. Jonghyun menanggapinya santai, dengan menerbitkan senyuman andalannya yang menawan. “ Tidak apa-apa, aku juga lupa dengan kejadian itu. Mungkin aku salah orang”.

 

Dia merasakan sebuah tangan yang menariknya paksa untuk lepas dari tautan tangannya dengan Jonghyun. Dengan kesal, gadis itu menolehkan wajahnya ke samping, mencibir Kyuhyun yang terlihat sedang menahan amarahnya.

 

Cih, lelaki ini…..

 

Kyuhyun bahkan tak memperdulikan giliran Minho, dan menarik gadis itu untuk duduk di sofa, tepat di sampingnya. Minho hanya terkekeh pelan melihat tingkah laku hyung-nya, lalu mereka semua pun kembali duduk di tempatnya.

 

“ Hye Hoon~ssi, jika boleh kami tahu, ada hubungan apa kau dengan Kyuhyun hyung?”, tanya Minho yang terlihat sangat penasaran. Tentu saja, baru kali ini Kyuhyun mengajak seorang wanita –selain Victoria– ikut di perkumpulan mereka yang membuat dia dan Jonghyun menyimpan tanda tanya besar.

 

Hye Hoon terus menerus melengkungkan senyuman manis yang membuat pria yang duduk di sebelahnya berdecak kesal. Tentu saja, gadis itu selalu tebar pesona di depan para pria, itulah mengapa Kyuhyun tak pernah mengajak Hye Hoon bertemu dengan teman-teman sepermainannya. Apalagi di setiap perkumpulan mereka Changmin pasti hadir, jadi bisa dipastikan jika gadisnya itu pasti bersikap semanis mungkin yang membuat perutnya mual.

 

“ Aku…………….”

 

Suara pintu terbuka menghentikan perkataan Hye Hoon yang hendak menjawab pertanyaan Minho kepadanya. Pandangan mereka semua yang semula tertuju pada Hye Hoon beralih ke balik pintu, yang menampakkan sepasang wanita dan lelaki yang terlihat mempesona dengan jas dan gaun keluaran rumah mode terkenal.

 

“ Kalian sudah datang?”, sapa si empunya acara ketika keduanya masuk. Lalu, pandangan lelaki itu tertuju kepada seorang yang berada di samping Kyuhyun, menangkap wajah gadis itu dengan sorotan kaget. “ Hye Hoon~ssi? Kau disini?”

 

Semua orang menatap Changmin dengan raut wajah bingung, kecuali Kyuhyun. Terutama Victoria, wanita yang tadi datang bersama anggota termuda dari boyband TVXQ itu, menatap Changmin dengan mata membulat. “ Kalian….saling mengenal?”, ujar wanita itu tak percaya.

 

Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah lain, tak mau menyaksikan wajah Changmin yang terlihat kebingungan karena seseorang yang tak biasa ikut dalam acara mereka, ditambah lagi pertanyaan-pertanyaan tentang Hye Hoon pasti tertuju padanya. Dia memang berniat mengenalkan kekasihnya pada sahabat-sahabat terdekatnya, tapi mungkin gadisnya tak mau mengaku memiliki hubungan yang lebih dengan Kyuhyun dihadapan pria yang selama ini dipujanya.

 

“ Ya, tentu saja. Aku pernah bertemu dengannya ketika SMTOWN mengadakan konser di Jepang. Dia salah satu coordi baru Super Junior. Oh ya, Hye Hoon~ssi, aku sudah menerima kiriman darimu tadi pagi. Kamsahamnida. Aku senang sekali dengan hadiahnya”.

 

Victoria menyatukan alisnya ketika mendengar pengakuan Changmin. Coordi? Pikirnya tak mengerti. Wanita itu sempat melihat kondisi Kyuhyun, dan menaikkan salah satu bibirnya picik ketika menangkap bahwa pria itu sedang menahan marah.

 

Hye Hoon yang tiba-tiba salah tingkah itu pun menjawab, “ Ah, itu bukan apa-apa. Aku senang kau bisa membukanya sendiri. Justru harusnya aku yang berterimakasih karena kau bisa menerima hadiahku yang tak seberapa”.

 

Kyuhyun masih mematung di tempatnya. Jari-jarinya yang disimpannya di balik saku mantelnya mengepal, menyalurkan hawa panas yang disimpannya rapat-rapat. Dia tak mungkin menghancurkan acara ulang tahun sahabatnya sendiri. Biar saja, nanti juga mereka akan tau status Hye Hoon yang sebenarnya, yang dia jamin tak akan keluar dari mulutnya sendiri.

