The Story of a fangirl


 

Author:

elsagyu aka hyehoonssi

Cast :

Choi Hye Hoon

Cho Kyuhyun

Super Junior Members

Genre:

Romance, Friendship

Rating:

PG 13

 

Ini adalah fanfics remake dari saya.  Mianhae kalau typo bertebaran, karena ini fanfic yang saya buat beberapa bulan lalu, dan setelah sedikit merombak kata-katanya, saya mempublish fanfic ini.

 

“ Fangirl must support her idol no matter what, right?”

 

Choi Hye Hoon’s POV

Aku menjalani rutinitasku seperti biasanya. Duduk di balik layar laptopku untuk mencari tahu keadaanya.Aku merasa dekat dengannya tetapi di waktu bersamaan juga jaraknya sangat jauh dari jarak pandangku.

 

Sesekali aku tersenyum saat melihat tingkah konyolnya di acara televise, contohnya acara reality show yang saat ini sedang aku nikmati. Tingkah lakunya itu sangat berbeda dari idol lainnya. Dia terlihat pendiam, tetapi kalau ia sudah membuka mulutnya, mulutnya seakan dipenuhi racun yang kapan saja bisa membunuh mangsanya. Entah kenapa aku menyukai tingkahnya itu.

 

Hei, apa hal yang tidak kusukai darinya ? Aku rasa tidak ada.

 

Aku menyukai wajah tampannya, meskipun wajahnya tidak se-rupawan seorang Choi Siwon. Aku menyukai ketika ia menyunggingkan seringaian evilnya, yang sering ia tunjukkan saat ia membully hyung-hyung nya. Aku menyukai matanya yang indah yang tatapannya membuatku meleleh. Aku menyukai bentuk tubuhnya yang tidak terlalu tinggi dan tanpa otot perut. Aku menyukai posenya yang aneh saat berfoto. Aneh, kenapa foto-foto hasil jepretan fans-fansnya saat ia tidak sadar kamera lebih bagus dari foto selca-nya?

 

Sebagai maknae dari boyband yang sangat terkenal, Super Junior, sudah pasti semua orang di penjuru korea mengenalnya. Banyak orang mengaguminya. Apalagi yang menyebut dirinya ELF, terutama sparkyu. Seperti diriku ini.

 

***

 

“Hoon-ah, ayo cepat sarapan makanannya sudah siap”

 

Eomma memanggilku dengan suara cemprengnya, dan dengan volume yang keras tentunya.  Eomma sudah mengetahui, bahwa aku tidak akan pernah menyahut kecuali dia berteriak kepadaku.  Aku seringkali lebih sibuk dalam duniaku sendiri.

 

Dengan segera aku menekan tombol pause di laptopku, kemudian segera membalas teriakan Eomma.

 

“ Sebentar lagi, Eomma”.

 

Kamarku berukuran kecil, berantakan dan dipenuhi poster dari seorang Cho Kyuhyun maupun poster semua member Super Junior.  Bahkan di kamarku tidak terpajang satu pun fotoku, karena memang aku juga bukan orang yang senang dijepret kamera kecuali di acara-acara tertentu.

 

 

Aku segera mengambil tempat duduk di ruang makan dan menikmati sarapan dengan seluruh anggota keluargaku. Keluarga kecilku lebih tepatnya. Hari ini semua orang libur, jadi kami bisa makan pagi bersama.

 

Biasanya, kami disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Aku dan Eonnie yang sedang menjalankan studi di universitas seringkali berangkat lebih awal sedangkan Eomma dan Appa-ku sibuk di kantor, sehingga mereka juga berangkat pagi-pagi sekali.

 

Kami menikmati sarapan kami dengan canda tawa.  Walaupun kami memang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tetapi kami masih tetap dekat.  Kami selalu mementingkan keluarga di atas segalanya, sehingga kami bisa dibilang termasuk ke dalam keluarga yang harmonis.

 

Tiba-tiba, aku merasakan Eomma menatapku serius dengan kening berkerut.  Dengan ekspresinya yang seperti ini, aku bisa menebak apa yang dipikirkannya dan apa yang yang akan ditanyakan dirinya padaku sekarang.

 

Aisssh bisakah Eomma sedikit saja tidak mencampuri urusanku?

 

“ Kapan kau akan mengenalkan seorang kekasih kepada kami? Kau harus mencontoh Eonnie-mu yang sudah beberapa kali membawa pacarnya kesini, Hoon-ah.”

 

Selalu.  Eomma terlalu mengagung-agungkan kakakku satu-satunya itu sehingga tanpa dia sadari, dia sudah menyakiti anaknya yang lain.  Eomma tidak pernah menyadari bahwa aku dan Eonnie sangat berbeda.  Setiap orang juga memang berbeda kan?  Untuk itulah aku tidak suka jika disamakan dengan orang lain seperti saat ini.

 

Aku menyunggingkan senyum dinginku.  Sesaat kemudian aku mengeluarkan seringaian andalanku sambil masih mengunyah makanan di dalam mulutku.  Dengan santainya aku mengeluarkan kata-kata yang aku yakin akan membuat Eomma marah.

 

“ Cho Kyuhyun sedang sibuk eomma, kau tahu kan dia artis terkenal? Jadwalnya terlalu padat “ .

