Let’s Not


Cast :

Song Saejin

Kim Jongwoon

Park Jiyeon

Super Junior Members

Genre:

Romance

Rating:

PG 13

Author :

Elsagyu

Note :

Ini semua benar-benar FIKTIF BELAKA, hanya rekayasa dan tidak terjadi di kehidupan sebenarnya.

July 5, 2012

Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh seluruh ELF di dunia. Setelah merilis foto teaser masing-masing member dan teaser Music Video single terbaru mereka, Super Junior akan melakukan Comeback Stage sebelum perhelatan Olympiade London 2012 digelar.

Tidak seperti biasanya, Saejin yang notabene-nya adalah pacar Lead Vocal Super Junior tersebut tidak terlihat bersemangat. Biasanya dia akan mempersiapkan diri dari pagi hari untuk memberikan support pada namjachingunya tersebut. Inilah yang membuat Eomma dari gadis ini heran.

“ Saejin~ah, kau tidak menemui kekasihmu hari ini? Biasanya kau paling semangat saat mereka comeback.”

Saejin tetap tak bergeming dari posisinya. Dia tetap menelungkupkan wajahnya di bantal dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

“ Waeyo? Kau ada masalah dengan Jongwoon?”

Isak tangis gadis itu mengeras ketika mendengar nama kekasihnya. Karena dialah Saejin jadi uring-uringan semenjak seminggu terakhir.

Akhir-akhir ini, Yesung memang sibuk untuk persiapan comebacknya. Tapi, tak bisakah dia meluangkan sedikit waktunya untuk menelepon Saejin? Paling tidak mengangkat teleponnya atau membalas pesan singkat yang dituliskan Saejin di handphonenya maupun di social media. Saejin sangat mengkhawatirkannya.

Saejin tidak mampir ke dorm maupun tempat latihan mereka karena dia takut mengganggu pria itu. Dia tidak punya waktu untuk menghubungi Saejin, apalagi menemuinya.

Song Ahjumma seakan mengerti siapa yang membuat keadaan putrinya menjadi kacau seperti ini. Dia mengelus rambut anaknya pelan, dan tidak berusaha menanyakan apa yang terjadi pada anak perempuan satu-satunya itu. Dia tahu Saejin belum tenang.

***

July 20, 2012

Saejin belum menghubungi atau dihubungi oleh kekasihnya itu. Sudah lebih dari satu bulan mereka lost contact. Itu membuat Saejin sangat khawatir. Meskipun dia sering memonitor keadaan Yesung lewat internet atau layar kaca, tetap saja dia tidak merasa tenang. Dia merasa ada yang tidak beres dengan ‘ melenyapnya’ Yesung kali ini.

Akhirnya, malam ini dia bertekad untuk pergi mengunjungi café milik keluarga Yesung, Handel & Gretel. Mengingat hubungan keduanya yang sudah menginjak satu setengah tahun, tentu saja Saejin sudah dekat dengan keluarga Yesung.

Alasan lain dia mengunjungi café itu adalah letaknya yang berdekatan dengan gedung KBS. Di jadwal Super Junior tertera bahwa sebagian besar member boyband ternama tersebut akan mengunjungi Super Junior Kiss The Radio. Sebagian besar dari dirinya berharap bahwa Yesung akan mengunjungi orang tua dan adiknya sebelum siaran.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit dia sudah sampai di Handel & Gretel. Dia melihat sudah banyak fans yang berkumpul di lobby gedung KBS maupun di café itu. Café sangat penuh dan dia yakin kalau Yesung tidak akan berkunjung kesini.

Setelah bertemu dengan Kim Ahjumma, dia diseret oleh wanita paruh baya itu ke dapur. Mungkin agar lebih tenang bercengkrama dengan ‘ Calon Menantu’ dari anak tertua nya itu.

“ Saejin~ah, kau sudah lama tidak kesini. Kau baik-baik saja?”

“ Aku baik-baik saja Eomonim. Mianhae, aku sedang sedikit sibuk di kampus jadi tidak bisa mampir kesini.”

Saejin berbohong. Dia tidak mau Nyonya Kim khawatir dengan hubungan mereka.

“ Oh, begitu. Yesung bilang ingin menemui Eomma di café setelah dari rumah sakit, tapi sepertinya tidak bisa karena fansnya begitu banyak disini.”

Aku tertegun. Apa yang Yesung sembunyikan dariku?

“ R-Rumah Sakit?”

Kim Ahjumma terkejut, mungkin dia menyangka kalau Saejin sudah tahu tentang masalah ini.

