Comeback To Me, Baby ( Part 1 )


 

No words are necessary, its only you to me
Even if you say its too late, its only you to me
I know it is a wrong love
I cant give up, I can never let you go
My cold lips call out more and more
Its finds you warmly and calls you out
Though you never respond when called
Im waiting for you

Super Junior – It’s You

Seorang wanita sedang asyik meneguk cairan berwarna merah keunguan yang berada di dalam gelas yang digenggamnya sambil sesekali menyunggingkan senyum yang terlihat dipaksakan.  Dia tidak menanggapi apa yang kedua temannya bicarakan, karena menurutnya pembicaraan mereka sangatlah membosankan.

Park Eun Gi, seorang penulis fiksi terkenal yang akhirnya, setelah beberapa lama sendiri, menemukan kekasih pertama untuknya yang selama ini didambanya.  Dia menceritakan panjang lebar tentang pertemuan pertamanya dengan lelaki itu, ciuman pertama mereka, bahkan, dengan pipi merona dan dengan sedikit berbisik, dia menceritakan bagaimana dia menyerahkan segalanya kepada kekasihnya untuk pertama kalinya.

Soo Ra menanggapi temannya itu dengan heboh dan sesekali menggoda Eun Gi, sedangkan dirinya hanya setengah mendengarkan sembari memainkan gelas yang berisi minuman beralkohol yang diminumnya sejak tadi.

Dan giliran Soo Ra yang berbicara.  Gadis itu menceritakan kisahnya bersama keempat pria, yang dia sendiri lupa siapa saja namanya, yang dipacarinya dalam waktu bersamaan.  Soo Ra memang tidak suka menjalin hubungan yang serius dengan pria.  Menurut Soo Ra, umurnya masih terlalu muda untuk memikirkan tentang hal yang sakral seperti pernikahan dan dirinya hanya butuh bersenang-senang.

“ Hye Hoon~ah, sekarang giliranmu.  Kau harus menceritakan kisah cintamu semenjak kau berpisah dengan..”

Soo Ra menghentikan apa yang ingin disampaikannya ketika dengan tiba-tiba Eun Gi menginjak kakinya membuat gadis seksi itu menjerit kesakitan.  Gadis itu melotot ke arah gadis yang menurutnya paling innocent diantara mereka bertiga dengan tatapan mengancam.  Eun Gi sedikit memundurkan tubuhnya karena takut wanita di sampingnya itu akan menerkamnya secara tiba-tiba.

“ Yak! Sekali lagi kau menginjak kaki indahku dengan high heels lima belas centimeter yang kau pakai, aku tak akan segan mengadukanmu ke asuransi!”

Asuransi?  Hye Hoon berjengit mendengarnya.  Jadi, selain Soo Ra mengasuransikan wajah, dada, dan bokongnya, gadis itu juga mengasuransikan kedua kakinya?  Soo Ra sudah sedikit tidak waras rupanya.

Eun Gi hanya menggerutu kesal karena tidak berani melawan gadis yang lebih kuat darinya.  Dan Hye Hoon hanya terdiam menyaksikan mereka berdua yang sedang bertengkar hebat dalam kebisuan.

Mereka masih sama seperti dulu.

Sial. Mengapa perkataan Soo Ra tadi berhasil membuat jantungnya berdegup lebih kencang, hanya karena mengingat nama lelaki itu?

***

Kyuhyun tak pernah memalingkan sedikitpun pandangannya dari gadis itu.  Dengan posisinya sekarang, duduk di pojok ruangan dekat bar yang sedikit gelap, dia bisa dengan leluasa memandangi gadis itu tanpa takut tertangkap basah.

Gadis itu masih terlihat sama,  wajahnya hanya dipoles make up tipis tetapi menurutnya itu lebih dari cukup untuk membuat dirinya susah bernafas hanya karena di matanya gadis itu terlihat semakin sempurna.  Dia masih mengenakan pakaian formal, kemeja ketat berwarna merah cerah dipadukan dengan blazer berwarna hitam serta rok lurus berwarna senada, membuat gadis itu terlihat semakin menantang.