 

Hidung eomma memerah dan telinganya seakan mengeluarkan asap panas. Ia menggertakkan giginya, tanda sedang menahan amarah yang meluap dari dalam dirinya.  Eomma juga sempat mengangkat sumpit yang sedang digunakannya ke atas, yang jika tak ditahan oleh Appa, mungkin sumpit itu akan mengenai kepalaku.

 

“  Yak, berhentilah mengkhayal.  Sampai kapanpun dia tidak akan pernah menjadi kekasihmu”.

 

***

 

Aku melangkahkan kakiku dengan tergesa. Aku hanya memakai pakaian yang cukup tipis untuk digunakan di musim dingin seperti ini. Aku sangat terburu-buru sehingga aku tidak sempat memikirkan untuk memakai mantel, padahal pakaian hangat itu adalah termasuk pakaian wajib di musim ini.

 

Sial. Sekarang aku kedinginan dan aku tidak mungkin kembali hanya untuk membawa benda tak penting seperti itu.  Ini adalah saat-saat yang langka, tak boleh terlewat sedetik pun.

 

Aku semakin mempercepat langkah kedua kakiku ketika tempat itu sudah mulai terlihat. Café yang kutuju itu sangat padat oleh pengunjung. Aku tersenyum pada diriku sendiri karena mengetahui penyebab dari kejadian ini.

 

Aku berdesak-desakan dengan pengunjung lain untuk masuk ke café itu.  Suasana di tempat itu sangat ricuh dan tidak tertib sama sekali.  Bagaimana tidak, semua orang berlomba-lomba hanya sekedar untuk mendekati pintu masuk. Aku menahan rasa sakit kala tanganku terkena sikutan atau injakan dari orang yang berada di kerumunan itu. 

 

Setelah aku berhasil masuk, suasana tidak berbeda jauh dengan di luar tadi.  Tapi setidaknya, disini aku mulai bisa bernafas dengan benar karena tidak berdesakan seperti tadi.  Dan sepertinya satu-persatu orang disini segera keluar dari café ini setelah menghabiskan minuman ataupun makanan kecil yang tadi dipesannya.

 

Aku disuguhi pemandangan yang sangat indah di depan mataku. Ah, aku lupa membawa kamera digital kesayanganku karena tadi aku tak mempersiapkan apapun karena kedatangannya yang tiba-tiba.  Aku melihatnya dengan jelas.  Dia sedang berdiri di belakang bangku kasir, tersenyum ramah pada setiap konsumen yang aku yakini sebagian besar adalah penggemarnya.

 

Aku masuk ke barisan yang cukup panjang untuk menuju kasir di café ini.  Kakiku sebenarnya masih merasakan nyeri karena terinjak oleh beberapa sepatu tadi saat berada di luar, tetapi apa boleh buat.  Tinggal selangkah lagi aku akan bertatapan dengannya lagi.  Tak boleh sedikitpun aku sia-siakan kesempatan emas ini.

 

Setelah menunggu cukup lama, karena banyak fans yang mungkin ingin berlama-lama di dekatnya, akhirnya giliranku tiba.

 

Badanku gemetar.  Aku merasakan tubuhku seakan menggigil, ketika dirinya menatap tepat di manik mataku.  Ya, jarak kami terlampau dekat sehingga aku bisa melihat lekukan wajahnya de depan mataku. Dan aku semakin gugup saat menyadari bahwa tubuh kami hanya terhalang oleh meja kasir.

 

Jantungku berdegup semakin kencang saat dia melemparkan senyuman manis untukku.  Untung saja masih ada meja kasir yang menjadi peganganku.  Kalau tidak, mungkin tubuhku sudah melorot karena kakiku tak sanggup lagi menahan berat badanku.  Ah, lama-lama menatap Cho Kyuhyun dengan jarak yang sangat dekat seperti ini mungkin bisa membuatku mati.

 

 “ Mau pesan apa, Agasshi?”

 

Senyuman masih bertengger di bibir tebalnya, walaupun dari sudut mataku aku bisa melihat, bahwa senyumannya itu terkesan dipaksakan.  Wajahnya nampak kelelahan tapi tidak mengurangi sedikitpun kadar ketampanan yang dirinya miliki. Saat ini aku hanya bisa melongo, tak memperdulikan ekspresi muka yang kutunjukkan padanya, dan menggenggam erat meja yang menjadi tumpuanku.

 

Aku menghela nafas, menatap mata hitamnya yang indah, dan dia membalas tatapan mataku, membuat aku semakin tak bisa mengendalikan diri dan menyampaikan jawaban atas pertanyaannya dengan terbata.

 

” Aku….. Aku mau memesan cappuccino …”

 

***

 

Keesokan harinya aku menjalani kegiatanku seperti biasanya.  Sebagai mahasiswi yang baik, aku menjalani rutinitasku untuk mengikuti setiap kelas yang kuambil di semester ini, sambil mengumpulkan tugas yang diberikan dosen kami seminggu lalu.  Well, menjadi mahasiswa memang hal yang melelahkan.  Tetapi sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa dengan semua hal ini.

 

Aku memiliki jadwal kuliah yang lumayan senggang hari ini.  Aku hanya memasuki kelas dari pagi hingga sebelum makan siang, sehingga dari mulai siang ini aku bisa beristirahat di rumah.  Tetapi,  Eun Ri memintaku untuk menemani dirinya makan sebelum kami kembali ke rumah masing-masing.

