Comeback To Me, Baby ( Part 3 )


Ballroom megah itu dihias sedemikian rupa sehingga agar tamu undangan yang hadir di pesta mewah tersebut menikmati suasana yang tuan rumah suguhkan. Acara tersebut umumnya diperuntukkan bagi pengusaha kelas atas dan tentunya merupakan termasuk dalam kategori kalangan elit di penjuru Negeri.

Semua orang sibuk beramah-tamah satu sama lain, berbicara seolah-olah mereka adalah teman dekat. Padahal, seringkali dalam praktek bisnis yang mereka lakukan, mereka justru menikam orang-orang itu dari belakang.

Kyuhyun tak tertarik dengan hanya sekedar menjalin keakraban dengan orang-orang yang sama sekali tak dikenalnya. Kyuhyun memang bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, dan lebih cenderung to-the-point. Walaupun dirinya berkecimpung di dalam dunia bisnis, tetapi rekan se-profesinya tidak terlalu banyak. Apalagi selama ini dia tinggal di Jepang, yang tentu saja mempersulit dirinya untuk bersosialisasi dengan pengusaha elit Korea.

Kyuhyun hampir mati kebosanan karena acara tak kunjung dimulai. Dia sudah meneguk gelas wine ketiganya sambil mendengarkan musik jazz yang mengalun seantero ruangan. Untungnya, dia menemukan seseorang yang dikenalnya diantara lautan manusia itu, yakni seorang sahabat terdekatnya, Shim Changmin, yang segera menghampirinya dan mengambil tempat tepat di sampingnya.

“ Kau hebat Kyuhyun~ah . Kau tahu? Susah sekali mendapatkan undangan acara dari Lee Coopration, tapi kau yang baru pindah ke Jepang bisa langsung menghadiri acara sebesar ini. Aku saja butuh beberapa tahun untuk menjadi salah satu partner bisnis mereka”.
Kyuhyun hanya menanggapi pujian Changmin dengan seringaian khasnya. Mana mungkin dia tidak diundang ke acara ayahnya sendiri, kan? Rutuknya dalam hati. Tetapi dia membiarkan lelaki itu berspekulasi sendiri tentang kedatangannya ke acara peringatan hari jadi perusahaan ini.

Sorak sorai suara tepuk tangan mengalihkan fokusnya. Dia bisa melihat sepasang lelaki dan perempuan paruh baya maju ke podium yang sepertinya akan menyampaikan beberapa patah kata untuk membuka acara ini.

Kyuhyun mengulas senyumnya untuk wanita paruh baya yang berada di atas stage, disambut lambaian tangan dari wanita itu. Perhatian Kyuhyun sama sekali tidak tertuju pada speech formal yang disampaikan oleh pemilik acara ini, karena toh dirinya menganggap hal ini tidak begitu penting.

Tetapi kemudian indera pendengarannya menangkap suatu nama yang sangat akrab di telinganya. Bersamaan dengan itu, matanya melihat sosok yang sangat dikenalinya, sedang tersenyum bahagia dengan tangan seorang lelaki yang bersarang di pinggangnya, membuatnya harus menelan wine yang diambilnya dari meja terdekat untuk menahan rasa panas yang dirasakan sekujur tubuhnya.

Shim Changmin menatapnya tajam, seakan menuntut penjelasan darinya. Kyuhyun menanggapinya dengan santai, sembari memamerkan senyum misterius kepada sahabatnya itu.

“ Kyuhyun~ah, bukankah itu…Choi Hye Hoon? Dan mengapa kau sama sekali tak terlihat seperti orang yang terkejut?”

***

“ Eun Gi~ya, kau datang? “

Hye Hoon memeluk sekilas sahabat wanitanya itu sesaat setelah jarak mereka sudah dekat. Kedua lelaki pasangan mereka pun sepertinya sudah akrab, dan saling menanyakan kabar satu sama lain. Tetapi Hye Hoon tidak mengenal lelaki yang datang bersama Eun Gi, karena ini pertama kali Hye Hoon bertemu dengan lelaki itu.

“ Hye Hoon~ah, kenalkan ini Lee Hyukjae. Hyukjae~ya, ini Choi Hye Hoon”, ucap Eun Gi untuk mengenalkan mereka berdua. Hye Hoon dan lelaki bernama Hyukjae pun saling memberikan salam dengan cara membungkukkan sedikit badannya.

