My Love Life ( Part 1 )


Author :
hyehoonssi
Cast :
Cho Hye Hoon
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Super Junior Members
Genre:
Romance
Rating :
PG 17 (?)
Kategori : Romance

Wanita itu membenarkan letak kacamatanya berulang kali sambil sesekali berhenti memainkan jari-jarinya di atas keyboard laptop putih kesayangannya sambil memikirkan apa kata-kata yang akan dituangkannya. Setelah mendapat ide yang bagus, dia menuliskannya dengan lincah sebelum ide yang ada dalam otaknya itu hilang.

Dia sedang mengerjakan novel ketiganya. Kali ini novelnya itu beda dari kedua novel sebelumnya. Dia menceritakan kehidupan pribadinya sendiri, tetapi dituangkan dalam tokoh fiksi. Dua novel sebelumnya termasuk dalam jajaran novel terlaris di Korea dan semuanya bergenre romantic. Tentu saja hal-hal yang diangkatnya adalah seputar percintaan, dan kali ini dia akan mengungkapkan kisah percintaannya sendiri.

Gadis itu meregangkan otot-otot tangannya karena wanita itu merasa pegal. Maklum saja, dia telah mengencani laptopnya selama lima jam tanpa istirahat. Yeoja berambut panjang itu memang sedang mengejar deadline untuk menyelesaikan novelnya di sela-sela kesibukannya untuk mempersiapkan pernikahan.

Sebuah tangan kekar melingkar di lehernya, membuat kegiatannya sedikit terganggu. Tetapi wanita itu malah menyenderkan punggungnya di kursi yang dia duduki. Wanita itu memejamkan matanya, dan membuat orang yang berada di belakangnya itu tersenyum tipis.

“ Kau bangun terlalu pagi, sayang. Waktu tidurmu terlalu sebentar. Apalagi semalam kita … ehm… tidur terlalu malam dan tubuhmu juga butuh lebih banyak istirahat. Ingat, kita harus tidur minimal 8 jam sehari”.
Hye Hoon masih enggan membuka matanya, tetapi masih mendengarkan perkataan lelakinya itu dengan baik. Dia mengerucutkan bibirnya kesal dan menggerutu di depan namja itu.

“ Jangan menasihatiku seperti itu, Tuan Lee. Kau lupa? Pola tidurmu jauh lebih buruk dibandingkan aku”.
Lee Donghae tidak membalas perkataan Hye Hoon. Dia tidak mau memperkarakan masalah kecil yang pasti akan berujung pada pertengkaran hebat antara mereka berdua. Hye Hoon sangat tidak suka diatur oleh orang lain, dan itu menjadi alasan dia ‘kabur’ dari rumah orang tuanya.
Pria itu mengalihkan perhatiannya pada laptop yang berada di meja di depannya. Dia membaca sekilas tulisan-tulisan yang ada di monitor itu lalu menggelengkan kepalanya. Hye Hoon benar-benar menuliskan tentang cerita cinta mereka rupanya.

“ Kau menceritakan tentang kisah cintamu dengan idol? Bagaimana kalau orang-orang curiga, hmm?”
Hye Hoon membuka matanya lebar-lebar, kaget apa yang kekasihnya itu bicarakan. Tidak. Dia tidak akan membiarkan Donghae tahu tentang ceritanya itu sebelum novel beredar. Dia harus merahasiakannya walaupun kepada kekasihnya sendiri.

Wanita berlesung pipi itu buru-buru melepaskan tangan yang melingkar di lehernya dan dengan gerakan cepat mematikan benda elektronik kesayangannya, dengan menyimpan file-nya terlebih dahulu tentu saja.

Hye Hoon berbalik dan mensejajarkan tubuhnya dengan Donghae. Dia menatap mata hitam lelakinya itu sambil memiringkan wajahnya. Mata teduh itu membuatnya takluk pada Donghae. Dan mungkin membuat semua wanita di dunia tergila-gila padanya. Hye Hoon menghela nafasnya. Bahkan dia tidak bisa memiliki lelaki itu sendirian karena Donghae juga milik semua orang. Menjadi ‘kekasih rahasia’ seorang idola memang sangat sulit.

