Comeback To Me, Baby ( Part 2 )


 

“ APA?  Jangan bercanda Sekretaris Jang.  Mereka sudah berjanji akan menandatangani kontrak dengan kita.  Mengapa mereka membatalkannya secara sepihak seperti ini?”

Darahnya berdesir menahan amarah yang meluap dari tubuhnya.  Bagaimana tidak?  Perusahaan asal Swedia yang telah menjalin kerjasama dengannya tahun lalu, dan sudah mengiyakan untuk mengerjakan proyek yang sama untuk tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya, malah melanggar janjinya.  Gadis itu sudah mempersiapkan segalanya untuk proyek kali ini, dan dia tidak mau menanggung rugi yang besar jika proyek ini tidak jadi dilaksanakan.

Pria separuh baya dihadapannya hanya menunduk, sedikit takut dengan kemarahan tiba-tiba dari atasannya.  Dirinya juga tidak tahu mengapa perusahaan tersebut seperti itu, yang jelas beberapa menit lalu dia menerima kabar bahwa ya, mereka membatalkan kontrak.

“  Saya juga tidak tahu, Sajangnim.  Tetapi, tadi saya mendengar kabar dari sumber terpercaya bahwa mereka akan menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang yang baru mendirikan cabangnya disini”.

“ Perusahaan cabang?  Bahkan perusahaan ternama sekelas Choi Coorporation dikalahkan oleh perusahaan baru seperti itu?  Sekretaris Jang, tolong siapkan laporan dan kontrak untuk perusahaan itu, kita akan kesana apapun yang terjadi.  Kita lihat saja, siapa yang akan menang kali ini”.

“  Baiklah, Sajangnim.  Saya permisi untuk mempersiapkan segala sesuatunya”.

Hye Hoon mengumpat kesal.  Dia sangat tidak suka cara licik seperti ini.  Bagaimana bisa perusahaan anak bawang seperti perusahaan itu merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya?  Tidak akan pernah terjadi.  Perusahaannya jauh lebih hebat dibandingkan perusahaan kecil itu.

***

Hye Hoon melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki gedung pencakar langit itu ketika pintu kaca otomatis di hadapannya bergeser terbuka.  Tanpa menyambangi meja resepsionis, dia segera menelusuri lobi gedung tersebut menuju tempat dimana lift berada.

Hye Hoon akan menekan tombol lift dihadapannya buru-buru tetapi pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya, menampakkan orang yang akan ditemuinya.  Tangannya masih menggantung di udara,  dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat lelaki itu berada di kerumunan orang-orang penting yang merupakan salah satu investor besar di negaranya.

Dia segera menguasai pikirannya kembali dan membiarkan beberapa lelaki yang mengenakan jas formal itu keluar dari ruangan sempit berbentuk segi panjang itu.  Setelahnya, Hye Hoon segera membungkukkan badan sambil mengulurkan tangannya di hadapan Direktur dari salah satu perusahaan rekanannya.

Uluran tangannya disambut baik oleh pria berkulit putih pucat yang berusia sekitar tiga puluh tahunan itu.  Mereka berpandangan sebentar dan memberikan senyuman satu sama lain.  Hye Hoon masih mengabaikan lelaki yang sepertinya juga sedang menatapnya sekarang, seperti yang dilakukan semua orang yang langkahnya ditahan oleh gadis itu.

“  Good morning, Mr Matthew.  How are you?  I heard you come back to Korea yesterday, why you don’t tell us?   We are very pleasure to serve you here”.

Dahi pria di hadapannya berkerut bingung.  Tetapi Hye Hoon tetap memberikan senyum terbaiknya agar lelaki kebangsaan Swedia itu terkesan.

“  Thank you Miss Choi.  Your secretary didn’t tell you that I cancelled our contract? ”

“  He did.  Sorry, Sir.  But can you think about it again?  We did it great last year, right?”

Hye Hoon masih mencoba untuk meyakinkan Direktur itu agar kembali bekerja sama dengan perusahaannya.  Tetapi sepertinya sia-sia karena raut muka pria itu malah semakin ditekuk, seperti tak suka akan tindakan dirinya.

“  I’m Sorry Miss.  I already signed new contract with Mr Cho”.

Bersamaan dengan kata terakhirnya itu, Mr Matthew segera meninggalkan Hye Hoon yang masih berdiri mematung di tempatnya semula.  Dia memandang ke depan tak fokus, masih tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi padanya sekarang.