 

“ Ngomong-ngomong, semuanya sudah berkumpul, jadi bagaimana jika kita mulai acaranya?”, ucap birthday boy itu antusias.

 

***

 

Seperti pada upacara ulang tahun pada umumnya, kali ini mereka pun menyanyikan lagu ulang tahun disertai kegiatan-kegiatan lain yang biasanya dilakukan orang-orang. Disela kegiatan itu, Changmin sesekali melirik gadis yang kini berada di sebelah Kyuhyun –Changmin duduk di tengah sofa karena dia adalah sorotan utamanya– kemudian keduanya terlibat dalam sebuah kontak mata yang intens. Beberapa kali terjadi, Hye Hoon mulai menghindarinya, kemudian diam-diam menyelipkan jari lentiknya diantara jari-jari tangan Kyuhyun, mengetahui jika sejak tadi suasana hati lelakinya itu sedang tidak baik.

 

Kyuhyun tersenyum tipis. Walaupun seringnya menyebalkan, namun gadis itu selalu jadi orang yang paling mengertinya. Detik berikutnya, gadis lain yang berada di sampingnya berdehem keras, yang membuat genggaman tangan Hye Hoon terlepas begitu saja, tak ubahnya seperti pencuri yang tertangkap basah.

 

Ja~ kita mulai acara puncaknya. Aku sudah memesan seluruh stock wine di seluruh restaurant ini, dan kalian bisa minum sepuasnya”, seru Changmin antusias, diiringi tawa bahagia semua koleganya yang berada dalam ruangan itu.

 

Sebelum semuanya memulai, Hye Hoon lebih dahulu meneguk minuman yang disediakan pelayan tanpa diketahui siapapun termasuk Kyuhyun. Semua orang melihat ke arahnya, lalu Hye Hoon tertawa gugup.

 

Mianhae, aku sudah lama sekali tak minum. Kau tak keberatan jika aku memulai lebih dulu, Oppa?”, tanyanya mengarah kepada Changmin yang disambut anggukan serta senyuman manis dari lelaki bertubuh jangkung itu.

 

Kyuhyun berdecak tak suka. Oppa? Yang benar saja. Gadis itu bahkan tak pernah memanggilnya dengan sebutan seperti itu, padahal umurnya saja sama dengan Changmin. Apakah bias se-istimewa itu, sampai dia lebih mencintai idolanya dibandingkan kekasihnya sendiri?

 

***

Suara dering handphone yang dikenal Kyuhyun berbunyi, menghentikan pikirannya tentang Changmin yang semakin bersikap manis terhadap gadisnya yang membuat kepalanya semakin berasap. Hye Hoon segera meraba benda mungil yang disimpannya di saku celananya, sedikit terkejut dengan ID yang muncul di layar ponselnya, namun toh dia tetap menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.

 

“ Oh, Woobin~ah. Ada apa?”, sapanya sepelan mungkin, tak ingin orang-orang disana mendengar percakapan jarak jauh mereka.

 

“ Aku hanya ingin menelponmu, tidak boleh?”, ketus lelaki pemilik suara berat itu dengan nada memaksa. Woobin lalu melanjutkan perkataannya, tanpa basa-basi lalu mengutarakan maksudnya menelepon temannya itu. “Aku akan ke Australia akhir bulan ini, kau mau ikut?”

 

Hye Hoon melirik Kyuhyun yang menghembuskan nafas kasarnya berkali-kali, lalu menjawab lelaki yang sedang bercakap dengannya itu sekenanya “ Aku tidak bisa”. Kemudian dengan terburu-buru menutup sambungan teleponnya.

 

Jonghyun menjentikkan jarinya, kemudian telunjuk dan ibu jarinya mengarah kepada Hye Hoon. Lelaki itu tersenyum puas. “ Ya ya ya, aku baru ingat sekarang. Pertama kali, aku melihatmu di airport. Kau gadis yang pergi ke Los Angeles bersama Woobin dua minggu lalu, kan?”, ucapnya jujur, dengan pandangan matanya tepat mengarah pada Hye Hoon.

 

Hye Hoon tak menjawab. Matanya menatap Kyuhyun khawatir, apalagi ketika tangan lelaki itu dengan cepat menyambar segelas wine yang tersaji di hadapannya, namun sebelum Kyuhyun dapat menikmatinya, tangan Victoria mencekal Kyuhyun untuk meneguk minuman favorit lelaki itu.