Kyuhyun bergerak gelisah di bangkunya.  Sungguh, dia ingin sekali memeluk gadis itu seerat mungkin, menghirup aroma tubuhnya selama mungkin sampai akhirnya dirinya bisa menikmati malam bersama dengannya.

Sosok gadis itu semakin mempesona saat dirinya yang terlihat sedang bosan itu mengerucutkan bibirnya tanpa sadar yang membuat Kyuhyun tak sabar ingin segera mendekati gadis itu, menciumi bibir tipisnya sampai mereka kehabisan nafas.

Dirinya mengumpat dalam hati.  Ternyata hanya dengan melihat gadis itu dari kejauhan pun dapat memberikan efek yang terlalu hebat untuknya sehingga membuat ‘adik’ nya menegang.

“ Kau tidak menemuinya, Kyu?”

Kyuhyun tidak melepaskan sedikitpun pandangannya dari wanita itu, lalu dia menerima gelas yang disodorkan Changmin ke depannya dan meneguk isi dari gelas itu sekaligus.  Dia menelannya sampai habis, membuat kepalanya sedikit pusing.

“ Hei, kulihat kau dari tadi memperhatikannya.  Bukankah selama kau di Jepang, kau selalu meminta informasi tentangnya dariku?  Kau bahkan menyewa orang untuk mengintainya, kan?”

Kyuhyun meletakkan gelasnya dan meminta bartender untuk mengisi minuman lagi untuknya.  Ada beberapa hal yang membuatnya tidak langsung menemui gadis itu.  Dan mengingat hal itu, membuat dia ingin minum sebanyak mungkin untuk melupakan semuanya.

***

Lantai dansa mulai dipenuhi oleh semua orang yang menghadiri acara tersebut.  Mereka menikmati musik dance yang diputar di ruangan itu sambil menggerakan badan mereka sesuai dengan alunan musik.

Hye Hoon hanya mengamati teman-teman seangkatannya itu dari tempat duduk yang sedari tadi dia tempati dengan kedua teman perempuannya yang sekarang ini entah kemana.  Eun Gi, sejak tadi memang sudah ‘diculik’ oleh seorang lelaki yang mungkin adalah kekasihnya untuk meninggalkan pesta ini.  Dan Soo Ra, seperti biasa, sedang meliukkan badannya dikerumuni oleh banyak lelaki tampan yang banyak mengincar gadis itu.

Dia menelusuri semua sudut ruangan itu dengan kedua matanya.  Sejurus kemudian dia mengumpat kesal, menyesali apa yang dilakukannya tadi.

Kenapa dia ada di sini?  Bukankah dia tinggal di negara lain sejak beberapa tahun lalu?  Apa mungkin dia kembali untuk acara reuni yang tidak penting seperti ini?

Batinnya bergejolak.  Perasaan yang dirasakannya saat ini bercampur aduk.  Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan seorang wanita, melihat orang yang selama ini dia benci, berada di hadapannya lagi setelah beberapa lama?

Dia meneguk minuman yang ada di tangannya tadi sebanyak-banyaknya, sampai dia merasakan tubuhnya sedikit limbung.  Tapi dia tak perduli karena pada kenyataannya itulah keadaan yang dia harapkan.

Mungkin dengan rasa pusing itu bisa membuat perasaannya sedikit membaik, pikirnya.

***

Gadis itu keluar dari ruangan, tidak memperdulikan suara lantunan musik keras yang memekakan telinga masih berdentum di penjuru ruangan, menandakan bahwa acara masih berlangsung dan mungkin masih lama untuk menuju penghujung acara.

Kyuhyun mengikuti kemana arah Hye Hoon pergi, diiringi siulan dan teriakan Shim Changmin yang bermaksud untuk menggodanya.  Gerakan Hye Hoon yang sempoyongan membuat gadis itu menabrak beberapa orang yang menghalangi jalannya, membuat Kyuhyun semakin mempercepat langkah kakinya.

