Just Once


 

Please love me just once

Can I crazily call out your name just once?

Because of my heart, I want to go closer to your side

I tell you it’s alright, that I’m here right now, my dear

Even though I get bruised by embrancing you in my heart

Even though it hurts, I only want you

Cho Kyuhyun – Just Once

Suara gaduh yang berasal dari ruangan itu semakin terdengar jelas olehnya.  Seorang gadis memegang ujung dress minim yang dipakainya gugup.  Dia menghirup nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya menegakkan dagunya dan memasuki ruangan remang itu.  Sejujurnya,  ini pertama kalinya dia datang ke tempat seperti ini, jadi wajar saja kalau dia sangat tidak terbiasa dengan suasananya, yang menurutnya sedikit menyeramkan.

Gadis itu sedikit tak nyaman saat dia melewati lantai dansa.  Semua orang memperhatikan dirinya, seakan mereka tahu bahwa dirinya sangat awam dengan kehidupan malam.  Para wanita ber-make up tebal memandanginya aneh, sedangkan banyak laki-laki yang sedang menggerakkan badannya sesuai dengan alunan musik memandanginya mesum.  Seringkali mereka menatap dirinya seakan menelanjangi tubuhnya dengan tatapannya, membuat gadis itu bergidik ngeri.

Hanya malam ini, dan dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mengunjungi tempat seperti ini lagi.

Club yang dikunjunginya saat ini adalah salah satu club elit di kawasan Seoul.  Tentu saja, orang yang berada disini bukanlah orang sembarangan.  Sudahlah, sebenarnya dia tidak peduli dengan siapa saja orang yang berada disini sekarang, karena yang terpenting adalah seseorang yang ingin dia temui, yang memang setiap malam mengunjungi tempat ini.

Setelah cukup lama berkeliling, dan karena ruangan disana begitu luas dan gelap, akhirnya dia menemukan orang yang dia cari sedang menari dengan dua orang wanita sekaligus.  Memang, reputasinya sebagai seorang player tidak diragukan lagi.  Semua wanita bertekuk lutut dihadapannya.  Bahkan tak jarang mereka dengan gampangnya menyerahkan dirinya kepada lelaki itu.

Dan hal itu yang akan dia lakukan sekarang.   Dirinya sama seperti wanita lainnya, yang dengan mudahnya terpesona dengan paras tampan lelaki itu, sehingga dia tak bisa sedikitpun mengalihkan pandangan matanya darinya.

Hye Hoon hanya terdiam seperti patung di lantai yang ditaburi lampu disko tersebut, dan tak menyadari saat ada dua orang lelaki yang terlihat sedang mabuk menghampirinya.  Mereka bergerak seirama dengan tempo musik yang bergema di ruangan itu, semakin mendekatkan tubuh mereka kepada dirinya yang masih dalam posisi yang sama seperti tadi, tetapi fokusnya sudah teralihkan dari lelaki itu dan merasa ketakutan saat kedua orang didekatnya itu memberikan senyuman yang terlihat menyeramkan baginya.

Kedua lelaki itu semakin agresif mendekati dirinya. Memang, dia akui jika kedua lelaki itu memiliki wajah di atas rata-rata, and they are looks like a Chaebol.  Tapi, dia tak sedikitpun tertarik dengan keduanya.

Dia melirik ke arah lelaki itu, dan pandangan keduanya bertemu.  Cho Kyuhyun menatapnya intens, membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya sendiri, takut jika lelaki itu menganggap dirinya sama seperti wanita lainnya yang berada di tempat ini.  Hye Hoon menepis tangan-tangan nakal dari lelaki-lelaki itu yang dengan sengaja menyentuh bagian-bagian tertentu dari tubuhnya.  Tak suka mendapat penolakan, akhirnya kedua lelaki tersebut mencoba menariknya paksa, dan karena tenaga yang dimilikinya tidak sebanding, walaupun dia meronta-ronta pun dia tidak bisa lepas dari cengkraman mereka.

“  Lepaskan dia”

Suara bass itu membuat gerakan kedua lelaki yang sedang menyeretnya berhenti.  Kedua orang asing tersebut menatap tajam seorang lelaki yang menghalangi jalannya, sedangkan dirinya hanya menatap lelaki di depannya itu dengan pandangan menerawang.

Dirasakannya kedua tangan kekar yang merengkuh kedua lengannya itu melonggar hingga mereka sepenuhnya melepaskan dirinya.  Kedua orang di sampingnya itu mengangkat tangannya, tanda mereka menyerah dan tak akan mengganggu dirinya lagi.

Choi Hye Hoon tak tahu mengapa kedua orang itu dengan mudahnya melepaskan dirinya hanya karena eksistensi lelaki itu.  Tetapi dari yang dirinya dengar,  Kyuhyun adalah anak dari pemilik tempat ini, dan juga kekuasaan Kyuhyun sebagai anak dari salah satu pemilik perusahaan terbesar di Korea membuat orang-orang tak mau berurusan dengannya.  Begitu juga dengan mereka, mungkin mereka tidak mau jika hidup mereka hancur karena menentang seorang Cho Kyuhyun.

Dan kedua orang yang tak dikenalnya itu segera pergi,  menyisakan hanya mereka berdua yang saling berhadapan.  Hye Hoon masih tersentak dengan kejadian tadi, pikirannya masih melayang ketika dia merasakan sentuhan kulit lain di pergelangan tangannya, menyeret dirinya keluar dari ruangan pengap ini.  Dia tak sedikitpun melawan dan membiarkan pria itu membawanya kemanapun dirinya pergi. Bukankah itu hal yang diinginkan Hye Hoon saat dia memutuskan untuk mengunjungi tempat ini?

Kakinya pegal karena sepatu hak tinggi yang dipakainya dan dia harus mensejajarkan langkah kaki lebar lelaki itu.  Mereka menuruni tangga ke lantai paling dasar, sepertinya Kyuhyun akan membawanya ke tempat parkir, pikirnya.

