Strawberry


 

Part of hye-kyu diary. Please read them before you open this.

Alert : no proper editing, typos everywhere. Do not bash!

PLEASE DO NOT READ AND CLOSE, give your thoughts!

 

 

The rated is..PG 17, maybe?

 

#

 

Myeolchi, aku haus. Ada minuman?”

 

Orang yang dia panggil ikan teri itu menghentikan gerakan-gerakan yang sedang dipraktekannya di depan cermin besar tersebut dan menolehkan wajah kesalnya pada Hye Hoon. Ups. Dia sama sekali lupa kalau seorang Lee Hyukjae tak ingin diganggu jika sedang ber-dancing ria seperti itu. Apalagi gadis itu memanggil Hyukjae dengan nama kesayangannya tanpa embel-embel Oppa, membuat kekesalan lelaki itu pastilah semakin meningkat.

 

Seperti nama judul lagunya saja, hirau Hye Hoon tak peduli.

 

“ Ada, di tasku. Kau cari saja”.

 

Gadis itu segera mencari minuman yang dimaksud di tas paling fashionable dengan harga fantastis milik Hyukjae. Setelah mengecek beberapa kali, dia mengernyit karena tak ada yang lain selain topi dan alat-alat mandi milik lelaki berpenampilan sangat menarik itu. Ah, ada sesuatu yang lain ternyata.

 

Strawberry milk?

 

Hye Hoon mengacung-acungkan benda kotak yang dikeluarkannya dari tas hitam tersebut lalu melihat benda itu dengan jijik. “ Kau yakin akan memberikanku minuman kekanakkan ini?”

 

Hyukjae menyelesaikan kegiatan gladi resik solo-nya setelah mangkir dari meeting terakhirnya sebelum show dimulai. Hye Hoon mendesah kesal. Bisa tidak dia ditinggalkan dengan orang yang lebih normal dari makhluk satu ini?

 

“ Kau tak tahu facts terkenal dariku? Aku itu suka sekali strawberry milk, jadi wajar saja kalau hanya minuman itu di tasku. Kau tak mau? Ya sudah. Lagipula aku juga kehausan karena latihanku yang sangat menguras tenaga tadi”.

 

Dengan tak mempedulikan cebikan kesal di bibir gadis itu, Hyukjae merampas kotak berwarna merah muda itu dari tangan Hye Hoon kemudian meneguknya sekaligus, tanpa menyisakannya sedikitpun.

 

“ Kau sama sekali tak tahu jika Hye Hoon sangat benci sekali dengan strawberry?”, tanya lelaki berambut hitam yang tiba-tiba muncul di balik pintu berwarna putih itu. Laki-laki itu tak datang sendiri, karena ada beberapa orang yang juga mengikutinya masuk ke dalam salah satu ruangan yang berada di backstage Tokyo dome tersebut.

 

“ Itu tak penting untukku. Toh aku bukan pacar Hye Hoon”, ujar Hyukjae polos.

 

Kyuhyun menyenderkan punggungnya di dinding yang dekat dengan pintu, lalu mendelik ke arah Donghae. “ Aku yang berstatus pacarnya saja tidak tahu”, ucapnya penuh makna, menyindir Donghae yang seakan bersikap dia tahu segalanya mengenai seorang gadis bernama Choi Hye Hoon.

 

Lelaki tampan yang sedang menjadi sumber perbincangan itu pun segera menghindar, mengabaikan sorotan mata tajam Kyuhyun yang mengarah tepat padanya, serta pandangan penuh arti yang diberikan satu-satunya pria bermarga Kim yang masuk ke ruangan yang sama dengan mereka. Shindong pura-pura mengecek persediaan makanan dalam tasnya, tak ingin campur dengan perilaku Donghae yang lagi-lagi membangkitkan amarah Kyuhyun.

 

“ Itu karena kau tak pernah peduli padaku. Bagaimana kau melewatkan hal-hal basic tentangku, sedangkan kau sudah menjalin hubungan denganku bertahun-tahun?”, seru Hye Hoon lengkap dengan sindiran sinis yang semakin membuat Kyuhyun geram.

