Married?????No!!!!! (Part 1)


Married?????No!!!!! (Part 1)

 

Click close if you don’t like it.

Click here  and read the stories before you read this.

 

Hye Hoon kembali larut ke dalam lamunan panjangnya yang tak pernah luput dilakukannya akhir-akhir ini. Bisa saja hal tersebut dikarenakan waktunya yang terlalu senggang dengan liburan panjangnya yang tak kunjung usai, ataukah masalah yang membelitnya terlalu rumit hingga dia tak bisa menyelesaikan benang kusutnya.

Dia mengingat kembali pembicaraan yang terjadi diantara dirinya, Woobin, dan Ayahnya. Malam itu, seperti yang diprediksikannya jauh-jauh hari, Appanya yang bernama lengkap Choi Seungjoo itu meminta Woobin untuk menikahinya.

Ah, bayangkan saja. Dia bahkan masih terlalu muda untuk merencanakan soal pernikahan!

Semua pemikiran tentang pernikahan usia muda yang dirancang oleh Ayahnya itu berdasar dari kisah cinta orang tuanya yang juga mengalami demikian. Choi Seungjoo dan Lee Chaerin menikah tepat saat mereka berusia dua puluh dua tahun, sama seperti usianya sekarang. Tapi itu zaman dulu, mengapa ayahnya yang sedikit keras itu tetap memaksakan kehendaknya ditengah perbedaan generasi yang mencolok itu, sih?.

Niat baik dari lelaki yang mengasuhnya sejak dia berusia balita itu baik, Hye Hoon tahu itu. Seungjoo ingin kehidupan Hye Hoon terjamin, apalagi dengan jarak Seoul-Tokyo yang tidak dekat membuat lelaki itu khawatir dengan keadaan anak tunggalnya. Di samping itu, mengenai keinginan Seungjoo untuk rehat dari dunia bisnis yang berpuluh tahun digelutinya, yang tentu saja membutuhkan penerus yang bersedia menjalankan perusahaan multinasional yang akan diwariskan pada satu-satunya anak yang dimilikinya.

Apakah dia harus mencari calon suami seorang pengusaha? Mungkin saja. Tapi, yang pasti bukan Cho Kyuhyun orang yang tepat untuk menjadi pendampingnya.

Kaki gadis itu menendang ke segala arah, melampiaskan kekesalannya dengan mengganggu air kolam yang tenang menjadi beriak karena perbuatannya. Dia tak pernah membayangkan jika hidupnya diisi oleh lelaki selain Cho Kyuhyun, itulah alasannya mengapa hatinya semakin gusar.

Gerakannya spontan berhenti tatkala salah satu ujung matanya menangkap siluet orang yang menjadi penghancur hubungannya dengan Kyuhyun itu. Sosok itu semakin mendekat, lalu mendudukkan tubuh bagian bawahnya di lantai, sama seperti dirinya.

“ Kenapa sayang? Sepertinya kau sering tak mengacuhkan dunia sekitarmu dan tenggelam dalam dunia khayalanmu sendiri. Merindukan Kim Woobin, hmm?”. Pertanyaan sangat bagus dari Appanya itu kembali membuat bibirnya memberengut kesal.

Kim Woobin, seseorang yang dengan teganya meninggalkan dirinya dalam ketidakpastian. Lelaki bertubuh jangkung itu tak memberikan jawaban atas permintaan Ayahnya yang diajukan pada acara makan malam itu, kemudian melarikan diri ke Seoul pada pagi harinya. Akan tetapi sialnya, Woobin malah memberikan harapan yang besar kepada Appanya bahwa dia akan memikirkan untuk masa depan mereka terlebih dahulu sebelum menerima pinangan itu.

Bahkan sekarang Woobin pun sudah masuk sepenuhnya ke dalam permainan yang diciptakannya.