Dia menghembuskan nafas lega ketika Hye Hoon berhasil keluar dari kerumunan itu dan mulai menaiki anak tangga.  Tetapi masalah lain muncul.  Hye Hoon hampir saja terjatuh karena high heelsnya tersandung salah satu anak tangga kalau saja dirinya tak segera menangkap wanita itu.

Kyuhyun melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping itu, menahan tubuhnya agar tidak terhempas ke lantai.  Dan rengkuhan posesifnya di pinggang gadis itu sukses membuat jantungnya nyaris berhenti berdetak.  Efek yang ditimbulkan dari wanita di pelukannya itu masih sama, batinnya.

Kepala Hye Hoon menunduk, menandakan bahwa gadis itu sudah tidak tahan lagi menahan rasa  pusing yang dia alami, dan tertidur di dalam dekapan orang asing.  Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Kyuhyun membawa gadis itu ke dalam pangkuannya dan membawanya menuju mobil sport berwarna merah yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.

***

Setelah berhasil memasukkan password yang sudah dihapalnya di luar kepala, dirinya menendang pintu itu dengan sebelah kakinya sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara apapun yang mengganggu tidur orang yang berada di pangkuannya.  Dia juga memang merasakan sedikit pusing karena terlalu banyak minum, tetapi tidak separah yang dirasakan oleh gadis itu.

Bodoh, toleransi alkoholnya sangat rendah.  Mengapa dia nekat meminum minuman sebanyak itu, dengan kadar alkohol yang tinggi?

Setelah Kyuhyun berhasil memasuki ruangan pribadinya, dengan pelan dirinya membaringkan tubuh Hye Hoon di ranjang, membuat gadis itu bergerak menyesuaikan posisi tidurnya di kasur tersebut.  Kyuhyun melepaskan sepatu hak tinggi berwarna merah yang dipakai gadis itu, dan membuangnya entah kemana.

Keringat di leher dan dahi Hye Hoon semakin banyak,  membuat gadis itu dengan mata yang masih tertutup membuka blazer dari tubuh bagian atasnya, dan membuka satu persatu kancing kemejanya.  Kyuhyun tertegun melihat pemandangan di depannya itu, menelan ludah karena tenggorokannya yang mendadak terasa kering.

Dengan gerakan cepat Kyuhyun menghentikan aksi Hye Hoon yang sedang mencoba melepaskan kemeja yang semua kancingnya sudah terbuka, membuat bra berwarna merah yang menutupi buah dadanya dan perut ratanya terpampang jelas di kedua mata Kyuhyun.

Lelaki itu mengaitkan kembali satu-persatu kancing kemeja tersebut, menghalau semua pikiran kotornya karena tubuh bagian atas Hye Hoon yang hanya tertutup bra.  Baru saja dia berhasil dengan kancing kedua, jemari lentik milik gadis yang sekarang terbaring di tempat tidurnya itu menghentikan gerakannya.  Kyuhyun mengacak rambutnya gusar, dan menatap wajah gadis itu yang matanya sudah terbuka, entah sejak kapan.  Mungkin Hye Hoon tersadar saat dia mencoba menutup kembali kemejanya.

***

Hye Hoon merasakan panas yang berlebihan di sekujur tubuhnya.  Dia mencoba menghilangkan gerah di tubuhnya dengan membuka pakaian yang dia kenakan.  Gadis itu melepas satu persatu kancing yang dia kenakan dengan mata terpejam.  D    an setelah beberapa saat, dia merasa kulitnya bersentuhan dengan orang lain, yang sepertinya mencoba memasangkan kembali bajunya dengan benar.

Sontak dia membuka kelopak matanya, dan menghentikan tangan yang sedang bergerak lincah mengaitkan kancing pakaiannya.

Pandangannya kabur.  Dia masih merasakan pusing di kepalanya, tetapi gejolak yang berasal dari tubuhnya lebih mendominasi.  Dia melihat seseorang, yang dia yakini sebagai seorang pria, sedang menatap bingung ke arahnya.