“ Yesung tidak bilang padamu?”

Saejin menggeleng pelan. Dia tahu sekarang alasan Kim Jongwoon tidak menghubunginya.

***

Yesung memasuki studio dengan langkah gontai. Selain karena pinggangnya masih terasa sakit, dia sedang memikirkan seseorang yang sangat berarti di hidupnya. Pikirannya kacau.

Seseorang menepuk bahunya pelan.

“ Hyung, Gwenchana? Manajer Hyung bilang kau tidak perlu kesini, kan ? Kenapa masih memaksakan diri?”

Yesung tersenyum singkat.

“ Gwenchanayo. Tadi sebelum kesini aku sudah check up.”

Ryeowook mengangguk-ngangukkan kepalanya.

“ Hyung, kau belum memberi tahu kondisimu pada Saejin?”

“ Aku takut dia khawatir berlebihan padaku, Wookie~ya. “

“ Tapi Hyung, justru dengan kau tidak menghubunginya, membuatnya lebih khawatir lagi, kan?”

Ada sebuah suara menginterupsi kami.

“ Memberdeul, siaran akan segera dimulai.”

***

Ini sudah larut malam. Tetapi Saejin memberanikan diri untuk keluar dari café itu sendiri. Dia sudah berada di Handel & Gretel sejak dua jam yang lalu, untuk menunggu semua member pulang ke dormitory mereka.

Setelah melihat van dari Super Junior keluar dari gedung, ia segera memberhentikan taksi dan menyebutkan arah tujuannya kali ini. Apartemen tempat Super Junior tinggal.

Setelah dia sampai di depan pintu kamar di lantai dua belas gedung megah tersebut, dia segera memencet bel. Dan untunglah, mereka semua sedang berkumpul. Di intercom dia melihat ada Donghae dan setelah mengetahui kalau yang bertamu adalah aku, dia segera membukakan pintu.

“ Donghae~ya, Yesung Oppa gwenchanayo?”

“ Sudah lebih baik Saejin~ah. Sebaiknya kau segera menemuinya di kamar.”

TOK TOK

Aku mengetuk pelan pintu kamarnya, dan dia langsung mempersilahkanku masuk, walaupun sebenarnya dia tidak tahu kalau aku yang datang.

Suara pintu berdecit mengiringi langkahku untuk memasuki ruangan ini. Dia terkejut melihat kedatanganku. Tentu saja, dia pasti tidak akan mengira aku yang mementingkan harga diri dari segalanya menemuinya tanpa dia suruh.

Aku duduk di samping ranjangnya. Dia masih berbaring, kurasa pinggangnya masih sakit. Ditambah wajahnya yang pucat, membuat kondisi tubuhnya semakin terlihat lemah. Minggu lalu, saat aku mengunjungi ehm Eomonim di Handel & Gretel, dia bilang kalau Yesung Oppa memang sedang dalam program diet. Diet? Dia sama sekali tidak gemuk! Atau dia ingin tubuhnya sama cungkringnya dengan Eunhyuk ? ANDWAE!

Keheningan tercipta beberapa saat diantara kami. Mungkin kami masih canggung dan tidak tahu harus mengatakan apa atau kami memang tidak tahu memulai pembicaraan ini dari mana.

“ Kau datang?”

“ Hmm. Kudengar dari ibumu kalau kau sakit, jadi aku kesini untuk menjengukmu. Apakah aku menganggu waktu istirahatmu?”

“ Mianhae, Saejin~ah. Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu. Jadwalku sangat padat akhir-akhir ini. “

Aku tersenyum sebisaku.Aku tidak ingin melihatnya khawatir akibat hubungan kami. Terlalu banyak masalah yang harus dihadapinya sekarang.

“ Aku tahu. Ahh~ inilah resiko menjadi kekasih dari seorang idola. Kalau aku bisa memilih, sepertinya aku lebih memilih berkencan dengan orang biasa. Sungguh melelahkan.”

Dia mengerucutkan bibirnya kesal. Aku jadi tak tahan untuk menggodanya.

Kudekati tubuhnya yang masih terbaring di tempat tidur dan langsung meletakkan tanganku di targetnya.

“ Yak! Hentikan Saejin~ah “. Dia terus mengucapkan kata itu sambil menahan tawanya.

BRUK

Dia jatuh dari ranjangnya dengan posisi terduduk. Dia memang sangat ticklish sehingga aku menggelitikinya sedikit saja dia bergerak seperti cacing kepanasan.

“ Appo.”