Anieyo. Siapa yang merindukan Woobin? Mungkin Appa yang sangat merindukannya sehingga pulang di siang hari seperti ini. Bukankah Appa hanya bisa pulang di atas jam sembilan malam?”, tudingnya.

Memang, tak biasanya Ayahnya yang memiliki jadwal yang padat itu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah pada saat jam istirahat seperti sekarang. Apakah ada sesuatu hal yang akan dilakukan pria itu sehingga menunda pekerjaannya yang menumpuk?

Tawa keras dengan tipe suara bass yang terdengar menyenangkan adalah jawaban yang didapatnya. Dia tak merasa sedang melucu saat ini. Oh ya, sepertinya Hye Hoon menyadari suatu hal yang ganjil sekarang. Choi Seungjoo terlihat sangat bahagia dengan ekspresinya yang ringan. Mungkinkah terjadi sesuatu yang baik sehingga membuat Ayahnya yang dingin itu menebarkan gelak tawanya?

“ Aku tahu pasti, sayang. Kau tak akan merindukan seseorang yang merupakan kekasih pura-puramu, kan? Dan satu lagi, Appa pulang cepat karena mengkhawatirkanmu. Kau tahu? Wajah anak kesayangan Appa yang cantik ini tak pantas ditekuk seperti ini. Jangan pikirkan masalah pernikahan jika itu membuatmu tertekan. Appa tak mau melihatmu bersedih ”, ucapnya dengan penuh kelembutan. Seungjoo tersenyum mendapati respon Hye Hoon yang terkejut karena dia berhasil membongkar kebohongan yang dilakukan oleh gadis itu.

Appa, aku…..”

Appa bisa melihatnya dari gelagat kalian berdua”, potong pria itu cepat. “ Walaupun akting kalian bagus, tapi mata kalian yang berbicara banyak. Appa tak akan marah kepadamu, karena sebenarnya, sebelum kau mengenalkanku pada Woobin, Appa sudah ingin mengenalkanmu dengan seorang pria yang akan menjadi suamimu”.

***

Kepala Hye Hoon berputar cepat mengulang kata-kata terakhir yang didengarnya dari mulut Appa yang sangat disayanginya itu. Yang membuatnya semakin frustasi adalah selain Appanya tidak menjelaskan apapun setelah perkataannya tentang menjodohkan Hye Hoon dengan seorang pria yang tak jelaskannya lebih lanjut, ayahnya itu memaksanya untuk segera pulang ke Korea tanpa alasan yang jelas.

Dan disinilah dia, berada di dalam salah satu kamar hotel dengan beberapa pelayan mendandaninya. Semenjak mendarat di Incheon tadi, Ayahnya yang sering sekali berada di samping putrinya, membungkam mulutnya tanpa menghiraukan rasa penasaran yang Hye Hoon rasakan.

Hye Hoon menutup mulutnya dengan kedua tangan saat menyadari apa yang akan dilakukan ayahnya kali ini. Dia menerka sesuatu yang sangat mungkin dilakukan oleh ayahnya yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.

Akankah secepat ini? Appanya masih waras, kan?

Yeoja itu mengecek kembali pantulan wajahnya di cermin. Oh sungguh, dandanannya itu terlalu mewah untuk sebuah makan malam biasa. Rambutnya yang biasa digerai kini diikat ke atas dengan segala pernak-pernik kecil yang menghiasinya. Tak lupa dengan pakaian yang dikenakannya, sebuah gaun malam berwarna hitam selutut yang terkspos di bagian punggungnya, meskipun panjang lengan dari gaun itu sebatas sikunya.

Bagus sekali, darimana ayah kesayangannya itu mendapatkan baju mengerikan seperti itu?

“ Sayang, kau sudah siap?”, panggil seseorang yang entah kapan sudah berada di ruangan presidential suit yang untuk sementara ditempatinya. Hye Hoon mencibir kesal, tak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Appanya.