Gairah dari dalam dirinya semakin memanas saat menyadari bahwa jarak dirinya dengan lelaki itu yang terlampau dekat.  Wajah lelaki itu tak begitu terlihat karena ruangan ini hanya mengandalkan cahaya dari luar yang temaram dan kepalanya yang terasa berputar tidak membantu sama sekali.  Tetapi dalam sekali lihat, dia bisa memastikan bahwa lelaki itu adalah lelaki yang tampan.

Dia menggigit bibir bawahnya sendiri, menahan semua gairah yang seakan meledak dari dalam dirinya.  Pertahanannya runtuh, dia segera menarik leher namja itu dan menempelkan bibirnya di bibir tebal pria yang berada di atasnya.  Dia mengesap bibir itu lambat-lambat, tak memperdulikan orang yang ‘diserang’ nya hanya terdiam kaku, sedikit terlihat kaget karena ciuman tiba-tiba yang dirinya lakukan.

Kyuhyun sedikit kehilangan kesadarannya saat dengan tak terduga bibir gadis itu mendarat tepat di bibirnya.  Dia mencoba mengendalikan diri, tetapi hanya sebentar karena instingnya menyuruh dirinya untuk melakukan yang lebih kepada gadis itu.  Dia sudah diberi lampu hijau olehnya, berarti dirinya harus melanjutkan ini, kan?

Lelaki itu melumat bibir tipis Hye Hoon tanpa ampun membuat gadis itu kewalahan.  Hye Hoon akhirnya mengalah, dan membiarkan pria itu mendominasi.  Dia membiarkan lidah pria asing itu mengeksplorasi rongga mulutnya dan mengaitkan lidah mereka.  Hye Hoon menyambutnya dengan meliukkan lidahnya membuat lelaki itu menggeram  pelan.

Lelaki itu hanya menciumi bibirnya ganas, membuat Hye Hoon merasa badannya semakin panas, tetapi pria yang tak dikenalnya itu tidak melakukan lebih dan hanya memainkan bibirnya.

Entah mendapat kekuatan darimana, tanpa melepas pagutan bibir mereka,   dia menggulingkan tubuh lelaki di atasnya itu hingga sekarang lelaki itu terbaring di bawahnya.

Dengan gerakan cepat, dia melepas satu persatu kancing baju kemeja putih lelaki itu.  setelah berhasil, dirinya melepaskan tautan bibir mereka membuat lelaki itu mengerang protes.  Tetapi, protes darinya diganti oleh desahan puas ketika Hye Hoon menciumi leher indah namja itu, melumatnya, dan menggigitnya sehingga menghasilkan beberapa kissmark disana.

Kyuhyun hanya bisa mendesah dan terus mengerang ketika gadis yang selalu memenuhi pikirannya itu menikmati tubuh kekarnya.  Bibir mungil itu kini tengah mengemut puncak dadanya yang sudah mengeras dan memainkan jari lentiknya di perut datar miliknya yang membuatnya merasakan geli sekaligus nikmat dengan cara bersamaan.

Dia membiarkan gadis itu menguasai permainan, dan sebagai balasannya, dia tidak akan membiarkan gadis itu tidur malam ini.

***

Hye Hoon perlahan mencoba membuka kedua kelopak matanya yang terasa berat.  Setelah berhasil, dia mencoba menyesuaikan retina matanya dengan cahaya matahari yang menelusup lewat jendela ruangan itu.  Kepalanya masih berat.  Dia langsung saja mengambil handphone-nya yang entah kenapa tergeletak di lantai kayu kamar itu, yang dengan seenaknya mengganggu tidur lelapnya.  Gadis itu meraba-raba lantai dengan tangannya yang menggantung, tak berniat sedikitpun beranjak dari ranjang empuk itu.

Dengan mata setengah terpejam, dia mencari ponsel itu.  Dan dengan sedikit usaha darinya, akhirnya benda elektronik miliknya itu berada di genggamannya.  Dia terlalu malas membuka matan sipitya lebar-lebar untuk mengetahui siapa yang dengan kurang ajarnya mengganggu waktu istirahatnya.  Gadis itu segera menekan tombol hijau dan mendekatkan benda berwarna putih itu pada daun telinganya.