 

Eun Ri menyikut lenganku, membuatku melirik sinis ke arahnya.  Dirinya hanya menyunggingkan senyum lugu-nya yang dibuat-buat dan menaik-naikkan dagunya, mencoba memberitahukanku apa yang ingin disampaikannya.

 

 

Aku mengikuti arah yang Eun Ri tunjukkan dan mendapati lelaki itu sedang tersenyum manis ke arahku.  Aku tak membalasnya sedikitpun dan kembali menatap piring yang ada di hadapanku, meraih gelas minumanku dan menyeruputnya sampai habis setengahnya.

 

“  Yak, kau yakin mengabaikan lelaki setampan dia?  Aigoo, Joong Ki Oppa adalah salah satu Sunbae populer di kampus ini, dan aku yakin semenjak kita tingkat pertama, dia hanya memperhatikanmu.  Mengapa kau mengacuhkannya begitu saja?  Kau sangat bodoh, Hye Hoon~ah”.

 

Eun Ri mengatakan semuanya itu dengan nada yang dibuat-buat membuat diriku jengah.  Aku malas menanggapinya dan hanya menikmati makanan yang tersaji di hadapanku.  Memang, semua yang dikatakan Eun Ri itu benar.  Tapi….. ah molla.  Sepertinya di mataku hanya ada Cho Kyuhyun, sehingga aku tidak bisa menatap namja lain lagi.

 

“ Oh ya, kau ke kona beans kemarin? Sayang sekali kemarin tidak ada Donghae Oppa, kalau ada dia disana aku juga pasti akan ikut.”

 

Aku tersenyum membayangkan apa yang terjadi kemarin.  Jantungku berdegup kencang saat mengingat senyuman indahnya.  Apalagi, saat membayangkan ketika kulit kami bersentuhan saat dia memberikan uang kembalian padaku.  Kalau aku ada di rumah sekarang, aku pasti akan berteriak sekencang-kencangnya.

 

 “ Iya, pastinya aku tidak akan melewatkan saat-saat aku bisa bertemu dengannya.  Apalagi tanpa embel-embel fan meeting atau konser.  Sungguh, dia seribu kali lipat lebih tampan daripada di depan kamera. Eun Ri~ya, Sampai kapan kamu memikirkan ikan cengeng itu ? Kyuhyun oppa jauh lebih baik dari dia ”.

 

Aku sedikit berteriak saat mengejek ikan itu, membuat Eun Ri melayangkan pandangan tajamnya padaku.  Dia mengangkat tangannya dan mendaratkan tangannya yang mengepal di kepalaku. Aura menyeramkan seakan bangkit dari dirinya, membuat bulu kudukku merinding.

 

“  Yak! Choi Hye Hoon! Berhenti mengejek Oppa-ku.  Kau mau mati, hah?”

 

***

 

Aku pulang sendiri dengan berjalan kaki karena Eun Ri tidak sudi memberikan tumpangannya kepadaku. Jangankan untuk meminta tumpangan, tadi saja aku langsung kabur saat menyadari aura setan dari dalam dirinya sudah keluar. Sial.  Salahkan ikan tengik itu yang membuat sahabatku sangat tergila-gila padanya.

 

Aku mengutuk diriku sendiri.  Bodoh.  Hanya karena tidak bisa menjaga ucapanku, aku harus rela berjalan kaki beberapa kilometer di tengah cuaca dingin seperti ini. 

 

 ‘Kau pabo hoon~ah’, gumamku sambil beberapa kali memukul kepalaku sendiri dengan sebelah tanganku.  Aku menendang-nendang botol kaleng yang menghalangi jalanku dan tak sengaja mengenai tubuh seorang laki-laki di depanku.

 

Aku menundukkan kepalaku sambil meminta maaf berkali-kali. Aku benar-benar tidak sengaja.  Tetapi sepertinya lelaki itu tidak bisa begitu saja menerimanya dan mengumpat kesal.

 

 “ Aissh, bagaimana kau bisa sebodoh itu, hah?”.

 

Suaranya terdengar sangat familiar, seperti diriku memang terbiasa mendengar suara itu setiap hari.  Aku mengamati wajahnya yang tertutup masker dengan seksama. Aku tidak mungkin salah mengenalinya. Dia….

 

“Kyuhyun oppa??” pekikku keras.

 

 

Dengan segera dia membekap mulutku agar teriakanku tidak terdengar oleh orang lain. Dia menyeretku –masih dengan tangannya membekap mulutku- ke sebuah gang yang sepi. Lelaki tak dikenal itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

 

Dia melepaskan tangannya dari mulutku dan membuka maskernya paksa.

 

OMO !! Dia benar-benar Cho Kyuhyun !!

 

“Ck, kau sangat berisik. Apakah penyamaranku kurang berhasil sehingga kau bisa mengenaliku?”.

 

Aku berjengit mendengar suara ketusnya. Dia sangat menyeramkan. Aigoo, dia benar-benar evil yang kejam.  Ternyata rumor yang selama ini tersebar itu benar.   Walaupun dia seorang idola, tetap saja dia tidak bisa menjaga ungkapan dan tingkah lakunya.

 

Entah kenapa mengetahui hal itu membuatku semakin tergila-gila padanya.

 

“ Anieyo, Oppa. Penyamaranmu berhasil. Hanya saja aku fans beratmu, jadi tentu saja dengan mudah bisa mengenalimu”.

