Jelly Fish


DO NOT READ IF YOU DON’T LIKE MY FANFICTION

Ini lanjutannya That Girl Is Not Another Girl yang ngegantung. Feel free to close if you don’t like it. Anyway, tell me what you think about this ^^

 

Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali, mencerna ucapan frontal yang dilontarkan Hye Hoon padanya. What? Menjadi kekasihnya? Apakah gadis itu benar-benar serius dengan ucapannya? Ataukah hanya menggodanya, sama seperti yang dilakukan Hye Hoon biasanya?

 

Raut wajah Hye Hoon yang tak berubah membuat Donghae melemas. Sepertinya gadis itu tak main-main dengan ucapannya. Genggaman tangan kecil gadis itu meremas tangan kekarnya, membuat Donghae menatap gadis itu tepat di manik matanya.

 

Dadanya bergetar, ketika merasakan perasaan itu muncul kembali. Dia merasa lelah karena jantungnya memompa darah beribu kali lebih cepat dari biasanya ketika tatapan mereka bertemu. Anggota geraknya mengalami kelumpuhan total karena tatapan mata gadis itu yang terlihat menuntut. Dia yakin jika saat ini posisi mereka sedang berdiri, kakinya mungkin akan berubah menjadi jelly.

 

“ A..apa maksudmu?”

 

Sialnya suaranya pun mengenai serangan yang sama. Kerongkongannya tersendat ketika kalimat penuh tanya itu muncul. Selama dua tahun terakhir, dia bisa mengendalikan sikapnya di hadapan gadis itu. Dia tak berteriak kegirangan ketika Hye Hoon memujinya dan mengutarakan jika member favoritnya adalah dirinya sendiri.

 

Sekarang keadaannya berbeda. Gadis yang diinginkannya selama ini menawarkan dirinya untuk menjadi miliknya. Tentu saja tawaran yang diberikan Hye Hoon itu sangat menggiurkan baginya. Haruskah dia menerimanya? Haruskah dia menangkap pancingan itu dan melahapnya?

 

Rona merah yang muncul dari kedua belah pipi putih gadis itu terlihat nyata.  Setelah itu, tangannya merasa kedinginan ketika Hye Hoon menarik tangannya sendiri dan meletakkannya di atas kedua lututnya. Gadis itu menundukkan wajahnya, seakan menyembunyikan rona wajahnya yang berubah.

 

“ Maksudku…aku….hahahaha”

 

Matanya melebar ketika tawa itu semakin meledak seakan itu adalah hal yang sangat menyenangkan bagi Hye Hoon. Sungguh tak terduga. Gadis itu sepertinya bahagia sekali karena sudah mempermainkan perasaannya. Atau mungkin dirinya saja yang terlalu percaya diri jika gadis itu benar membalas perasaannya.

 

Donghae tersenyum lebar. Sepertinya semua mimpinya tak akan menjadi kenyataan. Dia terlalu mengenal pasangan aneh itu. Meskipun hubungan mereka terlihat tak sehat, namun mereka tak terpisahkan. Baiklah, sepertinya perannya masih berlaku sampai sekarang, dan mungkin sampai beberapa waktu lamanya. Sepertinya mengesampingkan cinta satu pihak yang disimpannya itu lebih baik.

 

“ Ahh, kau ini. Padahal aku sedang menyiapkan jawaban yang tepat untuk menolakmu..”

 

Sebuah cubitan keras mendarat di perutnya, membuatnya mengaduh kesakitan dan menghentikan gerakan bertubi-tubi yang diciptakan gadis itu. Dan sayangnya, di saat genting seperti itu ada seseorang yang memasuki ruangan, yang terlihat sangat marah melihat apa yang dilakukan keduanya.

 

Sepertinya dia harus berjalan-jalan keluar dorm sebelum perang dunia ketiga terjadi.

 

***

 

“ Yak! Donghae~ya, kau mau menghabiskan makanan ini semuanya sendiri? Kau lupa dengan program diet yang sedang kau jalani agar otot perutmu terbentuk? Aigoo~ya, kau terlihat seperti orang yang sedang patah hati karena cintanya ditolak, Fishy~ya”.