“  Hye Hoon~ah, eodie?”

Hye Hoon bersyukur sahabatnya itu memiliki suara cempreng yang khas sehingga dengan mudah dia bisa mengenalinya.  Tidak perlu menggunakan tenaga otaknya sedikitpun untuk berpikir, karena kepalanya terlalu sakit untuk melakukan hal itu saat ini.

Oops.

Pertanyaan Soo Ra tadi membuat dirinya sadar, bahwa dia bahkan tidak tahu dia berada dimana sekarang.  Hye Hoon mengedarkan pandangannya sekeliling.  Ini adalah tempat yang sangat asing baginya, dia yakin ini bukan hotel, tetapi sepertinya apartemen mewah yang masih baru ditempati.  Dia bisa mencium aroma furniture yang didominasi oleh bahan kayu yang menyengat, dicampur dengan aroma maskulin yang menusuk indra penciumannya.

WHAT?  Jadi, dirinya sedang berada di kamar seorang lelaki sekarang?

“ Hye Hoon~ah, kau bisa mendengarku, kan?”

“  N-ne.  Aku sedang berada di apartemenku, Soo Ra~ya.  Ngomong-ngomong, kenapa kau meneleponku sepagi ini?”

Soo Ra tertawa mendengar perkataannya, membuat dia mengerutkan kening, bingung karena dia sangat sadar bahwa dia tidak mengatakan hal yang lucu sedikitpun tadi.  Dia baru menyadari apa yang teman wanitanya itu tertawakan saat dirinya merasakan sinar matahari yang terik menyilaukan matanya.

“  Baiklah, aku tak tahu kalau saat ini masih termasuk pagi untukmu.  Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin kuungkapkan padamu.  Tapi syukurlah kalau kau tak berakhir seperti apa yang kupikirkan sejak tadi pagi”.

Hye Hoon mengerutkan keningnya, bingung dengan apa yang dibicarakan orang di seberangnya itu.  Lagipula, gaya bicara Soo Ra yang berbelit-belit, membuat dirinya tak bisa mengerti dengan ucapannya tadi.

“  Maksudmu?”

Soo Ra mendesah pelan.  Suara tarikan nafas terdengar dari ujung sana, membuat Hye Hoon semakin tak sabar dengan apa yang akan dikatakan gadis itu.

“  Tadi pagi, Jang Woo, pria yang semalam bersenang-senang denganku, dia mengatakan padaku bahwa dia telah mencampurkan obat perangsang di minumanku.  Tapi…”

“ Tapi?”

“  Tapi, dia malah melihat kau tak sengaja meneguk minumanku, dan yah…kukira tadi malam kau akan tidur dengan seorang lelaki yang tak kau kenal, misalnya”.

Dengan gerakan cepat Hye Hoon bangkit dari tidurnya, sadar karena sedari tadi dia tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya.  Dengan enggan dia meraba tubuhnya sendiri, dan tidak menemukan sehelai benang pun yang menutupinya.

“  Aku akan meneleponmu lain kali, Annyeong”.

Hye Hoon menekan tombol merah di ponselnya dengan tergesa.  Dia takut Soo Ra menyadari ada sesuatu yang janggal dengannya.  Dia harus membuat hal ini menjadi rahasianya –serta orang yang bermalam dengannya- dan jangan sampai ada orang yang mengetahui tentang hal ini kecuali mereka berdua.

Dia menggigit bibir bawahnya sendiri, menahan rasa ketakutan yang tiba-tiba melandanya.  Hye Hoon tidak sanggup untuk membayangkan siapa lelaki yang berada seranjang dengannya sekarang.  Bagaimana kalau lelaki itu orang jahat dan menjadikan kejadian ini bahan pemerasan untuknya?

Dengan keberanian yang beberapa detik dikumpulkannya, akhirnya, dia menolehkan wajahnya ke samping untuk melihat dengan jelas siapa lelaki itu.

