Not In Love ( Part 1 )


 

 

Minho menyantap makanannya dengan malas.  Mata tajamnya masih memperhatikan seorang wanita berpakaian casual yang berjalan mondar-mandir di hadapannya.  Wanita itu terlihat kewalahan dengan barang-barang yang tertumpuk di kedua tangannya.

Seperti itulah kegiatan pagi yang menjadi rutinitas penghuni apartemen berukuran kecil itu.  Minho, yang masih duduk di bangku sekolah, membuatnya harus bersiap meninggalkan rumah setiap pagi.  Begitu pula dengan wanita tadi, yang harus keluar dari apartemen satu jam setelahnya untuk bekerja sebagai pelayan di salah satu butik terkenal.  Hanya itu yang Minhi tahu.  Selebihnya, Minho tidak tahu apa yang gadis itu kerjakan setelah pulang dari butik, sampai gadis yang berusia setahun di atasnya itu setiap hari pulang larut malam.

” Aku berangkat “, ujar pemilik suara berat itu sambil menjinjing tas gendongnya.  Gadis itu menyahut ” Hati-hati Minho~ya ” sambil melambaikan tangannya, ditimpali oleh anggukan pelan dari lelaki bertubuh jangkung itu.

Sikap Minho akhir-akhir ini berbeda dari biasanya, itulah yang gadis itu rasakan.  Tetapi dia masih ingin menemukan waktu yang tepat untuk menanyakan apa yang membuat sikap namja itu berubah.  Lagipula, semenjak tiga bulan ini dia disibukkan dengan pekerjaannya yang baru, dan sulit sekali menemukan waktu bercengkrama dengan Minho, karena mereka hanya bertemu di pagi hari saja.

***

Hye Hoon terengah di ruang ganti, karena persediaan oksigennya telah habis saat berlarian selama beberapa kilometer tadi.  Hari ini butik tersebut tutup lebih malam dari biasanya karena peningkatan konsumen di akhir minggu.  Tak ada angkutan umum yang menghubungakan antara butik tersebut dengan tempat ini, kecuali taksi.  Gadis itu tidak mau menghamburkan uangnya untuk membayar biaya taksi yang mahal dan lebih memilih berjalan kaki setiap hari.

” Kau lelah? “.  Suara merdu itu membuat Hye Hoon menoleh, dan segera bangkit dari kursinya saat mendapati siapa yang menyapanya itu.  Segera dirinya membungkukkan tubuhnya, memberi salam hormat kepada wanita berambut pirang itu.  ”  Jeoseonghamnida, Sajangnim.  Saya terlambat “.  Hye Hoon menegakkan tubuhnya ketika mendengar suara tawa halus dari atasannya itu.  ” Apakah aku terlihat mengerikan? Tenang saja, aku tidak akan memecatmu hanya karena kau terlambat”.

Hye Hoon menghembuskan nafasnya kasar, mengatasi rasa gugup yang tiba-tiba menghampirinya.  Wanita yang tadi menemuinya di ruang ganti, Kim Taeyeon, yang menjabat sebagai manager di sebuah tempat karaoke tempatnya bekerja, memerintahkannya untuk melayani seorang tamu special, yang tentunya adalah merupakan pelanggan khusus di tempat ini.

Tok tok

Setelah beberapa kali mengatur nafasnya, Hye Hoon memberanikan diri untuk masuk ke ruangan VVIP itu.  Pemandangan seperti biasa tertangkap oleh indera penglihatannya.  Beberapa orang pria sedang berdansa dengan gadis-gadis, sambil mengumandangkan nyanyian yang memekakan telinganya.  Namun, tak semua lelaki di ruangan itu yang ikut menikmati layanan hiburan di tempat ini.  Hye Hoon memperhatikan lelaki itu sejenak, dan seketika mendapatkan kesan pertama di benaknya.

Lelaki itu sungguh mempesona.

Wajahnya yang tampan, namun terkesan angkuh dengan garis wajah yang tegas.  Rambut kecoklatannya yang berantakan, justru membuatnya semakin terlihat tak biasa.  Dua kancing atas kemejanya terbuka, dan ikatan dasinya melonggar mempertontonkan leher jenjangnya.

“Hei, kau tidak akan meletakkannya disini?”.  Hye Hoon segera mengusir pikiran-pikiran tentang lelaki itu ketika orang yang sedari tadi menarik perhatiannya menyuruh gadis itu untuk mendekat.  Hye Hoon menunduk, tak berani beradu pandang dengan lelaki itu, yang sepertinya juga memperhatikannya.  Setelah menyelesaikan urusannya untuk menaruh minuman dan beberapa cemilan di meja tersebut, gadis berambut panjang itu secepat kilat meninggalkan ruangan, tak mau berlama-lama dengan costumer special tersebut.

***

Gadis lugu, polos, dan miskin.  Itulah yang pertama ada di benak Kyuhyun setelah melihat penampilan dari gadis itu.  Wajahnya yang polos tanpa make up, rambutnya yang kusam dan diikatnya di belakang, serta sepatunya yang lusuh membuatnya berpikiran demikian.  Tak ada yang salah memang, tetapi Kyuhyun sangat jarang menemukan gadis semacam itu di kehidupannya.