 

Dia mendelikkan matanya dan menatapku serius.  Dia memasang muka garang, tetapi tetap saja aku menganggapnya imut.  Dia mengibaskan tangannya tanda kalau dia tak peduli.

 

“ Terserah apa katamu, yang penting kau harus tutup mulut tentang kejadian ini, arra?”.

 

Aku mendapatkan suatu ide untuk mengerjainya. Ide yang sangat bagus.  Setidaknya ide ini juga bisa sangat menguntungkanku.  Kau memang cerdas dalam hal ini, Choi Hye Hoon.

 

 “ Aku akan tutup mulut tapi kau harus mengizinkanku mengikutimu kemanapun kau pergi selama sebulan . Otte?” .

 

Dia mengeluarkan aura setannya dan menggertakkan giginya. Dia sangat marah seperti macan yang siap memburu makanannya.  Matanya menatapku seakan dia akan merebus tubuhku hidup-hidup.

 

“ Aissh, jinja neo……”

 

Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya aku sudah mengeluarkan jurusku dengan berteriak kencang.

 

“YEOGI.  CHO KYUHYUN ADA DISINI, SUPER JUNIOR CHO……”

 

Aku tak bisa menyelesaikan kalimat yang akan kusampaikan karena tangan panjangnya dengan gerakan cepat segera membungkam mulutku untuk kedua kalinya.

 

Aku menggigit tangannya yang sedang membekap mulutku, dan refleks dia mengaduh kesakitan. Rasakan kau Cho Kyuhyun.  Kau pikir aku akan kalah darimu, hah?

 

Dia menatapku dengan tatapan membunuh andalannya. Mungkin karena tidak tahan dengan perlakuanku, dia pun menyerah. Dia menghirup nafasnya dalam-dalam, sebelum akhirnya mengabulkan permintaanku.

 

” Arraseo, kau boleh mengikutiku kemanapun, tapi hanya selama seminggu.  Dan kau harus berjanji kau tidak akan buka mulut pada siapapun, arra?”

 

***

 

Aku menghempaskan tubuh mungilku ke kasur. Sedetik kemudian aku mengeluarkan ponselku dan otomatis tersenyum puas memandangi benda kecil itu.  Benda itu sangat berarti untukku sekarang, karena berisikan sebuah nomor dengan nama orang yang menjadi bagian terpenting dalam hidupku.

 

AKU MEMILIKI NOMOR PONSEL SUPER JUNIOR CHO KYUHYUN !!

 

Mengingat perjanjian kami, aku yakin seminggu ini aku akan sangat senang. Aku melompat kegirangan karena merasa sangat bahagia.  Aku sangat ingin berteriak sekencang mungkin , tapi aku tidak mau orang lain menganggapku orang gila. Yang penting aku sangat senang sekarang, dan apapun tingkahku untuk mengungkapkan rasa bahagiaku itu, aku tak peduli.

 

Aku akan bertemu setiap hari dengan orang yang sejak lama aku kagumi. Aku akan bertemu dengan orang-orang yang dulu hanya bisa kutemui di tempat ramai atau di dalam mimpiku.  Aku akan mengunjungi tempat-tempat indah bersama mereka.

 

Membayangkannya saja membuat pipiku merona.  Aku tidak membayangkan bagaimana hidupku nanti jika diriku menjadi dekat dengan mereka.  Aku menepuk-nepuk pipiku pelan, sesekali mencubitnya untuk memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi sekarang.

 

Kalau Eun Ri tahu, dia pasti akan sangat cerewet dan tak akan berhenti mengoceh sebelum kupingku panas . Aku ingin memberitahunya, tapi kuurungkan niatku setelah mengingat janjiku pada Kyuhyun kalau aku tidak akan memberitahu hal ini pada siapapun.  Dan bukannya kami sedang bertengkar ?  Mana mungkin wanita iblis itu mengangkat teleponku.

 

Aku terlalu excited hingga aku baru menyadari kalau ini sudah jam dua belas malam. Aku harus cepat-cepat tidur, aku tidak boleh telat besok. Tadi, namja tampan itu bilang kalau dia ada jadwal pagi-pagi sekali. Aku tidak boleh terlambat atau dia akan meninggalkanku.

 

***

 

Aku membuka mataku yang terasa sangat berat karena nada dering di handphoneku berbunyi. Aku mengumpat kesal sambil meraba-raba ponselku yang kuletakkan di atas nakas dekat tempat tidur.  Aku masih enggan membuka mataku, karena sepertinya aku kurang tidur karena aku baru tidur saat tengah malam tiba. 

 

Aku sangat kesal dan berniat memarahi siapapun yang mengganggu tidurku.

 

Hari ini aku tidak ada kuliah, jadi aku ingin tidur seharian. Orang gila ini harus diberi pelajaran sepertinya, karena dengan seenaknya saja mengganggu jadwal tidurku.

 

Aku menekan tombol hijau tanpa melihat caller ID nya. Tubuhku melemas begitu saja, terkejut ketika mendengar suara seorang namja yang langsung berteriak-teriak masuk ke telingaku, dari dalam sambungan telepon itu.

 

“ KAU KEMANA SAJA, HAH ? KAU MAU MENGHANCURKAN JADWALKU ? “ .