 

Heechul menengahi, mencoba mengganti topik yang membuat ruangan tersebut semakin tegang karena keterlibatan hubungan dan rasa cinta di dalamnya. “ Aku meragukan statusmu sebagai seorang perempuan. Bagaimana bisa kau membenci sesuatu semanis itu?”, sahut Heechul dengan nada bicara sinis yang biasa diucapkannya.

 

Pintu ruang tunggu Super Junior terbuka, menampakkan seorang wanita cantik dengan kostum panggung dan full make up yang semakin mempertontonkan kemolekannya. Tatanan poninya yang ditarik ke belakang oleh pita besar berwarna merah muda memperlihatkan dahinya yang sedikit terlihat lebar. Kedua tangannya terlihat kerepotan, karena membawa sekotak kue yang ditata sedemikian rupa dengan kombinasi warna putih dari cream yang lezat serta beberapa potongan buah strawberry di atasnya.

 

Senyuman manis tak lepas dari bibir wanita itu. Apalagi dengan lelaki berperawakan jangkung yang kini berdiri tepat di sebelahnya yang terlihat senang dengan kehadiran wanita bermuka oriental tersebut. Kyuhyun sepertinya sengaja berpura-pura bersikap seperti itu agar gadis yang tadi sempat melayangkan death-glare padanya itu merasakan akibat lain dari perbuatannya, yakni menghakimi Kyuhyun seenaknya.

 

Kali ini, Kyuhyun tahu betul perasaan gadisnya. Hye Hoon sangat cemburu dengan teman wanita terdekatnya, yang tidak lain adalah Song Qian.

 

Oppadeul, aku membeli ini dalam perjalanan dari hotel tadi. Semoga kalian menikmatinya”, serunya hangat, dengan bibirnya yang tak lelah tertarik ke belakang. Wanita itu mencoba mengabaikan satu-satunya orang yang bukan berstatus sebagai artis di management-nya yang berada di ruang ganti itu, melupakan kejadian yang masih terngiang di otaknya sampai saat ini.

 

Victoria sudah mengetahui, jika hubungan mereka sudah terlampau jauh untuk dia masuk diantaranya. Namun, dia hanya tak bisa berhenti. Dia sudah terlanjur jatuh dalam pesona Cho Kyuhyun, sejak pertama kali mereka bertemu di perusahaannya waktu itu.

 

Kamsahamnida, Victoria~ssi. Kau tahu sekali jika kami membutuhkan asupan makanan sebelum perform nanti”, ujar Shindong antusias. Tentu saja, lelaki bertubuh lumayan gempal sepertinya pastilah sangat memiliki ketertarikan lebih terhadap makanan.

 

“ Sebenarnya ini khusus untukku, kan? Terima kasih, Qian-ie, aku senang akhirnya ada wanita yang sangat-sangat memperhatikanku”. Kyuhyun mendelik ke arah gadis yang duduk di seberang tempatnya, kemudian menerima kotak itu dengan penuh sukacita.

 

Victoria kembali menerbitkan senyuman di bibirnya dengan pipinya yang memerah, merasa malu karena motif-nya terbongkar.  Kupu-kupu terasa beterbangan di sekitar perutnya, sebagai akibat dari perkataan penuh makna yang diungkapkan Kyuhyun padanya.

 

Tiba-tiba Shindong menyahut dengan ocehannya yang tak henti apabila berhubungan dengan makanan, sekaligus menghentikan percakapan tak biasa diantara member termudanya dengan salah satu hoobae-nya yang berasal dari negara berbeda itu.

 

“ Hye Hoon, kau tak suka strawberry, kan? Assa! Kurasa bagianku akan lebih banyak karena hanya ada kita berlima disini”.