Namun di balik semua itu, gadis itu menarik seluruh perhatiannya.

Cinta pada pandangan pertama?  Kyuhyun tak yakin hal itu yang dirasakannya.  Lelaki itu tertarik dengan binar yang dipancarkan mata gadis itu, yang terlihat sama sepertinya.

Kosong.  Seperti manusia yang enggan hidup, dan juga tak ingin mati.

Hal itulah yang justru membuat Kyuhyun tertarik kepada pelayan tersebut.  Dia ingin tahu mengapa gadis itu seperti dirinya, dan apa yang terjadi gadis itu hingga mata coklatnya terlihat kelam.

Sebuah ide busuk terlintas di otaknya, dan dia tidak mau memikirkannya dua kali untuk mempertimbangkan apa yang akan dilakukannya dan membiarkan gadis itu pergi begitu saja.

Kaki jenjangnya mengambil langkah cepat, mengikuti jejak kaki dari gadis yang terlihat menghindarinya itu.  Lelaki itu tak harus menghabiskan tenaganya untuk berlari mengejar, setelah melihat punggung gadis itu hanya beberapa langkah di depannya.

Setelah berada dalam jangkuannya, Kyuhyun segera menarik tangan gadis itu dan mengaitkannya pada tangan besarnya.  Gadis itu menatapnya datar, tanpa mengeluarkan jeritan ketakutan atau meronta meminta tangannya dilepaskan.  Tangannya terasa dingin, lebih dingin, dan sepertinya genggaman tangan Kyuhyun itu membuatnya sedikit lebih hangat.

Kyuhyun membawa gadis itu ke sebuah ruang tunggu yang sepi.  Setelah mereka masuk, bukannya membiarkan gadis itu duduk di sofa, Kyuhyun malah memperangkap tubuh mungilnya di dinding.  Kepala gadis itu terangkat, menatapnya penuh tanya serta menuntut kejelasan.

” Kau free malam ini? “, ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan.  Mata bulat Hye Hoon mengerjap, kaget dengan pertanyaan yang tak dimengertinya.  Kyuhyun menangkap kebingungan yang ditunjukkan gadis itu, dan mencoba memperjelas tawarannya.

” Berapa tarifmu semalam?”

Kyuhyun mengatakan hal itu dengan santai, diimbuhi seringaian khasnya.  Lelaki itu bisa melihat Hye Hoon terkejut, tetapi gadis itu cukup pintar menyembunyikannya.  Untuk sejenak mereka hanya saling pandang, tanpa kata yang terucap setelahnya.

Satu….Dua…Tiga…Empat…

Kyuhyun menghitung dalam hati, mempersiapkan diri untuk menerima tamparan keras dari gadis dihadapannya itu.  Tetapi, setelah dia sampai pada hitungan ke lima, hal itu tak kunjung terjadi.  Mungkinkah gadis itu terlalu polos dan bodoh sehingga tak mengerti perkataannya?  Ataukah dia rela menjual dirinya hanya untuk uang?  Kyuhyun yakin, gadis itu adalah seorang gadis baik-baik, yang tak biasa dengan hal-hal seperti ini.

” Sepuluh juta won.  Bagaimana?  Kau tertarik? ”

Sepertinya gadis ini sudah gila.  Dia benar-benar gadis yang tak terduga.  Fakta itu justru membuat Kyuhyun ingin mengenal gadis itu lebih jauh.

***

Kyuhyun melirik jam tangan yang melekat di pergelangan tangan kirinya, dan menemukan bahwa arah jarum jam tersebut menunjukkan pukul dua.  Merujuk pada pertemuannya dengan gadis itu -yang sampai saat ini belum dia ketahui namanya- yang berlangsung pada pukul dua belas tadi, berarti gadis itu sebentar lagi akan menemuinya, karena shift-nya yang sudah habis.  Kyuhyun menyepakati usul gadis itu untuk menungguinya di mobilnya yang terparkir di halaman depan tempat karaoke itu, dan lelaki itu sudah memberikan ciri dominan dari mobil kesayangannya.

Mata hitam milik Kyuhyun menemukan sosok gadis yang ditungguinya itu.  Gaya pakaiannya sangat berbeda dari pertama kali mereka bertemu tadi, gadis itu mengganti kemeja ketat berwarna putih dan rok span pendeknya dengan kaos dan jeans dipadu dengan cardigan tipis yang sedikit menghalangi tubuhnya dari udara yang dingin.  Sebuah syal berwarna peach menghiasi leher putihnya, karena rambutnya yang diikat ke belakang seperti tadi.

Cantik.  Dan aura kecantikan dari dalam yang terpancar dari gadis itu justru membuat gadis itu semakin luar biasa.

Suara ketukan pelan di kaca mobilnya membuat Kyuhyun menoleh dan menurunkan kaca hitam yang berada di sebelahnya.  Dia memberi isyarat agar gadis itu masuk ke mobilnya, setelah membuka kunci pintunya secara otomatis.