 

Aku membelalakkan mataku dan dengan gerakan cepat mengecek handphoneku, tertera nama  ‘Cho Kyuhyun’ disana. Aku menutupi wajahku dengan bantal yang sedari tadi menyangga kepalaku, sambil merengek-rengek dalam hati.

 

Sungguh, aku benar-benar tidak ingat dengan perjanjian kemarin.  Ottokhae?

 

“ Jeoseonghamnida oppa, aku akan segera kesana”.

 

Dia mendengus pelan sebelum akhirnya melunak dan sepertinya meredam emosi yang mati-matian ditahannya.

 

 “ Arraseo. 15 menit lagi kau harus sampai di dormku”.

 

***

 

Aku menekan bel apartement yang berada di dinding dekat pintu sambil mengatur nafasku yang masih terengah.  Butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk mengendarai bis ke daerah tempat apartemen ini berada, dan parahnya lagi letak halte bus sangat jauh sehingga aku harus berlari beberapa kilometer untuk sampai tepat waktu.

 

Aku tidak perlu menanyakan dimana letak dormnya karena dari dulu pun aku tahu letaknya.

 

Aku memang sering berkunjung ke tempat ini, tapi tidak pernah berani memencet bel nya , apalagi masuk ke dorm mereka. Aku bukan seorang sasaeng, aku hanya seorang stalker yang masih menghormati privasi idolanya. Aku hanya bisa mengikuti mereka –khususnya Kyuhyun- dari koridor lantai ini sampai ke parkiran.

 

Aku melihat intercom, dan tampaklah seorang namja yang parasnya sungguh melebihi dari kata tampan.  Benar-benar…….membutakan.

 

 Kalau Eun Ri tahu, dia pasti akan sangat iri terhadapku. Aku bertatapan langsung dengan Donghae Oppa di depan dormnya!

 

“ Nuguseyo?”

 

Donghae menatapku heran, mungkin karena dia tidak mengenalku dan dari penampilanku ini dia bisa menyimpulkan bahwa diriku bukan seorang tamu penting untuk mereka.  Ditambah wajahku yang berantakan membuatku semakin malu dan ingin menutup pipiku yang memerah dengan kedua tanganku.

 

Salahkan saja Cho Kyuhyun, karena gara-gara dia aku tidak punya waktu untuk sekedar mencuci muka sehingga tanpa melihat kaca pun aku sudah tahu kalau mukaku sangat hancur sekarang.

 

Aku tersenyum semanis mungkin , menahan rasa malu yang mati-matian kusembunyikan di balik raut wajahku.

 

“ Aku ada janji dengan Cho Kyuhyun”.

 

Detik berikutnya aku mendengar teriakan yang membuat dirinya memalingkan wajahnya dari intercom, sehingga aku sudah tidak bisa lagi mengamati wajahnya.  Dia memanggil adiknya malas.

 

 “ Kyuhyun~ah , ada yang mencarimu”.

 

Dan sayup-sayup kudengar Kyuhyun menjawab.  “ Suruh dia masuk , hyung”.

 

 

***

 

Semua orang yang sedang berada di dorm ini mengarahkan pandangannya ke arahku dengan terheran. Bagaimana tidak? Ada wanita asing yang seenaknya saja masuk ke dorm mereka. Ani, aku bukan wanita asing untuk mereka, aku ELF!

 Aku berdiri di hadapan mereka yang sedang duduk di masing-masing kursi yang berada di ruang tamu. Sekarang, tidak semua member hadir, hanya terdapat lima member Super Junior dan satu orang asing yang kuyakini adalah managernya.

 

Aku menepuk pipiku pelan, memastikan apakah ini kejadian nyata ataupun tidak. Apa aku bermimpi lagi?

Aku bisa melihat semua member idolaku dalam jarak sedekat ini.

 

Setelah lama dalam keadaan seperti itu, terbengong dengan mata yang masih bergerak mengamati semua orang yang berada di ruangan itu.  Untung saja aku bisa mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar nalar.  Aku terhenyak saat suara ketus yang sangat kukenali menghentikan lamunanku.

 

“ Kau tidak bermimpi, bodoh”.

 

Aku yakin itu suara Cho Kyuhyun . Aku menoleh ke arahnya dan dia hanya menatapku dengan tatapan yang err… merendahkan? Mengapa aku bisa menyukai namja gila itu ? Sepertinya otakku sudah tidak waras, dan aku harus meluangkan waktu untuk memeriksakan diriku ke dokter.

 

Donghae oppa menyunggingkan senyuman manisnya ke arahku, membuat hatiku meleleh.  Aku bersyukur tulang yang menyangga tubuhku berasal dari benda padat dan tidak akan bisa mencair. Ahh Eun Ri benar, dia namja yang sangat baik dan terlihat sangat perhatian terhadap semua orang.

 

 

“ Bisakah kau memperkenalkan dirimu, cantik?”.

Mataku mengerjap tak fokus mendengar pujiannya.  Baiklah Lee Donghae, kau berhasil membuat image burukmu di hadapanku hilang tak berbekas.  Aku menajamkan indera pendengaranku.  Tidak salah dengar, kan? Baiklah, kurasa faktanya yang sering kubaca di artikel-artikel di berbagai media itu benar, dia memang pria yang sangat amat romantis

Aku menarik bibirku ke belakang dengan simetris, menyunggingkan senyumanku semanis mungkin dan sedikit membungkukkan kepalaku untuk menyapa mereka khas orang asia timur.