Tapi ini takdirnya. Dan dia sepertinya mulai menikmati itu semua.

“ Tidak ada yang akan curiga. Aku tidak menceritakan semua tentang kita, hanya garis besarnya saja. Dan aku menggunakan tokoh fiktif. Kau ingat? Aku jauh lebih pintar dari lelaki pendek dengan IQ rata-rata”.
Donghae mendaratkan pukulan kecil di puncak kepala gadis itu. Dia mengerucutkan bibirnya, sebal. Hye Hoon sangat suka menggodanya seperti itu. Tetapi sebenarnya Donghae sangat menyukainya. Hye Hoon sekarang jauh lebih ceria dibandingkan dua tahun lalu.

“ Sakit. Belum menikah saja kau sudah seperti ini. Bagaimana kalau aku sudah jadi istrimu, hah?”

Hye Hoon mendesis pelan. Dia masih melancarkan aksinya untuk menggoda lelaki itu.

DRRRTTT….DRRRTTTT
Suara getaran dari handphone hitam milik Donghae menghentikan pertengkaran kecil mereka berdua. Donghae menghampiri meja kecil di samping ranjang dan meraih benda mungil tersebut. Dia mengobrol sebentar dengan penelepon dan setelah selesai segera menutup sambungannya itu.

“ Siapa?”

“ Hyukkie. Dia menyuruhku untuk datang ke dorm sore nanti. Kami akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk melepas kepergian Leeteuk Hyung. Kau mau ikut, sayang?”

Hye Hoon refleks menggelengkan kepalanya. Tidak. Saat ini dia belum siap untuk bertemu dengan teman se-group kekasihnya.

“ Acara ini acara kalian, maksudku, hanya untuk orang-orang terdekat dari Leeteuk Oppa. Lagipula aku tidak diundang jadi…”

“ Sampai kapan kau menghindar, Hoon~ah? Kita sebentar lagi menikah dan mau tidak mau aku harus mengenalkanmu pada mereka. Mereka sudah seperti saudara kandungku sendiri. Dan aku mau kau juga menganggapnya sebagai keluargamu”.

Hye Hoon mempersempit jarak mereka berdua dan memeluk tubuh kekar Donghae yang hanya terbalut singlet hitam kesayangannya. Gadis itu memang selalu menolak jika Donghae mengajaknya ke dorm dan hal itu membuat Donghae sedikit sensitif mengenai hal ini.

“ Aku akan bertemu dengan mereka, tetapi tidak sekarang, Hae~ya”.

Donghae hanya menganggukkan kepalanya malas, dia sedang tidak dalam mood yang baik untuk menanggapi alasan-alasan klise dari Hye Hoon. Lelaki itu melepas kacamata yang dipakai gadisnya itu dan menyeretnya ke tempat tidur.

“ Tidurlah, aku akan membuatkan makanan untukmu”.

***

Hye Hoon terbangun saat merasakan pusing di kepalanya semakin menjadi. Wajar saja, karena kehadiran Donghae yang tiba-tiba tadi malam, dan dengan tak berdosanya lelaki itu menggodanya, sehingga mereka tidak memejamkan mata sampai terbit fajar. Dan dirinya baru saja menikmati tidur pagi, atau entah tidur siang yang mungkin terlalu lama sehingga menyebabkan kepalanya sakit.

Gadis itu melirik meja di samping ranjangnya dan menemukan secarik kertas kecil disana. Dia tersenyum kecil saat membaca deretan-deretan huruf yang tertera di kertas itu. Apalagi setelah melihat ikon love di note kecil itu membuat dirinya tersenyum semakin lebar. Selalu, lelaki itu tidak bisa sedikitpun menghilangkan sifat gombal yang dimilikinya.
Setelah rasa sakit di kepalanya perlahan menghilang, dia segera melangkahkan kakinya ke ruang makan, karena perutnya kembung dan dia juga merasa sedikit mual. Mungkin penyakit lambung yang dimilikinya kambuh lagi, dan sepertinya itu dikarenakan akhir-akhir ini dia selalu menunda jadwal makannya.