Kecanggungan yang kentara terasa di dalam mobil itu.  Tak ada yang berani untuk membuka percakapan, karena nyatanya mereka tak saling mengenal.  Setelah mereka dalam posisi itu dengan cukup lama, Kyuhyun sedikit bangkit dari bangku kemudinya, meminimalisir jarak diantara mereka berdua, sehingga mata mereka beradu.

Tentu saja, perlakuan itu membuat Hye Hoon kaget, sekaligus gugup.  Tubuhnya panas dingin memikirkan apa yang mungkin lelaki itu akan lakukan kepadanya.  Sejujurnya, Hye Hoon merasa takut dengan keputusannya tidur dengan lelaki asing itu, karena Hye Hoon tak pernah menjalin hubungan seintim itu dengan orang asing.  Hye Hoon merasakan jantungnya berpacu lebih cepat saat melihat wajah rupawan lelaki itu.  Dirinya tertohok ketika melihat lelaki asing itu hanya memasangkan sabuk pengaman untuknya, dan setelah itu kembali ke tempatnya semula.

Kali ini Hye Hoon patut merasa lega karena lelaki yang tak dikenalnya itu belum berbuat macam-macam padanya.  Tetapi nanti? Jangan harap gadis itu bisa menghindar.

***

Audy berwarna putih itu berhenti di sebuah penthouse berukuran minimalis bergaya modern, setelah kurang lebih tiga jam melaju.  Kyuhyun melirik bangku di sampingnya, dan mendapati gadis yang bersama dengannya itu tertidur pulas.  Lelaki itu menggoyangkan tubuh mungil itu pelan, tetapi tak ada respon.  Mata coklat itu tetap terpejam, tak terpengaruh dengan gerakan yang diciptakan Kyuhyun.  Lelaki itu mendesah, meratapi nasib tubuh lelahnya yang harus membopong tubuh gadis itu ke tempat yang layak untuk tidur.

Setelah mengganti setelan jas formalnya dengan baju santai, Kyuhyun menatap kembali ke arah tempat tidur besar itu.  Gadis itu terlihat semakin lelap dalam tidurnya, membuat Kyuhyun tak tega untuk mengusiknya.  Tadinya, lelaki itu sengaja membersihkan tubuhnya yang lengket terlebih dahulu sembari menunggu gadis itu untuk terbangun.  Namun, keadaannya tidak seperti yang dia harapkan saat dia melihat gadis itu masih terbaring dalam posisi yang sama.  Tanpa sadar, dia menarik ujung bibirnya ke belakang sambil memperhatikan wajah polos gadis itu.

Jadi, Kyuhyun membayarnya hanya untuk tidur?

Menyadari tubuhnya yang juga kelelahan, Kyuhyun menaiki ranjang itu.  Lengan besarnya menarik pinggang gadis itu mendekat, sehingga dada mereka menempel.  Untuk pertama kalinya dia merasa sangat nyaman saat memeluk seorang wanita.  Kejadian itu mengingatkannya pada kenangan masa kecilnya, saat Kyuhyun kecil dipeluk oleh ibunya.  Kehangatan yang didapatnya di dalam pelukan ini sama persis seperti yang dirasakannya dulu.

Dan Kyuhyun pun akhirnya tak dapat membendung rasa kantuknya lagi, dan tidur dengan mendekap tubuh gadis yang baru beberapa jam ditemuinya tadi.

***

Suara peluit yang berasal dari kapal itu menghantam telinganya cukup keras sehingga membuat gadis yang sedari tadi terlelap dalam tidur nyenyaknya itu terbangun.  Mengapa ada suara peluit kapal pesiar di apartemennya?  Ah, mungkin Minho menyetel televisi dengan volume yang keras.

Hye Hoon belum sepenuhnya sadar dari bangunnya, sehingga itulah yang menjadi kesimpulan yang didapatnya.  Tetapi kemudian indera penciumannya merasakan wangi maskulin yang sangat menyengat di dekatnya.  Prediksi yang salah dicetuskannya lagi.  Mungkinkah Minho berjalan dalam tidurnya dan berakhir terbaring di kamarnya?

Tunggu….

Otaknya yang sedikit bebal itu akhirnya menyadari suatu hal.  Dia tidak pulang ke rumahnya tadi malam.  Dan suasana di ruangan itu berbeda dengan kondisi kamar yang ditempatinya.

Jantungnya berdegup lebih kencang ketika gadis itu mengingat kejadian semalam, saat dirinya tertidur di mobil pria yang menyewanya.  Hye Hoon mengamati tubuhnya sendiri, menemukan pakaiannya masih lengkap, dan urutannya tepat di tempatnya semula.  Begitu pula dengan lelaki yang sedang terpejam di sampingnya, yang menukar pakaian formalnya dengan piyama bermotif kotak-kotak yang terlihat pas di tubuh tegapnya.

Mungkinkah mereka tak melakukan apapun semalam?  Ataukah pria asing itu memang mencicipi tubuhnya, tetapi Hye Hoon sama sekali tak sadar?

Bodoh.