Sial.   Mengapa dari jutaan penduduk pria di Korea Selatan saat ini, yang harus melewati malam bersamanya adalah pria itu?  Hye Hoon lebih memilih lelaki yang tidur dengannya tadi malam adalah seorang penjahat yang hobi memeras uang daripada lelaki ini.

Dia menolehkan kepalanya lagi.  Pria itu masih lelap dalam dunianya sendiri.  Entah kenapa perasaan rindu yang mati-matian ditahannya dengan mudahnya mencuat hanya karena melihat lekukan wajah lelaki itu.

Hye Hoon segera memalingkan mukanya ketika dirinya sadar bahwa dia telah memperlihatkan sisi lemahnya.  Sisi lemahnya yang selama ini dia pendam baik-baik dari orang-orang di sekitarnya.

Dirinya menarik selimut putih yang adalah satu-satunya kain yang menutupi tubuh polosnya, dan memunguti satu persatu pakaian formal miliknya.  Dia mengenakannya tanpa suara, takut jika lelaki yang berada di ranjang mewah itu terbangun dari tidurnya.

Setelah mengenakan kembali semua pakaiannya, dia menenteng sepatu hak tingginya yang tergeletak di lantai dekat ujung ranjang, melangkahkan kakinya dengan berjinjit, karena tak mengharapkan lelaki itu menyadari keberadaannya.

“  Kau tega meninggalkanku sendirian, setelah apa yang kau lakukan tadi malam?”

Terkejut.   Itulah yang pasti dirasakan Hye Hoon sekarang.  Suara bass lelaki itu membuat jantungnya berdegup lebih kencang.  Untuk sejenak, sendinya terasa kaku sehingga dia hanya terpaku di tempat dan menunda aksi ‘kabur’ yang semenjak tadi direncanakannya.

***

Sebenarnya, Kyuhyun terbangun sejak tadi pagi, sekitar tiga jam lalu.  Dia terlalu enggan berlama-lama beristirahat dan mengabaikan gadis yang berada di sampingnya.

Kyuhyun memanjakan indera penglihatannya, dengan menatap gadis itu sepuasnya.  Dia menjulurkan tangannya, meraba pipi gadis itu yang terlihat sedikit memerah.  Lalu, dia meraba seluruh bagian wajahnya, dari mulai dahinya, hidungnya, dan berakhir memainkan bibir merahnya, membuat Hye Hoon sedikit bergerak dalam tidurnya.

Lelaki bermarga Cho itu mendekatkan jarak mereka berdua, merengkuh tubuh polos gadis itu ke dalam dekapannya.  Kyuhyun mengelus rambut panjangnya pelan, sembari menikmati aroma lavender yang menguar dari rambut hitam gadis itu.

Kyuhyun sangat mencintai gadis itu.  Sangat mencintainya.

Dia menatap gadis cantik itu dengan pandangannya yang lembut.  Sejenak, perasaannya kembali mengingat apa yang akan terjadi padanya dalam tempo dekat ini.

Dadanya terasa sesak.

Kyuhyun menghabiskan waktunya di ranjang dengan menciumi setiap inchi tubuh telanjang gadis itu, meraba sekujur tubuh yang bisa dicapainya.  Dan tubuh Hye Hoon pun meresponnya dengan sangat baik.  Setiap Kyuhyun menyentuh bagian-bagian sensitif dari Hye Hoon, gadis itu akan mengeluarkan desahan-desahan seksi di telinganya, sesekali menahan kepalanya untuk tetap menciumi setiap senti tubuhnya.

Suara nada dering yang tak dia kenali mengganggu aktivitas kesukaannya itu.  Dia melepaskan dekapannya di tubuh gadis itu dan menjauhkan letak tubuh mereka.  Tak lupa dia menutup matanya, berpura-pura tertidur karena dirinya sangat penasaran, apa yang akan dilakukan gadis itu jika mengetahui bahwa tadi malam dia tidur dengan pria asing, yang tidak lain adalah dirinya?

Kyuhyun mengamati gadis itu, dengan sekali-kali memejamkan matanya berpura-pura jika dia masih lelap di alam mimpinya.  Gadis itu masih tetap sama, gadis lugu dan bodoh yang mudah terpedaya orang lain.  Kyuhyun menarik bibirnya ke belakang, melihat tingkah gadis itu yang seperti…ketakutan?