 

Perkataan Eunhyuk itu seakan menusuk langsung ke hatinya. Dia ingin membalas cerocosan Eunhyuk itu dengan mengatakan “ Aku sedang patah hati, apa urusanmu?” namun diurungkannya niatnya itu dan melampiaskan kekesalannya dengan melahap satu sendok penuh ice cream yang sedang digenggamnya itu ke dalam mulutnya. Dia tak mau sahabat terdekatnya itu curiga dengan apa yang terjadi dengannya.

 

Eunhyuk tak menghiraukan ekspresinya yang berubah karena sepertinya main dance dari group tempat mereka bernaung itu justru lebih memfokuskan diri kepada televisi yang sedang menyala. Suara-suara aneh yang menjijikan yang terdengar dari speakernya, membuat Donghae bergidik tanpa melihat ke arah layar. Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya berulang kali melihat kelakuan sahabatnya itu.

 

Sepertinya otak Eunhyuk memang harus diinstal ulang sehingga di pikirannya bukan melulu adegan ranjang seperti itu.

 

Donghae kembali memasukkan sendok berisi es krim dengan rasa vanila itu ke dalam mulutnya beberapa kali, dan pikirannya tentang kejadian tadi menggerayangi benaknya lagi. Bukan, bukan tentang pertanyaan Hye Hoon yang membuatnya ketar-ketir itu, tapi tentang kejadian terakhir saat Kyuhyun memergoki mereka berdua yang membuatnya menebak apa yang terjadi di dorm lantai bawah saat ini.

 

“ Di bawah tak terjadi apa-apa, kan?”, tanyanya serius. Eunhyuk meraih sendok yang berada di tangannya dan menyuapkan sesendok es krim miliknya itu ke mulutnya sendiri. Setelah acara makannya itu selesai, dia menatap Donghae dengan ekspresi geli.

 

“ Kyuhyun mengusirku dan menyuruhku agar tak kembali ke dorm sebelum tengah malam. Dan ini semua gara-gara kau, ikan! Kyuhyun benar-benar marah kepada Hye Hoon karena kejadian antara kau dan gadis itu tadi. Seperti biasanya, mereka bertengkar, saling berteriak dan saling menjambak mungkin. Entahlah. Yang jelas, setelah satu jam berlalu, semuanya berubah”.

 

Donghae mengerutkan keningnya, menunggu Eunhyuk untuk melanjutkan ceritanya. Namun, lelaki itu malah tersenyum nyinyir ke arahnya, sambil menunjukkan ekspresinya yang sering ditunjukkannya ketika melihat wanita seksi. Lalu Eunhyuk pun menyelesaikan apa yang menjadi ending dari kisah magnae mereka itu.

 

“ Cih, maknae kurang ajar itu mengusirku karena dia tak mau making up session-nya terganggu. Ah, andai disini ada Leeteuk hyung atau manager hyung, aku pasti akan mengadukannya kepada mereka. Cho Kyuhyun itu sudah keterlaluan. Aku ini hyung-nya! Dia tak pantas melakukan ini padaku. Iya kan, Donghae~ya?”

 

Donghae hanya menggangguk pelan mendengar pengaduan dengan nada menggebu dari pria yang memiliki ciri khas gummy smile itu. Setelahnya, dia mencoba mencerna bahasa asing yang dikatakan Eunhyuk tadi, yang sama sekali tak dimengertinya. Tapi nihil, tetap saja dia tak bisa mengetahui apa maksud yang dilontarkan ikan teri satu itu.

 

“ Oh, jadi kau diusir karena Hye Hoon sedang mengajarkan bagaimana cara berdandan kepada Kyuhyun? Mereka bisa melakukannya di ruang tamu dan membiarkan kau berada di kamarmu, kan? Jadi, Kyuhyun tak perlu mengusirmu kalau begitu. Kau juga tak akan berani mengganggu acara mereka”.

