That Girl Is Not Another Girl ( Part 3 )


Author : hyehoonssi
Cast :
Choi Hye Hoon (OC)
Cho Kyuhyun ( Member of Super Junior )
Lee Donghae ( Member Of Super Junior )
Victoria Song
Genre:
Romance
Rating :
PG 13
Kategori : Romance

“ Kyuhyun Oppa, bangunlah.  Sarapan sudah siap”.

Suara lembut itu membuat seorang gadis yang sedang tertidur pulas di ranjang sempit itu mulai mengumpulkan kesadarannya.  Dadanya terasa sesak karena merasa dihimpit oleh beban yang sangat berat, yang mengganggu tidur nyenyaknya sejak tadi malam. 

Bruk

Sesuatu yang keras menyentuh lantai, membuat dia membuka kelopak matanya malas.  Dia menutup mulutnya yang menganga, dengan matanya yang melebar saat menyadari apa yang menjadi sumber keributan itu.  Namun sedetik kemudian gadis itu tak dapat menahan tawanya saat objek yang terguling dari tempat tidur itu mengerucutkan bibirnya kesal, dengan matanya yang setengah terpejam.  Tubuhnya yang hanya terbalut celana pendek itu pun masih dalam posisi yang sama, meringkuk di lantai yang dingin dengan hanya selimut tipis yang terbawa tubuhnya itu menjadi alasnya.

“  Yak! Berhenti menertawakanku.  Kau senang karena berhasil mendorongku jatuh dari tempat tidurku sendiri, huh?  Kau sadis, Hye Hoon~ah”.

Tawa Hye Hoon semakin keras, membuat lelaki itu segera bangkit dan merangkak naik ke tempat tidur.  Dengan gerakan cepat, dia berhasil menarik tubuh mungil itu ke dalam dekapannya, membuat gadis itu tak bisa berkutik karena anggota geraknya tertahan oleh kaki dan tangan besar milik Kyuhyun.

“ Sekarang kau tahu akibatnya, kan? Rasakan”.

“ Lepaskan aku Cho Kyuhyun, kau ingin membuatku mati, huh?”

Sekarang giliran Kyuhyun yang tertawa lepas.  Dia tersenyum senang ketika melihat raut wajah gadis itu berubah kesal, dengan dadanya yang naik turun dengan tempo cepat karena sepertinya dia hampir kehabisan nafas. 

Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening, karena Kyuhyun terlihat takut saat Hye Hoon melayangkan tatapan setan pada lelaki itu.  Kyuhyun pun mencubit pipi gadis itu gemas, sebelum kemudian mengikis jarak diantara mereka berdua, dan memagut bibir gadis itu dalam ciuman singkat.

“ Morning kisseu”, katanya.  Kyuhyun mendapati semburat merah muncul dari kedua belah pipi gadis itu.  Kadangkala gadis itu sering menutupi sifat pemalunya dihadapan Kyuhyun karena takut Kyuhyun meledeknya, dan entah mengapa Kyuhyun selalu suka apapun yang berkaitan dengan gadis itu.

“ Kyuhyun Oppa, semua orang menunggumu.  Cepatlah keluar”.

Nada tak sabar sangat kentara terdengar di telinga Hye Hoon.  Gadis itu tentu saja tahu siapa pemilik suara wanita yang lembut itu.  Mencoba mengabaikan tatapan Kyuhyun yang menuntut padanya, dia melepaskan diri dari dekapan lelaki itu dan melangkah menjauhi kamar berukuran sedang tersebut.

“ Kau mau kemana, sayang?”

“ Ruang makan, tentu saja.  Bukankah mereka sedang menunggu kita?”

***

Hye Hoon mengambil tempat di salah satu dari dua kursi yang kosong di ruangan yang terletak di dekat dapur itu.  Dia mengambil satu tempat kosong di dekat lelaki tampan yang sedang tersenyum lebar ke arahnya, menghindari seorang wanita yang menatapnya sinis sejak dia keluar dari kamar kekasihnya.

Gadis itu merasa heran saat menyadari jika Eunhyuk terkikik sambil menatap ke arahnya. Dia melirik sekilas tubuhnya, tak ada yang salah.  Sejak semalam Kyuhyun sepertinya sudah memakaikannya piyama  kebesaran di badannya, dan sepertinya tidak ada bercak kemerahan yang ditinggalkan Kyuhyun di lehernya.  Lalu, mengapa reaksi Eunhyuk seperti itu?

“ Kau terlihat kelelahan, Hye Hoon~ah.  Jangan bilang kau kurang tidur?”, tanya pria bernama asli Lee Hyukjae itu masih dengan tertawa, menunjukkan gusinya yang menjadi ciri khas darinya.  Hye Hoon hanya bisa mengangguk pasrah, merutuk dalam hati karena semalam Eunhyuk pasti memergokinya, ani, memergoki mereka berdua lebih tepatnya.  Lee Donghae, orang yang berada di sebelahnya pun tak membantu sama sekali kegugupannya dengan menyunggingkan senyum jahilnya.