Dia terlalu asyik berada di depan komputer, sehingga hanya untuk membeli makanan saja rasanya malas.

Makanan yang tersaji di meja makannya sungguh sangat menggoda selera makannya. Kekasihnya itu memang lumayan bisa memasak, walaupun hanya memasak makanan yang mudah saja, tetapi rasanya patut diacungi jempol. Sedangkan dirinya, yang adalah seorang gadis berusia dua puluh dua tahun, tak bisa memasak apapun sama sekali. Bahkan, memasak air pun dia seringkali lupa untuk mematikan kompor sehingga airnya habis dan menyebabkan bau gosong di sekitar area dapurnya.
Setelah selesai menikmati makan siangnya, dia membereskan meja makan dan menyimpan sisa-sisa makanan yang tak termakan olehnya di lemari pendingin. dan mencuci semua alat makan yang tadi dipakainya. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga walaupun sederhana tetap saja membuatnya berkeringat dan badannya lengket.

Hye Hoon meninggalkan dapurnya dan segera beranjak mempersiapkan diri untuk membersihkan badannya.

***

Suasana dorm lantai dua belas itu terasa ramai. Bagaimana tidak, hampir semua member sudah berkumpul disana, dan bukan super junior namanya jika ruangan yang mereka tempati sunyi. Apalagi, bukan hanya mereka saja yang berkumpul disana. Mereka juga mengajak orang terspecial dari masing-masing member sehingga membuat dorm yang sempit itu terasa semakin pengap saja.

Eunhyuk sedang asyik bercengkrama dengan kekasihnya, menunjukkan kemesraannya untuk sengaja menggoda Sungmin yang sedang tidak punya pacar sejak beberapa bulan lalu. Sungmin hanya bisa memberengut kesal, lama kelamaan merasa jengah, lalu dirinya memutuskan untuk menemani Ryeowook yang sedang tadi mempersiapkan makanan yang sudah mereka beli.

Eunyuk melihat sekilas pasangan ikan-nya, dan segera menyuruh kekasihnya untuk berkumpul dengan para gadis. Namja yang mempunyai gusi menawan itu pun menghampiri sahabat karibnya.

“ Mana calon istrimu? Aigoo, jangan bilang dia masih tidak mau menemui kami”.

Donghae hanya mengangguk malas menjawab pertanyaan Eunhyuk. Sejak tadi dia memang merasa tidak ada mood untuk melakukan apapun karena dia kecewa, rencananya mengenalkan gadisnya kepada semua orang pupus sudah. Dan tentunya, dia ingin mengenalkan tunangannya itu kepada kakak tertua-nya yang akan meninggalkan mereka sementara untuk memenuhi kewajibannya.

Eunhyuk menepuk bahu pria di sampingnya itu pelan, memberikan semangat kepada sahabat terdekatnya itu.

“ Sabarlah, lambat laun dia juga akan mengenal kami, kan? Apalagi jika dia sudah resmi menjadi milikmu”
“ Tapi Hyukkie, aku ingin mengenalkannya pada Leeteuk Hyung, dan…”

Leeteuk, dengan rambut khas tentara-nya menghampiri kedua dongsaeng-nya itu dengan senyuman lebar yang membuat lesung pipinya terlihat.

“ Kalian sedang membicarakanku?”

Donghae melirik ke arah lelaki yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandungnya sendiri tersebut. Ayahnya sudah menitipkan dirinya kepada lelaki muda di hadapannya ini, dan Donghae ingin dia orang yang pertama mengenal pendamping hidupnya. Tetapi, kenapa Hye Hoon sangat bersikeras untuk tidak menemui mereka, dan terkesan mengundur-undur pertemuan yang sudah dia rencanakan?

“ Dia masih tidak ingin bertemu dengan kalian. Padahal aku ingin mengenalkannya padamu, Hyung. Aku sangat kecewa. Dia bahkan tidak bisa mengerti perasaanku”.