Sial.  Pria itu kembali ke dalam kehidupannya dan membuat segalanya menjadi kacau.

“  Gwenchanseyo, Choi Sajangnim?”

Kyuhyun mengatakan kalimat itu dengan nada dibuat-buat yang terkesan meremehkan. Hye Hoon menatap tajam lelaki itu dan segera melangkahkan kakinya melewati tubuh jangkung Kyuhyun.  Tetapi sayang, Kyuhyun mencengkeram lengannya kuat dan tak membiarkan Hye Hoon lepas dari genggamannya, seberapa kali pun gadis itu mencoba.

“ Ikut aku.  Jangan membantah, sayang”.

***

Kyuhyun melepaskan sentuhan tangannya di pergelangan Hye Hoon ketika mereka sudah mencapai ruangan yang terlihat sepi, tetapi untungnya tidak terkunci.  Hye Hoon meraba tangannya yang memerah karena perlakuan Kyuhyun tadi, enggan bertatap muka dengan lelaki itu.

“  Kau sangat menginginkan tender itu, huh?  Bagaimana bisa seorang Direktur super sibuk sepertimu meluangkan waktunya untuk mengemis di hadapan calon klien-nya, jika memang proyek itu tak berarti “.

Kyuhyun menundukkan kepalanya, mendekatkan jaraknya dengan Hye Hoon yang seperti tak sudi menanggapi celotehan lelaki itu.  Kyuhyun berbisik di telinga gadis itu.

“  See? I’m better than you”.

Konfrontasi yang dilakukan Kyuhyun membuat amarah Hye Hoon semakin meluap.  Dia sedang sangat marah dengan kejadian tadi, dan sekarang Kyuhyun malah memanas-manasi dirinya, membuat kepalanya semakin mendidih.  Tetapi sialnya dia malah merasakan darahnya berdesir saat Kyuhyun berbisik di telinganya.  Tubuhnya meremang saat nafas pria itu menyapu salah satu titik sensitifnya tersebut.

Kyuhyun tidak lantas menjauhkan jarak mereka, malah beralih menatap mata berwarna coklat kesukaannya intens.  Hye Hoon pun mau tak mau membalas tatapan lelaki itu.  Tanpa disadari, mereka melakukan kegiatan favorit mereka saat masih bersama dulu.

Wajah mereka sangat dekat, membuat bayangan di kepala Hye Hoon tentang lelaki misterius yang tidur dengannya beberapa waktu lalu mencuat di otaknya.  Bodoh.  Mengapa dia tidak bisa menyadari bahwa lelaki itu adalah Kyuhyun, padahal dia sangat mengenali lekuk wajah lelaki itu.

Selain itu, cara Kyuhyun memperlakukannya masih sama.  Ciumannya, sentuhannya,  belaiannya, tidak ada yang berubah sama sekali.  Pipinya memerah karena malu apa yang diperbuatnya malam itu.  Hye Hoon bukan wanita agresif yang berpengalaman tentang hubungan di atas ranjang, dan dirinya sangat tahu itu bukan sifat aslinya waktu itu.

“  Kau masih bersikap malu-malu seperti ini, setelah perlakuanmu padaku malam itu?”

Sekarang semburat merah muda di pipi Hye Hoon semakin terlihat.  Hye Hoon salah tingkah, segera mendorong Kyuhyun menjauh.  Namun Kyuhyun tidak membiarkannya begitu saja, dan malah menundukkan wajahnya lebih dekat untuk menyentuh bibir gadis itu menggunakan bibirnya.

Kyuhyun mengesap bibir Hye Hoon lambat-lambat, tidak ingin menyiakan momen seperti ini jika dia berlaku kasar.  Tak dipedulikannya gadis itu yang meronta, meminta untuk dilepaskan.  Lelaki itu malah menarik tengkuk Hye Hoon, melumat bibir manis gadis itu lebih dalam.

Gerakan bibir Kyuhyun semakin liar, seiring dengan perlakuan pasrah dari gadis itu.  Hye Hoon hanya terpejam, menikmati tekstur bibir tebal Kyuhyun yang basah.  Tangannya mencengkeram kerah kemeja Kyuhyun, menjadikannya penopang tubuhnya yang mendadak lemas.

Nafas keduanya terengah saat Kyuhyun akhirnya melepaskan tautan bibir mereka, karena dada bidangnya beberapa kali dipukuli Hye Hoon karena gadis itu mulai kehabisan oksigen di paru-parunya.