Setelah itu, Eun Gi dan Donghae pun saling mengenalkan diri. Mereka terlibat dalam percakapan mengenai bisnis yang membuat Eun Gi bosan karena tak mengerti apapun. Akhirnya, setelah meminta izin kepada kedua orang lelaki tampan itu, Eun Gi mengajak Hye Hoon untuk berbicara berdua. Ada banyak hal yang ingin Eun Gi tanyakan kepada gadis itu.

Setelah menemukan tempat yang nyaman, Eun Gi pun memulai interogasinya. Hye Hoon sudah menyadari bahwa ini semua akan terjadi setelah mereka memutuskan untuk memberitahukan hubungan mereka ke publik. Tepatnya, bukan hanya Eun Gi yang mempertanyakan hubungannya dengan Donghae, tetapi semua orang yang berada di negeri ini. Gadis itu yakin jika besok wajahnya akan mengisi headline news di semua surat kabar yang beredar.

“ Jadi, sejak kapan kau berhubungan dengan seorang Lee Donghae? “, ujar Eun Gi dengan mengekspresikan kekesalannya kepada sahabat wanitanya itu. Eun Gi kesal, tentu saja. Walaupun baru beberapa minggu lalu mereka bertemu kembali setelah sekian lama, tetapi setidaknya Eun Gi telah menceritakan tentang kehidupannya sekarang kepada dua sahabatnya itu. Tetapi, mengapa gadis di sebelahnya ini malah menutup rapat-rapat tentang kisah cintanya? Dan parahnya, pasangannya itu adalah seorang Direktur muda terkenal, yang diincar banyak wanita.

Ah, sepertinya Eun Gi harus cepat-cepat memberitahu Soo Ra, agar gadis itu segera menghapus Donghae dari daftar lelaki incarannya.

“ Satu tahun lebih, mungkin?”, jawab Hye Hoon santai. Eun Gi semakin melongo dibuatnya. Selama itu? Dan setahunya tidak pernah ada media manapun yang mencium tentang hubungan mereka berdua. “ Jadi, kalian selama ini merahasiakannya? Wah, kau sangat hebat, Choi Hye Hoon. Bahkan sahabatmu sendiri tidak tahu apapun tentang ini?”

Hye Hoon mengambil nafas dengan berat. Seperti yang diperkirakannya sejak jauh hari, pasti tidak mudah untuk membawa hubungan dirinya dan Donghae ke publik. Tetapi ya, karena desakan calon mertuanya yang ingin segera memproklamirkan rencana pernikahan Hye Hoon dan Donghae, tentu saja Hye Hoon harus menyetujuinya.

“ Mianhae Eun Gi~ya. Kami memang sangat ingin privasi kami terjaga. Kami tak mau hubungan kami ini dihubungkan dengan masalah bisnis. Jadi kami harus benar-benar siap sebelum hubungan kami dikonsumsi publik. Jangan marah, eo?”

Eun Gi menarik tubuh Hye Hoon ke dalam pelukannya. “ Chukkae, Hye Hoon~ah. Akhirnya sebentar lagi kau akan menikah. Ah, bagaimana dengan ‘dia’? Apakah kau sudah melupakannya?”.

Hye Hoon hanya terdiam di dalam pelukan Eun Gi. Gadis itu sama sekali tidak mendengar sepatah kata pun ucapan Eun Gi, karena matanya menangkap sosok yang akhir-akhir ini selalu berada di sekitarnya. Jantungnya berdegup seribu kali lebih kencang saat menyadari bahwa itu bukan hanya khayalannya saja.

“ Hye Hoon~ah, gwenchana?”. Eun Gi menepuk bahu Hye Hoon pelan, membuat gadis itu sadar dan segera melepaskan pelukan mereka berdua. Hye Hoon segera menyambar gelas putih berisi orange juice yang berada di meja sebelahnya, diikuti oleh mata Eun Gi yang menatap gadis itu curiga.

“ Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba gugup seperti itu?”, tanya Eun Gi, dengan nada suaranya yang tersirat kekhawatiran di setiap penggalan katanya. Hye Hoon menjawab pertanyaan Eun Gi dengan gelengan yang amat pelan, dengan arah pandangnya yang tetap tertuju pada sosok yang berjarak lumayan jauh dengan mereka itu.

Beberapa saat kemudian, pandangan mereka bertemu. Kontak mata itu terjadi cukup lama, karena tak ada satupun diantara mereka yang melemparkan pandangannya ke lain arah. Penampilan lelaki itu sama saja dengan kebanyakan lelaki yang hadir di pesta ini, tetapi Hye Hoon merasa bahwa ketampanan yang dipancarkannya sungguh membuatnya terpukau. Hye Hoon merasa seluruh sendinya kaku, dan kedua kakinya gemetar karena mendadak merasa lemas.