Donghae terlihat seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ayahnya. Walaupun kenyataannya umur lelaki itu bisa dibilang sudah sangat matang, tetapi sikap childish nya masih saja kerap muncul. Leeteuk hanya menarik bibirnya ke belakang untuk membesarkan hati adiknya itu.

“ Masih ada lain kali, aku juga tidak akan tinggal di barak selamanya, kan? Kau harus lebih mengerti gadismu itu, Hae~ya. Mungkin dia punya alasan kenapa dia tidak bisa menemui memberdeul”.

Donghae berpikir sejenak. Alasan? Dia tidak pernah berpikir sejauh itu, untuk menanyakan mengapa Hye Hoon tidak mau mengunjungi dorm-nya.

Apa alasan sebenarnya? Apakah ini berhubungan dengan hubungan mereka sangat rahasia, sehingga gadisnya itu melarang dirinya untuk mengungkapkan identitas gadis itu kepada siapapun, kecuali keluarganya?

***

Hye Hoon keluar dari kamar mandi pribadinya dengan hanya menggunakan baju tidur bergambar tokoh kartun kesayangannya dan handuk kecil di tangan kirinya yang dipakai untuk mengeringkan rambut basahnya.

DRRRTTT DRRRTT

Suara handphone yang terletak di meja samping tempat tidurnya itu membuatnya mendekati benda elektronik itu. Ponsel itu bukan miliknya, dan dia seratus persen yakin ponsel hitam itu milik Donghae.

Dia sangat menghormati privasi kekasihnya itu, sehingga sekarang dia sedikit bimbang untuk mengangkatnya atau tidak. Tetapi handphone tersebut tidak berhenti berdering sehingga dia takut kalau itu merupakan hal yang penting.

Dia mengecek layar yang masih berkedip itu. Nomor baru. Setelah menimang sebentar, akhirnya dia menggeser ikon berwarna hijau yang berada pada ponsel layar sentuh itu. Dia menempelkan ponsel itu ke telinganya, menunggu orang di seberang sana berbicara.

“ Hyung, kenapa kau lama sekali mengangkat ponselnya? Tolong sampaikan permintaan maafku kepada Leeteuk Hyung, aku akan datang terlambat. Daritadi aku terus menelepon ponselnya tetapi tidak aktif”.

Nafasnya tercekat. Dia tidak menyangka akan secepat ini bisa mendengar suaranya lagi. Dia menahan semua rasa sakit yang menggerogotinya tiba-tiba. Sebisa mungkin dia menahan air matanya agar tidak lolos dari pelupuk matanya.

“ Hyung, jangan bilang kau belum menyimpan nomor baru-ku, ya? Aku Cho Kyuhyun, kau tidak mungkin tidak mengenali suaraku, kan?”

Hye Hoon membenarkan apa yang dikatakan lelaki itu. Dirinya tak mungkin tidak mengenali suara itu.

“ Hyung? Kau mendengarku, kan?”

Hye Hoon menjauhkan ponsel itu dari indra pendengarannya. Dia sudah tak sanggup lebih lama lagi mendengar suara itu.
Dan dari awal dia sadar, jika dirinya berhubungan dengan ‘kakak lelaki’-nya, dia tidak bisa lebih lama menghindari lelaki itu.

***

Pagi ini, Hye Hoon tidak bisa bermalas-malasan di tempat tidur seperti yang biasa dirinya lakukan pada saat tidak ada jadwal kuliah. Salahkan Donghae, karena pagi-pagi buta dia merengek padanya, minta ponselnya dikembalikan. Tadi malam dia terlalu banyak minum, sehingga dia tidak bisa mengunjungi apartemen Hye Hoon seperti biasanya. Dan pagi ini, dengan jadwalnya yang sangat padat, membuat lelaki itu mau tak mau menyuruh Hye Hoon untuk mengantarkan barangnya itu.