“  Aku akan menyerahkan semuanya.  Aku akan memberikan proyek itu padamu, semuanya yang ada pada diriku, semua apa yang kupunya.  Tetapi syaratnya, kau harus menjadi milikku selamanya.  Bagaimana?”

Kyuhyun tulus dengan segala apa yang diucapkannya tadi.  Dia tidak pernah main-main dengan hal yang menyangkut hidupnya.  Kyuhyun tahu, gadis itu pasti akan menolak mentah-mentah tawarannya.  Tetapi tidak ada salahnya mencoba, kan?

“  Aku tidak tertarik sama sekali “.

“  Aku tahu kau masih mencintaiku, Hye Hoon~ah”.

Hye Hoon terpaku mendengar apa yang dikatakan lelaki itu.  Dia bahkan bingung dengan perasaannya saat ini, sejak munculnya kembali Cho Kyuhyun dalam kehidupannya.

Cintanya untuk Kyuhyun sudah lenyap semenjak lelaki itu menyakitinya beberapa tahun lalu.

***

Kyuhyun memandang punggung Hye Hoon yang sudah menjauh dari pandangannya di lorong dekat dengan tempat dirinya dan Hye Hoon bercengkrama tadi.

Kepalanya mendadak pusing memikirkan jawaban yang dilontarkan oleh gadis itu.  Hye Hoon terlihat sudah benar-benar sangat membencinya, tetapi tubuh gadis itu malah merespon sebaliknya.

Kyuhyun menyeringai senang, menyadari bahwa masih ada peluang dirinya untuk mendapatkan kembali yeoja bermarga Choi itu.

Drrrt

Kyuhyun merogoh saku celana berwarna hitamnya ketika handphonenya bergetar.  Dia melihat layarnya untuk mengetahui identitas si penelepon.

Kyuhyun mendengus kesal.  Bukannya dirinya membenci Ibunya sendiri, tetapi Kyuhyun malas mendengar wanita itu berulang kali memaksanya tinggal di rumah megah itu.  Apalagi ditambah Ibunya tersebut mewanti-wanti agar dirinya datang ke pesta yang katanya adalah pesta penting untuk keluarganya.

Kyuhyun tak peduli, tapi toh dia tidak bisa menolaknya.

Dia segera memencet tombol hijau di ponsel hitamnya, malas mendengarkan ceramah dari Eommanya itu jika dia terlambat mengangkat telepon.

“  Yoboseyo”

“  Kyuhyun~ah, kau dimana?  Sudah makan?”

Kyuhyun mengecek arloji yang terpasang di lengan kirinya, memastikan bahwa ini sudah termasuk jam makan siang.  Dia men-skip makan paginya tadi, dan sepertinya dia tidak bisa menahan rasa lapar sampai makan malam nanti jika dia tak ingin asam lambungnya naik lagi.

Terkadang dia sangat merindukan ocehan Ibunya.  Mereka memang tinggal berjauhan dalam waktu yang cukup lama, tetapi tidak memangkas sedikitpun kedekatan antara keduanya.

“  Sebentar lagi, Eomma.  Aku baru saja selesai meeting.  Eomma sudah makan, kan?”

Kyuhyun mendengar Eommanya tertawa.  Walaupun sangat dekat, tetap saja terasa awkward jika saling memberikan perhatian seperti ini.

“  Sudah.  Kau tidak lupa dengan acara besok malam, kan? ”

Sudah diduga.  Eommanya pasti membahas hal itu lagi.  Kyuhyun hanya mengiyakan pasrah dan berjanji pada Ibunya untuk datang ke acara itu.  Kyuhyun pun mengucapkan salam perpisahan dan segera memutuskan sambungan telepon tersebut.

Sebenarnya dia merasa tak perlu menghadiri acara ulang tahun perusahaan milik Ayahnya, karena secara tersirat dia tahu apa yang akan terjadi disana nanti.

***

“  Itu benar-benar merugikan pihak kita, Sajangnim.  Kita kehilangan beberapa aset perusahaan dan dana yang kita kucurkan untuk proyek itu terlalu besar, dan butuh waktu yang lumayan lama untuk menarik dana dan aset tersebut kembali ”.

Hye  Hoon memijit keningnya untuk mengurangi rasa pusing yang menggerayangi kepalanya saat ini.  Dia sudah menyangka kehilangan proyek tersebut berdampak sangat besar terhadap keberlangsungan perusahaannya, tetapi dia sama sekali tidak menduga bahwa akan sefatal ini.