Dan ya, tak berapa lama kemudian mereka sampai ke tempat parkir dengan tangan yang masih bertautan,  membuat dirinya merasakan sedikit lemas dan matanya berkunang-kunang karena ini pertama kalinya mereka sedekat itu.  Hye Hoon sangat terbiasa untuk melihat lelaki yang dicintainya itu dari jauh, jadi dirinya tidak tahu rasanya jika berada dalam jarak sedekat ini membuat dirinya bisa kehilangan kendali tubuhnya sendiri.

Mereka berdua masih tak memulai pembicaraan walaupun mereka sudah berada di mobil mewah Kyuhyun selama beberapa menit.  Hye Hoon merasakan gugup yang berlebihan saat berada duduk sedekat ini dengan lelaki itu.  Tetapi ada perasaan senang dari dirinya lebih mendominasi, apalagi dengan tangan besar Kyuhyun yang masih menggenggam tangannya, membuat keringat dingin di dahinya meluncur begitu saja.

Dia mengumpulkan keberanian dari dalam dirinya dan menoleh ke arah lelaki yang berada di balik gagang setir itu.  Mata mereka bertemu, dan seperti biasanya, Hye Hoon segera memalingkan mukanya karena pipinya memerah.  Namun sepersekian detik lelaki itu menarik lengan kirinya sehingga mau tak mau Hye Hoon kembali menatap ke arahnya.

Hye Hoon menatap manik mata lelaki itu, entah mengapa dia menemukan tatapan kesedihan darinya.  Matanya juga memancarkan ketakutan yang teramat dalam.  Dan dia sangat ingin mengetahui apa penyebabnya, tanpa menanyakan hal itu langsung.

***

Kyuhyun merasakan dirinya semakin terhanyut dalam pesona gadis itu.  Dia tahu, seharusnya dirinya tak harus menyelamatkan Hye Hoon dan membawa gadis itu ke mobilnya.  Gadis itu berbahaya.  Dan sekarang dia tidak bisa menahan semua hasrat dari tubuhnya lagi.  Otaknya sudah dipenuhi pikiran mesumnya tentang gadis ini.

Dia memangkas jarak mereka berdua dengan gerakan perlahan, dan tersenyum senang saat gadis itu menutup kelopak matanya.  Merasa di atas angin karena mendapat persetujuan, Kyuhyun pun segera mendaratkan bibirnya di bibir merah gadis itu.  Awalnya, dirinya hanya mengecup pelan bibir gadis itu, tetapi, lagi-lagi karena menurutnya gadis itu terlalu menggodanya malam ini, dia melakukannya lebih.  Kyuhyun mulai melumat habis bibir Hye Hoon, menekan tengkuk gadis itu menjaga agar tautan bibir mereka tidak terlepas.

Sejujurnya, ini adalah ciuman pertama bagi Hye Hoon.  Dia tersenyum diantara pagutan bibir mereka saat menyadari bahwa dia telah memberikannya kepada lelaki yang sangat dicintainya.  Bibir lembut Kyuhyun mampu membuatnya terbuai lebih dalam dan  dengan memakai instingnya membalas kecupan dan lumatannya di bibir lelaki itu.

Mereka menautkan bibir keduanya cukup lama, sampai Kyuhyun melepaskannya karena merasakan nafas Hye Hoon yang semakin tersengal.  Kyuhyun masih menjaga jarak keduanya, dengan dahi dan hidung yang saling bersentuhan. Tatapan mereka bertemu, dan Kyuhyun merasakan ada binar kebahagiaan yang terpancar dari mata coklat gadis itu.

Dia merasa bahagia hanya karena sebuah ciuman?  Sungguh, baru kali ini dirinya menemukan gadis seperti itu.  Kyuhyun tersenyum dalam hati, memikirkan kemungkinan bahwa dia yang merampas ciuman pertama dari gadis itu.  Mungkin saja, kan?  Sungguh hal itu terlihat dari cara Hye Hoon yang kaku dalam membalas setiap lumatan yang dirinya berikan.

“  Kau….yakin? ”

Kyuhyun memecah keheningan yang mereka ciptakan sendiri dengan membicarakan kata-kata yang tidak pernah ditanyakannya kepada gadis lain.  Entah mengapa hatinya berkata jika Hye Hoon harus benar-benar yakin atas keputusannya.  Kyuhyun sangat yakin ini adalah kali pertama untuk gadis itu.  Dia hanya tidak ingin Hye Hoon menyesal nantinya.

Hye Hoon mengerti apa maksud yang ingin diutarakan Kyuhyun padanya.  Dia malah bingung mengapa Kyuhyun menanyakannya terlebih dahulu.  Apakah lelaki itu melakukannya kepada semua gadis yang tidur bersamanya?

Tidak, dia tidak pernah meragukannya.  Inilah hal yang selama ini ingin dia lakukan.

Hye Hoon menutup matanya sebelum kemudian menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan menganggukkan kepalanya.  Dia tahu, hal apa yang akan terjadi selanjutnya.  Tetapi dia benar-benar tak ingin melewatkan hal tersebut untuk tak terjadi malam ini.

***

Kyuhyun menuntun tangan Hye Hoon untuk mengikutinya sesaat setelah dirinya menyerahkan kunci mobilnya pada petugas di hotel mewah itu.  Dia tidak perlu repot-repot menyambangi resepsionis untuk memesan tempat, karena dia sendiri sudah memiliki ruangan pribadi yang khusus didesain untuk dirinya, kamar terbaik dari yang ada di seluruh hotel ini.

Dia merasakan tangan Hye Hoon bergetar sehingga dirinya mengeratkan tautan jemari mereka.  Kyuhyun melirik Hye Hoon sekilas, dan melihat gadis itu berkali-kali menghembuskan nafas lewat mulutnya.  Sepertinya gadis itu benar-benar gugup, pikirnya.

Ting

Setelah pintu elevator terbuka, Kyuhyun menarik gadis itu untuk menuju kamarnya.  Kyuhyun mengeluarkan kartu plastik berbentuk persegi panjang dari saku celananya.  Dia menggesekkan benda tersebut pada gagang pintu, membuat daun pintu tersebut otomatis terbuka.