Sepertinya keberadaan lelaki itu yang selalu ‘menguntitnya’ akhir-akhir ini membuat Hye Hoon kembali jatuh dalam pesonanya. Kyuhyun telah berhasil menghancurkan kehidupan Choi Hye Hoon lagi, dengan cara menarik kembali gadis itu kedalam pangkuannya.

Malah, di benaknya sekarang, bukan khawatir dengan hal itu, justru Hye Hoon lebih khawatir dengan fakta jika Kyuhyun mengetahui tentang statusnya sekarang.

Hentikan pikiran bodohmu, Choi Hye Hoon.

***

Hye Hoon tak tahu pasti mengapa kedua kakinya membawa dirinya ke tempat ini, mengikuti langkah Kyuhyun yang beberapa menit lalu meninggalkan ruangan mewah itu. Eun Gi sepertinya sudah bosoan mengoceh tentang kehebatan Lee Donghae, serta bagaimana perempuan-perempuan lain di luar sana mengagumi sosok lelaki itu. Gadis itu akhirnya memilih untuk meninggalkan Hye Hoon dan menghabiskan waktu menikmati pesta ini bersama kekasihnya.

Sedangkan untuk tunangannya, Lee Donghae, sepertinya dia terlalu sibuk untuk melayani tamu-tamu penting itu dibanding menemaninya. Hye Hoon mengungkap kelegaannya dalam hati. Baguslah, setidaknya lelaki itu tidak tahu dengan apa yang dilakukan gadis itu sekarang.

Hye Hoon memperhatikan Kyuhyun yang sedang bercengkrama dengan seseorang, yang gadis itu yakin adalah seorang wanita. Tempat dimana Kyuhyun berada sedikit gelap, sehingga Hye Hoon tak dapat mengenali sosok wanita itu. Dan juga, jarak mereka yang terlampau jauh membuatnya benar-benar tidak bisa melihat ciri apapun yang melekat pada wanita yang sedang berduaan dengan Kyuhyun itu.

Deg

Jantungnya berdegup lebih kencang saat Kyuhyun menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Refleks, Hye Hoon membalikkan tubuhnya, tak berniat untuk melanjutkan kegiatannya untuk mengamati aktivitas kedua orang itu. Hye Hoon mulai memasang langkah beratnya, pergi menjauh dari tempat tadi.

Dia memegang dadanya sendiri. Mengapa rasanya menyesakkan?

***

A Few Days Later….

Hye Hoon menggosokkan kedua tangannya yang terasa beku, karena cuaca Seoul yang mendekati musim dingin. Seorang lelaki tampan membukakan pintu untuknya, mengulurkan tangan besar yang selalu digenggamnya. Hye Hoon menatap mata teduh lelaki itu dalam, menyiratkan keraguan yang masih tertanam di benaknya.

“ Ini bukan pertama kalinya, kan? Ayolah, ini hanya makan malam biasa”.

Hye Hoon mengulurkan tangannya, tangan mungilnya menelusup diantara jemari panjang lelaki itu. Donghae menariknya bangkit, tetapi Hye Hoon tetap tak menggubrisnya. Hye Hoon masih gugup, walaupun sudah menjalin hubungan yang akrab dengan kedua orang tua Donghae. Hye Hoon takut melakukan sesuatu yang salah di depan keduanya.

Donghae seakan mengerti kekhawatiran gadisnya itu, mendaratkan kecupan ringan di dahi Hye Hoon, dan membisikkan kata-kata yang bisa menenangkan gadis itu, hingga membuat Hye Hoon mengangguk pelan.

Donghae menggandeng Hye Hoon memasuki rumahnya, rumah megah yang biasa disebut dengan ‘mansion’ itu, dengan pekarangan luas di depannya. Bahkan mereka harus melewati puluhan anak tangga kecil untuk masuk ke dalam rumah itu. Sebenarnya, rumah Hye Hoon pun tak kalah mewah dari rumah Donghae, karena mereka memang berasal dari kalangan yang sama.

Donghae menghentikan langkahnya tiba-tiba, sesaat ketika mereka sudah tiba di depan pintu ruang utama. Hye Hoon menatap lelaki itu bingung, membuat Donghae menyunggingkan senyuman khasnya dan segera membuka mulutnya untuk menyampaikan sesuatu yang membuatnya bersemangat mengenai pertemuan keluarganya kali ini.

“ Aku akan mengenalkanmu kepada seseorang. Ayo kita masuk ”.