 

“ Annyeng Haseyo, Choi Hye Hoon imnida.  Bangapseuminda ”.

 

Hening.  Tidak ada seorang pun yang menyambut sapaan hangatku.  Mereka masih memandangku aneh, seakan aku adalah makhluk alien yang berasal dari planet lain.

 

“ Ada hubungan apa kau dengan Cho Kyuhyun?”.

 

Eunhyuk melontarkan pertanyaannya sambil menatap mataku menyelidik.  Aku mengelus-elus tengkukku, benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.  Dan sepertinya aku tidak bisa memikirkan ide untuk menjawab sahutan mendadaknya itu.

 

Untungnya, Kyuhyun dengan segera menjawab pertanyaan itu dengan suara ringan.  “ Perkenalkan, dia asisten baruku”.  Aku tertohok dan hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh.  Dan ucapan spontan dari mulutku lolos begitu saja.

 

 “De?”

 

***

 

Aku salah mengira bahwa seminggu ini aku akan merasakan bagaimana rasanya menjadi penggemar paling bahagia di dunia. Karena faktanya, aku dimanfaatkan oleh pria tampan itu. Dia seenaknya menyuruhku melakukan apapun perintahnya. Dan aku?  terus saja memenuhi semua keinginannya tanpa protes sedikitpun.

‘Sial, cinta memang membuat orang menjadi bodoh’, rutukku. Aku mencibir pelan.  Kalau aku tidak tergila-gila padanya pasti saat ini dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.  

 

Aku mendengar suaranya lagi. Dia berteriak kencang dari arah practice room. Aku seribu persen yakin dia menyuruhku melakukan hal-hal sepele lagi, seperti yang biasa dilakukannya beberapa waktu ini.

 

Baru saja aku berada di ambang pintu, ia sudah mengeluarkan teriakannya lagi.

 

“ Bawakan handuk yang ada di tasku, ppali”.

 

Tidak perlu berteriak juga aku mendengarnya, bodoh. Apa kau mau membuat telingaku tidak berfungsi lagi, hah? .Aku hanya bisa mengucapkan kata makian itu dalam hati. Jika aku membicarakan itu keras-keras aku yakin magnae setan ini akan mengusirku dan tidak mau bertemu denganku lagi.

 

Sabar Hoon~ah, ini perjuangan untuk mendapatkan cintamu. Hwaiting !!!.

 

***

 

Kami sudah sampai di dorm. Dia terlihat sangat lelah. Kekesalanku menguap ketika melihat wajah tampannya terlihat lesu. Dengan inisiatif sendiri aku melangkah ke dapur dorm ini dan memberikan secangkir teh panas untuknya.

 

 “ Minumlah, ini akan sedikit membantu mengembalikan tenagamu”.

 

Terdengar suara siulan saat aku menyerahkan minuman itu. Sepertinya anggota Super Junior ini sangat suka menggoda orang.  Aku menolehkan kepalaku ke belakang, dan mendapati Eunhyuk Oppa yang hanya menunjukkan senyum gusinya saat aku menatap ke arahnya.

 

“ Aku iri padamu, Kyuhyun~ah. Kalau kau sudah bosan dengan Hye Hoon, kau bisa memberikannya padaku.”

 

Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan tatapan evilnya. Suasana berubah menjadi sangat mencekam.  Bahuku bergetar ketakutan.  Kyuhyun hanya menanggapinya dengan celotehan ringan yang sukses membuat jantungku hampir copot ketika mendengar kata-katanya.

 

“ Dia hanya mau bersamaku, Monyet jelek.”

 

***

 

Pagi ini, dia masih tidur seperti biasanya. Dia memang tidak terbiasa bangun pagi, tetapi entah mengapa hatiku mengatakan jika hari ini berbeda dari biasanya.  Aku menggedor pintu kamarnya berulang kali, tapi tetap tidak ada jawaban.   

Member lain dan seunghwan oppa menatapku cemas. Tidak biasanya ia seperti ini.  Tak lama kemudian, Leeteuk oppa segera membawa kunci duplikat dan membuka pintu kamarnya.

“ Kyuhyun sakit”, ujar Leeteuk oppa yang sedang menempelkan punggung tangannya di dahi Kyuhyun.  Mereka semua terlihat sangat khawatir melihat keadaan Kyuhyun yang terlihat mengenaskan.

 

Bodoh.  Seharusnya kau lebih memperhatikan kondisi tubuhmu dulu sebelum memutuskan untuk menerima semua job yang disodorkan padamu.

 

Manager oppa sangat khawatir karena semua member memiliki jadwal yang padat hari ini.  Terutama semua member, mereka seakan berat untuk meninggalkan ruangan Kyuhyun dan segera bersiap-siap untuk ke tempat mereka bekerja.

 

“ Bisakah kau menjaganya , Hoon~ah ?”

 

 “Arraso oppa.  Tidak perlu mengkhawatirkan Kyuhyun, eo?  Ada aku disini”.

 

***

 

Apa dia sudah gila ? dalam keadaan sakit ia masih bisa menyeretku ke mobilnya dan menyetir dengan kecepatan tinggi ? Dia mau membawaku bunuh diri,hah?

“ Yak Cho Kyuhyun !! Mengapa kau menyetir dalam keadaan sakit parah seperti ini? Kau mau kita mati ? Sebelum aku mati setidaknya biarkan aku menikah dulu denganmu ”. 