Aku baru ingat kalau pinggangnya sedang sakit. Song Saejin Pabo!

***

July 23, 2012

From: Namja Autis

Kau sibuk? Kalau tidak, kau harus datang ke acara musik besok. Kami recording jam 10 pagi -___-

Saranghae ^^

To : Namja Autis

Bagaimana keadaanmu? Apa kau lebih baik sekarang? Mianhae, aku tidak bisa menemuimu akhir-akhir ini. Jadwal kuliahku sangat padat (>_<)

Pasti aku akan datang. Kau harus cepat tidur agar matamu tidak bengkak besok pagi.

Nado ^^

From: Namja Autis

Aku baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkanku.

Ne, aku akan tidur sekarang.

Sampai bertemu besok ^^

Jaljayo.

***

July 24, 2012

Pagi-pagi sekali aku menyibukkan diri di dapur, menyiapkan makanan super banyak untuk kesepuluh member Super Junior. Dia menyiapkan makanan pagi mereka, karena dia sudah tahu kalau mereka tidak akan sempat sarapan dulu sebelum ke studio. Bahkan mungkin ada member yang bangun tidur langsung berangkat. Err menjijikan =_=

Tapi mengingat mereka adalah “Hallyu Star”, walaupun mereka masih ’kucel’ sekalipun fans-fans mereka akan menggila kalau ada mereka di dekatnya. Ahh, apakah mereka setampan itu? Kuakui Ma Siwon memang member tertampan. Tetapi menurutku hanya bapaknya ddangkoma (?) laki-laki tertampan di dunia ini kkk~

Cukup urusan tentang ketampanan, yang terpenting sekarang aku harus segera berangkat, tidak boleh terlambat atau aku tidak bisa mengakses backstage (._.)

Aku bergegas mengendarai taksi menuju kantor MBC . Sepanjang perjalanan sebelum menemukan taksi, karena aku berlari-lari dan membawa banyak barang orang-orang terkekeh memperhatikanku. Mungkin aku terlihat seperti ahjumma-ahjumma yang baru pulang dari pasar (?) Jika mereka tahu bahwa aku adalah yeojachingu dari salah satu member Super Junior, pasti mereka akan berebut hanya untuk meminta tanda tanganku.

Sesampainya di depan kantor tersebut, aku ditunggu oleh seseorang. Salah satu asisten manajer Super Junior. Jongwoon memang bilang kalau aku akan dijemput agar tidak salah jalan saat memasuki backstage. Tidak biasanya dia seperti ini. Biasanya aku langsung masuk ke backstage tanpa ada ‘guide’. Dia pikir aku anak kecil? Mungkin dia hanya menunjukkan rasa perhatiannya kepadaku. So sweet^^

Akhirnya setelah aku dan ‘guide’ ku berjalan di lorong-lorong kantor ini, tibalah kami di ruang ganti Super Junior. Aku segera disambut meriah oleh seluruh member yang ada disana. Terutama Shindong Oppa dan Eunhyuk Oppa. Sebenarnya bukan aku yang disambut, tapi makanan yang kubawa =_=

Aku segera menyerahkan semua makanan yang kubawa ke mereka berdua, dan seketika ruangan menjadi berisik karena semua orang memperebutkannya .Disini memang masih sepi, cuma ada all member dengan beberapa manajer Super Junior.

Hanya ada satu member yang seolah tidak tertarik dengan apa yang kubawa. Dia pasti tahu kalau aku akan memberikan sesuatu yang berbeda kepadanya. Dia tersenyum ke arahku. Aku yakin dia memperhatikanku sejak aku datang kesini.

Saat aku akan melangkahkan kakiku mendekatinya, ada suara ketukan pintu menginterupsiku. Karena akulah orang yang paling dekat dengan gagang pintu, jadilah aku dengan sukarela membuka pintu itu.

Mataku mendapati seseorang yang sudah memakai baju stage dan dengan make up full. Dia sangat cantik. T-ara Jiyeon. Semua orang di korea pasti mengenalnya.

“ Yesung Oppa ada?”

Mataku melebar mendengar nama yang disebutkannya itu. Aku mengangguk pelan setelah mengendalikan keterkejutanku.

Jiyeon melangkahkan kakinya melewatiku yang tertegun di samping pintu. Menuju ke arah kekasihku tentu saja. Semua member menatapku khawatir. Aku menyunggingkan senyum kaku.

“ Apa Oppa melihat anting-antingku? Sepertinya tertinggal di mobil Oppa kemarin.”