Beep

Kyuhyun segera mendorong pintu kamar mewah miliknya dan membiarkan gadis itu masuk ke dalamnya juga.  Hye Hoon terlihat sedang menyembunyikan rasa takutnya dengan cara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan ini.  Kyuhyun memperhatikan gadis itu dari ujung matanya, dengan senyum miring tersungging di bibirnya.

“  Kau mau mandi terlebih dahulu?”

Hye Hoon menghentikan aktivitasnya yang sedang mengagumi ruangan yang saat ini mereka tempati.  Dia menggigit bibir bawahnya sendiri, merasa gugup dengan suasana yang tak biasa seperti ini.  apalagi karena dia berdekatan dengan satu-satunya pria yang selama ini dicintainya.

“  K….Kau saja “.

Hye Hoon menghembuskan nafas lega ketika melihat Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di ruangan ini.  Hye Hoon duduk di sisi ranjang, menengadahkan kepalanya memandangi langit-langit kamar karena merasakan segala perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.

Bukankah dirinya sendiri yang menginginkan hal ini terjadi?

Tidak.   Bukan rasa takut jika dia akan menyesali kejadian malam ini yang menggerayanginya, tetapi dia justru takut dirinya tidak bisa memuaskan Kyuhyun-nya, seperti apa yang gadis-gadis lainnya lakukan.

Suara gesekan pintu terbuka menyadari jika dia tidak bisa menarik dirinya lagi.

Malam ini, Hye Hoon akan menyerahkan dirinya seutuhnya pada lelaki yang sangat amat dicintainya.

***

Kyuhyun tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari gadis yang sedang duduk di tepi ranjangnya.  Gadis itu tetap bersikap seperti tadi, membuat Kyuhyun tak tega untuk melakukan hal yang macam-macam terhadapnya.

Gaun ketat yang dipakai Hye Hoon malam ini benar-benar memperlihatkan lekukan-lekukan tubuh gadis itu.  Apalagi panjang dress itu hanya menutupi sampai paha bagian atasnya, membuat Kyuhyun menelan ludah melihat kulit putih gadis itu.

Sial.  Kyuhyun bahkan sering sekali melihat beberapa gadis memakai gaun malam yang lebih seksi daripada itu, tetapi dia tidak pernah merasakan tubuhnya menegang seperti saat ini.

Kyuhyun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Hye Hoon sesaat setelah dia berhasil menahan keinginannya untuk segera meniduri gadis itu di tempat tidurnya.  Kyuhyun melihat mata Hye Hoon mengerjap karena menyadari jarak mereka berdua yang terlampau dekat.

“  Kita bisa menghentikannya sekarang, jika kau mau “.

Hye Hoon merasakan ada ketulusan dibalik ucapan Kyuhyun.  Kyuhyun sepertinya tak mau Hye Hoon bertindak gegabah dalam mengambil keputusan.  Tetapi Hye Hoon tak berniat sedikit pun untuk berhenti.  Apalagi, dengan keadaan Kyuhyun yang hanya memakai baju handuk dan dengan rambutnya yang basah, membuat tubuhnya memanas, dan Hye Hoon tidak tahu menahu apa penyebabnya.

“  Anieyo.  Lakukan saja apa yang kau mau, Kyuhyun~ssi “.

Nada tegas yang meluncur dari mulut Hye Hoon tak sedikitpun menyiratkan keraguan atas apa yang akan terjadi padanya.  Seyakin itukah?  Bukankah ini yang pertama untuk gadis itu?  Gadis baik-baik seperti Hye Hoon tidak mungkin akan menyerahkan sesuatu yang paling berharga dari seorang wanita hanya dengan one-night-stand, dan lebih memilih untuk menyerahkannya kepada lelaki yang resmi menjadi pendamping hidupnya kelak.

“  Mengapa?  Mengapa kau lakukan ini? “.

“  Jika aku mengatakan karena aku mencintaimu, apa kau percaya? “.

Kyuhyun seolah merasakan hantaman keras tepat di kepalanya.  Tiba-tiba dia merasakan kepalanya pening karena ucapan yang dilontarkan Hye Hoon.  Mati-matian dia menahan diri untuk menyembunyikan semua perasaannya.  Dia bahagia, tentu saja.  Tetapi ada perasaan lain yang membuatnya merasakan perih di ulu hatinya.

“  Bukankah kau….”

Hye Hoon menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, tanpa menggerakkannya se-sentipun.  Hati Kyuhyun mengerang.  Bagaimana mungkin dia memanfaatkan kepolosan gadis itu, yang bahkan sama sekali tak tahu caranya berciuman?

Hye Hoon menjauhkan kontak fisik diantara mereka berdua.  Dia tak merasakan sejak kapan bulir-bulir air mata yang bening merembes menuju pipi mulusnya.  Dia berbisik lirih untuk meyakinkan orang yang berada di hadapannya itu.

“  Lakukanlah.  Kumohon”.

***

Kyuhyun menyalurkan semua rasa yang dirinya miliki untuk Hye Hoon dengan membelai pipi gadis itu lembut, dan menggunakan ibu jarinya untuk mengusap pipi Hye Hoon yang basah karena air mata.

Dibaringkannya Hye Hoon di ranjang miliknya, tanpa memutuskan kontak mata diantara mereka berdua.  Hye Hoon terlihat pasrah dengan apa yang Kyuhyun lakukan padanya, dan hanya terdiam saat Kyuhyun membenarkan letak bantal untuk menyangga kepalanya.

Kyuhyun mendekatkan jarak dari wajah mereka berdua dengan gerakan lambat, mengizinkan Hye Hoon jika memang dia menginginkan malam ini berakhir dengan cepat.  Namun Hye Hoon hanya menatap Kyuhyun dengan sepenuh cinta, membuat Kyuhyun terbuai dan benar-benar memangkas jarak antara mereka berdua.

Kyuhyun mencium bibir Hye Hoon dengan penuh nafsu.  Dilumatnya bibir gadis itu yang menimbulkan sensasi manis dan dingin secara bersamaan.  Rasanya sangat memabukkan, Kyuhyun tidak pernah tahu jika hanya dengan sebuah ciuman saja bisa membuat dirinya lupa daratan seperti ini.