Mengapa sekarang Hye Hoon mengkhawatirkan kejadian itu, disaat tadi malam dirinya begitu lantang menyatakan kesediaannya?  Bukankah yang terpenting itu uang yang diterimanya, bukan proses pria itu merebut kesuciannya?

Tak mau melewatkan pagi yang canggung dengan lelaki itu, Hye Hoon memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur.  Sepertinya dia harus segera membersihkan tubuhnya yang tak tersentuh air sejak kemarin siang.  Dan sepertinya kamar mandi adalah tempat yang baik untuk menjernihkan kembali pikirannya yang kalut seperti ini.

***

Sinar matahari yang mulai naik itu menembus gorden yang seharusnya menghalangi cahaya menyilaukan itu.  Hal itu sontak membuat lelaki yang sedang terbaring di ranjang empuk itu terbangun, karena cahaya itu menusuk tepat di retinanya.  Lelaki itu meregangkan tubuhnya yang terasa pegal.  Mungkin ini adalah efek menyetir sepanjang malam, pikirnya.

Seingatnya, tadi malam dia membawa seorang gadis yang dibopongnya ke kamar tidur ini tadi malam.  Gadis yang membuat tidurnya semakin nyenyak karena tubuh hangatnya.  Satu-satunya gadis yang….

Tunggu, mengapa Kyuhyun jadi memujinya seperti itu?  Gadis itu sama saja seperti gadis lainnya, yang rela menjatuhkan harga dirinya hanya untuk uang.

Indera penglihatannya menangkap sosok gadis itu yang sedang berdiri salah tingkah di depan pintu kamar mandi.  Tubuhnya hanya berbalut handuk putih yang sebatas menutupi dada sampai paha atasnya.  Kyuhyun mencoba bersikap normal, tetapi tubuhnya sudah tak sabar menerkam gadis itu sekarang juga.

“  Tadi…aku tak sengaja menjatuhkan pakaianku ke dalam bath tub.  Jadi, semua pakaianku basah, dan butuh beberapa saat sampai pakaian itu kering.  Bisakah…kau meminjamkanku baju ganti?”

Gadis itu mencoba membuka suaranya, melontarkan alasan mengapa dia keluar dengan keadaan yang tidak wajar seperti ini.  Sebenarnya, Hye Hoon merasa sedikit gugup.  Gadis itu menyadari bahwa hanya mereka berdua yang berada di rumah ini, dan ya, tubuhnya sudah menjadi milik lelaki itu sekarang.

Kemungkinan mereka akan berakhir di ranjang sangat besar, kan?

“  Ambil saja di lemari.  Kau bisa memakai apapun semaumu.  Tetapi tak ada baju perempuan disana, jadi….kau tahu sendiri, kan?”.

Respon yang diberikan lelaki itu, jujur membuat Hye Hoon terkejut.  Dia tak menyangka, jika justru lelaki itu menyuruhnya berpakaian, bukannya bernafsu melocoti handuk yang merupakan satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya.

Dengan mengambil langkah yang terputus, gadis itu akhirnya mendekati sisi kanan ruangan itu, tempat lemari kayu yang ditunjukkan Kyuhyun padanya, dengan mata Kyuhyun yang masih mengekorinya.  Hye Hoon mempercepat langkah kakinya masuk ke dalam ruangan kecil itu lagi, khawatir jika Kyuhyun akan berubah pikiran dan menyeretnya ke ranjang.

***

“  Siapa namamu? “.  Hye Hoon terkesiap ketika telinganya menangkap suara berat itu.  Gadis itu melanjutkan kegiatannya mengunyah roti dengan selai coklat di atasnya.  Mereka menikmati sarapan sekedarnya di ruang makan rumah tersebut selama beberapa menit dalam diam.  Dan pertanyaan Kyuhyun tadi adalah awal dari percakapan mereka hari ini.

“ Choi Hye Hoon.  Kau? ”, balasnya dingin.  Kyuhyun mengesap kopi yang berada di genggamannya, sebelum akhirnya menjawab. “ Aku Cho Kyuhyun.  Apakah Boss-mu tidak memberitahukan namaku padamu? ”.  Hye Hoon meresponnya dengan menggelengkan kepalanya, tanpa berniat membuka suaranya lagi.

Tidak ada perbincangan lagi yang terjadi diantara mereka berdua.  Mereka hanya menghabiskan sarapan pagi mereka masing-masing dalam diam, sesekali saling melirik satu sama lain dan diakhiri dengan keadaan yang semakin canggung.

“  Kau sudah selesai?  Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.  Bersiaplah”.

***

Kyuhyun mengulurkan tangannya, membantu gadis yang kesusahan saat menaiki tubuh kapal.  Suasana di tempat itu dapat dibilang cukup sepi.  Walaupun hari ini adalah akhir minggu, namun tidak banyak orang yang ingin menikmati liburan di tempat ini.  Salah satunya, karena tempatnya yang cukup mahal dan tidak banyaknya tempat menginap yang disediakan.  Di sekeliling mereka hanya terdapat beberapa penjaga kapal dan turis mancanegara, yang jumlahnya dapat dihitung jari.