Entah kenapa dia tidak suka cara gadis itu berbicara.  Dia seperti bukan gadis yang biasa dikenalnya beberapa tahun lalu.  Dan sekarang, gadis itu terlihat seperti nenek sihir yang hanya bicara seperlunya dengan suaranya yang dingin.

Kemana Hye Hoon-nya yang dulu?

Gadis itu dengan sangat tergesa memakai kembali pakaiannya, membuat Kyuhyun tahu apa yang ada di dalam otak gadis itu sekarang.  Apalagi setelah selesai membawa barang-barangnya, Hye Hoon segera berjalan cepat, hendak meninggalkan ruangan pribadinya.

“  Kau tega meninggalkanku sendirian, setelah apa yang kau lakukan tadi malam?”

Kyuhyun menyeringai saat dia melihat gadis itu menghentikan langkahnya.  Hye Hoon hanya mencoba menutupi sifat aslinya dengan berpura-pura kuat seperti ini.  Tidak ada yang berubah.  Hye Hoon masih saja adalah wanita lemah yang perlu dia lindungi.

Beberapa detik kemudian, Hye Hoon malah melangkahkan kakinya santai dengan sepatu yang berada di genggamannya.  Sepertinya dia tidak terpengaruh sedikitpun dengan apa yang Kyuhyun katakan padanya tadi.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.  Tetapi, dia segera menyusul Hye Hoon dengan langkahnya yang lebar.  Dia tersenyum licik, saat mengetahui bahwa Hye Hoon masih berada di depan pintu, memutar knop pintu beberapa kali.

Choi Hye Hoon, sepertinya kau lupa jika aku lebih pintar darimu?

***

Hye Hoon menggigit bibir bawahnya kesal karena dia baru menyadari kalau dia tak mungkin memiliki kunci apartemen ini.  Dia menggerutu dalam hati, mencoba berkali-kali memutar knop pintu kayu itu, sebenarnya dia tahu betul bahwa berapa kali pun pintu bodoh ini tidak akan terbuka sebelum dia menemukan kuncinya.

Sial.

Seharusnya dari awal dia menyadari otak licik Kyuhyun yang tidak mungkin melepas dirinya begitu saja.  Apalagi, masalah mereka belum terselesaikan sama sekali, karena dulu, Hye Hoon lebih memilih menghindar karena kebenciannya yang begitu besar kepada lelaki itu.

Derap langkah kaki telanjang Kyuhyun membuat dirinya tersadar akan lamunannya tadi.  Dia tak bisa kemanapun kalau lelaki itu masih saja mengurung dirinya disini.  Apa boleh buat, dia harus meminta Kyuhyun untuk membuka pintu ini untuknya.

Dia menghirup nafas lambat-lambat.  Menghembuskannya dengan pelan pula.  Dia sangat anti berbicara pada orang yang telah menghancurkan hidupnya, tentu saja.

“  Kunci.”

“ Hmm?”

Kyuhyun sepertinya pura-pura tak mendengar apa yang diucapkan gadis itu, membuat Hye Hoon mendengus kesal.  Hye Hoon masih enggan melihat ke arah Kyuhyun, sehingga sekarang dirinya masih asyik memandangi pintu, otomatis membelakangi namja itu.

“  Kyuhyun~ssi, aku akan keluar dari sini.  Tolong berikan kuncinya ”.

Panggilan formal itu membuat telinganya sakit.  Dan dari bahasa formalnya itu, Kyuhyun cukup bisa mengetahui seberapa besar kebencian gadis itu yang ditujukan kepadanya.

Kyuhyun membalikkan tubuh ramping di hadapannya dengan gerakan cepat.  Hye Hoon menatap dirinya tajam, dan mencoba melepaskan cengkramannya di bahu gadis itu.

“  Aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku lagi.  Tidak akan”.