Bibir penuh Kyuhyun dengan lincah memberikan kecupan-kecupan hangat dengan telapak tangannya yang masih mengelus pipi Hye Hoon, sedangkan tangannya yang lain menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh mungil gadis itu.

Hye Hoon hanya bersikap pasif dan menerima apapun yang Kyuhyun lakukan padanya.  Saat ini jantungnya benar-benar bekerja jauh lebih berat dari biasanya, tetapi di sisi lain sensasi yang menggelitik perutnya mulai terasa ketika Kyuhyun meliukkan lidahnya di sekitar mulutnya, menyusuri  rongga mulut hingga deretan gigi rapinya.

Kyuhyun melepas tautan bibir mereka berdua saat mereka benar-benar sudah kehabisan nafas.  Sekali lagi, dia memberikan tatapan penuh arti pada gadis yang sedang terbaring di ranjangnya itu, dibalas Hye Hoon dengan gumaman pelan.

“  Saranghae, Cho Kyuhyun “.

Hye Hoon mengatakan kalimat itu berkali-kali sambil mengelus pelan rambut Kyuhyun dan merapikannya ke belakang.  Dari mata Kyuhyun, dia bisa merasakan mata tajam namun lembut itu menemukan jawabannya, yang mungkin hanya sebuah khayalannya saja.

Kyuhyun membungkam bibir gadis itu yang selalu mengatakan kata yang membuat dirinya tak bisa berkutik lagi.  Dia tak ingin Hye Hoon menyadarinya, dan di otaknya sekarang dia berpikir lebih baik menuruti semua keinginan gadis itu yang ingin membuat sebuah kenangan manis bersamanya.

Kyuhyun mengulangi gerakannya seperti tadi, melumat bibir gadis itu dengan lembut, membiarkan Hye Hoon menikmati setiap sentuhannya.  Di sela ciuman itu, dia sedikit mengangkat tubuh Hye Hoon dari atas ranjang yang ditidurinya dan menurunkan resleting dari gaun malam yang dipakai Hye Hoon.  Setelah selesai, Kyuhyun melorotkan gaun itu sampai lepas.

Hye Hoon yang menyadari jika Kyuhyun sudah menanggalkan pakaiannya, memejamkan matanya lebih erat, mencoba untuk lebih berkonsentrasi menikmati ciuman Kyuhyun dan melupakan rasa takut yang dirasainya.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka.  Dia mengecup puncak kepala Hye Hoon, menyusuri dahi indah gadis itu dan mendaratkan bibirnya di satu persatu kelopak mata Hye Hoon yang tertutup, lalu terus turun ke bawah mengecup setiap senti pipi putih pucat milik gadisnya, kemudian beralih lagi ke bibir gadis itu, memberikan ciuman kilat.

Tidak sampai di situ, bibir tebal Kyuhyun menciumi leher Hye Hoon yang jenjang, mengesap, melumat, dan menggigitinya hingga ada bercak kemerahan disana.  Hye Hoon hanya bisa menggigit bibir bawahnya, menghalau agar tidak akan keluar suara aneh dari mulutnya.

Emmmhhhh

Lenguhan itu tak bisa dikendalikan lagi oleh gadis itu seiring dengan perlakuan Kyuhyun yang semakin agresif padanya.  Kyuhyun mulai menggunakan tangannya untuk menyentuh dada Hye Hoon, dan hisapannya di leher gadis itu semakin menjadi.

Dengan tangan gemetar, Hye Hoon mulai melepas simpul yang melingkar di bagian pinggang baju handuk yang Kyuhyun kenakan.  Setelah kain tersebut lepas lepas, gadis itu pun membelai dada bidang Kyuhyun yang sudah tak tertutup apapun, sesekali mencengkeramnya apabila sentuhan Kyuhyun semakin intim di titik sensitifnya. Hye Hoon pun memalingkan wajahnya yang merona karena melihat sesuatu yang menonjol dari balik celana pendek yang dipakai Kyuhyun.

***

Entah mengapa, Hye Hoon ingin salah satu makhluk kecil yang berasal dari cairan Kyuhyun itu bisa tumbuh kembang di rahimnya.

Kyuhyun melepaskan kontak diantara keduanya, dan menggulingkan tubuhnya di sisi yang lain.  Hye Hoon merubah posisinya menjadi menghadap Kyuhyun, melingkarkan tangannya di pinggang lelaki itu.  Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua, dan membiarkan Hye Hoon memeluk tubuhnya.

Hye Hoon mendekatkan wajahnya ke dada bidang Kyuhyun, mendengarkan detak jantung lelaki itu yang berdegup lebih cepat dari ukuran normal.

Tes

Dengan cepat air mata menetes, menuruni pipinya.  Tetapi dia tidak perduli.  Hye Hoon malah lebih mendekatkan jaraknya dengan Kyuhyun, membuat cairan asin itu membasahi kulit lelakinya.  Dia berucap lirih sebelum alam bawah sadarnya memanggilnya untuk larut dalam tidur lelapnya.

“  Bisakah?  Bisakah aku mendengar ungkapan cinta darimu, sekali saja?  ”.

***

Kyuhyun merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.  Dia menghirup dalam-dalam aroma shampoo yang menguar dari rambut hitam gadis itu.   Hanya malam ini, dia bisa merasakan gadis itu berada pada jarak yang sangat dekat dengannya sehingga dirinya bisa menyentuhnya.  Dia sudah terbiasa mencintai wanita itu dalam diam.  Dia sudah terbiasa memendam di dalam palung hatinya yang terdalam semua perasaannya terhadap gadis itu.

Kyuhyun meyakini, bahwa cinta yang diberikan Hye Hoon untuknya terlampau besar, padahal dirinya tak pantas untuk dicintai gadis itu.

Hye Hoon tidak pernah mendekati dirinya dengan cara seperti yang dilakukan gadis lain padanya.  Gadis itu cukup melihat dirinya dari jauh, memberikan perhatian kepadanya tanpa ingin Kyuhyun sendiri mengetahuinya.