Hye Hoon sudah berhasil masuk ke atas kapal mewah itu, dan dengan tangan mereka yang masih bertaut, Kyuhyun menggandeng gadis itu masuk ke dalam ruangan disana dengan menuruni beberapa anak tangga kecil.

Suara decakan kagum terdengar di telinga Kyuhyun, membuat lelaki itu tersenyum senang.  Ukuran ruangan di kapal itu memang tidak terlalu besar, tetapi terdapat fasilitas lengkap di dalamnya.  Desainnya pun disesuaikan dengan selera Kyuhyun, sehingga dirinya betah berlama-lama di dalam kapal itu.  Mungkin juga hal itu dirasakan Hye Hoon, yang sepertinya nyaman menikmati suasana yang disuguhkan.

Mereka berdua memutuskan untuk bersantai di sofa, dengan televisi yang menyala.  Awalnya, kecanggungan masih menyelimuti keduanya.  Namun kelamaan, mereka mulai mengobrol dengan topik ringan, walaupun tetap saja suasananya tidak lebih membaik.

“ Tadi malam..apa ada sesuatu terjadi diantara kita? “, ucap Hye Hoon sambil menahan nafasnya.  Gadis itu merasa lebih gugup karena mata Kyuhyun menatapnya intens, beberapa detik kemudian matanya membulat saat Kyuhyun semakin menyisir jarak diantara tubuh mereka.

“ Kyuhyun~ssi…”, bisiknya.  Mungkin pertanyaan Hye Hoon tak tepat, membuat lelaki itu bungkam.  Namun rasa penasaran gadis itu terlalu besar, sehingga dia menanyakan hal itu.

“  Tidak. Aku tidak akan menyentuh seorang gadis yang sedang tidak dalam kesadarannya, karena aku ingin gadis itu juga merasakan perlakuanku padanya.  Hye Hoon~ssi, sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya lagi…”

Sedetik kemudian, Kyuhyun mempertemukan bibir mereka dalam suatu ciuman yang lembut, tetapi dengan seiringnya waktu membuat ciuman mereka berubah menjadi panas.  Lelaki itu menahan tengkuk Hye Hoon agar semakin mendekat, ingin merasai bibir tipis gadis itu lebih dalam.  Hye Hoon pun tak tinggal diam.  Dia membalas dengan menghisap bibir atas dan bawah lelaki itu secara bergantian.

Ciuman mereka berlangsung cukup lama, hingga membuat tubuh Hye Hoon terbaring di sofa berwarna coklat itu, dengan tubuh Kyuhyun yang menindihnya.  Mereka sama-sama melepaskan, karena persediaan oksigen mereka mulai menipis.

Kyuhyun tak menyiakan waktu.  Dia segera bangkit dari posisi terakhirnya, dan menggendong tubuh Hye Hoon ke satu-satunya kamar di ruangan itu.  Langkahnya sempat terseok, karena ombak yang tiba-tiba menghantam kapal kecil itu.

Setelah mencapai kamar yang dituju, Kyuhyun menghempaskan tubuh gadis itu dan tubuh dirinya ke ranjang berukuran cukup besar itu.  Tubuh mereka saling menempel, mata mereka saling menatap, dan detik berikutnya bibir mereka bertemu kembali, dalam ciuman yang tak kalah panas dari ciuman tadi.

Hye Hoon membuka bibirnya, membiarkan indera pengecap Kyuhyun menguasai rongga mulutnya.  Kyuhyun mulai melepas satu persatu kancing kemejanya yang menempel di tubuh Hye Hoon, dengan bibir mereka yang sama sekali belum terlepas.

***

Sakit.  Badannya terasa remuk, lelah, dan sepertinya tidak ada tenaga lagi untuknya sehingga berjalan pun dia mesti tertatih.  Sebab yang lain adalah lelaki itu benar-benar tak cepat merasa puas, sehingga Hye Hoon harus melayani hasrat lelaki itu sampai entah berapa ronde.  Beberapa diantaranya terjadi di kapal tempat mereka pertama melakukannya, sampai kapal mereka berlabuh ke tempat semula.  Sisanya, mereka lakukan di beberapa sudut ruangan di tempat ini, seperti ruang tamu, dapur, dan yang tentunya mereka lakukan di kamar.

Sebenarnya, lelaki itu belum terlihat puas saat mereka menghentikan kegiatan intim mereka, tetapi setelah melihat Hye Hoon yang sudah benar-benar kehabisan tenaga akhirnya dia menyuruh gadis itu untuk segera tertidur.

Hye Hoon menyiapkan makanan seadanya, karena persediaan yang terdapat di kulkas tak banyak.  Dia menyantap makanannya itu sendirian, tanpa menunggu Kyuhyun yang masih tertidur lelap.  Perutnya benar-benar kosong karena mereka melewatkan makan malam, serta hubungan yang mereka lakukan semalam sampai fajar menjelang membuat tenaganya terkuras.

Dari sudut matanya, Hye Hoon dapat melihat Kyuhyun yang berjalan santai ke ruang makan.  Lelaki itu mengambil tempat di seberang tempat duduknya, dan mulai mengulas nasi dan lauk-pauk yang berada di hadapannya.