Setelah meredakan sedikit kekesalannya, akhirnya Hye Hoon memutuskan untuk angkat bicara. Dia meletakkan kedua tangannya di pinggangnya sendiri. “ Apa maksud semua ini, Appa? Oh, aku sudah mengetahui rencanamu, jadi jangan mencoba menyangkal. Sebentar lagi kau akan mengenalkanku kepada seorang pria yang akan dinikahkan denganku itu, kan?”, sungutnya tanpa jeda.

Seungjoo meletakkan tangan besarnya di bahu Hye Hoon, mencoba menekan amarah yang sedang meluap di dalam diri putrinya itu. Biarkanlah gadis itu marah untuk kali ini, namun nanti Hye Hoon pasti akan tersenyum penuh rasa terima kasih padanya. Oh, dia sungguh sangat ingin melihat putri kecilnya itu bahagia.

“ Hmm, uri ttal memang sangat pintar untuk hal seperti ini. Ya, Appa akan mengenalkanmu kepada seorang lelaki yang akan dikenalkan padamu nanti. Bukan hanya namja itu saja sebenarnya, karena Appa sudah mengajak kedua orang tuanya untuk bergabung dengan kita”.

Rahang Hye Hoon perlahan bergerak turun, membuat mulutnya menganga lebar. Bagaimana bisa? Hye Hoon bahkan belum mengenal lelaki itu apalagi berniat untuk menikah dengannya, dan sekarang, bahkan Appanya sudah mempersiapkan sebuah acara temu keluarga yang pastinya akan membicarakan tentang pernikahan.

Mworago? Appa, kau tidak sungguh-sungguh dengan acara perjodohan ini, kan?”

Seungjoo menanggapi protes dari putrinya itu dengan menyunggingkan senyum yang menyebabkan otot-otot pipinya bergerak ke belakang. Lelaki paruh baya itu mengamati pantulan tubuh putrinya dari balik cermin meja rias itu, kemudian menarik sudut bibirnya lebih lebar dari senyumannya tadi.

“ Tentu saja Appa serius. Appa sudah mengenalnya sejak lama. Jadi, Appa mengetahui jika dia adalah kandidat yang paling cocok untuk menjadi suamimu”, ujar Seungjoo dengan raut muka yang terlihat sangat serius.

Oh dear, apakah Appa terlalu terobsesi untuk menikahkannya, sehingga berubah menjadi gila?

***

Hye Hoon menggigiti ujung kuku jarinya yang berlapis kutek berwarna bening dengan wajah cemas. Tadi, dia sengaja mengulur waktu untuk berlama-lama di kamar mandi tanpa melakukan apapun, agar bisa menghindar dari acaranya malam ini. Namun, sepertinya hal itu tak berhasil. Ayahnya bahkan sudah berada di restaurant yang berada di lantai bawah itu sejak beberapa menit yang lalu.

Dan sekarang, dia sudah berdiri di depan pintu ruangan itu. Petugas yang mengiringnya dari kamarnya menuju private room di restaurant bintang lima itu pun memandangi Hye Hoon bingung, karena yeoja itu tak kunjung berniat untuk masuk, dan malah lebih memilih untuk berdiri di lorong dengan high heels tinggi sekitar belasan centimeter itu terpasang indah di kaki jenjangnya.

Agashi, silahkan masuk. Tamu Anda sudah menunggu”, ujar wanita yang mengenakan seragam khas hotel itu dengan nada sopan. Hye Hoon mengangguk ragu, kemudian beberapa detik kemudian benda yang mempunyai dua gagang berwarna emas itu pun terbuka.

Hye Hoon menundukkan wajahnya sepanjang jalannya, matanya tertuju karpet mahal yang mengantarkannya menuju kursi yang telah disiapkan untuknya. Setelah  Hye Hoon berdiri tepat di depan mejanya, dia menetralkan deru nafasnya yang terengah karena gugup. Kemudian setelah meyakinkan dirinya sendiri, dia akhirnya menegakkan wajahnya.

