Little Surprise


Telapak tangan lelaki itu beberapa kali mendarat di bibirnya yang sejak tadi tak henti terbuka. Dia merasa sangat kelelahan karena harus menyelesaikan jadwalnya  sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi. Walaupun dia hanya duduk di kursi selama belasan jam, memperhatikan percakapan di meja bundar dan sesekali mengajukan pertanyaan dan tanggapan terhadap pembicaraan yang dikemukakan penghuni studio, namun tetap saja dia merasa badannya remuk.

 

Setelah menebar senyum dan bungkukkan sembilan puluh derajatnya kepada para senior-senior dan staff-nya, namja itu segera melangkahkan kakinya yang pegal itu menuju keluar gedung. Sejak tiga puluh menit yang lalu, manajer hyung-nya menghilang kemudian meminta dirinya untuk mengirimkan pesan jika shooting selesai.

 

Dirogohnya Iphone 5 yang berada di saku celananya. Sejak taping ini dimulai, lelaki itu sama sekali tak membuka benda elektronik mungil itu, mengingat pasti banyak sekali message yang diterimanya. Dan ya, ternyata benar. Banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab yang masuk ke ponselnya. Dia menscroll-down semua pemberitahuan itu, mencari sebuah nama yang mungkin terselip diantara puluhan pesannya. Helaan nafas panjang pun terdengar setelahnya.

 

Yeoja itu tak mengucapkan apapun, bahkan di hari penting seperti yang seharusnya dilaluinya hari ini.

 

Tadinya, Kyuhyun sangat mengharapkan sebuah ucapan dari calon istrinya itu untuk sekedar mengobati rasa kecewanya terhadap sesuatu yang sayangnya harus dilupakannya demi sebuah tuntutan profesi. Oh, andai saja kontrak itu tak membelitnya, dia pasti akan bangga dengan menunjukkan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun itu kepada orang tuanya.

 

Sepertinya Kyuhyun terlalu asyik merenung hingga melupakan niat awalnya untuk menghubungi Seunghoon, salah satu manajernya yang digilai banyak fans group-nya itu tertunda. Dengan matanya yang sudah meredup, Kyuhyun mencari kontak milik lelaki itu lalu menekan tombol hijau dengan cepat.

 

Hyung, aku sudah selesai”, ucapnya malas. Seunghoon mengiyakan kemudian memintanya untuk menunggu van yang akan ditumpanginya di pintu masuk saja, tak perlu ke tempat parkir seperti biasanya.

 

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mobil berukuran sedang yang dikenalinya pun berhenti tepat di depannya. Oh ya, karena ini sudah lewat tengah malam, dia bisa berkeliaran di depan gedung MBC itu tanpa rasa khawatir ada fans yang mengerubunginya. Lagipula, dia sudah tak punya tenaga tambahan untuk memberikan fan service di saat kondisi buruknya seperti ini.

 

Wajahnya berubah sedikit cerah ketika membuka pintu mobil tersebut. Namun, perubahan warna wajahnya itu disembunyikannya dengan apik sehingga dia dengan tenang duduk di tempat yang paling dekat yang bisa dicapainya. Bahkan dia memang sudah tidak punya pilihan lain, karena di bangku tengah tersebut telah ada orang lain yang mengambil tempat selain dirinya.

 

Ada perasaan senang yang membuncah melihat seorang yang dirindukannya kini sedang berada di sampingnya. Aroma khas wanita itu menyeruak tepat ke indera penciumannya, membuat Kyuhyun hampir kehilangan kontrol dan menarik kekasihnya itu ke dalam pelukannya.

 

Jika saja tak ada sepasang mata yang menatapnya dengan senyum jenaka dari kaca depan mobil itu, dia pasti akan melakukannya.

 

“ Kenapa kau tidak menyelusup ke ruang tunggu, menyamar sebagai salah satu staff untuk masuk ke dalam? Setidaknya disana kau lebih nyaman daripada menghabiskan waktu di tempat sempit seperti ini, bodoh”, ujarnya dengan nada ketus yang dikenal menjadi salah satu ciri khasnya. Bukan bermaksud memarahi, dia hanya menunjukkan rasa khawatirnya yang berlebihan.