 

Gadis yang namanya disebut itu sedang mati-matian menahan amarahnya yang mulai naik, ibarat bom yang siap meledak dalam beberapa detik berikutnya. Melihat interaksi mata diantara kekasihnya dengan rival terberatnya membuat aliran darahnya naik. Oh, rupanya wanita ini belum jera dengan kelakuannya di saat-saat terakhir pertemuannya waktu itu.

 

Sepertinya jika sekali lagi melancarkan leluconnya yang tak lucu seperti waktu itu, akan membuat wanita genit itu menjauh dari lelaki-lelaki idamannya. Ugh, memikirkan hal itu membuatnya teringat dengan interaksi antara wanita itu dan idolanya di bandara tadi.

 

Chullie, aku menarik ucapanku tadi. Sebenarnya, aku tak benar-benar membenci buah satu itu. Aku hanya tak bisa menikmatinya. Tapi, aku mulai memikirkan satu cara agar aku bisa memakannya dengan baik. Jika kau mengoleskan selai strawberry di atas tubuh Cho Kyuhyun, sepertinya aku bisa menikmatinya tanpa merasa mual”.

 

Hyukjae terbatuk-batuk mendengar perkataan frontal yang berasal dari mulut berbisa milik gadis itu. Member lainnya tak kuasa mengatupkan mulutnya yang mengaga, tak percaya dengan kata-kata yang baru mereka dengar tadi. Donghae bereaksi lebih parah. Dia bahkan menjambak sendiri rambutnya yang telah ber-hair spray itu frustasi.

 

Kyuhyun panik. Walaupun hatinya sedikit merasa bahagia karena merasa Hye Hoon masih mempertahankannya, namun ini sudah keterlaluan. Ini bukan dorm ataupun apartemen Hye Hoon yang memiliki privasi yang sangat terjaga untuk hubungan mereka. Apalagi dengan kalimat gadis itu yang sungguh tak bisa dideskripsikannya dengan kata-kata.

 

Sebelum Kyuhyun sempat bersikap, sosok yeoja yang berada di sampingnya itu sudah menjauh dengan matanya yang berair. Masalah baru terjadi. Nanti setelah semuanya selesai, dia harus meluangkan waktunya mengunjungi ruangan tunggu teman wanitanya itu untuk meminta maaf secara resmi kepadanya.

 

Lelaki itu kembali memusatkan pandangannya pada seorang gadis yang membuat kepalanya pusing akhir-akhir ini. Dan gadisnya itu menghindar, memalingkan wajahnya ke arah lain dimana Donghae berada, lalu ber-high five ria dengan lelaki yang diakuinya sangat tampan itu.

 

“ Kau hebat sekali, Choi. Bahkan biting remark-mu lebih baik dariku. Apakah selama aku wamil kau banyak berguru pada Ryeowook?”

 

Kalimat itu dibalas oleh anggukan semua orang, kecuali pasangan aneh yang sedang berpura-pura acuh tak acuh sama lain tersebut.

 

Mereka hanya butuh kamar, gumam lelaki-lelaki tampan itu dalam hati.

 

#

Hye Hoon merasakan telinganya panas, ketika segerombolan wanita-wanita cantik melewati tempat dimana dia berdiri. Mereka sedang menggosipkan tentang apa saja hal menarik yang terjadi dalam konser yang diadakan selama kurang lebih empat jam itu. Tentang bagaimana fans-fans mereka meneriakkan nama-nama mereka dengan volume maksimal agar salah satu dari mereka dapat menoleh ke arahnya, tentang bagaimana penampilannya tadi, tak terkecuali dengan persoalan duet yang memang dipersiapkan mereka untuk menambah acara tersebut semakin meriah.

 

“ Kau sangat beruntung! Kyuhyun Oppa yang terkenal sering menjauh karena tak ingin terlibat skandal dengan siapapun itu dipasangkan denganmu lagi. Tapi kurasa kalian memang memiliki chemistry yang sangat bagus, pantas saja kalian berduet lagi. Omo! Kali ini bukan hanya berpegangan, kalian bahkan sangat romantis dengan posisinya yang seperti sedang melamarmu. Aigoo Seohyun~ah, kau sungguh sangat beruntung mendapatkannya”, ujar seorang yeoja yang badannya memang sengaja diatur agar kekurangan asupan lemak itu penuh tawa.