Kyuhyun menatapku sekilas dan memfokuskan matanya lagi pada jalanan yang sepi.

“ Aissh diamlah cerewet, aku baik-baik saja, aku hanya ingin melepas penatku. Aku menyesal telah membawamu bersamaku. Aissh kau menyusahkan.  Kupikir kau berbeda dengan semua fansku karena selama ini. Dari sifatmu itu kau lebih pantas jadi antifansku, kau tahu?  De? Kau mau aku menikah denganmu? Cih, Sampai kapanpun hal itu tidak akan terjadi “.

 

Amarahku memuncak. Aku mengumpat dalam hati.  Kenapa aku mengidolakannya? Dia sangat menyebalkan. Aku menunduk, memainkan jari-jari tanganku untuk meredakan tensi yang terjadi diantara kami.

 

 “Kau tahu kenapa aku bersikap seperti ini di depanmu? Karena aku sangat gugup kalau berada di dekatmu dan aku benar-benar tidak bisa mengontrol  sikapku. Aku sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun bodoh ”.

 

***

 

Kami tiba di suatu tempat yang sepi. Tempat yang sangat indah dengan pasir putih yang bersih disertai batu karang yang menambah keindahan yang tercipta di pantai ini. Aku merentangkan tanganku dan menghirup udara dalam-dalam, membiarkan udara pantai masuk ke paru-paruku agar hatiku merasa lebih sejuk.

 

 “ Tadi kau marah-marah karena aku menyeretmu kesini dan sekarang kau seperti ini? Cih, dasar wanita labil”.

 

Aku masih memejamkan mataku dan tidak menghiraukan ucapannya. ” Aku tidak menyangka orang sibuk sepertimu bisa menemukan tempat sebagus ini. Aku sangat suka tempat ini,  neomu yeppeo. ”

 

Dia mendengus pelan sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk menjawab rasa penasaranku. “ Tempat ini tempat favoritku sebelum aku debut. Cih, kau pasti berteriak kegirangan karena ada satu hal yang hanya kau sendiri yang tahu, sedangkan fansku yang lain tidak tahu.”

 

Aku mengulum senyum mendengar ucapannya. Aku tidak mungkin tersenyum kegirangan di depannya, kenarsisannya pasti akan melambung semakin tinggi, jika aku mengiyakan semua apa yang dia katakan tadi.

Aku memperhatikan Kyuhyun yang sedang terbuai dalam dunianya sendiri.  Dia memejamkan kedua kelopak matanya, membiarkan angin laut memberantakkan rambut coklatnya.  Aku merasakan perasaan damai yang terpancar dari wajahnya.  Jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya, karena dia benar-benar terlihat beribu kali lebih tampan dari yang biasa kulihat. 

 

Sebuah senyuman yang tak dapat kudeskripsikan tersungging di bibir penuhnya.

 

 “ Aku sangat merindukannya. Kami sering menghabiskan waktu bersama kesini, jadi kalau aku sedang sangat ingin bertemu dengannya, aku pasti kesini.”

 

Dia? Nugu? Seorang Cho Kyuhyun memiliki kekasih?

 

***

 

Aku sungguh tidak bisa berhenti memikirkan hal yang dibicarakan Kyuhyun tadi di pantai. Sehingga dari semenjak kami kembali ke Seoul sampai detik ini pikiranku masih tidak fokus, dan seringkali aku banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Aissh kenapa dia harus menceritakannya padaku? Aku bukan siapa-siapanya kan? Cho Kyuhyun memang orang yang tidak bisa ditebak.

 

Aku bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Jam sepuluh malam aku harus tiba di rumah, sebelum orang tuaku datang. Aku tidak menceritakan tentang aku yang menjadi ‘asisten’ Kyuhyun kepada siapapun, aku tidak mau jadi bulan-bulanan mereka, apalagi Eomma dan Eonnieku. Pasti mereka akan meminta yang macam-macam padaku dan jika mereka tidak mendapatkannya, mereka akan mengintimidasiku dengan cara yang sangat mengerikan.

 

“ Hoon~ah, mau kuantar?”.

 

Saat aku akan membuka pintu dorm yang selama beberapa hari menjadi tempat tinggalku,ini, sebuah suara mengagetkanku. Aku menggerakkan leherku ke belakang dan melihat ada sosok Donghae Oppa disana.

 

“ Tak perlu, oppa. Kau pasti sangat lelah, dan kulihat schedule Oppa besok sangat padat. Aku bisa pulang sendiri, Oppa. Aku sudah besar.” Aku menyunggingkan senyum terbaikku, tetapi dia malah menghampiri tubuhku dan mengacak rambutku pelan.

 

“ Ara. Tapi aku  memaksa, oke? Setidaknya biarkan aku mengantarmu ke halte bis.” Dia meraih tangan kananku, dan menggenggamnya erat. Pipiku memanas dan aku yakin akan terlihat ada semburat merah disana. Dia menatap mataku intens.

 

‘ Eun Ri~ya, kau pasti iri padaku.’

 

Aku meletakkan telunjuk dari tanganku yang bebas ke depan mulutku dan memutar bola mataku, memperlihatkan kebiasaanku saat sedang berpikir untuk memutuskan sesuatu. “ Emm baiklah, Oppa. Tapi kau harus mengantarkanku sampai ke rumah.” Aku menambahkan senyuman jahilku membuat dirinya terkekeh pelan.