***

Kyuhyun terlibat perbincangan yang cukup serius dengan kedua lelaki yang berada di ruangan itu, tetapi matanya tetap tertuju pada gadis yang sejak tadi menghindarinya. Gadis itu kebanyakan menunduk, tak mau bertemu pandang dengannya.

Eommanya terlihat sangat senang, saat mengajari beberapa hal kecil mengenai penataan meja di ruang makan itu kepada gadis di sampingnya, dan sepertinya menceritakan hal-hal lucu mengenai lelaki yang berada di seberang mejanya, karena sejak tadi, Nyonya Lee seringkali menatap Donghae seperti menggodanya, dan membuat kedua wanita itu tertawa.

Kyuhyun pernah membayangkan hal seperti ini terjadi. Saat gadis itu akrab dengan Ibunya, dan mereka bisa melewatkan waktu bersama sebagai kedua wanita yang paling berarti di hidupnya. Dan ternyata, keberuntungan itu tidak berpihak kepadanya. Dia malah harus menyaksikan kedua wanita itu justru dimiliki oleh seseorang yang jauh lebih hebat jika dibandingkan dengannya.

Saat kedua wanita itu duduk di tempatnya, mereka segera memulai acara makan malam tersebut. Kyuhyun memperhatikan pasangan di depannya, yang memamerkan kemesraan di hadapannya. Gadis itu melayani lelaki di sebelahnya dengan mengambilkan makanan yang tersaji di meja makan tersebut, persis seperti pasangan pengantin yang baru saja menikah. Eommanya terlihat tersenyum geli memperhatikan tingkah mereka berdua, membuat hati Kyuhyun semakin panas.

“ Kyuhyun~ah, bukankah lebih baik kau membantu Donghae? Kurasa sudah saatnya kau menjalankan bisnis kita. Sudah cukup kau bermain-main dengan perusahaan kecil itu”.

Kyuhyun sedikit kesal dengan perkataan yang dilontarkan Ayahnya. Dari awal, Kyuhyun memang tak ingin menggunakan harta kekayaan keluarga Lee. Dia bahkan tak mau mengganti marganya, karena dia merasa dia sama sekali bukan bagian dari keluarga itu. Apalagi dengan sikap Lee Dong Wan yang keras, membuatnya semakin tak ingin terlalu ikut campur mengenai urusan keluarganya sendiri.

“ Benar Kyuhyun~ah, kurasa aku juga tidak bisa menjalankan Lee Coorporation sendiri. Kau juga adalah salah satu pewaris dari ….”

“ Sampai kapanpun aku tak akan menginjakkan kakiku ke perusahaan itu”.

“ CHO KYUHYUN”

Nyonya Lee segera menghampiri suaminya yang sedang dilanda amarah itu. Suasana makan malam itu berubah menjadi sedikit tegang. Kyuhyun bisa merasakan tatapan tajam Donghae yang ditujukan padanya. Lee Donghae, sebenarnya dia adalah lelaki yang baik di mata Kyuhyun. Lelaki yang lebih tua darinya itu justru tidak keberatan jika harta milik ayahnya sebagian diwariskan kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sekilas gadis itu, yang sedang menatap Donghae khawatir. Tangan mereka berdua saling bertautan di atas meja, membuat Kyuhyun mendengus kesal. Kyuhyun mencoba menarik perhatian gadis itu, tetapi Hye Hoon tidak melirik sedikitpun ke arahnya. Akhirnya, Kyuhyun menggunakan cara licik untuk menjerat Hye Hoon agar memperhatikan dirinya juga.

Kyuhyun menjulurkan kaki panjangnya ke depan, dan menemukan ujung kain dress Hye Hoon yang memang duduk tepat berada di depannya. Hye Hoon yang sedang menikmati makanannya terlihat sedikit kaget, tetapi mencoba bersikap biasa.

Tidak hanya sampai disitu, Kyuhyun mengelus betis Hye Hoon menggunakan kakinya, menyalurkan rasa geli yang mendera Hye Hoon. Kaki Kyuhyun semakin naik ke atas, menggapai paha Hye Hoon dengan menyingkap dress yang menghalangi pekerjaannya.

“ Kyuhyun~ah, kau sudah punya kekasih?”, ujar wanita paruh baya yang berada di sampingnya, sambil menatap ke arahnya. Kyuhyun tak menghentikan aksi kakinya yang sedang membelai paha mulus Hye Hoon, sedangkan dia tak menjawab pertanyaan Ibunya sendiri karena Kyuhyun tahu pasti, jika ibunya sudah tahu jawabannya.