“ Maldo andwae”, gumamnya dengan suara yang sangat pelan, sehingga tak akan bisa didengar oleh siapapun kecuali dirinya. Matanya menyipit untuk menajamkan indera penglihatannya, meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukannya ketika mengenali sosok yang tersaji di depan matanya itu.

Namun, itu semua sia-sia karena sosok itu adalah nyata. Lelaki itu duduk di seberang mejanya, menatap gadis itu dengan raut wajah kebingungan yang juga sama dirasakan olehnya.

Annyeong haseyo, Choi Hye Hoon imnida. Senang bertemu dengan kalian”, ucapnya memperkenalkan diri. Hye Hoon membungkuk setelahnya, dan merasakan pusing tiba-tiba di kepalanya sehingga dia segera menempati kursi yang berada di belakangnya.

Seorang wanita paruh baya dengan rambutnya yang pendek itu memulai pembicaraan yang terhenti semenjak kedatangan Hye Hoon. Wanita itu tersenyum hangat mengarah kepada Hye Hoon yang semakin gugup karena menjadi pusat perhatian dari semua orang di ruangan, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Seungjoo dengan senyum yang belum lepas dari wajah cantik dengan keriputnya.

“ Jadi, ini gadis yang kau ingin nikahkan dengan anakku, Tuan Choi? Aigoo, cantik sekali. Aku pasti akan senang jika dia bersedia menjadi menantu kami. Benar kan, Appa?”, tanyanya meminta persetujuan.

Lelaki lain yang berada di samping wanita yang berbicara tadi itu menganggukkan kepalanya tanda jika dia sepaham dengan pendapat yang dilontarkan istrinya. “ Tentu saja aku akan senang. Tapi walaupun kami setuju, semua keputusan berada di tangan anak-anak kita. Kau sependapat denganku, Seungjoo~ssi?”.

Mata hazel milik Hye Hoon bergerak memandang Ayahnya dengan tatapan horor. Meskipun sebenarnya, tubuhnya berubah menegang serta jantungnya berdegup berkali-kali lebih kencang karena efek dari sepasang mata yang tak pernah mengalihkan pandangan darinya.

Oh dear, ini bahkan jauh lebih buruk dari dijodohkan dengan orang asing seperti yang menjadi prediksinya.

Apakah Ayahnya itu mengetahui tentang hubungannya dengan lelaki ini? Dia mengira jika Seungjoo yang merupakan orang tua tunggalnya itu akan mengenalkan dirinya dengan seorang anak dari pengusaha kaya, ataupun anak laki-laki dari seorang pejabat tinggi di Korea.

Bukan dengan seorang artis bernama Cho Kyuhyun yang beberapa waktu ini dihindarinya.

Sebelum dia bereaksi, Hye Hoon terlebih dahulu mematung mendengar jawaban tegas yang diucapkan Ayahnya. “ Emm sebenarnya begini Tuan dan Nyonya Cho. Kyuhyun dan putriku sudah menjalin hubungan cukup lama, sehingga kupikir ada baiknya jika kita membantu mereka melanjutkan hubungan mereka ini berlanjut ke dalam jenjang yang lebih serius seperti pernikahan. Aku senang jika kalian sebagai orang tua Kyuhyun sependapat denganku untuk menyetujui pernikahan mereka. Jadi, kapan kita akan melangsungkan pernikahan mereka berdua?”

“ Aku menentang pernikahan ini, Appa”, ucap gadis itu lantang. Semua orang yang berada di ruangan menatapnya dengan raut wajah kebingungan. Tak terkecuali dengan Kyuhyun, yang sedari tadi tak berbicara apapun, merasakan darahnya berdesir lebih cepat mendengar penolakan yang diajukan oleh kekasihnya itu.

Dengan langkah tergesa, Hye Hoon segera meninggalkan ruang makan tersebut dengan berbagai pasang mata yang belum lepas dari keterkejutan atas sikap frontal gadis itu tadi mengiringi langkahnya.