 

Dia melepaskan genggaman tangannya dan mengacak rambutku lagi. “ Aku mau saja, kalau kau mau mati muda karena kecelakaan mobil bersamaku.”

 

Aku mendengus mendengar ucapannya.  “ Tidak apa-apa. Setidaknya aku akan menjadi headline news nanti karena semobil dengan Donghae Super Junior.”

 

***

 

Aku menggosok-gosokkan tanganku , dan sesekali meniupkan udara diantara sela-sela jariku. Malam ini terasa sangat dingin, apalagi aku hanya memakai jaket tipis tanpa mantel. Aissh bodohnya aku yang mengacuhkan peringatan Eomma yang menyuruhku untuk membawa mantel. Dan sekarang aku hanya bisa meringis kedinginan karena kebodohanku itu.

 

Donghae oppa menggenggam tangan kiriku dan memasukkannya ke dalam mantel biru yang dikenakannya. Aku bisa menangkap kalau ia menyeringai walaupun bibirnya tertutup masker. Dia selalu bersikap hangat kepadaku semenjak pertama kali kita bertemu, dan ya, aku juga merasa nyaman berada di dekatnya.

 

Aku teringat sesuatu. Pertanyaan-pertanyaan tentang wanita Cho Kyuhyun masih bersarang di otakku. Apa aku harus menanyakannya kepada Donghae Oppa? Aku menggelengkan kepalaku. Anieyo, aku tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi idolaku.

 

Tetapi aku rasa ingin tahuku terlalu besar, sehingga aku memberanikan diri untuk bertanya pada namja tampan nomer dua setelah Kyuhyun ini. “ Oppa, boleh aku bertanya sesuatu?”. Dia mengernyitkan dahinya bingung tetapi akhirnya menurunkan tempo langkahnya.

Dia menatapku heran. “ Tentu saja. Apa ini berhubungan dengan Kyuhyun?”. Tanyanya menyelidik. Dia sudah tahu kalau aku adalah salah satu dari fans berat Kyuhyun.

 

“ Emm iya. Apakah Cho Kyuhyun memiliki seorang… kekasih?” . Aku menelan ludahku saat dia tersentak mendengar ucapanku.

 

“ Aku harus jujur padamu? Baiklah. Kyuhyun memang sudah memiliki seorang kekasih. “ Dia menatapku khawatir. Aku tahu dia pasti menyangka kalau sebentar lagi aku akan menangis.

 

Tapi, aku sangat bisa menahan airmataku itu, setidaknya sampai aku sendiri.

 

***

 

Aku melangkahkan kakiku gontai masuk ke dorm. Mataku sembab. Hatiku masih sakit mengetahui kenyataan yang kuketahui dari rekan segroupnya. Ya, aku memang menginginkan mengetahui tentangnya lebih dari yang diketahui fans lain. Tapi justru aku malah menyesal dengan keinginanku sendiri.

 

Aku memasukkan angka yang kuhapal di luar kepala untuk memasuki dorm. Setelah bunyi beep tanda kalau passwordku diterima dan aku membuka pintu, aku terpaku di tempatku. Kyuhyun sedang berpelukan dengan gadis yang tidak kukenal. Aku bisa melihat raut mukanya yang sedikit kecewa tetapi ada rasa lega juga terselip di wajahnya.

 

‘ Mengapa rasanya sesakit ini?’

 

Aku segera berbalik dan meninggalkan tempat itu.  Mengapa rasanya sesakit ini?  Bukankah semua orang bilang jika rasa cinta seorang fans terhadap idolanya itu sangat berbeda dengan rasa cinta sepasang kekasih? 

 

Tes

 

Aku sudah tidak bisa bersikap pura-pura tegar lagi sekarang.  Aku membiarkan tubuhku lunglai di trotoar jalan, tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang memperhatikan ulahku.  Aku menyembunyikan wajahku diantara kedua lututku, menyalurkan semua perasaan sakit yang sedang melanda hatiku.  Mataku semakin memanas dan isakan pedih keluar bertubi-tubi dari bibirku. 

 

Dengan mata berair, aku merogoh ponsel yang berada di saku mantel yang kupakai.  Aku membuka menu dari ponsel itu dan mulai mengetik kata-kata yang setiap penggalan katanya seakan menyayat hatiku.

 

To :  Cho Kyuhyun

 

Aku berhenti menjadi budakmu.  Kau pasti senang, iya kan?  Sampaikan salamku kepada semua member dan sampaikan permintaan maafku karena tidak bisa memberikan ucapan perpisahan langsung kepada mereka.

 

Terima kasih untuk semuanya.  Berbahagialah,  Cho Kyuhyun. 

 

END

 

Gimana?  Gak jelas banget ya ceritanya?  Aku juga nyadar kok ini ceritanya sangat gak jelas.  Tetapi ya sayang aja kalo gak dilanjutin dan menuh-menuhin memori laptop hahaha

Bagus gak bagus tinggalin jejak yaa ok ^^

118 thoughts on “The Story of a fangirl

  1. Kenapaaaaa? Kenapa selalu donghae yang baik sama hye hoon tapi hye hoon sukanya sama kyuyun, hikzz😭😭 udh ah sama donghae ajaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s