“ Kita pulang siang ini.  Kau pasti masuk kerja besok, kan?”, ucap Kyuhyun dengan suara khas bangun tidurnya.  Sontak perkataan Kyuhyun itu membuat Hye Hoon melirik ke arah lelaki itu, lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Kau tidak menghubungi keluargamu?” tanyanya lagi.  Hye Hoon sedikit menyelidik lelaki itu heran, tetapi akhirnya dia menjawab rasa penasaran Kyuhyun juga.

“Tidak perlu”, katanya.  Dia meneguk air putih yang berada di atas meja makan itu sebelum kemudian menjelaskannya. “Aku hanya tinggal dengan adikku.  Dan kurasa, adikku sudah besar untuk bisa mengurus dirinya sendiri beberapa hari.  Aku sudah mengirim pesan kepadanya kemarin, sepertinya dia tak akan mengkhawatirkanku”, akunya.  Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, tanpa ingin mengorek tentang kehidupan wanita yang berada di hadapannya itu lebih jauh.

Kyuhyun menatap wajah gadis itu, mengumpat dalam hati karena kecantikan alami gadis itu masih terlihat walaupun dengan penampilan ciri orang yang baru bangun tidur seperti itu.  Mulutnya akhirnya berulah, mengungkapkan sesuatu yang diinginkannya sejak dua malam lalu, mengatakannya tanpa diimbuhi basa-basi terlebih dahulu.

“Kau mau tinggal denganku?  Aku..bisa membayarmu berapapun yang kau mau”.

***

Minho menatap dingin kakak perempuannya yang baru masuk ke apartemen mereka itu.  Tadi dia sempat melihat gadis itu dari jendela apartemennya, keluar dari sebuah mobil mewah yang dia sendiri yakin bukan orang biasa yang bisa memilikinya.  Sepertinya, noona-nya itu sudah benar-benar berubah dari kakak yang dikenalnya dulu.

Andai semua hal di masa lalu itu tidak terjadi, batinnya.

Seperti biasa, wanita itu memberikan senyuman tulusnya pada Minho.  Tetapi, pemilik tubuh jangkung itu menghiraukannya.  Lelaki itu malah melangkahkan kakinya menjauh menuju kamarnya.

Minho tak perlu menebak apa yang dilakukan gadis itu hingga tak pulang selama dua hari.  Apalagi dengan fakta yang dilihatnya beberapa menit lalu, yang semakin menguatkan dugaannya.  Dia benci semua itu.  Dia benci melihat kakaknya yang bekerja keras demi kehidupan keduanya, sampai harus merendahkan harga dirinya sendiri.

“ Minho~ya, dengarkan aku.  Aku…”

“ Tinggalkan aku sendiri, noona.  Kumohon”.

Setelah Hye Hoon menjauh dari depan pintu kamarnya, Minho segera mengeluarkan dompetnya, mengeluarkan semua kartu yang terdapat dalam dompet berwarna coklat miliknya itu.  Namja itu mendesah lega setelah menemukan apa yang dia cari, lalu tanpa pikir panjang dia menekan sederet angka yang berada dalam kartu nama tersebut.

” Tawaranmu masih berlaku?  Aku bersedia melakukannya”.

***

Kyuhyun menyeringai saat menyadari jika tamu yang tak diundangnya itu sudah datang.  Dia melepas kacamata yang sedari tadi bertengger diatas hidung mancungnya, lalu mengalihkan pandangannya dari komputernya untuk menatap sepasang suami istri itu.

“Apakah kalian sudah puas menghamburkan hartaku?  Ah, atau kalian perlu uang lagi?  Katakan padaku, aku bisa memberi kalian sedikit dana, mungkin? ”.  Tersirat sikap angkuhnya yang ditunjukkan lewat kata-kata itu.  Kyuhyun memang sudah tidak percaya siapapun yang berada di rumahnya itu.  Semuanya hanya memanfaatkan uang yang dimilikinya, kekuasaannya, dan semua properti miliknya.  Tak ada satupun yang benar-benar menyayanginya, seperti saat kedua orang tuanya masih ada dulu.

Mungkin hanya ada satu orang yang dimilikinya di dunia ini, tetapi orang itu lebih memilih untuk keluar dari dunianya, dan menyendiri menikmati kebebasannya, membiarkan Kyuhyun menanggung semua beban yang dimilikinya sendirian.

“Kyuhyun~ah, apa serendah itu martabat kami dihadapanmu?  Aku hanya ingin memberitahukanmu, jika besok Han Ye Jin akan kembali ke Korea.  Kau bisa menjemputnya, kan?”.  Akhirnya lelaki paruh baya itu bersuara, disertai dengan anggukan meyakinkan dari wanita di sebelahnya.  Kyuhyun mendengus kesal, menyembunyikan semua perasaan yang berkecamuk di dadanya.