 

Seohyun, yang merupakan objek perbincangan tadi, hanya menundukkan wajahnya yang merah padam karena gurauan dari eonniedeul-nya tadi. Lalu, matanya yang tertuju pada setangkai bunga mawar merah yang mulai layu itu menyipit ketika bibirnya tertarik sejajar ke belakang, membentuk sebuah senyuman yang sarat akan berbagai makna.

 

Alasannya untuk tak menikah dengan seorang superstar seperti Cho Kyuhyun bertambah satu fakta, jika dia tak pernah akan bisa tahan mendengar orang lain menjodohkan lelakinya dengan wanita lain. Mungkin dia lebih baik menarik Kim Woobin lagi untuk memaksanya menjadi calon suaminya nanti. Salah siapa Mister Bean itu semakin tampan sekarang.

 

Dia melangkahkan kakinya kembali setelah terhenti beberapa saat untuk menguping pembicaraan yang membuat indera pendengarannya sakit tadi. Namun, ada sesuatu yang lain yang membuat niatannya untuk segera kabur ke mansion Appa-nya terhambat. Kali ini halangannya lebih manis. Ya, walaupun ada latar yang tak mengenakkan di belakangnya, tapi setidaknya dia bisa mengabaikan yang satu itu kali ini.

 

Melihat seorang Shim Changmin dari jarak yang sungguh dekat, dengan wajah dan tubuhnya yang berlumur keringat membuat aroma maskulin lelaki itu semakin menguar. T-shirtnya yang basah itu semakin memperjelas lekukan indah yang ada di baliknya. Sungguh, maknae satu ini sangat berbeda dengan maknae lainnya.

 

Cheogiyo, Changmin Oppa, keudachi? Boleh aku meminta waktumu sebentar?”, ucapnya nervous dengan bibirnya yang gemetaran.

 

Astaga, kenapa lelaki ini sangat tampan?

 

Lelaki yang memiliki tinggi di atas rata-rata ini pun membalas senyuman gadis itu dengan ramah. Dahinya tampak berkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu tentang seseorang yang menyapanya itu. Kyuhyun yang berada sejajar dengan Changmin pun berkali-kali memelototi Hye Hoon yang sedang melancarkan aksi pendekatan terhadap sahabat karibnya, yang tak dilirik sedikitpun oleh gadis yang seakan tersihir oleh pesona seorang pria bermarga Shim itu.

 

“ Aku merasa pernah melihatmu. Ah, aku ingat. Kau pernah datang ke meet and greet kami di Seoul beberapa bulan lalu, kan?”. Changmin melirik ID card Hye Hoon sekilas, menemukan nama yang tertera di tanda pengenal itu dan mengucapkannya. “ Kau bekerja disini, Hye Hoon~ssi?”.

 

Kyuhyun hendak menjawab pertanyaan yang diajukan Changmin, tapi Hye Hoon terlebih dahulu memotongnya. “ Ne, Oppa. Aku bekerja sebagai coordie baru Donghae~ssi. Bagaimana kau bisa mengingatku, Oppa? Bukankah fansmu itu sangat banyak?”, balas gadis itu dengan hati berbunga.

 

“ Kau cantik, jadi sangat mudah untuk mengenalimu”.

 

Hye Hoon tersipu mendengar pujian yang diterimanya, sedangkan Kyuhyun memalingkan wajahnya yang berkerut tak suka. Tentu saja, mana ada seorang kekasih yang baik-baik saja ketika wanitanya digoda oleh sahabatnya sendiri, di depannya?

 

Gamsahaeyo, Changmin Oppa. Ngomong-ngomong, bolehkah aku meminta foto berdua denganmu?”

 

Changmin tertawa pelan menanggapinya. “ Tentu. Kyuhyun~ah, tolong ambilkan foto kami sebentar”.