Gadis itu menghembuskan nafas pelan, sebelum memasuki gedung yang ukurannya lumayan besar yang terletak di kawasan elit. Setelah menanyakan letak ruangan yang akan ditujunya, dia menyusuri jalan tersebut, sambil sesekali menyapa staff dari agensi tempat banyak artis besar bernaung. Setelah hampir sampai ke ruangan tempat Donghae berada sekarang, tak sengaja dia melihat sesosok lelaki yang sangat dikenalnya. Awalnya, dia berencana untuk menghindar dari lelaki jangkung itu tetapi mata mereka terlanjur bertemu sehingga dia tidak bisa berkutik.

“ Hye Hoon~ah”

Pria yang memakai pakaian casual itu segera menarik dirinya kedalam sebuah pelukan hangat. Mereka sudah sangat lama tidak bertemu maupun saling bertegur sapa melalui telepon sehingga membuatnya merasa kehilangan.

Hye Hoon segera melepaskan dekapan pria itu saat dirasanya orang yang berlalu lalang di koridor yang mereka tempati sekarang melihat mereka dengan tatapan aneh, bahkan banyak perempuan berbisik-bisik saat melihat ke arah mereka berdua.

“ Oppa, banyak orang yang memperhatikan kita. Bagaimana kalau mereka menggosipkanku sebagai pacarmu, hah?”

Pria bermarga Shim itu menatap Hye Hoon dengan pandangan menilai. Dia melemparkan senyuman mesumnya, mencoba untuk menggoda gadis yang berada di hadapannya.

“ Biarkan saja, toh aku sama sekali tidak keberatan. Sekarang kau terlihat semakin cantik, dewasa, dan emm seksi?”
Hye Hoon memukul lengan kurus lelaki yang beberapa tahun lebih tua darinya itu. Ketika dia hendak melayangkan protesnya, ponsel Changmin berdering.

Changmin menatap Hye Hoon sekilas setelah dia melihat siapa yang menghubunginya.

“ Kyuhyun~ah”

DEG

Hye Hoon merasakan dunianya semakin sempit sekarang. Setelah beberapa tahun menghindar, dengan mudahnya dia masuk ke lingkungan tempat lelaki itu berada, membuat dirinya seakan bisa menemukan lelaki itu dimanapun.

“ Arasso. Aku akan segera kesana”.

Changmin menutup sambungan teleponnya sesaat setelah mengucapkan salam perpisahan kepada sahabatnya itu. Dia menatap Hye Hoon khawatir, saat melihat gadis itu terlihat tidak fokus sama sekali sekarang.

“ Hye Hoon~ah, aku harus pergi. Kau akan menemui seseorang disini, kan? Siapa?”

Mata tajam lelaki itu semakin mengintimidasinya. Haruskah dia jujur? Tetapi, Hye Hoon sangat mengenal sepupunya itu. Dia pasti akan menceritakan semuanya kepada lelaki itu, secepatnya. Dan Hye Hoon tidak mau itu terjadi, setidaknya untuk sekarang.

“ Aku…akan bertemu temanku yang kebetulan bekerja disini”.

Changmin semakin menajamkan pandangan ke arahnya, membuat dirinya sedikit bergidik ngeri.

“ Artis? “

“ Anieyo. Dia salah satu stylist disini”.

***

Hye Hoon menghembuskan nafas lega setelah Changmin berlalu dari hadapannya. Mulut bawel sepupunya itu menjadi sedikit ‘ancaman’ untuknya. Apalagi mungkin mereka akan bertemu saat ini juga. Ahh, memikirkan hal itu membuat dirinya semakin pusing.

Dia sudah sampai di depan pintu ruang practice yang sejak tadi dicari olehnya. Dia mengeratkan cengkeramannya pada kantong kecil yang dibawanya, kemudian mengangkat tangan kanannya untuk mengetuk pintu itu pelan.

Suara kenop pintu tertangkap oleh indra pendengarannya sedetik kemudian dia melihat pria itu tersenyum ke arahnya. Pria itu membuka pintunya lebar, mempersilahkan dirinya masuk. Badannya yang penuh dengan keringat membuat aroma maskulinnya semakin menguar. Apalagi, dengan melihat tubuh kekarnya yang hanya terbalut kaos tipis yang basah di bagian tertentu, membuat dirinya menelan ludah.