“ Sudah?  Jika hanya itu yang ingin kalian sampaikan, sebaiknya kalian segera keluar dari ruanganku”.  Dia menunjuk pintu keluar dengan dagunya, tak mengindahkan rasa sopan santun sama sekali.  Kyuhyun rasa, dia tidak perlu menggunakan etikanya itu di depan kedua orang yang hanya bisa menyusahkan hidupnya.  Jika mereka bukan anggota keluarga dari keluarga Cho, sejak lama dia pasti dengan senang hati akan mendepak mereka keluar dari rumah ini.

“Pastikan kau datang, Kyuhyun~ah.  Dia pasti menunggumu”.  Kata-kata wanita yang merupakan bibinya itu mau tak mau membuatnya sedikit goyah.  Kyuhyun mengurut pelipisnya, mengusir rasa pusing yang mendadak dirasanya.

Han Ye Jin, begitu mudahnya kau keluar masuk dalam kehidupanku, setelah semua yang kau lakukan padaku?

***

Butik itu seperti biasanya ramai dikunjungi orang.  Bukan hanya kalangan Chaebol yang sudah terbiasa menjadi pelanggan dari butik terkenal itu, tetapi juga beberapa turis yang sengaja mencari buah tangan dari butik yang memang berada di salah satu kawasan wisata terkenal di Korea Selatan.

Hye Hoon mencoba melayani costumer yang datang ke toko itu dengan baik, tetapi karena beberapa hal yang mengganggu konsentrasinya, dia sering melakukan beberapa kesalahan, yang membuatnya ditegur oleh atasannya.

Matanya mengerjap ketika menangkap sosok yang beberapa lalu ‘menculiknya’.  Karena tokonya yang depannya berdinding kaca, Hye Hoon dapat dengan jelas melihat saat lelaki itu keluar dari mobil sport miliknya, dan segera memasuki tempatnya bekerja.

Dia menghalau pikiran tentang lelaki itu yang mungkin hanya ingin membeli beberapa pakaian mahal koleksi butik ini, bukannya menyeretnya keluar dengan kekuasaan yang dimilikinya.

Hye Hoon pura-pura tidak melihat lelaki itu saat berbicara dengan atasannya, yang menatapnya seolah gadis itu adalah costumer VIP yang selalu dilayaninya, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan apa yang dilakukan wanita itu pada Hye Hoon sejak tadi.

Gadis itu menghentikan kegiatannya yang sedang merapikan baju yang berjejer di rak ketika kedua orang yang beberapa menit yang lalu berbincang itu menghampirinya.  Dia bergidik ketika melihat manager yang terkenal killer itu menyunggingkan senyum manis ke arahnya, dengan lelaki angkuh yang berada di samping wanita itu memperhatikan dirinya dalam diam.

“ Hye Hoon~ssi, mengapa kau tak bilang jika Appa-mu sakit?  Seharusnya kau tidak perlu segan untuk meminta cuti dariku.  Untung saja…ehm.. Tuan Kyuhyun datang kemari untuk menjemputmu.  Tunggu apalagi? gantilah bajumu” , wanita itu menatap Kyuhyun dengan genit dan melanjutkan ucapannya, “ Dan Tuan Cho, sebaiknya kita tunggu Hye Hoon~ssi di ruang ganti.  Mari ikut saya”.  Suara lembut Oh Ji Yeong membuat Hye Hoon meremang.  Dia tak pernah menyangka, wanita yang terkenal dingin dan tegas itu takluk di hadapan Cho Kyuhyun.  Hye Hoon tak mau ambil pusing dengan perilaku atasannya itu, dan lebih memilih untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.  Setidaknya, Hye Hoon bisa bebas bekerja hari ini, karena Cho Kyuhyun pasti juga sudah menghubungi Kim Sajangnim mengenai keabsenannya di tempat karaoke.

***

Gedung yang tinggi menjulang bernama HanSang Advertising itu menjadi tujuan mereka.  Hye Hoon tak tahu sebenarnya kemana Kyuhyun akan membawanya, karena sejak lima belas menit yang lalu, tak ada percakapan yang terjadi diantara mereka.  Gadis yang sedang memikirkan sesuatu itu terkejut ketika pintu penumpangnya dibuka.  Ada seorang lelaki, yang dia yakin adalah pegawai kantor ini menyapanya hangat.  Dia menolehkan pandangannya ke arah Kyuhyun, disambut anggukan pelan dari lelaki itu.

Hye Hoon memang sedikit ragu, dan tak menyangka jika Kyuhyun membawa dirinya ke tempat yang dia yakini adalah perusahaannya.  Dengan penampilannya yang jauh dari kata formal dan rapi, tentu saja dia sedikit merasa tak tenang.

Semua orang memperhatikannya, dan tak sedikit wanita-wanita yang bersimpangan dengan mereka menatapnya sinis sambil berbisik.  Tentu saja Hye Hoon sendiri tahu alasannya.  Sejak masuk lobby tadi, Kyuhyun tak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya, walaupun Hye Hoon merasa sedikit risih.  Dan itu berefek besar dengan ketenaran lelaki itu yang pasti dikenal oleh semua karyawannya.

“ Tuan Kang, aku sudah membawakan modelnya.  Jadi, apakah syutingnya bisa dimulai sekarang?”