 

Eunhyuk melongo dibuatnya. Bagaimana tidak? Lelaki tampan di hadapannya itu benar-benar membuatnya frustasi. Dia pikir lelaki itu sudah mahir berbahasa inggris karena di jejaring sosialnya dia seringkali menggunakan bahasa itu. Tapi sepertinya hal itu tak membuat kemampuan lelaki itu berkembang pesat. Eunhyuk menggeram, menyiapkan suaranya untuk membentak sahabat yang dikenalnya selama bertahun-tahun itu.

 

Yak! Kau ini polos atau terlalu bodoh, Lee Donghae?”

 

***

 

Setelah photoshoot yang mereka jalani berakhir, mereka memutuskan untuk mencari rumah makan terdekat karena cuaca yang hujan. Lagipula, mereka merasa kelelahan dan juga lemas karena pekerjaan mereka dilakukan sejak pagi hingga sore ini.

 

Dia mencuri pandang ke arah gadis yang terlihat santai dengan balutan dress berwarna baby pink itu. Semenjak gadis itu menemani kekasihnya dari siang tadi, Hye Hoon sudah menyapa semua orang, termasuk crew yang bekerja untuk pengambilan gambar yang mereka jalani, kecuali dirinya.

 

Sampai pada saat mereka menikmati makan siang yang terlambat itu pun keduanya tak bertegur sapa. Kyuhyun mengambil tempat yang cukup jauh dengan tempatnya duduk, sehingga dia tak bisa memulai percakapan dengan gadis itu. Apalagi, ditambah dengan tatapan Kyuhyun yang seakan siap membunuhnya membuatnya ngeri.

 

Sebuah sikutan pelan membuatnya kembali menghentikan lamunannya. Diedarkannya pandangannya ke segala arah, dan menemukan mata semua orang yang berada di ruangan privat itu tertuju padanya.

 

“ Ada apa? Mianhae, mungkin aku kelelahan sehingga tak fokus mendengarkan percakapan kalian tadi”.

 

Hyuk Jae, yang seakan menjadi penyelamatnya itu mengulang pertanyaan yang diajukan semua orang padanya. Ah, ternyata hanya soal itu. Dia mengira jika yang akan mereka tanyakan adalah mungkinkah dia yang menyebabkan retaknya hubungan Kyuhyun dengan kekasihnya? Atau sejenis dengan hal itu. Dia menghembuskan nafas lega, ketika bukan hal tersebut yang menjadi perbincangan semua orang tadi.

 

“ Aku bisa berangkat ke hawaii lebih awal. Sepertinya aku tak memiliki jadwal apapun untuk minggu depan”, paparnya. Manager yang juga berada di ruangan itu pun segera mengambil buku agenda yang dibawanya, mengatur jadwal keberangkatan bagi artisnya itu.

 

“ Kalau begitu, aku akan berangkat paling akhir. Kita akan pulang bersama, kan? Tadinya jika kita tak akan pulang bersama aku akan mengambil jadwal yang sama dengan Donghae hyung, agar mereka tak bisa kencan sembunyi-sembunyi di belakangku”.

 

Donghae menghindari tatapan sinis yang ditujukan Kyuhyun untuknya yang beralih ke gadis di samping lelaki itu juga. Hye Hoon menunjukkan death glare kepada kekasihnya itu, lalu mengalihkan pandangan ke arahnya dengan puppy eyes andalannya.

 

Hye Hoon sangat tahu apa yang menjadi kelemahannya.

 

“ Eunhyuk Oppa, tolong katakan kepada Donghae Oppa maafkan kelakuan lelaki pencemburu ini. Rasa cemburunya itu terlalu mengenaskan sepertinya. Aku bahkan tak boleh berbicara dengan Donghae Oppa sampai batas waktu yang belum ditentukan..Yak! Cho Kyuhyun….hmpppppp”.

 

“ Kau dengar sendiri, Donghae? Itu yang dikatakan Hye Hoon padamu”, ujar Eunhyuk menengahi.

 

Donghae hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah pasangan itu. Hye Hoon yang dilarang berbicara dengannya menggunakan Eunhyuk sebagai perantara mereka. Namun, Kyuhyun malah membekap mulut gadis itu sehingga ucapannya terhenti. Mereka sangat lucu, cara berpacaran mereka yang berbeda membuat mereka lebih nyaman sepertinya.