Hye Hoon melayangkan pandangan berarti ke arah Kyuhyun, yang justru membuat gerakan Kyuhyun semakin lincah di bawah sana. Semakin Hye Hoon menghindarinya, Kyuhyun semakin berbuat lebih padanya. Dengan santainya Kyuhyun menjawab pernyataan Eommanya itu dengan menunjukkan terlebih dahulu seringaian khasnya. “ Belum. Tetapi aku yakin sebentar lagi aku akan mendapatkannya”. Bersamaan dengan kalimat itu, ibu jari kakinya berhasil menyentuh titik paling sensitif dalam tubuh Hye Hoon yang masih tertutup pakaian dalam.

Sontak Hye Hoon bangkit dari duduknya, sampai menimbulkan bunyi nyaring karena gesekan kaki kursinya dengan lantai yang cukup keras, disebabkan oleh gerakan tiba-tiba darinya. Muka Hye Hoon berwarna merah padam, mencoba menghilangkan rasa malu sekaligus amarah yang meluap di dadanya.

“ Maaf, sepertinya aku butuh saus tambahan lagi. Bisakah aku mengambilnya sendiri, Eomonim?”. Untungnya, otak Hye Hoon berfungsi dengan sangat baik sekarang ini, sehingga dia bisa memikirkan alasan yang paling logis agar dirinya tidak dicurigai oleh semua orang yang ada di meja makan, yang semua perhatiannya tertuju padanya. Hye Hoon bisa melihat Kyuhyun tertawa kecil melihat kelakuannya, membuatnya mencibir dan segera meninggalkan ruang makan yang berukuran luas itu.

***

Kyuhyun sangat bosan dan segera ingin meninggalkan ruangan makan itu. Sejak tadi, telinganya terasa panas mendengarkan pujian-pujian yang dilontarkan wanita di sampingya dan gadis di depannya, tentang Lee Donghae tentunya. Tuan Lee pun sesekali menimpali kata-kata kedua orang perempuan itu dengan gumaman tanda setuju. Lee Donghae bersikap sangat menjijikan –menurutnya – karena lelaki itu seringkali menanggapi percakapan tentangnya itu dengan senyuman tiga jarinya. Kyuhyun merasa dirinya seperti tak terlihat disini, dan hanya melanjutkan menikmati hidangan penutupnya dalam diam.

Kejadian tersebut mengingatkan kembali apa yang dialami Kyuhyun dulu, saat baru-baru tinggal di rumah ini. Kyuhyun sering merasa bahwa dirinya tidak pernah diakui di rumah ini. Yang ada hanyalah Tuan Muda Lee Donghae yang mempunyai segalanya.

Sebenarnya Kyuhyun tidak keberatan jika semua orang memuja Donghae seperti itu, tetapi, pada kenyataannya, Ibunya sendiri pun bersikap seperti itu. Semenjak menjadi Nyonya Lee, Ibunya lebih sering memperhatikan Lee Donghae, yang sejak kecil tak pernah menikmati kasih sayang seorang ibu, dan melupakan dirinya.

Donghae selalu menjadi orang yang sangat baik padanya. Dari dulu sampai sekarang pun, Donghae menganggap Kyuhyun sebagai adiknya sendiri. Tetapi tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menganggap lelaki itu sebagai seorang rival baginya. Maka dari itu, dia tidak ingin mengalah sekalipun dari Donghae.

Sebenarnya, Kyuhyun tak akan peduli jika Donghae merebut apapun darinya, kecuali kedua orang wanita itu.

Kyuhyun telah membiarkan Eommanya menjadikan Donghae prioritas utama dari wanita itu, tetapi dia tidak akan membiarkan wanita yang didepannya saat ini, resmi menjadi milik Donghae.

Choi Hye Hoon, suka ataupun tidak, kau pasti akan kembali padaku.

***

“ Abeonim, Eomonim, sepertinya aku harus pulang sekarang”

“ Pulang? Ini sudah malam Hye Hoon~ah, menginap saja, eo?. Ah, kau juga Kyuhyun~ah, malam ini, Eomma tidak akan mengizinkanmu pulang ke apartemen”

“ Eomma…”, ujar Kyuhyun tak setuju. Tetapi wanita paruh baya itu tetap bersikukuh tak membiarkan kedua orang itu pulang. Kyuhyun menatap ayah tirinya, dan tersirat bahwa lelaki itu pun sepertinya setuju dengan keinginan ibunya.