Hye Hoon menatap lelaki di hadapannya itu dengan pandangan meremehkan.  Dia juga menyunggingkan senyum sinis andalannya.  Cho Kyuhyun, kau pikir kali ini aku akan kalah darimu?

“  Aku bisa memanggil polisi, jika kau tak mau membiarkanku keluar dari rumah ini ”.

“  Silahkan, aku tidak akan takut dengan ancaman kekanakkan darimu ”.

Mata Hye Hoon membesar.  Dia tidak menyangka respon yang diberikan Kyuhyun akan seperti ini.  Akhirnya, dia memutuskan untuk benar-benar melaksanakan apa yang telah dijadikan ancamannya itu.  Dia merogoh ponsel dari saku blazernya, dan segera menekan angka darurat yang dihapalnya.  Tetapi sebelum dia menekan tombol hijau di handphone-nya itu, Kyuhyun lebih dahulu menarik tangan kanannya, dan mendorongkannya hingga punggungnya bisa merasakan dinginnya dinding di ruangan depan itu.

Kyuhyun menatap dirinya penuh intimidasi.  Sepertinya, lelaki itu sudah kehilangan kesabarannya.  Hye Hoon hanya bisa menelan ludah saat kulit mereka bersentuhan, dan dia semakin menggila saat menyadari bahwa Kyuhyun hanya memakai celana training untuk menutupi bagian bawahnya.

Efek dari obat perangsang itu sudah menghilang, kan?  Tetapi kenapa dia merasakan tubuhnya memanas hanya karena melihat dada telanjang pria itu?

“  Aku tidak akan membiarkanmu pergi kemanapun, Hye Hoon~ah.”

Hye Hoon membalas tatapan lelaki itu dengan sengit.  Sejenak dia terpaku, saat dia merasakan ada sesuatu yang tak bisa dia deskripsikan saat mata hitam lelaki itu menatapnya intens.  Hanya beberapa detik, karena dirinya menyadari bahwa semua itu hanyalah kebohongan.

***

Kyuhyun mengerjap saat merasakan tangan lembut Hye Hoon menarik lehernya mendekat dan tanpa aba-aba Hye Hoon mempertemukan bibir mereka berdua.  Gadis itu melumat bibir tebalnya tampa ampun,  hingga dia harus menyesuaikan gerakan gadis itu yang begitu sensual menurutnya.

Hye Hoon mengemut bibirnya dengan rakus, membuatnya sedikit kewalahan dengan perlakuan gadisnya itu.  Dia mengumpat dalam hati karena tanpa disadari, ada sesuatu yang menegang di bagian bawah tubuhnya.

Ketika dirinya akan membalas ciuman Hye Hoon, wanita itu malah melepaskan tautan bibir mereka berdua.  Dia kecewa tentu saja, dan menarik wajah Hye Hoon sehingga dia bisa menikmati bibir tipis gadis itu lagi.  Kyuhyun melumatnya sedikit kasar, menggigiti bibir bawah gadis itu hingga dia merasakan nafas Hye Hoon terengah.

Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena Hye Hoon segera menjauhkan kembali jarak mereka dengan mendorong tubuh Kyuhyun kasar dan dengan gerakan cepat segera memasukkan kunci yang didapatnya dari saku celana Kyuhyun ke dalam lubang kunci pintu itu.

Kyuhyun, yang belum menemukan kesadarannya hanya terpaku dengan apa yang dilakukan gadis itu.  Dan ketika dia sadar, semuanya terlambat.  Hye Hoon sudah pergi secepat kilat dari hadapannya, dan dengan keadaannya sekarang yang tidak memakai atasan, dia tidak mungkin keluar dari apartemen ini.

Baiklah, kali ini aku akan melepasnya.  Tetapi tidak ada lain kali.  Kau hanya milikku, Choi Hye Hoon.

***

414 thoughts on “Comeback To Me, Baby ( Part 1 )

  1. ㅠㅠㅠㅠㅠ ini masalahnya apa lagi ???? 😢😢😢😢😢 nanti kalo hye hoon hamil gimana coba 😭😭😭😭 kan kasihan 💔💔💔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s