 

Kyuhyun yang bagai robot tak bernyawa menerima dengan ikhlas iPhone 5 yang diserahkan Hye Hoon kepadanya, mengambil posisi berlawanan dengan sepasang wanita dan laki-laki yang sedang mengambil pose untuk diabadikan. Changmin yang tak mengerti muka Kyuhyun yang berubah kusut pun dengan santainya membiarkan tangannya bersarang di pundak salah satu penggemarnya itu. Wajah Hye Hoon yang sumringah membuat Kyuhyun semakin merasa tersiksa. Apalagi, melihat keduanya yang terlihat sangat mesra dalam posisi itu semakin menyebabkan dadanya bergemuruh kencang.

 

Ada sebuah ide yang muncul di otaknya, membuat seringainya muncul begitu rencananya akan segera terlaksana. Dia memberi isyarat dengan tangannya yang dinaikkan satu persatu sampai tiga hitungan, lalu menekan tombol yang berada di tengah handphone berwarna putih itu setelahnya.

 

Click.

 

#

 

YAK! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun? Kau ingin berperang denganku, hah?”

 

Kyuhyun menaikkan salah satu bibir bawahnya diam-diam, sebagai ungkapan perayaannya karena akhirnya apa yang diharapkannya terjadi. Walaupun wajah Hye Hoon yang merah padam menahan amarah, namun tetap saja terlihat cantik di matanya.

 

Dia menggesekkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil di lengannya, sambil memegang tali pakaian mandinya yang berperan sebagai satu-satunya kain yang menutupi tubuh nude-nya.

 

“ Apa maksudmu?”, tanyanya sok polos, ber-acting seakan dia tak mengerti dengan penyebab amarah yang dialamatkan Hye Hoon padanya.

 

Gadis itu meneguk ludahnya yang seakan bereksresi lebih banyak, melihat penampilan Kyuhyun yang teramat sangat menggoda baginya. Lupakan tentang tubuh sixpack lelaki-lelaki di luaran sana, ini benar-benar hal terseksi yang pernah dilihatnya dari seorang pria. Ugh, padahal dia akan membalaskan aksi balas dendamnya karena Kyuhyun yang menghancurkan selca pertamanya dengan Changmin, namun konsentrasinya buyar begitu saja begitu melihat keadaan Kyuhyun yang jauh dari kata normal.

 

Dia malah memikirkan bagaimana cara menyingkirkan egonya dan segera membuka tali pengikat di pinggang lelaki itu sekarang juga.

 

“ Ehm…fotoku dengan Changmin Oppa…eung…kenapa malah ada fotomu disitu? Kau sengaja, hah?”

 

Kyuhyun mendekati tubuh mungil Hye Hoon dengan mata keduanya yang tak memutus kontak. Hye Hoon berjalan mundur, hingga akhirnya tak ada lagi ruang untuknya menghindar, ketika punggungnya menyentuh dinding hotel mewah yang ditempati Kyuhyun yang merupakan salah satu properti milik keluarganya.

 

“ Bukankah seharusnya aku bertanya, kenapa kau bisa flirting seenaknya di hadapan calon suamimu sendiri?”.

 

Nafas Hye Hoon memendek. Lututnya merasa sangat lemas karena posisi mereka yang terlampau dekat sekarang. Dia bahkan kehilangan kata-kata ketika melihat wajah tampan Kyuhyun yang semakin mengikis jarak dengan wajahnya. Tapi dia tak mau kalah. Dia tak mau Kyuhyun merasa menang, padahal dirinya bukanlah pihak yang bersalah dalam persoalan ini.

 

“ Inilah yang tak kusuka darimu, Cho Kyuhyun. Kau mengaku sebagai calon suamiku, sedangkan kau melamar wanita lain? Ah, ada lagi. Kau bahkan tak pernah mengajukan propose selayaknya pasangan normal padaku, dan aku pun tak memiliki sebuah cincin sebagai pengikat hubungan kita. Sampai saat ini, aku masih seorang gadis yang bebas, Tuan Cho Kyuhyun. Jadi, kau tak berhak mengatur apapun yang kulakukan dengan lawan jenisku”.