 

“ Hentikan, Cho Kyuhyun. Kau tahu? Alkohol tidak akan menyelesaikan masalah. Kau malah akan terlihat semakin terpuruk, dan seseorang yang menyakitimu itu pasti akan senang melihatnya”.

 

Kata-kata tajam yang dilontarkan wanita itu sungguh mencabik hatinya. Hye Hoon tertunduk diam, tak memperdulikan tatapan-tatapan rasa ingin tahu yang berasal dari lelaki-lelaki yang berada di sejajar dengannya. Dan dia mulai merasa, bahwa sebenarnya bukan Kyuhyun yang sering menyakiti dirinya, melainkan sebaliknya.

 

Dia terlalu egois, dan menyalahkan semua masalah yang terjadi diantara mereka hanya kepada Kyuhyun.

 

“ Apa….aku salah bicara?”, tanya Jonghyun ragu.

 

Hye Hoon menarik kedua sudut bibirnya ke belakang, walaupun merasa sedikit terpaksa. Selintas, dia melirik ke arah tangan Victoria yang bersarang di pundak Kyuhyun lalu beralih menatap Jonghyun lagi.

 

“ Tidak. Kau benar, Jonghyun~ssi. Aku memang pergi dengan Woobin waktu itu, karena aku memaksanya untuk membawaku ikut. Oh ya, kudengar kau memang dekat dengannya, ya?”

 

Jonghyun mengerti jika Hye Hoon sedang mencoba mengalihkan pembicaraan. Dia menjawab pertanyaan tiba-tiba itu dengan anggukan ragu, matanya meredup mengamati Kyuhyun yang seakan ingin menelannya bulat-bulat.

 

“Ya….begitulah”, balasnya ragu-ragu.

 

***

 

“Bisakah kalian membiarkan wanita yang bersenang-senang dan mengantarkan kami ke rumah? Kurasa akan lebih seru jika mengadakan kompetisi siapa diantara kami yang bisa lebih banyak minum. Bagaimana?”

 

Cool!”, kata Hye Hoon menimpali. Kyuhyun menatap gadisnya tajam, namun Hye Hoon tak menanggapinya dan menantang tatapan mata gadis mandarin itu dengan berani.

 

Pertunjukkan itu menjadi menarik, ketika keduanya terlibat dalam suatu kisah percintaan dengan seorang lelaki yang sama. Mereka seakan ingin membuktikan siapa yang terbaik diantara keduanya, agar bisa memenangkan lelaki pujaan mereka.

 

Lelaki yang menjadi rebutan mereka pun tak memihak kepada siapapun. Dia sedang malas menanggapi kekasihnya yang bahkan menyembunyikan kepergiannya bersama lelaki lain, dan sama sekali tak perduli apa yang dilakukan teman wanitanya.

 

Lima belas menit berlalu, keduanya belum menyerah. Gelas demi gelas mereka habiskan, dan lelaki-lelaki tampan yang bersama mereka itu pun hanya menonton dengan penuh perhatian. Sebenarnya Hye Hoon merasa sedikit pusing, tapi dia sama sekali belum mabuk. Berbeda sekali dengan Victoria yang beberapa kali kehilangan arah dan menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

 

Ugh! Nenek sihir itu…………..

 

Semua lelaki di ruangan itu benar-benar memfokuskan diri menyaksikan kelakuan kedua wanita itu. Apalagi, Minho yang mengabadikan moment itu dengan kamera handphone-nya, tersenyum penuh arti kepada Kyuhyun yang terlihat cemas melihat seorang gadis yang baru dikenal dirinya. Minho sudah sedikit mencurigai tentang hubungan mereka, dan sepertinya dugaannya itu benar.

 

Selama kurang lebih sekitar setengah jam, akhirnya duel itu berakhir ketika keduanya sama-sama menangkupkan kepala mereka di meja. Changmin menepuk bahu Hye Hoon pelan, kemudian mengungkapkan kecemasannya dengan bisikan pelan yang masih tertangkap oleh telinga Kyuhyun. “ Hye Hoon~ssi, Gwenchana?”

 

Kyuhyun hanya mematung, diam-diam menghembuskan nafas beratnya untuk mengutarakan kekesalannya.