Namun Hye Hoon tak pernah menyadari, karena gadis itu terlalu sibuk memperhatikan dirinya dari waktu ke waktu, bahwa Kyuhyun menatap gadis itu diam-diam.

Dan hal itu terjadi selama bertahun-tahun.

Kyuhyun mengelus rambut panjang lurus milik gadis yang berada di dekapannya, melimpahkan semua kasih sayang yang teramat besar untuk gadis itu dengan sentuhan tangan lembutnya.

Cho Kyuhyun terlalu mencintainya.  Dia tidak ingin gadis itu terluka karena berada di sisinya.

Betapa dia ingin mengeluarkan semua sikap posesif yang dimilikinya untuk gadis yang ada di pelukannya ini.  Dia ingin mengungkapkan perasaan cinta yang sejak lama tumbuh di hatinya.  Dia ingin melarang gadis itu pergi dari sisinya, dan melupakan dirinya.

Rasa takut itu menang.  Kyuhyun terlalu takut jika dirinya akan membuat gadis itu semakin terluka bila dia memilikinya.  Bukan, bukan ini yang dia inginkan.

Dia hanya ingin Hye Hoon bahagia, itu saja.

Bersamanya ataupun tidak, itu tak masalah baginya.  Bukan itu yang terpenting.  Kyuhyun mensugesti dirinya sendiri bahwa Hye Hoon akan lebih bahagia bila pergi jauh darinya.

Namun, hatinya tidak bisa berbohong lagi.  Seberapa keras pun dia menutupinya, akhirnya semua perasaan sakit di hatinya akan segera terbongkar.

Setetes air mata keluar dari ujung matanya.

Inikah rasanya kehilangan?  Dia merasakan seluruh organnya seakan hampir tak berfungsi lagi saat mengingat dalam tempo dekat ini gadisnya itu akan berada jauh dari jarak pandangnya.  Hatinya sakit, hancur, bahkan mungkin dirinya tidak bisa merasakan perasaan apapun lagi sekarang.

Dalam waktu singkat, gadis itu akan mengikat janji suci sehidup semati dengan seorang pria yang nyaris sempurna, tak sebanding dengan dirinya, seorang lelaki yang berasal dari latar belakang yang tak layak disebut sebuah keluarga.  Walaupun statusnya membuat dirinya menjadi orang berpengaruh di Negeri ini, tetapi dia tak menikmati semuanya.

Karena itulah dirinya tak pernah ingin menjalin sebuah hubungan yang serius dengan seorang wanita.  Dia tak ingin seperti seseorang yang mereka sebut sebagai Ayahnya.

Memikirkan tentang pernikahan gadis yang sedang terlelap di dekapannya, membuat hatinya seakan ditusuk-tusuk beberapa benda tajam.

Seharusnya dia bahagia, kan?  Hye Hoon tidak akan  mengganggu dirinya lagi dengan semua surat cinta yang sering dikirimkan ke lokernya, maupun hadiah-hadiah yang setiap kali diberikan gadis itu padanya.  Hye Hoon akan segera melupakan dirinya dan menjalani kehidupan bahagia bersama suaminya.  Gadis itu tidak akan lagi mengecap perihnya melihat orang yang dia cintai bermesraan dengan banyak wanita di sekelilingnya.

Kyuhyun mengecup puncak kepala gadis itu, lalu menyatakan perasaannya dalam bisikan pelan, walaupun cairan asin masih mengaburkan pandangannya.

“ Nado Saranghae, Choi Hye Hoon ”

***

Pagi ini berbeda dengan pagi sebelumnya yang seumur hidup pernah dia rasakan.  Saat ini, dia berada di dalam pelukan seseorang yang sangat dia cintai, cinta pertama dan mungkin cinta terakhirnya.  Dalam hidupnya, dia hanya bisa mencintai seorang lelaki yang adalah lelaki yang juga memberikan penderitaan yang teramat  sakit baginya.

Tetapi itu tak masalah baginya.  Bisa melihat lelaki itu saja pun, walaupun dari jarak yang sangat jauh, bisa membuat dirinya merasakan kebahagiaan yang tak terkira.

Kehangatan yang dirasakan tubuhnya menjalar hingga ke dalam hatinya.  Dia rela mengorbankan segala kehormatan yang dimilikinya hanya untuk berada di dalam pelukan lelaki ini.

Hye Hoon menatap wajah lelaki yang sedang terhanyut dalam tidur lelapnya itu. Wajah tampannya terlihat sangat damai, seperti bayi mungil yang sedang tertidur.  Hye Hoon merasakan jantungnya berdegup berkali-kali lebih kencang hanya karena mengingat bahwa pada hari ini wajah lelaki itu yang menjadi pemandangan pertama yang dilihatnya.

Senyumannya terkembang tanpa dia sadari,  tetapi hatinya tiba-tiba berkedut nyeri saat membayangkan beberapa waktu lagi bukan lelaki bernama lengkap Cho Kyuhyun yang akan menjadi seseorang yang dilihatnya pertama kali saat terbangun nanti.

Andai lelaki yang sedang tertidur di sampingnya itu mencintainya juga, hal ini tidak akan pernah terjadi.  Hye Hoon menikahi lelaki pilihan keluarganya hanya karena bakti yang ditunjukkannya kepada orang tuanya.  Dia tidak tega menolak permintaan Ibunya untuk dijodohkan dengan pria yang sama sekali tak dia kenal.  Apalagi dengan statusnya yang tidak memiliki calon suami di usianya yang cukup matang –menurut keluarganya–  , dia tidak memiliki alasan apapun untuk menghindar.

Lamunannya buyar ketika mendengar ranjang di ruangan itu berderit, menandakan ada pergerakan dari orang yang berada di dekatnya. Dia melihat lelaki itu sudah bangkit dari tempat tidur dan sekarang sedang mengenakan kembali satu-persatu pakaian yang tadi malam ditanggalkannya.