Sepatu berhak tinggi yang dikenakan Hye Hoon membuat gadis itu tak bisa melangkah dengan leluasa. Itu sebabnya, Kyuhyun yang menyusul Hye Hoon keluar ruangan menemukan jejak yeoja itu dengan mudahnya, lalu dengan paksa menarik Hye Hoon ke tempat yang sepi untuk meminimalisir terjadinya rumor yang akan melibatkan mereka.

“ Apa yang kau lakukan? ”, sentak lelaki itu tak terima. Bahu Hye Hoon bergetar karena mata hitam gelap milik Kyuhyun yang bertemu dengan matanya sarat akan rasa intimidasi di dalamnya. Baru pertama kali Kyuhyun semarah itu terhadap dirinya, dan itu membuat Hye Hoon semakin merasa takut karenanya.

“ Kau menolak untuk menikah denganku yang masih berstatus sebagai kekasihmu, sedangkan beberapa hari yang lalu kau membawa orang lain untuk mengaku sebagai kekasih pura-puramu?”, sambungnya lagi.

Skak mat.

Hye Hoon sungguh tak tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskannya. Ah, bahkan dari awal dia tak ingin jika Kyuhyun mengetahui tentang hal yang selama ini dirahasiakannya. Namun, takdir berkata lain. Bagaimana bisa seorang lelaki yang akan dikenalkan Ayahnya padanya itu adalah seorang Cho Kyuhyun yang sejak tiga tahun lalu mengisi hidupnya?

“ Itu…aku….”

Sebelum Hye Hoon dapat menyelesaikan jawaban yang tak bisa dimulainya, Kyuhyun lebih dulu menarik tengkuk gadis itu kemudian menautkan bibir mereka berdua. Sedetik kemudian, keduanya tenggelam di dalam dunianya sendiri, melampiaskan kerinduan serta rasa putus asa yang mereka rasakan melalui kecupan-kecupan dengan tempo seirama yang dilakoni keduanya.

Mereka saling melepaskan diri ketika merasakan pasokan udara bersih di saluran pernafasan mereka sudah menipis. Kyuhyun menjaga jarak mereka sedekat mungkin, hingga kening mereka bersentuhan.

“ Kau sudah terikat denganku, sayang. Jadi, apa salahnya jika kita menikah secepatnya?”

***

Mereka belum menikmati makan malam yang seharusnya dilewatkan bersama orang tua keduanya karena insiden penolakan yang dilakukan Hye Hoon tadi. Kyuhyun yang merasa kelaparan pun telah berhasil memaksa gadisnya yang tengah marah itu untuk memasakkan ramyeon untuknya. Sedangkan Hye Hoon, menolak untuk ikut makan bersama Kyuhyun dengan alasan dia sedang dalam program diet untuk menurunkan bobot tubuhnya.

Kyuhyun hanya menaikkan bahu mendengar alasan yang dikeluarkan gadis itu. Sejak kapan Choi Hye Hoon mau menjalani hal-hal mengenaskan seperti itu?

Tak tahan dengan sikap diam yang ditunjukkan Hye Hoon, lelaki itu pun segera melaksanakan rencana yang telah disusunnya. Dia memeluk perut yeoja itu dari samping, dengan ikut duduk di sofa yang sejak tadi ditempati Hye Hoon yang sedang memainkan handphonenya. Hye Hoon yang kesal hendak memberikan protes, namun sesuatu yang berada di tangan Kyuhyun membuat mata Hye Hoon berbinar. Kemudian tanpa pikir panjang yeoja itu mencoba untuk merebut sesuatu yang merupakan makanan kesukaannya.

Namun, Kyuhyun tak begitu saja memberikannya. Lelaki itu memunculkan seringai tanda kemenangannya, karena caranya yang biasa tapi ampuh itu bisa merubah Hye Hoon yang beringas menjadi bersikap lucu layaknya seekor puppy yang patuh akan perintah majikannya.