 

“ Aku tahu, Hye Hoon~ah. Kau tak perlu cemas, aku sudah mengenal Kyuhyun lebih dulu daripada kau”.

 

***

 

“ Cho Kyuhyun kau benar-benar…..Aku tak habis pikir kenapa aku bisa berhubungan dengan orang sepertimu. Aku sangat malu dengan kejadian tadi, tapi kau bahkan dengan santainya menghabiskan makananmu tanpa rasa bersalah”.

 

Kyuhyun tertawa keras mendengar omelan gadisnya. Ya, kelakuannya tadi bisa dianggap sangat kekanakkan untuk orang seusianya. Akan tetapi, jangan salahkan dirinya jika dia bersikap childish seperti itu. Salahkan kedua orang yang sering bermesraan tanpa memikirkan perasaannya.

 

Memikirkan tentang hal itu membuat dadanya kembali terbakar.

 

Kyuhyun meraih tubuh Hye Hoon ke dalam dekapannya. Dia merasa lelah karena jadwalnya yang seakan memeras tubuhnya serta memikirkan hubungan gadisnya dan hyungnya yang jauh dari kata normal itu. Dia ingin melepas penatnya lewat pelukan mereka, yang selalu membuatnya jauh lebih baik lalu segera melupakan hal yang mengganjal hatinya.

 

“ Harus berapa kali aku katakan padamu jika aku menyayangi Donghae Oppa seperti kakakku sendiri, hmm? Aku memang pernah menyukainya, ani, mengaguminya. Tapi itu dulu, jauh sebelum aku bertemu denganmu, bertemu dengan kalian. Kau harus percaya padaku, Kyuhyun~ah”.

 

Kyuhyun menjawabnya dengan anggukan lemah yang membuat Hye Hoon tersenyum datar. Mungkin lelaki itu butuh waktu untuk bersikap biasa menanggapi kedekatan Donghae dan dirinya yang seakan terlalu dekat untuk ukuran sahabat menurut lelaki itu. Kyuhyun melepaskan tangan besarnya yang melingkar di pinggang gadis itu, membuat Hye Hoon mendongakkan kepalanya sehingga mereka melakukan kontak mata.

 

“ Hmm. Tinggalkan masalah itu. Aku hanya ingin tidur di kamarmu sekarang”.

 

Hye Hoon tersenyum menggoda menanggapi permintaan lelaki itu. Mata Kyuhyun memang terlihat lelah dengan kantung mata yang semakin menghitam. Schedule yang diterima Kyuhyun tahun ini memang sangat banyak. Apalagi ketika dia memutuskan untuk merambah dunia reality show beberapa tahun lalu. Banyak sekali yang tertarik untuk menarik Kyuhyun dalam acara mereka. Namun, Kyuhyun membatasinya karena takut jadwalnya dengan groupnya terganggu.

 

“ Hanya tidur? Kau yakin?”

 

“ Hmm. Untuk malam ini sepertinya begitu. Aku sangat lelah, sayang. Tubuhku serasa remuk karena diporsir habis-habisan. Tapi jika besok pagi tenagaku sudah kembali, aku bisa membantumu untuk merobohkan ranjangmu, bagaimana?”

 

Hye Hoon tertawa lega ketika mendengar candaan konyol lelaki itu. Dia mulai melupakan kekesalannya tadi hanya karena Kyuhyun bersikap seperti biasa padanya. Ah, sepertinya dia terlalu gampang memaafkan sehingga Kyuhyun sering berbuat semena-mena terhadapnya.

 

“ Akan kupikirkan. Tapi, kau harus memenuhi syaratku agar kau bisa tidur di tempatku malam ini. Kau harus menyanyikan lagu pengantar tidur untukku. Aku yang memilih lagunya, dan kau tak bisa membantahnya”.