 

“ Aku lebih nyaman disini. Selain itu, aku tidak mau mengganggu proses recordingmu itu. Melihat secara langsung apa yang kau lakukan disana dengan membicarakan beberapa gadis cantik bisa membuat perutku mual. Aku bahkan ingin mengeluarkan isi perutku melihat wajahmu yang malu-malu ketika membicarakan gadis-gadis itu. Oh, yang benar saja. Sejak kapan Cho Kyuhyun yang tak tahu malu berubah menjadi lelaki yang rona pipinya berubah saat berhadapan dengan wanita cantik?”, sungut yeoja itu lengkap dengan cibiran kesal di bibirnya.

 

“ Dan bukan hanya itu. Kau bahkan menciptakan skandal baru dengan trainee yang lucu seperti boneka teddy itu. Apa karena aku berada di Jepang saat itu, kau bisa melakukan apapun yang kau mau, huh?”, tambahnya lagi.

 

Kyuhyun terkekeh mendengarkan ocehan yang disuarakan oleh gadis itu. Dia sangat merindukannya. Setelah mereka berpisah cukup lama kemudian bertemu dengan keadaan yang kurang menyenangkan, tentunya moment ini sangat berharga baginya.

 

“ Aku senang kau cemburu”, ucapnya jahil. Sepersekian detik kemudian Kyuhyun merasakan tangan Hye Hoon mendarat di perutnya, kemudian mencubit bagian yang terisi lemak itu sekuat tenaga. Kyuhyun mengaduh kesakitan disela tawa bahagianya, sebelum matanya melirik sesuatu yang berada di tempat kosong di sebelah kanan gadisnya itu.

 

“ Siapa yang memberimu bunga?”, tanyanya menyelidik. Hye Hoon membalas tatapan mata hitamnya dengan canggung, seolah gadis itu baru saja melakukan suatu kesalahan yang besar.

 

Chukkae. Aku—tak tahu harus memberikan apa jadi hanya itu yang ada dipikiranku. Setahuku mereka selalu memberikan buket bunga disaat orang terdekatnya berada di upacara wisuda. Walaupun kau tak bisa menghadirinya, tapi setidaknya kau bisa menerima apa yang seharusnya kau dapatkan tadi siang, kan?”

 

Dengan cepat Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di lekukan leher wanitanya. Kata-kata yang diucapkan Hye Hoon itu seakan menjadi penyemangat baru untuknya. Dia merasa sangat tertekan karena tak bisa menghadiri hari bahagianya sendiri, membanggakan dirinya di hadapan orang-orang terdekatnya karena sebuah profesionalitas yang harus dijunjungnya. Kyuhyun sempat berburuk sangka jika Hye Hoon melupakan hari kelulusannya, namun kenyataannya gadis itulah yang paling mengerti dirinya.

 

Rela menungguinya beberapa jam di van miliknya hanya untuk memberikan ucapan selamat kepadanya. Dia merasa sangat tersentuh dengan kejutan kecil-kecilan yang diberikan kekasihnya kini. Kyuhyun bahkan dengan mudah dapat melupakan kenangan pahitnya karena dia harus absen dari salah satu hari bersejarah di dalam kehidupannya.

 

“ Tadinya, aku merasa sangat terpukul dengan apa yang terjadi hari ini. Tapi, kurasa hal itu terbayar dengan apa yang kau lakukan demi menghiburku. Gomawo, Hye Hoon~ah”.

 

-kkeut-

 

tadinya ini akan  jadi part 2-nya married???No!!! tapi dipikir lagi gak ada hubungannya juga sama ff itu hahaha 

anggep aja ini hadiah aku buat kyu yang udah lama banget kuliah gak selesai2, sebagai penyemangat juga buat nerusin s2-nya. semoga sukses selalu kkk~

udah sangat sangat basi karena aku emang bikinnya sekitar tiga minggu lalu, mendekem di laptop eh kelupaan hehehe

gatau namanya ini drabble, ficlet, atau apapun karena ini super pendek, cuma empat halaman .__.

kesannya kayak nyampah di blog sendiri, tapi gak apa-apalah yaa ehehehe gak suka tinggal close aja kok hehehe

banyak banget hutang ff, gatau juga kapan akan diterusin. maafin aku yaah huhu :(

 

 

92 thoughts on “Little Surprise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s