Ketukan pintu ruangannya membuat pikirannya buyar.  Hye Hoon mengalihkan perhatiannya ke arah pintu, menemukan seseorang yang diyakininya dapat membuat mood-nya semakin tak karuan.  Dia datang dengan seorang wanita cantik yang mencoba menghalangi jalannya, tetapi cukup tahu sifat dasar lelaki itu, itu tidak membantu sama sekali.

Hye Hoon mengisyaratkan kedua orang pegawainya untuk meninggalkan ruangannya.  Seberapapun dirinya menolak kehadiran Kyuhyun, lelaki itu tidak akan menggubrisnya.  Jadi, dia lebih memilih untuk mengalah dan membiarkan Kyuhyun menemuinya dengan cuma-cuma.

“  Kau tidak menanyakan kenapa aku datang kesini?”

Gadis itu tidak tertarik untuk melakukan percakapan dengan Kyuhyun.  Dia hanya kembali menjalani rutinitasnya, membaca kertas-kertas kerja yang menumpuk di mejanya.  Tak menghiraukan keberadaan Kyuhyun yang tak dia harapkan sama sekali.

Tangan besar Kyuhyun merengkuh gadis itu dari belakang.  Kursi yang digunakan Hye Hoon dalam ruangan utama perusahaan itu tidak terlalu tinggi, sehingga tangan Kyuhyun dikalungkan pada leher gadis itu, membuat Hye Hoon tidak bisa melanjutkan kegiatannya tadi.

“  Lepaskan.  Aku tidak bisa bernafas, bodoh “.

Kyuhyun tidak menanggapinya dengan serius.  Walaupun wanita itu menunjukkan rasa kebencian kepadanya lewat nada bicaranya yang dingin, tetapi dia tetap tidak melepaskan sentuhannya pada wanita itu.

“  Tidak, sebelum kau ikut denganku”.

Hye Hoon menghirup nafas dalam-dalam.  Perasaannya yang sedang tidak baik membuat dirinya menghindari perdebatan alot dengan lelaki itu.  Hye Hoon meredakan amarahnya terlebih dahulu, sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan Kyuhyun padanya.

“  Kau tidak bisa melihat aku sedang sibuk, Tuan Cho? Oh, aku juga sangat keberatan untuk pergi denganmu “, ujarnya dengan nada yang masih sama seperti tadi.  Kyuhyun mengulum senyum dan mendekatkan bibirnya ke telinga sebelah kanan milik gadis itu.  Kyuhyun mengecupnya sekilas, membuat Hye Hoon bergidik.

“  Ikutlah denganku, jika kau tak mau rahasiamu tentang ‘one night stand’-mu denganku terbongkar”.

***

Hye Hoon tidak bisa menyembunyikan rasa senang yang membuncah di hatinya.  Lehernya tidak terasa pegal walaupun dia harus menengadah untuk melihat objek yang membuatnya melupakan keadaan sekitarnya.  Dia tidak menyadari jika lelaki di sampingnya tidak tertarik dengan pemandangan itu, malah tertarik mengamati perubahan raut muka darinya.  Kyuhyun menarik sudut bibirnya ke belakang dikala telinganya mendengar gumaman kagum dari bibir gadis itu.

Hye Hoon sangat menyukai pemandangan langit pada malam hari.  Dulu, dia sering menghabiskan waktunya hanya untuk melihat bintang-bintang yang menghiasi langit hitam pekat tersebut.  Tetapi sekarang, sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam perusahaannya, tentu dia tidak mempunyai waktu lagi untuk melakukan kegiatan yang dia suka.

Angin yang menerpa tubuhnya membuat Hye Hoon merapatkan kedua tangannya, mencoba memberikan kehangatan yang lebih pada tubuhnya sendiri.  Sedetik kemudian dia merasakan sesuatu menyentuh punggung dinginnya, menjadi penghangat dalam tubuh kakunya.  Dia melirik dagunya dan menahan senyum sumringahnya saat melihat jas berwarna hitam disampirkan disana.