 

***

 

Apeujinanni mani geokjeongdwae

Haengbokha getjiman neoreul wihae gidohalge

Gieokhae dareun sarammannado

Naega neoye gyeote jamshi saratda neungeol

jamshi saratda neungeol

 

Kyuhyun melirik wajah Hye Hoon yang terbenam di dada bidangnya. Sepertinya gadis itu belum tidur, bahkan setelah lagu yang dinyanyikannya berakhir. Dia melihat pandangan lurus gadis itu pada kaos yang dipakainya, seakan mengatakannya bahwa gadis itu sedang dalam lamunannya sekarang.

 

“ Apa yang sedang kau pikirkan sehingga wajahmu menjadi jelek seperti itu? Tidurlah, sayang. Bukankah aku sudah menyanyikan lullaby yang indah untukmu?”

 

Namun, reaksi Hye Hoon terlihat berbeda. Bahasa tubuhnya menandakan jika dia tak baik-baik saja. Gadis itu terlihat…gelisah? Dia sangat berharap, semoga tebakannya salah.

 

“ Kyuhyun~ah, apakah kau akan melupakanku jika hubungan kita berakhir? Atau….kau akan menangisiku setiap hari karena kau tak bisa melupakanku?”

 

Mata Hye Hoon yang tak mengerjap, menyadarkannya jika gadis itu sedang tak ingin diajak bercanda sekarang. Dia sendiri tak tahu, mengapa gadis itu dengan tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sama sekali tak ada di pikirannya. Bagaimana mungkin dia memikirkan untuk kehilangan gadis itu? Itulah hal terakhir yang ingin dilakukannya di kehidupannya.

 

Dia mencintai gadis itu, sangat mencintainya. Dia tak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya hidup tanpa gadis itu disisinya.

 

“ Apakah aku boleh tak menjawabnya? Aku tak ingin memikirkan hal itu, Hye Hoon~ah. Aku tak mau itu terjadi pada hubungan kita. Aku tak mau meninggalkanmu ataupun ditinggalkan olehmu”.

 

Namun, Hye Hoon sepertinya tak menyerah dengan jawabannya. Dia tentu saja belum puas karena Kyuhyun tak menjawab pertanyaan gadis itu dengan jelas. Gadis itu melayangkan pandangan yang memohon kepada Kyuhyun, yang mengakibatkan Kyuhyun tak bisa begitu saja mengabaikan pertanyaan itu.

 

“ Jika hal itu terjadi, jujur aku akan mencoba melupakanmu. Aku ingin menjalani hidupku dengan baik, tanpamu. Aku tipe orang yang tak mau terikat dengan masa lalu dan lebih memilih untuk memandang lurus ke depan. Itu seandainya, Hye Hoon~ah. Kau…”

 

Arasso. Aku tahu, Kyuhyun~ah”.

 

Setelah itu, Hye Hoon memejamkan matanya, lalu merapatkan kembali tubuh mereka. Kyuhyun yang masih bingung dengan gerakan cepat gadis itu pun mencoba membaca keadaan. Sepertinya gadis itu sedikit marah karena jawabannya, namun dia sedang tak ingin diberi penjelasan.

 

Ahh, Sepertinya dia melakukan kesalahan lagi. Kyuhyun akan menunggu hingga pagi untuk membicarakan kembali kesalahpahaman ini. Untuk saat ini, dia butuh tidur untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras habis. Akhirnya, dia pun memejamkan kelopak matanya, menyusul gadisnya ke alam mimpi

 

***

Masalah aku nih, kalo lagi bad mood pasti lancar nulis. Jadi malah nambah masalah lagi karena pengen publish. ahh aku gak ngerti sama jalan pikiran aku sendiri. Labil tingkat akhir. Eh btw, sorry buat hari ini yang aku jutekin, gak maksud loh beneran hahaha ngerti aja yaa aku lagi begini.

Oke, semoga ketemu lagi di postingan yang lain…..

132 thoughts on “Jelly Fish

  1. hyehoon kirain beneran nembak Donghae, tapi kasian juga Donghae cintanya bertepuk sebelah tangan,ya mw gimana lagi secara hyehoon tuh milik Kyuhyun,,,

  2. Sial ! Gua kira hye hoon bneran nembak donghae dan trnyata itu cuma brcanda wkwkwk enak kali yah klo sahabatan sma donghae 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s