Hentikan pikiran tak pantasmu, Choi Hye Hoon.

Dia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan, dan menemukan ada manusia lain yang berada di ruangan ini.
Hye Hoon menyapa pria itu dengan membungkukkan badannya sedikit, dibalas oleh anggukan pelan darinya. Donghae menuntunnya untuk mendekati namja itu. Sepertinya tunangannya itu sangat senang ketika dia bertemu dengan sahabat karib lelaki itu, terlihat dari senyumannya yang tak meluntur sedikit pun sejak tadi dia masuk ke ruangan ini.

“ Annyeong haseyo, Eunhyuk imnida”.

Namja itu membungkukkan badannya dan mengulurkan tangannya kepada dirinya, yang disambut baik oleh Hye Hoon sendiri. Eunhyuk memamerkan senyumnya yang membuat gusinya terlihat, memperlihatkan ‘charm’ yang dia punya kepada gadis bermarga Choi itu.

“ Choi Hye Hoon imnida. Bangapseumnida, Eunhyuk~ssi”

Donghae menarik lengan Hye Hoon membuat Eunhyuk mendengus kesal. Hye Hoon menatap tajam tunangannya itu, memperingatkan sikap kurang baik yang dilakukan olehnya.

“ Maaf, Eunhyuk~ssi. Orang di sampingku ini memang terkadang bersikap sangat menyebalkan”

Eunhyuk terkekeh pelan. Dia menganggukkan kepalanya, membenarkan apa yang dikatakan calon istri sahabatnya itu.

“ Aku sangat tahu mengenai hal itu. Ngomong-ngomong Hye Hoon~ssi, bisakah kau memanggilku dengan sebutan yang lebih dekat, ‘Oppa’ misalnya? Bagaimanapun, sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga besar kami. Jadi kurasa panggilan informal harus dihilangkan, bagaimana?”

Donghae melirik Eunhyuk tajam, membuat Hye Hoon menyikut lengannya pelan. Donghae akhirnya mengerucutkan bibirnya, kesal karena tunangannya itu menjadi lebih kejam padanya sekarang.

“ Sayang, kau tahu kan Eunhyuk itu playboy? Jangan sampai tergoda olehnya. Dia sudah punya pacar. Dan Eunhyuk, aku tahu CALON ISTRI-ku memang sangat cantik, tetapi sebentar lagi dia akan menjadi ISTRI-ku jadi kau jangan menggombal di depannya, arra?”

Lelaki bernama asli Lee Hyukjae itu tertawa keras sambil memegang perutnya. Baru kali ini Lee Donghae bersikap se-protective itu pada gadis yang dipacarinya. Dan Eunhyuk tahu, gadis ini berbeda. Sahabatnya itu bahkan tidak bercerita banyak tentangnya, tetapi Eunhyuk cukup tahu jika Donghae sangat mencintai gadis itu.

TBC

63 thoughts on “My Love Life ( Part 1 )

  1. Kyaaaa,penasaran abis ma lanjutan ff’nya.rada bngung sh ma hubungan kyuhyun&hye hoon.

    Kira2 kyu bakalan ketemu ma hye hoon gag yah?

  2. Mmh… so, hyehoon en kyu prnah punya ‘hubungan’ di masa lalu?? Prnah pcrn ya??
    pantes, hyehoon blm siap ktemu members, trlebih kyu ya, bgtu??

    Wait, maksud ”kakak lelaki’-nya’ itu apa ya?? dr kalimat.y, kta ‘nya’ itu ditujukan u/ hyehoon, apa kyu ‘kakak lelaki’ alias oppa bagi hyehoon??
    Hmmm…. ???

  3. hwaa kembali nih cinta segitiga, hye hoon, kyu n donghae
    hmm dr gelagat hye hoon dia pasti pny ‘cerita’ sm chokyu, apa sesuatu di antara mereka blm selesai? pdhal hye hoon mau nikah sama hae
    you make me wonder unn ^^
    lanjutkan unn, keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s