 

Gadis itu memutar kepalanya, sama sekali tak memperdulikan apa yang dikatakan Changmin, menegakkan badannya lalu menangkup wajah Kyuhyun dengan keseimbangan tubuhnya yang tak stabil. Dengan mata terpejam, dia mengungkapkan segalanya di depan lelakinya itu.

 

“ Aku…hik..pergi dengannya hanya karena aku sedang kesal sekali padamu. Kau kekasihku, tapi kau benar-benar tak pernah mengerti perasaanku. Kau pikir aku baik-baik saja ketika kau berciuman dengan wanita lain? Aku…hik…menangis setiap malam sampai mataku bengkak. Aku bahkan tak bisa makan dan tidur dengan benar. Apa kau tahu itu, hah?”

 

Tubuh Hye Hoon pun ambruk di pelukan Kyuhyun. Lelaki itu hanya menatap kosong ke depan, terlalu kaget dengan pengakuan yang diungkapkan gadis itu barusan. Benarkah? Hatinya bersorak kegirangan. Bukannya suka melihat Hye Hoon menderita, tapi dia senang karena akhirnya mengetahui apa yang disembunyikan kekasihnya.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar, menatap wajah-wajah terkejut itu dengan poker face-nya.

 

“Kalian…..”, desis Changmin tak percaya.

 

Minho hanya tersenyum lebar dan mengajak Jonghyun ber-high five. “Aku benar, kan?”, seru lelaki itu bersemangat.

 

Setelah mengetahui bagaimana status hubungan mereka, Jonghyun pun memasang wajahnya yang seolah menyesal, merasa bersalah karena berbicara tentang kebenaran yang diketahuinya. “ Maafkan aku, hyung”, ucapnya penuh ketulusan.

 

“ Tidak apa-apa. Aku senang kau menceritakan segalanya. Setidaknya aku bisa mengetahui apa yang dia rasakan selama ini, bukan?”

 

***

 

Hangover sialan!

 

Gadis itu menggerutu kesal karena merasakan kepalanya berputar dengan hebat. Tak pernah dia mengalami pagi seburuk ini. Jika bukan karena nenek sihir itu…..

 

Ah, setidaknya ini lebih baik daripada melihat Victoria bersikap berlebihan di hadapan kekasihnya.

 

“Morning”, sapa suara namja yang melafalkannya dengan aksen Seoul yang kental, yang seolah mengandung magis karena dia merasa sudah lebih baik sekarang. Lelaki itu benar-benar dirindukannya.Hye Hoon menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, kemudian membuka mulutnya ketika Donghae menyuapkan ginseng soup untuk mengembalikan kesegaran tubuhnya.

“Enak?”, tanya Donghae lengkap dengan senyuman menawan yang tersungging di bibirnya. Hye Hoon mengangguk pelan lalu menerima suapan kedua dari Donghae yang diterimanya.

“Tchh, kalian ini benar-benar. Apakah kalian sedang shooting drama romantis pagi-pagi begini?”

Donghae meletakkan mangkok di atas nakas sebelah tempat tidur mungil milik Kyuhyun yang berantakan, lalu menepuk bahu Hye Hoon pelan dan segera keluar ruangan.

” Darimana saja kau?”, ujar Hye Hoon ketus, karena merasa Kyuhyun mengabaikannya dan malah membiarkan dirinya dirawat oleh lelaki lain untuk menggantikannya.

Kyuhyun tak menjawab namun tangannya sibuk membuka bungkusan yang dibawanya lalu mengangsurkan sebuah pil dan segelas air putih yang segera diteguk oleh Hye Hoon.

“Jangan mabuk-mabukan di depan lelaki lain, kau tak pernah tahu betapa mengerikannya dirimu tadi malam”, ucap Kyuhyun memperingatkan, namun wajahnya dibuat se-tidak perduli mungkin menyembunyikan apa yang dirasakannya sebenarnya.

“Memangnya apa yang aku lakukan?”, tanya gadis itu membalas. Hye Hoon menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut kembali, ditambah tubuhnya yang tiba-tiba merasa aneh. Oh, mungkin dia belum sepenuhnya sembuh dari hangover nya, pikirnya masuk akal.

“Aku tak akan menjelaskan padamu, pokoknya kau tak boleh melakukannya di hadapan lelaki lain!”, ancam Kyuhyun untuk kedua kali yang membuat Hye Hoon semakin kesal.

Gadis itu malas meladeni sikap Kyuhyun, lalu meringkuk di kasur dengan kain tebal yang menyelimuti tubuhnya. Sekarang dia merasa kepanasan. Jinja! Apa yang terjadi dengannya, sih?