Aku menundukkan wajahku. Kemarin? Jadi mereka jalan berdua kemarin? Mataku memanas.

“ Ah, aku tidak menemukannya Jiyeonnie, aku akan mencarinya nanti.”

Jiyeonnie? Sedekat itukah mereka? Aku memegang dadaku, sakit.

Jiyeon dengan segera meninggalkan ruangan ini setelah pamit kepada semua Sunbaenya. Aku masih terpaku di tempatku,dengan posisi masih menunduk. Aku lebih menyukai memperhatikan sepatuku daripada menatap lelaki yang berjalan mendekatiku, mungkin.

Yesung menarik daguku ke atas. Aku memalingkan wajahku. Sungguh, aku masih sakit. Dia menolak untuk mengantarku ke toko buku karena dia bersenang-senang dengan wanita lain?

“ Aku akan pulang sekarang.”

“ Andwae. Saejin~ah, kau salah paham. Aku….”

“ Aku tidak butuh penjelasanmu, Oppa .”

Dia menempelkan tangannya di kedua pipiku, memaksaku untuk berbalik melihat ke arahnya. Dia Menatap mataku lekat. Aku bisa melihat bayanganku di mata hitamnya.

“ Kau percaya padaku, kan? Kemarin aku tidak enak untuk menolak ajakannya. Dia memintaku mengantarnya ke WHYSTYLE. Hei, kalau toko baruku laku, aku akan lebih cepat mendapatkan uang, kan? Aku ingin segera menikahimu, Chagiya.”

Pipiku memanas. Aissh laki-laki ini selalu tahu apa kelemahanku.

Terdengar suara siulan, dehaman maupun suara tertawa dari belakang. Ahh, aku lupa kalau ada banyak namja cerewet dan tukang gossip disini.

“ YAK! BERHENTI MENJADIKAN KAMI SEBAGAI TONTONAN KALIAN”

***

July 30, 2012

BUSAN????

Aaaaaahhhhh aku mau ikut…..

Aku sangat ingin main ke pantai, apalagi setelah beberapa minggu ini aku sangat sibuk untuk mengerjakan praktikum dan membuat laporan yang sangat deadline. Dosen-dosen di mata kuliah semester ini memang lebih berat. Ahh, peduli apa aku dengan Dosen dengan segala tugasnya, yang penting aku ingin bebas!! Ingin melepas penatku yang sudah menggunung.

Tetapi sayangnya harapanku harus pupus begitu saja. Dia tidak mengajakku kesana. Basa-basi pun tidak. Dia hanya bilang kalau dia akan pergi kesana. Ya, aku tahu kalau dia kesana untuk bekerja dan menemui para fansnya, tetapi kami juga kan sudah beberapa hari tidak bertemu. Apa dia tidak kangen padaku? Molla, aku sedang malas memikirkan hal itu sekarang. Kurasa dia berubah banyak. Dia bukan Kim Jongwoon yang kukenal.

Aku sedang bosan dan kesal. Mungkin sebaiknya aku membuka twitter untuk memantau apa yang terjadi di dunia hari ini kkk~

Aku meraih handphoneku dan segera membuka aplikasi jejaring sosial tersebut. Di timelineku banyak foto-foto dari fanmeeting di Busan. Oke, karena memang kebanyakan temanku adalah ELF, jadi pasti update mereka tidak jauh dari seputar Super Junior. Dan memang aku memfollow banyak fanbase ELF ataupun Clouds. Rasanya itu perlu untuk mengetahui info tentangnya apabila dia sedang sibuk seperti sekarang-sekarang ini.

Kubuka salah satu foto yang diambil fans Super Junior di fanmeet tersebut. Ahh, ternyata Yesung hanya pergi dengan Eunhyuk dan Kangin Oppa. Mataku tertuju pada Eunhyuk. Dia sangat tampan dengan kemeja putih dan celana pendeknya, memamerkan kakinya yang putih tapi penuh bulu -__- Tapi tak apa, itu membuatnya lebih seksi. Dia kan Mr Sexy Free And Single hehehe

Yesung tidak kalah tampannya dengan memakai baju berwarna hitam polos tanpa lengan disertai dengan dasi berwarna putih bercorak di kerahnya. Aigoo tangannya sangat kekar >< Tanpa sengaja air liurku menetes. Yaampun Song Saejin menjadi yeoja yang jorok hanya karena melihat otot kekasihnya    -_-

Aku terkejut setelah melihat potongan rambut kekasihku. Dia mengganti warna rambutnya? Sejak kapan? Apakah aku orang terakhir yang mengetahuinya? Kim Jongwoon membuatku seperti orang bodoh saja.