Hye Hoon menatap Donghae, meminta bantuannya untuk keluar dari situasi ini. Tetapi Donghae hanya menaikkan bahunya, tanda jika dia menyerah untuk menolak keinginan ibunya. Terlihat seulas senyum tersungging di bibir tipis lelaki itu. Tentu saja Donghae senang atas paksaan ibunya, sehingga dia bisa ‘berduaan’ lagi dengan gadis itu di kamarnya.

Kyuhyun juga sebenarnya tidak sepenuhnya menolak keinginan ibunya, karena sejujurnya dia masih ingin berada di dekat gadis itu. Tetapi, dengan keberadaan Donghae yang tak pernah lepas dari gadisnya, membuatnya kesal. Lihatlah, bahkan lelaki itu sedang menatap Hye Hoon mesra sambil mendaratkan ciuman di punggung tangan gadis itu.

Kyuhyun pun akhirnya pasrah menerima keputusan dari eommanya, karena tak ada alasan baginya untuk menerima tawaran itu.

“ Baiklah, Eomma. Tapi hanya semalam saja. Untuk malam selanjutnya tidak ada alasan untukku untuk tinggal di rumah ini”.

***

Hye Hoon merebahkan tubuhnya di sofa empuk yang terletak di salah satu sudut kamar Donghae. Tubuhnya terasa sangat kaku, karena tadi dia bekerja di kantor seharian, yang berakhir saat Donghae menjemputnya dan mereka memilihkan hadiah kecil untuk orang tua Donghae di makan malam mereka kali ini.

Donghae yang berada di belakangnya pun menyunggingkan senyumnya melihat tingkah gadis itu. Ini pertama kalinya Hye Hoon mengunjungi kamarnya, dan sekaligus tidur di ranjangnya, dan gadis itu terlihat tidak canggung sama sekali.

“ Kenapa malah disini? Kalau kau benar-benar sangat lelah, tidur saja di ranjangku. Ah, jangan bilang kau takut sekamar denganku, sayang? ”, goda Donghae yang juga mendaratkan tubuhnya di sofa yang ditempati gadis itu. Donghae mendekap tubuh gadis yang sedang memejamkan matanya itu dari samping, menggodanya dengan menghembuskan nafasnya tepat di area telinga gadis itu.

“ Aku benar-benar ingin tidur, Oppa. Biarkan aku memejamkan mataku sebentar, ya?”

Donghae yang kasihan melihat posisi tidur Hye Hoon yang kurang nyaman, segera melepaskan dekapannya di tubuh kurus Hye Hoon, dan menggendong tubuh gadis itu dengan kedua tangan besarnya. Hye Hoon membuka matanya, meronta karena perlakuan Donghae yang tiba-tiba. “ Oppa, apa yang kau lakukan? Ahh turunkan aku”.

Donghae menurutinya. Dia menurunkan gadis itu tepat di ranjangnya, membuat Hye Hoon memejamkan matanya kembali.
“ Kau yakin akan cepat-cepat tidur? Tidak mau mandi dan berganti pakaian dahulu?”, tanya Donghae, yang juga ikut membaringkan tubuhnya di ranjang empuk itu.

“ Aku tidak membawa pakaian ganti, lagipula aku benar-benar lelah sekali. Bisakah kau diam sebentar? Lama-lama kau bertingkah seperti ahjumma yang sering bergosip”. Hye Hoon mengoceh sambil masih memejamkan matanya, membuat Donghae terkekeh geli menyaksikan gadisnya itu.

“ Baiklah. Sepertinya kau sudah tak rindu lagi suara merduku, hmm? Ya sudah, sepertinya kau tidak mau diganggu. Aku akan tidur di sofa. Jaljayo”.

Donghae segera turun dari ranjang itu, tetapi tangan mungil itu menarik pergelangan tangannya. Donghae menoleh dengan mukanya yang ditekuk, membuat Hye Hoon menyunggingkan senyum manisnya. Gadis itu mengerucutkan bibirnya, menepuk-nepuk kasur di sebelahnya.

“ Jangan marah, sayang. Aku hanya bercanda. Ayolah, aku ingin tidur di pelukanmu malam ini. Dan sejak kapan kau tahan tidur di sofa? Berbaringlah”.

Dengan satu tarikan, Hye Hoon membiarkan Donghae berbaring di sebelahnya. Gadis itu melingkarkan tangan mungilnya di perut Donghae, serta mendekatkan wajahnya ke dada bidang lelaki itu, merasakan degupan jantungnya yang membuat hatinya tenang.