“ Kyuhyun~ah, kau bangun?”.  Suara lembut itu lagi.  Hye Hoon ingin melemparkan sendok yang dipegangnya ke arah wanita yang terlalu perhatian pada kekasihnya itu.  Tapi perlakuan itu diurungkannya saat melihat Kyuhyun sama sekali tak melirik ke arah wanita itu dan malah mengambil tempat duduk di sebelahnya sambil mengusap pipinya pelan.

Rasakan kau Ahjumma!

Hye Hoon merasa perutnya semakin lapar ketika melihat makanan yang tersaji di depannya.  Dia pun menyendok penuh makanan yang paling menggugah seleranya, tapi sepertinya perutnya yang kosong belum bisa menerima asupan makanan itu sehingga terasa mual.  Dia segera membungkam mulutnya dengan telapak tangannya, menghindari tatapan-tatapan cemas orang di sekitarnya dan segera beranjak ke kamar mandi.

Setelah merasa lega, Hye Hoon kembali ke ruang makan dengan beberapa pasang mata yang menatapnya horror.  Gadis itu hanya tersenyum jahil, sambil menggedikkan bahunya pelan.

“Sepertinya aku hamil”.

Ruangan tersebut berubah menjadi hening.  Donghae, Eunhyuk, dan kekasihnya menatap Hye Hoon dengan mata tak berkedip, yang membuat Hye Hoon menahan tawa yang seakan meledak di kerongkongannya.  Berbeda dengan ketiga orang itu, Song Qian menatapnya tajam, dengan pipinya yang memerah menahan amarah.

“ Bukankah kau baru saja mengalami siklus bulananmu minggu lalu?”, ucap Kyuhyun ragu.  Suasana pun berubah menjadi semakin tegang ketika semua orang menatap Kyuhyun tak percaya.  Hye Hoon, yang sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, seketika mengeluarkannya dengan suara yang sangat keras.

Pletak

Gadis itu segera mendaratkan tangannya yang terkepal di kepala Kyuhyun, membuat lelaki itu meringis kesakitan.  Pasangan ikan di sebelahnya tertawa terbahak melihat kelakuan mereka, tetapi Song Qian masih marah dengan kejadian itu dan mengeratkan pegangannya kedua tangannya pada ujung dress yang dipakainya.

“ Jadi…kalian…ini tidak lucu Hye Hoon~ssi..kau…”

Victoria terbata ketika melampiaskan amarah yang meluap di dadanya.  Ini bukan lelucon yang lucu, pikirnya.  Dia tadi sempat menyangka jika apa yang diungkapkan itu benar, bahwa gadis itu sedang mengandung anak dari Kyuhyun.  Air matanya mendesak untuk keluar, tetapi otaknya cukup bisa untuk menahannya.  Dia tak mau terlihat bodoh di hadapan rivalnya sendiri.

Setelah tak berhasil mengungkapkan kekesalannya, akhirnya wanita itu mengakhiri acara sarapannya lebih awal dengan melangkah laju ke arah pintu keluar, diiringi dengan suara debuman pintu yang ditutup paksa.

“ Hye Hoon~ah, sepertinya dia benar-benar marah.  Kurasa candaanmu memang sedikit keterlaluan”, ucap lelaki di sebelahnya itu pelan.

Hye Hoon hanya tersenyum licik menanggapinya.  Donghae yang gemas akan kelakuan gadis itu menyentil dahi Hye Hoon pelan, diimbuhi dengan tawanya yang lepas.  Gadis itu tak mau kalah, membalasnya dengan mencubit perut Donghae yang keras, membuat lelaki itu berteriak kesakitan. 

“ Aku menyerah, Hye Hoon~ah, hentikan”.

Tanpa mereka berdua sadari, Kyuhyun yang sedari tadi menyaksikan adegan demi adegan itu pun merasa cemburu.  Raut wajah namja itu berubah muram, membuat Eunhyuk yang tak sengaja melihat wajah Kyuhyun menunduk takut.  Sejak tadi, Eunhyuk memang sudah mengingatkan kedua orang itu dengan isyarat matanya untuk menghentikan interaksi diantara keduanya.

Kedua orang itu seakan larut dalam dunianya sendiri.  Saling mengejek, saling melemparkan candaan konyol, tanpa menghiraukan kedua lelaki yang berada satu ruangan dengan mereka.

“ Sebaiknya kalian berdua cari tempat untuk berkencan.  Jangan mengganggu konsentrasi makanku.  Aku selesai”.

Suara yang ditimbulkan dari gebrakan meja itu membuat semua orang yang berada di ruang makan tersebut berubah kaget.  Apalagi dengan hentakan kaki Kyuhyun seiring dengan langkah lebar lelaki itu menuju kamar membuat suasana semakin mencekam.