Dia mengalihkan fokusnya, menatap lelaki yang duduk bersamanya di atas kap mobil, tepat di sampingnya.  Kedua mata mereka bertemu, dan kali ini Hye Hoon tidak menghindarinya.  Entah mengapa dia merasakan bahwa pemandangan nyata di depannya sekarang jauh lebih indah dari langit malam.  Lekukan wajah itu semakin sempurna, seiring berjalannya waktu.  Garis-garis wajahnya yang tegas menunjukkan pria itu sudah semakin dewasa sekarang.

Sisi melankolisnya tiba-tiba menyeruak.  Hye Hoon mengingat kembali bagaimana dia merasakan kehancuran yang sangat saat Kyuhyun menyakitinya.  Betapa dia sangat ingin membenci lelaki itu karena sudah bertindak semena-mena terhadapnya.  Namun hatinya tak mengizinkan itu terjadi.  Dirinya justru malah tersiksa merindukan lelaki itu, karena kenangan mereka yang tak terhapuskan di benaknya justru lebih mendominasi.

Cairan tak berwarna itu keluar dengan sendirinya.  Dia bahkan tidak mengingat lagi bahwa dirinya harus menyembunyikan sisi lemahnya di hadapan Kyuhyun.  Pertahanan yang selama bertahun-tahun dibangunnya roboh seketika hanya karena dipertemukan lagi dengan lelaki itu.

Kyuhyun tertegun ketika Hye Hoon tiba-tiba menangis di hadapannya.  Lalu, dia menggerakkan tangannya dan mendekatkan tubuh mereka, memberikan pelukannya untuk gadis itu.  Intensitas air mata yang turun dari mata gadisnya semakin meninggi, membuatnya semakin mengeratkan pelukan mereka.

Hye Hoon memukul-mukul dada bidang lelaki yang sedang mendekapnya itu dengan tenaganya yang melemah.  Dia ingin melampiaskan rasa benci yang bersarang di dadanya.  Tetapi sekuat apapun Hye Hoon memukul Kyuhyun, lelaki itu tidak akan bisa merasakan rasa sakit yang dideritanya sejak dulu, sampai saat ini.

Hye Hoon melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di tubuhnya saat dia sudah menetralkan isak tangisnya.  Air mata masih mengotori pipi mulusnya, membuat jemari panjang Kyuhyun bergerak untuk membersihkannya dengan gerakan lembut.

“  Aku membencimu, Cho Kyuhyun ”.

Bisikan lirih itu terdengar sarat akan kebencian.  Kyuhyun tahu, perbuatannya di masa lalu tidak akan pernah terhapus dari benak gadis itu.  Kyuhyun terlalu menyakiti Hye Hoon, sehingga bekasnya tidak akan mudah termakan waktu.

“  Tak peduli seberapa besarpun rasa bencimu padaku,  aku hanya mencintaimu, Hye Hoon~ah “.

Kyuhyun memagut bibir Hye Hoon dengan mesra, dan tanpa diduganya tak ada penolakan dari gadis itu.  Hye Hoon malah menutup kedua kelopak matanya, menikmati perlakuan Kyuhyun padanya.  Kyuhyun menggerakkan bibirnya, menghisap, mengecup bibir Hye Hoon dengan perlahan dan ringan.  Tidak ada pemaksaan disana.  Ciuman mereka kali ini sangat berbeda dengan ciuman sebelumnya, yang berlangsung sepihak.

Kyuhyun membelai pinggang Hye Hoon dengan lembut, sedangkan tangannya yang lain memegang pipi gadis itu, menahan agar mereka tetap bersentuhan.  Lidah Kyuhyun mulai memasuki rongga mulut Hye Hoon, membuat gadis itu mengerang tertahan.  Kyuhyun menggerakkan benda lunak itu, menelusuri rongga mulut bagian atas milik Hye Hoon.  Tangannya mulai lincah menelusup dibalik kemeja yang gadis itu kenakan, memberikan gerakan-gerakan lembut melalui tangannya.

Hye Hoon menikmati perlakuan lelaki itu, tentu saja.  Walaupun dirinya tahu hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi.  Tapi apa boleh buat, otaknya dan tubuhnya tidak berjalan beriringan.  Kesadarannya perlahan kembali setelah tangan Kyuhyun menyentuh sesuatu di balik bra nya.  Dia mendorong tubuh Kyuhyun, dadanya naik turun menormalkan kembali deru nafasnya yang tak beraturan.

Hye Hoon benci karena ternyata pesona lelaki itu masih bisa menaklukkan dirinya.