Lelaki paruh baya bernama Kang Sung Joong itu mengamati gadis itu dari atas kepala hingga kaki, dan tak menemukan sesuatu yang menarik darinya.  Mungkin gadis itu memang sedikit cantik, tapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan model-model yang berada di listnya.  Jika bukan atasannya yang merekomendasikan gadis itu, dia pasti akan menolaknya mentah-mentah.

“ Tentu saja, sajangnim.  Nona, mari kita ke studio sekarang”.

***

Hye Hoon menggerakkan badannya kaku, menuruti petunjuk yang diberikan oleh pengarah gaya yang sedari tadi meneriakinya.  Awalnya, Hye Hoon tak pernah menginginkan pekerjaan yang sebenarnya sulit dilakukan olehnya ini.  Tersenyum tanpa henti di depan kamera, membuat bibirnya pegal.  Tetapi bayaran yang ditawarkan lelaki itu sungguh sulit untuk ditolak, sehingga dia harus merelakan tubuhnya dirias sedemikian rupa.  Memang terlihat cantik, tetapi itu benar-benar bukan gayanya.  Hye Hoon sudah melupakan bagaimana cara berdandan sejak beberapa tahun lalu.

“ Kerja bagus.  Semuanya, silahkan bereskan tempat ini.”

Suara tepukan tangan memenuhi ruangan berdinding putih itu.  Semua orang bersiap untuk meninggalkan studio, mengepak barangnya masing-masing.  Hye Hoon merasakan tangannya ditarik oleh seseorang, dengan sedikit mempercepat langkahnya karena lelaki itu menyeret tubuhnya dengan gerakan cepat.

Kyuhyun membawa gadis itu ke ruang kerjanya, kemudian memastikan jika dia sudah mengunci ruangan itu dengan memutar kenop pintu.  Hye Hoon hanya diam, tak mau mengatakan apapun, hanya menunjukkan ekspresi datar seperti biasanya.

“ Aku akan memberi bayaran lebih untuk yang satu ini, jadi, kau tak perlu khawatir”.

TBC

GAGAL TOTAAAALLLL

Bener-bener bingung mau dibawa kemana ff ini, dan sepertinya akan berakhir 1 part aja (?)

Yaampun otakku tumpul akhir-akhir ini gara-gara mikirin ss5,tugas, dll -__-

Dan rasanya maleesss banget buat nulis

Pendek ya? Udah bener-bener buntu soalnya jadi ya segini jadinya.

Sorry kalo merasa kecewa sama nih ff, gak bener soalnya iniii ckck

Thanks buat yang udah baca ^^

 

245 thoughts on “Not In Love ( Part 1 )

  1. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  2. Wow of course he got the girl. I already slapped my face 😫 I bet ini bukan sekedar masalah ketertarikan.

  3. Menurut aku alurnya rada cepet, tapi masih tetep Bagus kok. Ceritanya juga ga berbelit belit pokoknya aku suka sama alur cerita ff ini

  4. Han Ye Jin? Apakah dia perempuan masa lalu kyu?
    Huhuhu aku langsung suka sama ff ini, pake banget malah ><
    Authornim ijin baca ff disini ya, gomawo.

  5. cerita yg mengandung bnyk kemesteriusan ini sgat menarik.. bnyk pertanyaan berseleweran di otak gw. Apa yg terjadi sama Hye dimasa lalu? pertanyaan paling utama wkwkwk.. mau lanjut ya

  6. Penasaran sama masa lalu Hye Hoon miris bnget hdupnya skarang nyampe nge’jual dirinya gtu,
    Kyu juga siapa Ye Jin ? Mantan pcar? Hhuhuhu

  7. Hahaha siapa tadi ? Hyejin? Kayaknya dia mantan nya kyu. .
    Kalu bayaran mahal kyu buat jadiin hoon pacar pura pura.
    Minho telp siapa n ngapain?
    Jadi hoon emang cewek bayaran?? Omigat

  8. Hyehoon awalnya bukan pekerja malam ya.. Hanya penyedia pelayan? Tapi Si Kyuhyun tertarik sama itu gadis. Eh awalnya aku kira mereka latarnya di kampus loh. Ternyata bar. Lanjut…

  9. Namja perfect. . . .
    Tapi yang bikin aku lebih penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya?
    Minho sempat menyinggung soal ini tadi ketika kakaknya baru pulang, Hye Hoon sendiri juga menyinggungnya barusan…
    Aigoo…Kyu Hyun-ah, Hye Hoon cantik ya sampai-sampai kamu langsung seret ia ke ruang kerjamu? Ckck

    Ngomong2 tentang Minho, apa yang akan ia kerjakan? Jangan sampai hal-hal negatif deh ya :(

  10. Waw…sampek segitunya kyuhyun tertarik ma hye hoon…dia rela bayar berapapun buat bisa deket n tidur ma hye hoon…
    Ahhh aq tambah suka bgt ma ff disini…

  11. Alooo, author chingu! :) Aku pengunjung & pembaca baru di blog mu, salam kenal us :D Deg2an sendiri baca tulisan mu, author chingu hihihi
    Ijin lanjut baca ya, author chingu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s