Tak lama kemudian lelaki bertubuh tegap itu mulai berjalan menjauh darinya.  Hye Hoon mulai mengumpulkan kesadarannya saat melihat tubuh yang membelakanginya itu menjauh.  Dia melilitkan selimut putih yang menutupi tubuhnya, dan segera melangkahkan kakinya cepat untuk menyusul lelaki yang selalu berada dalam pikirannya itu.

Belum terlambat.

Grep

Hye Hoon melingkarkan kedua tangannya di perut Kyuhyun, menyenderkan kepalanya di punggung tegap lelaki itu, mendekap tubuhnya dari belakang.

“  Kajima.”

Kyuhyun tertegun mendengar bisikan lirih yang keluar dari mulut gadis itu.  Ditambah dengan isakannya yang terdengar begitu memilukan, dan punggungnya terasa dingin karena air mata berharga yang keluar dari mata indah gadis itu.

Dia menyakiti gadis yang dicintainya. Lagi.

Kyuhyun ingin merengkuh tubuh rapuh Hye Hoon dalam dekapannya lagi.  Dia ingin meyakinkan bahwa dirinya tidak akan pergi dan akan menghabiskan sisa waktunya bersama hanya dengan gadis itu.  Hatinya mengingikan demikian, tetapi otaknya berkata lain.

Dia menyentuh tangan mungil yang sedang melingkar di perutnya, lalu menghempaskannya dengan paksa, sehingga terdengar bunyi benturan dengan lantai dingin di ruangan itu.

Isak tangis yang tertangkap oleh indra pendengarannya semakin mengeras.  Kyuhyun memperlebar langkah kakinya agar segera meninggalkan gadis itu.  Cairan yang sejak tadi ditahannya akhirnya meleleh di pipinya, seiring dengan langkahnya yang membawa jaraknya dengan gadis itu semakin menjauh.

Lupakan aku, Choi Hye Hoon.

***

Kyuhyun membuka loker miliknya dan seketika menemukan pemandangan yang sangat tidak asing baginya.  Banyak hadiah-hadiah dan kartu ucapan yang ditujukan kepadanya.  Ah, dia bahkan sampai lupa bahwa hari ini adalah hari kelahirannya.

Dia tidak mengharapkan semua kado-kado itu sebenarnya, karena dia lebih sering memberikan barang-barang yang didapatnya dengan cuma-cuma itu kepada sahabatnya.  Apalagi kartu ucapan yang seringnya berakhir di tempat sampah tanpa sedikitpun dibacanya.

Namun, ada satu bungkusan menarik perhatiannya.

Kotak berwarna biru itu lebih sederhana dibanding dengan yang lainnya.  Hanya dihias oleh pita berukuran mini yang berwarna senada dengan kotak tersebut.  Yang membuatnya yakin bahwa kotak itu special adalah sebuah inisial yang sangat dikenalnya tertera di bagian kanan bawahnya.

Kyuhyun menarik ke atas tutup dari dus kecil segiempat itu, menampakkan sebuah syal berwarna hitam di dalamnya. Sepertinya gadis itu membuatnya sendiri.  Hadiah yang sangat sederhana memang, tetapi apabila buatan tangan, essensinya dapat terasa berbeda

Ini kali terakhir dia menerima hadiah ulang tahun dari gadis itu.  Dirinya tak yakin, gadis itu akan menyiapkan hadiah-hadiah lain di ulang tahun selanjutnya karena status gadis itu sebentar lagi akan berubah.

Terakhir kalinya.  Mengingat kata itu membuat nafasnya tercekat.

Kyuhyun berbisik dalam hati.  Bisakah dirinya memutar waktu, ke dalam keadaan sebelum dia bertemu dengan gadis itu?

***

“  Hye Hoon~a, bukankah besok kau akan menikah? Lalu mengapa kau masih datang kesini?”

Mendengar nama itu, Kyuhyun dengan refleks menghentikan langkahnya.  Tadinya, dia berniat akan mengunjungi ruangan musik yang berada di kampusnya.  Bermain alat musik kesukaannya, seperti yang sering dilakukannya bila sedang dalam keadaan seperti ini.

Kyuhyun tidak berniat untuk mencuri dengar apa yang mereka bicarakan, tetapi topik ini menarik perhatiannya, entah mengapa dia sangat penasaran dengan apa jawaban yang akan dilontarkan wanita itu.

“  Aku akan mengurus kepindahanku.  Aku akan segera berangkat ke Inggris setelah menikah, Min ah~ya.”

Inggris?  Kepalanya terasa berputar mendengar kata itu.  Bisakah Hye Hoon berada dalam jarak pandangnya saja?

Dia melihat gadis yang memakai dress selutut itu menarik bibirnya simetris,  namun Kyuhyun bisa menangkap mata coklatnya memancarkan kesedihan.

“  Apakah ini karena Kyuhyun, Hoon~ah?  Apakah karena kau ingin menghindarinya, sehingga harus meninggalkan negara ini?  Aku tak ingin kehilangan sahabat baik seperti dirimu. Hoon~ah..”

Hye Hoon menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.  Sekarang, mata gadis yang berada di hadapannya itu sudah dipenuhi oleh bulir-bulir air mata yang mengaburkan pandangannya.

“  Calon suamiku harus mengurus perusahaan keluarganya yang berada disana, jadi mau tak mau aku harus ikut dengannya.  Hanya beberapa tahun dan secepatnya aku pasti akan kembali.  Jangan menangis, hmm?”

Min Ah pun mengangguk pelan, tetapi cairan yang berasal dari matanya tetap saja mengalir tanpa bisa dia berhentikan.  Dia melepaskan pelukan mereka dan saling menatap satu sama lain.

Hye Hoon dan Min Ah bersahabat sejak dua tahun lalu, saat mereka masuk ke dalam kelas yang sama.  Untuk ukuran persahabatan memang jaraknya masih terlampau singkat, tetapi mereka berdua sangat dekat satu sama lain.  Walaupun sikap mereka berdua yang cenderung berkebalikan, tetapi tidak menghalangi keduanya untuk menjalin persahabatan yang erat.