***

Hye Hoon, dengan keadaan yang belum sepenuhnya sadar merasakan ada tangan kekar yang memeluknya tepat di pinggang.  Nyawanya belum sepenuhnya terkumpul untuk memikirkan siapa yang mengganggu tidur lelapnya kali ini.

“  Buka matamu, Sayang.  Aku tahu kau sudah bangun”.

Kalimat yang terlantun di telinga gadis itu bagaikan lagu indah baginya.  Bukan karena kalimatnya, sebenarnya.  Lebih kepada karena suara merdu yang pertama didengarnya pagi ini.

“  Aku masih mengantuk, Oppa.  Lima menit lagi, eo?”

Kekehan pelan meluncur dari bibir sang pria.  Sangat terhibur dengan perlakuan gadisnya yang masih saja kekanakkan.  Dia melonggarkan pelukannya di pinggang Hye Hoon dan memancarkan aksi yang biasa dilakukannya agar gadis itu terbangun.

Dan benar saja, sedetik kemudian Hye Hoon tertawa kegelian saat jemari panjang pria itu menggelitiki titik sensitifnya.  Hye Hoon menahan tangan yang sedang memberikan gerakan-gerakan kecil di pinggangnya itu sambil menahan rasa geli yang dirasakannya.  Akhirnya dia pasrah dan membuka kelopak matanya.

“ Arraso.  Aku sudah bangun, Oppa”.

Hye Hoon menelusuri wajah orang terkasihnya tersebut dengan mata coklatnya.  Terlihat olehnya kantung mata lelaki itu dan tulang pipinya semakin menonjol.  Hye Hoon menghela nafas sebelum kemudian menyibakkan poni yang menutupi paras rupawan lelaki itu.

“  Kapan terakhir kali kau makan, Donghae~ya.  Kau kurus sekali.  Aku sudah beberapa kali berpesan padamu untuk jangan melewatkan makanmu dan harus istirahat yang cukup.  Dan kau masih saja memelihara pola hidupmu yang buruk, hmm? ”

Hye Hoon mengerucutkan bibirnya, tanda kalau dia sedang marah dengan lelaki yang sedang terbaring menghadapnya itu.  Donghae malah mencium bibir gadis itu sekilas, merespon omelan yang diterimanya dari gadis yang selama ini mengisi hidupnya, selama setahun terakhir lebih tepatnya.

“  Arasso, Nyonya Lee.  Bukannya sebaiknya kau memelukku daripada mengoceh tak jelas seperti ini?  Kau tak merindukanku? ”

Merindukannya?  Entahlah.  Perasaannya bimbang akhir-akhir ini.  Hye Hoon merasa ada sesuatu yang hilang saat Donghae tak berada di sisinya, tetapi dia sama sekali tidak mengingat bagaimana caranya dia tidak pernah mencoba menghubungi kekasihnya jika lelaki itu tidak terlebih dahulu memulainya.

Hye Hoon mengabulkan rengekan Donghae dengan cara mendekap erat tubuh lelaki itu.  Dengan senang hati, Donghae membalasnya lebih erat.  Mereka tidak bertemu kurang lebih satu bulan, karena Donghae yang harus pergi ke luar Seoul untuk mengurusi salah satu perusahaan ayahnya.  Walaupun kontak tetap berjalan, tapi rasanya berbeda jika tubuh mereka saling bertemu, seperti saat ini.  Mereka memang menjalani hubungan di sela-sela kesibukan yang menyita waktu keduanya, sehingga hubungan mereka terkesan tak normal.  Tetapi itulah resiko yang harus mereka jalankan, sebagai pewaris utama dari perusahaan keluarga mereka masing-masing.

Donghae tak betah berlama-lama berpelukan dengan gadisnya, karena dengan mencium aroma tubuh gadis itu, membuatnya tidak bisa menahan dirinya untuk tak menyentuhnya lebih jauh.  Lelaki itu melirik jam yang menggantung di dinding kamar Hye Hoon, dan tersenyum miring melihat jarum jam yang mengarah ke angka dua belas.

“  Masih ada waktu ”.

“ hmm?”

“  Jam berapa kau akan ke salon? ”

Hye Hoon mengerutkan kening, tidak biasanya Donghae menanyakan hal seperti itu.  Tetapi pada akhirnya, toh gadis itu tetap membuka suaranya, menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

“  Eomonim menyuruhku kesana sekitar jam satu siang.  Wae?”