Suara ketukan pintu terdengar. Hye Hoon masih menyembunyikan wajahnya di balik selimut, sementara Kyuhyun berjalan membukakan pintu.

“Kau sudah membelikan obat yang kupesan?”

Eunhyuk mengatakan pertanyaannya itu dengan senyum yang tanpa henti, yang tak digubris sedikitpun oleh Kyuhyun. Lelaki itu tadi memang menitip sesuatu ketika dirinya tahu jika Kyuhyun akan ke apotek untuk membeli obat hangover. Kyuhyun tak tahu apapun tentang obat itu, dan membelikannya sesuai dengan instruksi Eunhyuk.

Kyuhyun menyerahkan plastik yang dibawanya tadi dengan gerakan lemas dan Eunhyuk mengecek bungkusan itu dengan seksama.

“Kau meminumnya?”

Lelaki bertubuh kekar dengan tinggi pas-pas an itu membuka salah satu bungkus obat yang sudah terbuka. Kyuhyun mengerutkan kening tak mengerti, lalu dengan malas menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.

“Bukan aku, tapi Hye Hoon yang meminumnya”, ucapnya asal, sama sekali tak mengerti kenapa hyung-nya itu menanyakan hal itu.

Eunhyuk tersenyum lebar, menunjukkan gusinya yang merah muda lalu tertawa geli setelahnya. “Oh, baiklah. Kami semua akan segera berangkat. Kau free hari ini, bukan?”

Kyuhyun hanya mengangguk seadanya. Eunhyuk pun menggoda maknae-nya itu dengan membisikkan sesuatu di telinga Kyuhyun “Siapkan tenagamu, Kyuhyun~ah

Lelaki itu menganggap lalu ucapan Eunhyuk. Namun, ketika dia berbalik, dia menemukan kekasihnya yang hanya berbalut tank-top ketat itu menggigit bibir bawahnya, kemudian menatapnya dengan penuh gairah.

Gadis itu seolah lupa dengan rasa pusing yang sejak tadi dirasakannya, merangkak mendekati Kyuhyun yang berdiri kaku di ujung ranjang dan menarik leher lelaki itu seduktif untuk mempertemukan bibir mereka.

Bukan hanya itu, Hye Hoon pun membaringkan tubuhnya sehingga kini Kyuhyun merangkak di atas tubuh gadis itu sambil mengerang merasakan lumatan-lumatan agresif yang diterimanya.

Tangan gadis itu mulai merayap di balik kaos Kyuhyun, mengelus dada bidang itu dengan gerakan lembut, yang membuat Kyuhyun semakin gila dibuatnya.

Setelah dirinya merasa cadangan oksigennya menipis, Hye Hoon melepaskan tautan bibir mereka lalu bergerak turun menghisap jakun Kyuhyun yang bergerak turun naik, lalu mencari titik sensitif di area leher lelaki itu untuk dijamahnya.

Kyuhyun tak tinggal diam. Setelah dapat mencerna situasi yang dialaminya sekarang, tangannya pun dengan nakal mengelus perut datar Hye Hoon kemudian merangsek naik untuk menyentuh kelembutan yang dimiliki oleh gadisnya.

Hye Hoon tak tahu, betapa frustasinya Kyuhyun tadi malam. Dia hampir saja lepas kontrol karena gadis itu yang bersikap begitu menggodanya, yang jarang sekali ditunjukkan Hye Hoon jika dia sedang dalam keadaan sadar.

Terimakasih kepada lelaki cungkring itu, akhirnya Kyuhyun dapat mendapat bayarannya.

Kyuhyun menatap gadis yang wajahnya memerah itu dengan matanya yang sayu, bersorak senang karena kini dia dapat membuat gadis itu merasakan apa yang dirasakannya.

“Sayang, kau tak ada latihan dance besok pagi, bukan?”

Kyuhyun menggeleng pelan, yang dihadiahi gadisnya sebuah kecupan singkat di bibirnya.

“Bagus sekali. Kalau begitu, bisakah kau gunakan tenagamu untuk hari ini saja?”

END

FF special buat kak rizqa yg katanya kangen ff2 ini….
Sorry kalo ke bawahnya gak rapi^^
Aku telat banget kan? Tapi tetep seneng dong baca ini? kkkkkkk

88 thoughts on “Meeting Kyu-Line

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s