“ Yak, Lee Donghae! Beraninya kau membangunkan singa yang sedang tertidur.  Argggh Ottokhae?  Pasti si magnae kurang ajar itu akan menyiksa penghuni dorm sebelas selama sebulan ke depan”. 

Hyukjae berbisik dengan kepanikan yang berada di dalam level akhir.  Membayangkan bagaimana sikap Kyuhyun jika sedang kesal membuatnya hampir gila.  Bisa-bisa tubuhnya yang nyaris seperti tengkorak itu hanya tinggal tulang saja karena seorang Cho Kyuhyun.

“ Terima saja, Oppa.  Anggap saja itu cobaan untukmu”. 

Hye Hoon menanggapi ketakutan lelaki bertubuh kurus itu dengan santai, yang tentu saja menambah kekesalan Hyukjae pada gadis itu.  Hyukjae hendak melemparkan sumpit yang dipakainya ke arah wajah gadis itu, namun untung saja ada Donghae yang menjadi penghalangnya.

“Yak, Choi Hye Hoon! Kau benar-benar cocok dengan kekasihmu itu.  Kalian benar-benar pasangan iblis yang kejam”.

“ Hahahahaha”

“ Tutup mulutmu, nona jelek”.

***

“ Kau tidak cemburu?”

Donghae menyingkirkan anak rambut yang berantakan menutupi wajah cantik gadis yang sedang berbaring di pangkuannya itu.  Gadis itu sedang menggerakkan jemari lentiknya, menggeser setiap gambar yang muncul di iPad berwarna putih di tangannya.  Sesekali dia menggerakkan kedua jarinya untuk memperbesar ukuran foto itu, sehingga dia bisa lebih mengamati objeknya lebih jelas.

“ Ha? Bukankah seharusnya kau yang cemburu, Fishy?  Ah ya, sepertinya aku lebih menyukai KyuSica daripada HaeSica.  Mereka terlihat lebih serasi.”

Lelaki itu tertawa mendengar jawaban yang dilontarkan Hye Hoon.  Baiklah, gadis keras kepala itu mana mungkin bersedia untuk berkata jujur tentang perasaannya.  Apalagi menyangkut Kyuhyun.  Lihat saja sekarang, dia malah memutar balikkan fakta saat Donghae menanyainya.  Hye Hoon malah mengungkit tentang hubungannya dengan wanita yang sedang digandeng Kyuhyun di red carpet, yang padahal tidak pernah terbukti sama sekali.  Donghae hanya menganggap gadis yang menjadi salah satu member girlband yang bernaung di manajemen yang sama dengannya itu sebagai seorang hoobae, tak lebih.

“ Hei, aku bisa melihat hidungmu memanjang”.

“ Kau kira aku anak kecil yang percaya dengan dongeng murahan seperti itu? Aku tidak se-childish itu, Oppa.  Ah ya, bukankah kau lebih childish dariku?”

Mereka berdua tertawa dengan lelucon mereka yang tak lucu sama sekali.  Hye Hoon terkekeh geli setelah beberapa kali men-zoom ekspresi muka Kyuhyun.  Donghae yang melihatnya juga pun menertawakan wajah datar Kyuhyun yang menurutnya sangat lucu.

“ Sepertinya kita membuat mood-nya buruk. Kau tidak merasa bersalah padanya?  Sebaiknya kau meluruskan kesalahpahaman kalian, Hye Hoon~ah.  Sampai kapan Kyuhyun akan cemburu padaku? Seharusnya kau lebih bisa meyakinkan padanya jika hanya dia satu-satunya namja yang kau cintai”.

“ Oppa, berhenti merecokiku dengan kata-kata picisan darimu, sepertinya aku sudah muak mendengarnya.  Hmm tetapi kau benar juga.  Akan kupikirkan”.

Hye Hoon merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Donghae di sofa ruang santai itu.  Gadis itu menatap mata Donghae dalam, meraih tangan besar lelaki itu ke dalam genggamannya.  Dia menggigit bibir bawahnya, merasa gugup dengan situasi yang menegangkan baginya itu.

“ Aku menyukaimu, Oppa.  Bagaimana jika kita menjalin hubungan saja? Aku akan memutuskan hubunganku dengan lelaki pencemburu itu.  Kau juga menyukaiku.  Benar kan, Oppa?”

END

Ancur banget kan jadinya errr entah kenapa gak bisa post via pc, mungkin wp-nya lagi trouble, jadilah post via hp. Banyak yg di italic padahal, sia2 kan jadinya :(
Oke segitu aja cuap2nya, comment ya:)

177 thoughts on “That Girl Is Not Another Girl ( Part 3 )

  1. eunhyuk selalu jadi yang pertama kalo nyangkut kaya gituan hihihi..
    apa maksud hyehoon?? dia ga bener2 mau mutusin kyuhyun kan?? bakal marah besar tuh kyuhyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s