Donghae mendekatkan bibirnya ke telinga Hye Hoon,  meniupnya beberapa kali sebelum akhirnya mendaratkan kecupan di daerah sensitif wanita itu.  Tidak hanya kecupan, dia pun menjulurkan lidahnya di permukaan daun telinga Hye Hoon, membuat gadis itu menggapai kerah kemeja yang Donghae pakai, meremasnya kuat untuk melampiaskan efek yang dirasakannya karena sentuhan intim Donghae.  Dia bersusah payah mengeluarkan suaranya untuk menghentikan aksi yang dilakukan lelaki itu.

“  Hentikan, Oppa.  Kumohon.  Ini masih siang hmpphh “.

Pria itu membungkam mulut Hye Hoon dengan bibirnya sebelum gadis itu menyelesaikan rentetan kalimat protes yang akan dilayangkannya.  Hye Hoon pun memejamkan matanya, terbuai dengan bibir lembut Donghae yang sudah lama tak dirasainya.  Mereka melumat mulut pasangannya, bibir Hye Hoon menguasai bibir bagian atas Donghae, sedangkan lelaki itu lebih memilih mengesap bibir bawah gadis itu, dengan deretan gigi putihnya yang juga ikut berperan.

Indra pengecap mereka saling menyapa, dengan saling membelit satu sama lainnya.  French kiss itu berlangsung dengan sangat intim, meluapkan perasaan rindu karena sudah terlalu lama mereka tak saling bertemu.

Donghae menaiki tubuh gadisnya, tanpa melepas pagutan mereka, dia menggunakan kedua tangannya untuk melepas satu persatu piyama yang Hye Hoon pakai.  Setelah berhasil, dia mengangkat sedikit tubuh bagian atas Hye Hoon untuk melepas sepenuhnya pakaian itu.  Dia meraba dada Hye Hoon yang menyembul karena pakaian dalam yang menutupi gundukan itu tidak bisa menampungnya.

Setelah berhasil membuka bra Hye Hoon dengan melepas kait yang menghalangi pekerjaannya, Donghae mengalihkan bibirnya ke leher jenjang gadis itu, mengecupnya lembut membuat tubuh Hye Hoon semakin memanas.

“  Jangan disitu, gaunku.. “

Hye Hoon dengan susah payah menelan ludahnya sendiri karena dia harus mengucapkan kalimat itu saat Donghae dengan gencar memberikan kecupan-kecupan di sekitar lehernya.  Hye Hoon hanya tidak mau harus ada bercak merah yang terlihat saat dia mengenakan gaun untuk acara malam nanti.

 

Tapi dirinya tak berdaya karena rasa rindunya yang memuncak. Dia membiarkan Donghae melakukan apapun yang pria itu mau, sambil mencoba melupakan sentuhan lain yang sempat menggoyahkan cintanya.

TBC

Part ini bener-bener jelek banget apalagi pas bagian awalnya dengan bahasa inggris yang ancur -__- mianhae karena saya bener-bener gak tahu lagi harus gimana jadi ya gini deh gak jelas.

Donghae dataaangggg.  Finally, jalan Kyuhyun buat balikan sama Hye Hoon semakin sulit hahahaha /ketawaevil/

Thank you buat yang udah support fanfic ini, dan untuk ke depannya semoga lebih baik lagi ^^

Next part will be the last part.  Gidarilke ^^

Btw, aku ada project oneshoot baru nih, seperti biasa cerita cinta segitiga antara Kyuhyun-Hye Hoon- Donghae.  Lebih baik dilanjutin apa enggak ya?

Kritik dan saran sangat diharapkan.   Thanks for reading ^^

280 thoughts on “Comeback To Me, Baby ( Part 2 )

  1. Laaahhh ini hye hoon pacarnya donghae???? 😂😂😂😂 ….
    Hadehhh apa kabar kyuhyun ntar, bisa bisa abis ni donghae 😣😣😣

  2. hull
    donghae ?
    donghae calon suaminya hye hoon ?
    lha trus kyuhyunnya gimana ?
    lagian mereka bentar lagi nikah

    masih bingung sama cerita putusnya kyuhyun sama hye hoon ? ini gada plesbeknya ya thor ? biar tau gitu masalah meraka kemarin2
    dipart selanjutnya ya ?

  3. Pingback: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  4. Pingback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  5. …..
    Still get no reason
    aku pikir mereka masih saling mencintai. But boy you have a big problem now. the girl has another man! BRUH it becomes complicated. it ain’t gone be easy trying to get her back 🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s