Mereka terdiam sejenak dalam posisi tersebut, hingga Donghae mensejajarkan wajahnya dengan wajah Hye Hoon, menatap matanya dalam. Donghae lalu membuka suaranya, menyampaikan sesuatu yang selama ini mengganjal hatinya.

“ Kau yakin, tidak akan menyesal menikah denganku?”, tanyanya dengan nada yang sama sekali tidak terlihat main-main. Tetapi, Hye Hoon menanggapinya dengan santai, dengan melontarkan candaannya yang tidak lucu sama sekali.

“ Semua wanita di dunia ini pasti akan bersedia menikahimu. Tampan, mapan, dan menjadi salah satu pewaris perusahaan ternama. Bukankah aku sangat beruntung?”

“ Aku serius, Hye Hoon~ah”

Hye Hoon tertawa lagi, tetapi Donghae masih menunjukkan sikap seriusnya. Hye Hoon mengunci wajah menawan laki itu dengan tangan mungilnya, mengelus pipinya pelan. Saat ini, Hye Hoon tengah bimbang dengan pernikahannya. Mungkin, dua minggu yang lalu dia akan dengan tegas menjawab jika dia tidak akan menyesal menikah dengan lelaki itu. Tapi sekarang?

Hye Hoon meragukan cintanya kepada Donghae. Namun, dia tidak ingin sedikitpun mengecewakan wajah Donghae yang penuh harap. Untuk sekarang, Hye Hoon harus optimis pada dirinya sendiri, bahwa cinta yang dimilikinya hanya untuk Lee Donghae.

“ Aku tidak akan menyesal menikah denganmu, Donghae. Karena aku mencintaimu, sangat mencintaimu”.

***

Kyuhyun segera menoleh ke belakang, ketika suara derap langkah melewati pintu kamarnya. Dia menutup jendela kamarnya, dan segera membuka pintunya mengikuti langkah kaki itu. Seseorang yang tengah menuruni tangga itu berjalan terhuyung, mengingatkan kejadian lain yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Jika dulu bisa saja gadis itu jatuh jika dia tidak menangkapnya, kali ini gadis itu sedikit beruntung, karena dia bisa berpegangan kepada kaki tangga kayu yang kokoh yang menjadi penopang tubuhnya.

Sepertinya, gadis itu masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya, sehingga dia tidak menyadari jika ada seorang lelaki yang mengikutinya. Hye Hoon melangkah menuju dapur, mencoba membuka kulkas dan mengeluarkan botol besar dari dalamnya. Dia meletakkan botol itu di lemari dapur, dan mencari cangkir dari buffet itu.

Pergerakan tangannya yang sedang menggapai tempat yang cukup sulit dijangkaunya itu terhenti manakala ada tangan yang lain mengambil cangkir yang diincarnya itu. Hye Hoon menoleh, dan matanya menghindar setelah mengetahui siapa pemilik tangan besar itu. Gadis itu segera merebut cangkirnya, mengambil botol itu dan segera meneguk cairan yang sekejap melenyapkan dahaganya.

Entah kenapa hatinya merasa kesal saat mengingat kejadian tadi, saat melihat lelaki itu berpelukan dengan wanita yang tak dikenalinya. Mungkinkah Hye Hoon cemburu? Entahlah. Gadis itu sudah tidak mau peduli urusan Kyuhyun, tetapi justru sekarang dia sangat ingin mengetahui siapa wanita yang bersamanya tadi.

“ Kau tidak menanyakan padaku, kenapa aku bersikap biasa saja saat mengetahui Donghae adalah tunanganmu?”, ujar lelaki itu dengan suara paraunya, yang membuat dada Hye Hoon bergetar saat mendengarnya. Hye Hoon tak menghiraukannya sedikitpun, masih termenung menggenggam cangkirnya yang kosong.

“ Aku sudah mengetahuinya sejak dulu. Aku tahu, sejak saat kau berpacaran dengannya. Ah ya, aku memang mengirimkan orang untuk menyelidiki tentangmu semenjak aku meninggalkan Korea. Aku melakukan itu karena aku benar-benar merindukanmu, aku selalu mengkhawatirkanmu, dan memastikan jika keadaanmu baik-baik saja. Dan ketika Eomma menelponku beberapa bulan yang lalu, memberitahukanku bahwa kalian akan menikah, jujur saja membuatku sangat terkejut. Tetapi aku masih yakin, kau akan kembali padaku. Benar, kan?”

Pernyataan Kyuhyun itu membuat Hye Hoon geram. Bagaimana bisa lelaki itu menyewa orang untuk menyelidikinya? Dan apa itu? Dia sudah mengetahui bahwa Hye Hoon akan menikah dengan kakak tirinya sendiri?