“  Haruskah kau menikah dengannya, Hye Hoon~ah?  Bukankah kau sangat mencintai Cho Kyuhyun ? “

Hye Hoon menyunggingkan senyumannya yang terlihat dipaksakan.  Dia tidak akan menunjukkan sisi lemahnya lagi.  Apalagi di hadapan sahabat yang selalu mengkhawatirkannya.  Dia tidak mau cinta sepihaknya membuat orang lain menaruh kasihan padanya.  Tidak.  Sekarang dia harus memulai hidup baru tanpa cinta yang membuat dirinya menderita.

“  Seberapa besar pun rasa cinta yang kumiliki untuknya, tak akan membuat Kyuhyun membalas rasa cintaku, Min Ah~ya.  Dan aku tersadar sekarang.  Aku sangat bodoh karena aku terlalu mencintainya.  Siwon Oppa… dia mencintaiku.  Walaupun kami terikat karena perjodohan, tetapi aku tahu bahwa dia tulus mencintaiku Min Ah~ya.  Dia pasti bisa membahagiakanku”.

Kyuhyun mematung mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut gadis itu.  Paru-parunya bekerja lebih berat sehingga dia dengan susah payah menghirup udara di sekitarnya.

“  Gwenchana, Oppa? “

Gadis itu entah mengapa tiba-tiba berada di hadapannya, apalagi di saat-saat seperti ini.  Gadis menyebalkan itu senang sekali mengganggu dirinya, padahal Kyuhyun sudah memutuskan hubungan singkat mereka sebulan lalu.

Typikal wanita murahan, pikirnya.

Kyuhyun hanya mengibaskan tangannya untuk menjawab pertanyaan gadis itu, sama sekali tidak tertarik untuk mengeluarkan suaranya hanya untuk orang tak penting seperti perempuan di hadapannya itu.

Suara ketukan high heels yang berasal dari dalam ruangan membuat Kyuhyun gelagapan.  Otaknya mencerna apa yang terjadi sebelum akhirnya sebuah ide menjijikan muncul di benaknya.  Dengan gerakan cepat, Kyuhyun menarik tengkuk gadis tinggi ramping di hadapannya dan seketika menempelkan bibir mereka berdua.  Seo Jung terkejut tentu saja dengan perlakuan tiba-tiba dari Kyuhyun.  Namun tak berapa lama kemudian gadis itu tidak menyiakan kesempatan dan memberikan lumatan pada bibir tebal namja itu.

Hye Hoon, yang hendak meninggalkan ruangan kelas tempat dirinya dan Min Ah mengobrol tadi, terperangah ketika melihat siluet seorang lelaki yang menghadap ke arahnya sedang berciuman dengan seorang gadis yang tak dikenalnya.

Lututnya lemas.  Dia merasakan tulangnya remuk seketika sehingga tak ada penyangga apapun di tubuhnya.  Hatinya seperti ditusuk oleh sesuatu yang tajam sehingga rasanya sangat perih.

Ini bukan pertama kali Hye Hoon melihat Kyuhyun bermesraan maupun berciuman dengan beberapa wanita, tapi hatinya tetap merasakan sakit seperti ini.

Salam perpisahan yang sangat menyakitkan.  Hye Hoon sama sekali lupa dengan keadaan sekitarnya dan membiarkan emosinya keluar.  Bulir-bulir air mata meleleh begitu saja tanpa bisa dia tahan.

Kyuhyun melihatnya lagi, dia menyakiti gadis itu lagi.  Mungkin ini lebih baik, pikirnya.  Kyuhyun lebih menginginkan Hye Hoon menilainya sebagai seorang lelaki yang jahat sehingga dengan mudah gadis itu membenci dirinya, dan segera melupakannya.

Hatinya meringis menahan sakit.

Ini terakhir kalinya Hye Hoon mengeluarkan air mata berharga miliknya untuk Cho Kyuhyun.  Kyuhyun berjanji hal itu tidak akan terjadi di babak kehidupan Hye Hoon selanjutnya.

***

 Hye Hoon memandangi pantulan wajahnya di cermin meja rias yang berada di ruangan pribadinya.  Wajahnya dipoles make up yang sedikit tebal tetapi kecantikan naturalnya tetap terlihat.  Sebagian helai rambut bagian depannya ditarik ke belakang, dan dipakaikan jepit besar berbentuk bunga untuk menahannya.  Poninya dibiarkan menjuntai untuk menghiasi wajah mungilnya.  Di lehernya terpasang kalung indah berwarna perak yang berhiaskan permata dengan bentuk yang sederhana.

Bahunya terekspos karena gaun panjangnya hanya sebatas menutupi dadanya.  Seketika dia teringat dengan beberapa tanda kemerahan yang pernah terukir di sekitar leher, bahu, dan dadanya.  Hye Hoon refleks menutup kelopak matanya erat, mencoba menghalau pikiran liar yang merasuk ke pikirannya

Ini gila.  Dia bahkan membayangkan bagaimana pria itu mengecup setiap inchi tubuhnya, mengecup dan menggigit bahkan menjulurkan indra pengecapnya di kulit sensitifnya, meninggalkan jejak yang diciptakan bibirnya disana.

Hye Hoon menggigit bibir bawahnya, menyalurkan rasa sakit yang diderita hatinya.  Tetapi tetap saja, dia tidak bisa menahan lesakan cairan tak berwarna yang perlahan mengotori kedua belah pipi pucatnya.

Sebentar lagi kehidupan barunya akan dimulai.

Hye Hoon masih enggan membuka kedua matanya.  Dalam hati, dia berharap bahwa semua ini adalah mimpi, dan ketika dirinya membuka matanya kelak, semuanya akan kembali ke dunia nyata.

Tetapi inilah dunia nyata yang harus dihadapinya.  Suara ketukan pintu yang tertangkap oleh indra pendengarannya membuktikannya.

Khayalan-khayalan di benaknya kembali muncul.  Dia menarik bibirnya simetris ketika membayangkan orang yang ada di balik pintu itu adalah Cho Kyuhyun, pria yang menjadi cinta pertamanya.