 

“ Tentang duet tadi? Ayolah, Hye Hoon. Ini bukan pertama kalinya aku melakukan hal ini. Berkali-kali kukatakan padamu, ini adalah hanya salah satu bentuk profesionalisme yang kubangun di atas pekerjaanku. Kau bilang tak ingin seperti anak kecil untuk mempermasalahkan hal kecil seperti ini, tapi mengapa kau mengungkitnya lagi, hmm?

 

Mata bulat hitam Kyuhyun seakan menghipnotis Hye Hoon untuk berada di bawah mantera lelaki itu. Dia melupakan jika pada faktanya berkali-kali dia pernah mengatakan mata sendu Donghae adalah mata ter-favoritnya. Dia salah. Selama ini, dia mengambil kesimpulan yang salah karena ternyata mata kekasihnya lebih indah dari mata teduh yang selama ini dikaguminya.

 

Sudah cukup pertahanan diri yang dibangunnya atas dasar martabatnya sebagai seorang wanita. Dengan gerakan cepat dia menyatukan bibir mereka berdua, memagut bibir penuh milik Kyuhyun dengan lumatan-lumatan liar yang seakan menyampaikan rasa frustasinya. Dia kaget ketika menemukan ada sisa rasa strawberry di mulut Kyuhyun, yang dirasanya sangat berbeda dengan rasa buah mungil tersebut yang pernah dicecapnya.

 

Strawberry di mulut Kyuhyun terasa beribu kali lipat lebih manis daripada biasanya. Dia suka itu.

 

Tubuh Hye Hoon mulai melemas, gerakan mengambil nafasnya pun semakin cepat. Namun, Kyuhyun tak begitu saja melepaskan tautan keduanya. Dia menarik tengkuk Hye Hoon lebih mendekat, mulai memainkan lidahnya di mulut gadis itu.

 

Setelah beberapa menit berselang, Hye Hoon mendorong dada Kyuhyun untuk menjauhkan pagutan bibir mereka. Keduanya melempar senyum dengan nafas terengah, menertawakan diri mereka sendiri yang seringkali bersikap childish hanya karena masalah-masalah kecil yang menimpa mereka.

 

“ Kau memakan kue itu?”, tanya Hye Hoon penuh selidik. Kyuhyun mengecup puncak kepala gadisnya sekilas, mencoba menenangkan hawa panas yang mungkin saja bisa membakar Hye Hoon karena terlalu sering cemburu kepadanya.

 

“ Tidak. Aku memberikan semuanya pada Shindong hyung”, jawabnya singkat.

 

“ Lalu, rasa strawberry di mulutmu?”, cecar gadis itu penasaran. Kyuhyun tertawa geli, mengingat bagaimana Hye Hoon yang memulai hubungan kontak dengannya yang menimbulkan gelenyar hangat di tubuhnya.

 

“ Changmin memberikannya padaku. Dia bilang kita harus memakan strawberry agar kita benar-benar jadi strawberry betulan di stage tadi. See? Dia bahkan lebih bodoh dari Donghae hyung. Bagaimana bisa kau begitu mengidolakannya?”

 

Hye Hoon mendelik tak setuju dengan sebutan Kyuhyun untuk Shim Changmin-nya. Lelaki itu benar-benar pantas menjadi anak kandung dari Kim Gura, seorang presenter yang terkenal dengan komentar-komentar pedasnya itu. Pantas saja mereka sangat dekat.

 

“ Tapi dia terlihat sangat lucu dengan strawberry mask-nya itu. Aku jadi ingin mencubitnya saat melihat bulatan merah yang dibuat di pipinya itu. Choi Kang Oppa benar-benar multitalented”.

 

Kyuhyun kembali memasang wajah yang dilipat seperti yang kebanyakan ditunjukkannya seharian ini.