“ Kyu….”, rengek gadis itu putus asa. Beberapa kali Hye Hoon mencoba merampas sebatang cokelat itu dari tangan besar Kyuhyun, tetapi usahanya sia-sia. Tentu saja, karena tenaga Kyuhyun jauh lebih besar dari tenaga yang dimiliki wanita seperti dirinya.

“ Aku akan memberikanmu ini asalkan kau berjanji untuk tidak marah-marah lagi dan menjelaskan kepadaku apa yang terjadi. Bagaimana?”.

Hye Hoon memutar otaknya, menatap bergantian ke arah wajah Kyuhyun lalu coklat yang berada di tangan lelaki itu. Dia memutar matanya kesal, karena makanan manis itu terlalu menggiurkan untuk diabaikan. Kyuhyun sangat tahu kelemahannya. Selain kegiatan ranjang yang sering mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah mereka, coklat juga bisa menjadi alternatif lain untuk membuat Hye Hoon tunduk jika Kyuhyun melakukan sesuatu yang membuat gadis itu marah.

Pada dasarnya, mereka memang tak bisa terlalu lama berjauhan karena bertengkar. Jadilah susah sekali untuk mengabaikan satu sama lain.

“ Baiklah”, sahutnya tak sabar.

Hye Hoon menyambar cokelat yang kali ini sudah menjadi miliknya itu dengan antusias, membuka bungkusnya dengan terburu-buru. Kyuhyun yang berniat menggoda gadis itu pun mencoba merebut kembali barang yang tadi dibelinya di minimarket itu, tapi tangan Hye Hoon lebih dulu menepisnya dengan cepat.

“ Kau sudah mendapatkan yang kau inginkan. Jadi, mana imbalanku?”, tembaknya langsung. Hye Hoon yang ternyata lupa dengan janjinya itu menyunggingkan senyum tiga jari dengan muka polosnya lalu segera menghabiskan sisa cokelat yang masih tersisa di mulutnya.

Arasseo. Sepertinya aku harus menceritakan semuanya padamu. Kyuhyun~ah, tentang kejadian itu, aku sungguh minta maaf. Aku benar-benar tak tahu lagi harus berbuat apa. Appa-ku terus saja menyuruhku untuk membawa kekasihku untuk dikenalkan padanya di Jepang. Dan aku…saat itu aku berfikir bahwa aku tak mungkin membawamu karena aku tahu Appa berencana untuk menikahkanku secepatnya. Dengan statusmu sebagai seorang selebritis, kau tak mungkin menikah denganku di saat kau berada di puncak karirmu. Aku tak mau menghancurkan masa depanmu, aku—”

Di kalimat-kalimat terakhirnya, Hye Hoon tak kuasa menahan cairan yang mendesak di sudut matanya. Dia sudah tak punya tenaga lagi untuk melanjutkan cerita yang selama ini dirahasiakannya dari Kyuhyun. Kedua ibu jari namja itu pun dengan sigap menghapus air mata yang membasahi pipi gadisnya, tak suka dengan pemandangan gadis yang sangat dicintainya itu menangis di hadapannya.

“ Sssst…Uljima. Aku mengerti, kenapa kau tak mau membeberkan ini semua padaku. Tolong simpan rasa ketakutanmu itu, sayang. Aku tak peduli, jika aku kehilangan pekerjaanku karena menikah denganmu. Karena untukku, kau yang lebih penting dari segalanya. Jadi, jangan memikirkan alasan untuk meninggalkanku lagi karena hal-hal seperti itu, hmm?”

Mianhae. Tak seharusnya aku berbuat seperti itu padamu. Aku mungkin akan kehilanganmu jika Appa tak menyadarkanku. Tapi, aku penasaran. Sejak kapan kau mengenal Ayahku?”, tanyanya penuh rasa ingin tahu.