Sebenarnya, jauh di lubuk hatinya dia memendam sebuah harapan jika pria yang dicintainya itu akan menjemputnya dari tempat ini, membawanya lari dari pernikahan yang sampai kapanpun tak pernah dia inginkan.

Namun mimpi hanyalah mimpi, karena takdir yang dijalaninya sangat berbeda jauh dengan khayalan itu.  Bahkan Kyuhyun tak pernah sedikitpun peduli padanya.  Bagaimana bisa lelaki itu tiba-tiba mengacaukan acara  ini tanpa alasan yang jelas?

Tetapi tetap saja hatinya menginginkan tak hal itu terjadi, membuat hatinya semakin teriris karena terus menerus berharap sesuatu yang tak akan menjadi nyata.

“  Kau baik-baik saja, Hye Hoon~ah?”

Suara seorang wanita yang sangat lembut membuat Hye Hoon menghentikan lamunannya.  Dia memerkan senyum di balik air matanya yang masih menetes, alih-alih mengatakan kalau dirinya baik-baik saja.

“  Eonnie…”

Choi Minyoung mengelus pelan puncak kepala Hye Hoon, sekedar memberi sedikit ketenangan kepada adik kandungnya pikirannya sedang kalut.  Minyoung sangat dekat dengan adik perempuannya, sehingga dia mengetahui apa yang terjadi dan dirasakan oleh Choi Hye Hoon sekarang.

Minyoung tidak sedikit pun menentang keputusan yang diambil Hye Hoon untuk menikah.  Sebagai seorang kakak, dia hanya bisa mendukung apapun yang dilakukan adik kesayangannya.  Lagipula, Hye Hoon sudah dewasa untuk bisa menentukan masa depannya sendiri.  Setidaknya Hye Hoon bisa memilah apa yang terbaik agar dirinya bisa merasakan kebahagiaan ke depannya.

“  Sssst…… berhenti menangis.  Cukup sepuluh tahun terakhir kau mencintai dan membahagiakan orang lain tanpa mempedulikan dirimu sendiri.  Cukup sudah aku melihatmu menderita karena lelaki yang tak sedikitpun melihat ke arahmu.  Ini saatnya kau menemukan kebahagiaanmu.  Kau juga berhak bahagia, Hye Hoon~ah ”.

Sepuluh tahun sejak Hye Hoon jatuh cinta pada seorang lelaki yang ditemuinya di hari pertama Junior High School.  Sejak itulah Hye Hoon menjadi seorang penggemar rahasia darinya.  Dan semenjak itulah kehidupannya berubah.

Hye Hoon tidak pernah menyesalinya.  Dia tidak pernah merasa menyesal mencintai seorang Cho Kyuhyun.

Betapapun dia merasakan kesakitan saat melihat Kyuhyun yang selalu bersama wanita yang berbeda setiap harinya.  Setiap saat dia harus mendengar bagaimana gadis-gadis di sekitarnya mengagungkan Kyuhyun,  menandakan bahwa bukan hanya dirinya yang terpesona dengan lelaki itu.

“  Kau benar,  Eonnie~ya.  Aku berhak bahagia ”.

Hye Hoon mengucapkan kalimat itu dengan suara pelan, mungkin hanya dirinyalah yang bisa mendengar kata-kata yang merupakan sebuah mantra baru baginya.  Di benaknya, dirinya berharap bahwa kebahagiaan –mulai sekarang dirinya harus menyebutnya begitu- yang berada di depan matanya tidak sirna begitu saja.

Minyoung memperbaiki make up Hye Hoon yang sedikit berantakan.  Dia tidak menebalkan semua polesan di wajah adiknya itu, karena menurut Minyoung aura yang terpancar dari wajah gadis itu sudah lebih dari cukup untuk memperlihatkan kecantikan naturalnya.

“  Hye Hoon~ah,  mobil pengantin sudah siap.  Segeralah ke bawah “.

***

Terima kasih yang udah baca, maaf jika banyak typo bertebaran ataupun ceritanya kepanjangan tapi gak jelas dan kata-katanya yang berantakan.  Apalagi bagian nc yang gak hot dan sama sekali gak dapet feelingnya, sad nya juga gak dapet feelingnya.

Tolong tinggalkan jejaknya ya, kritik ataupun saran akan saya terima dengan senang hati ^^

Kamsahamnida^^

214 thoughts on “Just Once

  1. Jujur this story kurang gregeut. I mean klimaks problem kurang ngeh gitu. Tapi at all so natural, ngga terlalu berat Buat dibayangin di real life. Butuh sekuel kayanya nih good job thor

  2. pagi minggu yg cerah diiringi air mata ketika aku baca ini. Kyuhyun terlalu egois, cuma alasan merasa tdk pantas rela melepas hye gt aja. Ah apalah artinya saling mencintai bila salah satu nya tak ingin memperjuangkannya macam org seperti kyumbul

  3. Dari Mario teguh untuk tuan Cho Kyuhyun “Wanita mencintai laki-laki yang menyakitinya, dan laki laki menyakiti wanita yang mencintainya.”

  4. malem minggu browsing nemu ini blog.jadi tambah galau .sedih banget jadi hyehoon.kenapa harus nyerah gitu.kenapa kyuhyun nya gk bilang kalau dia suka.:(
    sekalian ijin ubek” blog ya thor :)

  5. 😭😭😭😭😭😭
    kenapa kyuhyun jd pesimis gt…..mmgnya ayahnya kyuhyun knpa???
    suka gonta gnti wanita jg…
    kyuhyun plin plan…..hwaaaaaaaaa

  6. Awalnya ga ngerti kenapa mereka ga bersatu padahal mereka saling mencintai, bahkan Kyuhyun menganggap kalo Hye Hoon bersamanya akan menderita.

  7. Ya ampun kyuhyun qm kok bodoh bgtsih..Cinta itu harus diperjuangkan..
    Knp qm mlah melePasnya…
    Padahal qm th klu hye hoon jg mencintaimu….
    Aq suka bgt..

  8. nah loh, kasihan juga si hyehoon karena kelakuan kyuhyun, coba aja kyuhyun mau jujur sama perasaannya sendiri pasti gak akan gini jadinya,keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s