 

“ Bukankah aku yang lebih lucu? Kau tak lihat pipiku lebih menggemaskan?”, protes Kyuhyun tak terima.

 

“ Kenapa aku harus menyebutmu seperti itu? Suruh saja Seohyun~ssi mengatakannya padamu. Bukankah kau sudah melamarnya tadi?”

 

Hye Hoon mengerucutkan bibirnya, kesal dengan sikap Kyuhyun yang terkesan ingin menang sendiri. Dia tak boleh mendekati lelaki lain, walaupun dia hanya menganggap Changmin sebagai idolanya. Tapi Kyuhyun? Dia bisa melakukan apapun, bahkan memberi bunga untuk seorang gadis yang juga memiliki profesi yang sama dengannya yang parahnya dilakukan bahkan dengan sepengetahuannya.

 

Sudah tiga tahun dia berpacaran dengan Kyuhyun, tak pernah sekalipun dia mendapat bunga.

 

Kyuhyun menggendong tubuh Hye Hoon yang cukup ringan itu ke ranjang luasnya, membaringkan tubuh keduanya dalam sekali gerakan dengan dirinya yang berada di atas tubuh gadis itu. Dia mengelus rambut bagian depan Hye Hoon yang menghalangi wajah cantik gadisnya, lalu mulai mengeluarkan jurus rayuan tersembunyi yang sering dilakukannya.

 

“ Hanya kau satu-satunya gadis yang ingin kulamar, sayang. Jadi bagaimana? Apa yang kau inginkan untuk acara lamaranku nanti?”

 

“ Kau pria yang sangat tidak kreatif. Mana mungkin kau bisa menanyakan apa yang kuinginkan? Seharusnya kau sudah tahu apa yang wanitamu inginkan untuk prosesi pelamaran yang dilakukan pasangannya, kan?”

 

Kyuhyun tersenyum sekilas, lalu mengangguk mengiyakan. Sepertinya dia harus meminta saran dari Donghae yang lebih expert darinya tentang masalah-masalah romantis seperti ini. Dan satu hal lagi yang harus dilakukannya. Dia harus mengenalkan nama Hye Hoon sebagai kekasihnya kepada semua anggota Kyu-line, setelah sekian lama mereka menanyakan tentang identitas orang yang selama tiga tahun dipacarinya itu. Alasan lainnya, dia tak ingin Changmin semakin tertarik pada gadis itu. Tidak, dia tidak mungkin kehilangan Hye Hoon untuk Changmin sebelum dia membawa gadis itu ke pelaminan.

 

Mengingat sesuatu yang selama beberapa jam ini menghantui otak kanannya bekerja, dia pun segera memamerkan wajah mesumnya, yang dibalas Hye Hoon dengan tatapan tanda dia tak mengerti. Kyuhyun melirik nakas di samping tempat tidurnya dengan bangga, menunjukkan kepada Hye Hoon benda yang sempat dimintanya kepada manager hyung sebelum show tadi.

 

Mata Hye Hoon melebar sempurna melihat toples kecil berbentuk bulat yang menjadi topik omongannya di depan leader girlband termuda di SM saat ini tersebut, tadi.

 

Selai strawberry. Mati kau Choi Hye Hoon.

 

#

 

Ini absurd banget yaampun. Maafin aku yang menghabiskan waktunya buat baca ff gak jelas ini hahaha

Gak tau kenapa otak tiba-tiba lancar setelah berkali-kali liat fancam ichigo-nya changkyu, ditambah ngegalauin yang nyanyi beautiful kemaren /nangisdipojokan/

Dibikinnya ngebut sih, tiga jam lebih…lumayan lah…

Jangan komentar tentang ensinya pleaseee jangan bilang kalo harus lanjutin adegannya sampe gimana soalnya untuk hye-kyu diary ini aku emang sengaja bikinnya gini, PG 17 lah…

 untuk nama-nama anggota gb di atas, maaf yaa gak ngemaksud ngebash kok /peace/

 

108 thoughts on “Strawberry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s