Kyuhyun tertawa ringan menanggapi pertanyaan simple yang diajukan gadisnya. Dia juga tak tahu tentang Tuan Choi Seungjoo yang setahun lalu dikenalnya dengan tak sengaja itu adalah Ayah dari kekasihnya. Dia bahkan mengetahui fakta penting itu beberapa jam lalu. Sungguh bodoh sekali. Tapi, Kyuhyun menyunggingkan senyumannya ketika menyadari bahwa Tuan Choi ingin mengenalnya untuk menjaga putri tunggalnya sebagai tanda jika Seungjoo sangat mencintai anak perempuannya itu.

“ Aku tak sengaja menolongnya saat Tuan Choi hampir tertimpa sebuah reruntuhan bangunan. Saat itu aku sedang di Jepang. Karena merasa bosan, aku pun menyusuri jalanan di Jepang sendirian lalu bertemu dengan Ayahmu di sebuah proyek bangunan gedung sangat tinggi. Dan terjadilah peristiwa itu. Dia sangat baik padaku, kami bahkan sering melewati makan malam bersama jika aku sedang berada di Jepang”.

Hye Hoon tak mengedipkan matanya ketika Kyuhyun bercerita. Dia menatap Kyuhyun dengan tatapannya yang penuh dengan rasa tak percaya. “ Jinja? Selama itu? Hah, Appa pasti sengaja menyelidiki tentang hubungan kita, dan dengan tanpa sepengetahuanku dia ingin mengenal tentangmu. Aku tak menyangka Appa adalah orang selicik itu. Sepertinya aku harus memberi pelajaran kepada Appaku yang culas itu sekarang”

Hye Hoon hendak mengambil handphone yang tergeletak di sampingnya. Tapi, gerakan Kyuhyun yang lebih cepat menghentikan gerakannya. “ Kau lupa dengan apa yang kau lakukan tadi? Jangan menghubunginya sebelum kau bersedia menikah denganku”.

Bibir Hye Hoon mengerucut kesal. Pernyataan Kyuhyun itu ada benarnya juga. Appanya itu pasti akan menasehatinya tanpa henti jika dia menghubungi pria itu malam ini.

“ Sayang sekali, aku belum mau menikah denganmu”, gerutunya dengan suara keras.

Kyuhyun yang menangkap maksud dari perkataan yeoja itu pun merasakan wajahnya memanas karena amarah. Dia mencengkeram erat lengan Hye Hoon yang bisa digapainya, kemudian mendorong tubuh Hye Hoon agar terbaring di sofa empuk di kamar yeoja itu.

“ Apa kau bilang? Apa kau menunggu sampai aku menghamilimu dulu agar kau mau menikah denganku, hah?”

-TBC-

Jangan ngarepin adegan yang iya-iya karena gak akan terjadi di part-part selanjutnya.

Pendek? Yah lumayan lah. Ini fanfic yang terbilang cepet karena cuma dibikin sekitar lima jam. Aku terlalu kangen sama ff ini kali, jadi nulisnya cepet.__.

Thank you for reading.

Comments and Likes are appreciated^^

 

158 thoughts on “Married?????No!!!!! (Part 1)

  1. Aigoo Hyehoon nikah aja gih sama Kyuhyun.. toh mereka sudah sangat sering melakukan adegan iya iya di ranjang.. ckck buruan deh sebelum Hyehoon hamil hihihi krna effek kemesuman mereka sendiri. 😂😂😂 btw aku suka banget Kim Woobin jadi cameo disini meskipun gak muncul.. 😍

  2. Kenapa si Hye Hoon belum mau nikah sama Kyuhyun sih?
    Dia tunggu apa coba??
    Kan mereka sama-sama cinta juga!!
    Peace…

  3. ohhh ayah yg baik,ayah yg keren bgt sumpah…woow

    dari judulnya q kira di tunjukin dari kyuhyun yg merasa haehoon bakal nikah ma orang lain ehh ternyata haehoon yg nolak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s