Hye Hoon tak mau berlama-lama di dekat lelaki itu. Dengan langkah seribu, dia segera menjauhi ruangan itu. Namun, dia tidak mempertimbangkan langkah kaki Kyuhyun yang lebar dapat dengan mudah menghentikan langkahnya.

Lelaki itu membalikkan tubuhnya, menuntut Hye Hoon untuk menatap ke arahnya. Hye Hoon, seperti biasanya menunjukkan sikap angkuhnya, yang tak pernah sekalipun ditunjukkannya pada tunangannya.

“ Aku tidak peduli dengan semua hal itu. Oh, kau sudah tahu sejak dulu jika aku adalah calon istri kakakmu. Lalu, mengapa kau masih saja memintaku untuk kembali padamu? Sepertinya otakmu sudah tidak berguna lagi, Cho Kyuhyun”.

Kyuhyun menyeringai, tangannya mencengkram lengan gadis yang masih menatapnya dengan matanya yang berkilat. Dirinya mendekatkan bibirnya ke telinga Hye Hoon, mengulang tindakan yang dilakukannya tempo hari.

“ Karena tujuanku adalah merebutmu dari Lee Donghae, Choi Hye Hoon”.

Dengan gerakan cepat, lelaki itu mengunci tubuh Hye Hoon di dalam dekapannya. Bibirnya mencari bibir Hye Hoon yang beberapa kali menghindar, tetapi karena tenaga lelaki itu lebih besar akhirnya bibir mereka menyatu juga. Kyuhyun menciumi bibir manis gadis itu dengan ganas, tak peduli dengan pemberontakan yang tak henti dilakukan gadis itu. Awalnya ciuman itu berlangsung dengan sedikit kasar, namun karena Hye Hoon mulai terbuai dengan ciumannya, gadis itu mulai membalas ciuman Kyuhyun.

Lumatan bibir mereka dengan tempo yang sama, sehingga Kyuhyun dapat lebih mudah memimpin permainan itu. Lelaki itu beberapa kali menyesuaikan kepalanya untuk lebih dalam melahap bibir ranum yang selalu bisa membuatnya merasakan candu yang berlebihan. Apalagi dengan gerakan Hye Hoon yang mengacak rambutnya, membuatnya semakin terlena dalam permainan itu.

Brak

Suara derap kaki yang mendekat, ditambah suara nyaring itu membuat Kyuhyun melepaskan pagutan bibir mereka. Hye Hoon merasakan bibirnya sedikit bengkak, merasakan asin akibat dari darah yang keluar dari bibir bawahnya. Gadis itu belum menyadari ada seseorang yang memergoki mereka berdua, hingga ujung matanya menangkap sesosok orang yang sangat dikenalinya.

TBC

Maaf gak bisa nepatin janji jika part 3 ini adalah part terakhir, karena aku ngerasa kalau kemaren-kemaren partnya alurnya terlalu lambat, masih banyak hal yang aku belom jelasin, jadilah harus nambah 1 part lagi.
Terima kasih yang sudah baca, mohon tinggalkan jejaknya.
Dan untuk fanfics selanjutnya, semoga aku gak ada banyak tugas jadi bisa cepet-cepet nyelesain hutang fanfics ke kalian yang setia nunggu.
Thanks buat reader setia di blog ini :* aku terharu, gak nyangka ada yang suka cek blog ini untuk sekedar cek tulisan aku yang kebanyakan gak jelas.
Dan welcome new readers, semoga kalian betah disini kkk~
Ah, untuk Losing You, aku akan bikin fanfics itu dalam beberapa part, harap lebih sabar nunggunya karena masalah di ff itu sangat berat sehingga bener-bener harus nguras otak dan hati pas bikinnya.
Hope you like it ^^

 

246 thoughts on “Comeback To Me, Baby ( Part 3 )

  1. Duhhh butuh alasan kenapa kyuhyun ninggalin hye hoon dulu… Trz skrg kyuhyun mau balas dendam ke keluarganya lewat hye hoon atau emang dia beneran masih cinta sama hye hoon ini 😣😣😣????

  2. siapa yang gak bingung dikasih 2 pilihan cowok sexy kek gitu ?
    aku aja bingung mo pilih yg sapa :-D

    cuma sih ntar kasian donghaenya , sakit hati deh

    btw itu sapa yg mergokin kyuhyun sama hye hoon ciuman ?
    donghae ? ibunya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s