Aku kembali mengamati tulisan-tulisan dari fanbase kekasihku. Semuanya adalah kabar yang biasa saja, seperti penuhnya antrian, Super Junior terlambat datang, ahh tunggu…… Kenapa tulisan seperti ini, sih?

“One of Yesung’s fan asked what is the things that he want on his birthday? The Choices are 1) House 2) Car 3) Woman and He choose number 3.”

Aisshhhh aku kesaaaallll !!! Jadi dia tidak menganggapku sebagai kekasihnya???? Jadi sekarang statusku sebagai ‘Kekasih Tak Dianggap’ ? -__-

Aku tahu dia harus merahasiakan hubungan ini dari semua orang. Tetapi ini keterlaluan, dia nyata-nyata menginginkan wanita lain di hari ulang tahunnya. Baiklah, jika itu yang kau inginkan, Yesung~ssi.

Namja Autis Calling………

Aku menatap datar pada tulisan yang tertera di ponselku. Tanpa menghiraukannya sedikitpun, aku mencabut baterai dari ponselku yang malang ini.

Aku menenggelamkan wajahku di bantal yang aku yakin sebentar lagi akan becek karena air mataku. Eommaaaa Yesung Jahaaaatt ><

***

 

 

August 5, 2012

Sudah sekitar satu komunikasi kami terputus. Ani, bukan kami, tepatnya aku yang memutuskan komunikasi diantara kami. Biasanya kalau sedang kesal seperti ini, dia akan berusaha untuk menghubungi orang-orang terdekatku, paling tidak, dia menyuruh Donghae menghubungiku untuk menanyakan keadaanku. Tapi sekarang? Tidak sama sekali!

Aku menyerah. Setidaknya walaupun aku pura-pura mengacuhkannya, tetap saja aku ingin tahu keadaannya. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Lee Donghae, hanya dia yang bisa kupercaya untuk tidak bicara apapun pada kekasihku.

“ Donghae~ya, kau dimana?’’

“ Wae? Tidak biasanya kau menelponku hanya untuk hal sepele seperti ini. Ahh, kau ingin menanyakan dimana Yesung hyung, kan? Kenapa? Kalian bertengkar? Kulihat Yesung hyung tidak bersemangat akhir-akhir ini.”

“Yak! Lee Donghae! Bisakah kau bertanya satu persatu? Aku tidak bertengkar dengan Yesung Oppa, aku hanya sedikit kesal padanya. Awas kau kalau cerewet. ”

“Baiklah, aku tidak akan memberitahukannya.”

“Apakah dia baik-baik saja?”

“Hmm. Hanya sepertinya dia sedikit kelelahan.”

“ Tolong jaga dia Donghae~ya.”

***

Akhirnya, mata kuliah hari ini selesai. Ahhh, aku sangat ingin segera pulang. Badanku terasa remuk. Apalagi banyak hal yang kupikirkan akhir-akhir ini membuat otakku pusing. Aku memijat pelipisku. Aku sangat pusing, bahkan untuk berdiri saja harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Ada seorang wanita berambut ikal panjang yang duduk di sebelahku. Dia temanku, Min Ah. Setahuku tadi dia sudah meninggalkan kelas saat bel berbunyi. Kenapa dia kembali lagi kesini?

Wajahnya muram. Apa dia punya masalah?

“ Saejin~ah. Aku patah hati! Aku belum rela ada member Super Junior yang berpacaran. Benar-benar tidak rela. Huaaaa”

Ha? Skandal Super Junior berpacaran terkuak? Bias Min Ah kan Kyuhyun, mungkinkah hubungan Kyuhyun dan pacarnya yang bernama Choi Hye Hoon itu tercium media?

“ Tenanglah, Min Ah~a. Siapa??? Siapa member Super Junior yang berpacaran?”

“Yesung Oppa”

UHUK

Mataku melebar. Bagaimana bisa? Setahuku berita tentang hubungan kami sangat tertutup rapat. Dan akhir-akhir ini juga aku jarang bertemu dengan Yesung Oppa. Ottokhae?

“ Dia berpacaran dengan Jiyeon, member dari girlband T-ara, Saejin~a.”

JLEB

Rasanya aku ingin menangis sekarang. Tapi aku tidak boleh menangis di depan Min Ah. Aku tidak mau dia curiga. Jadi ini membuat Yesung Oppa berubah?

Aku memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Park Jiyeon.

***

Super Junior Yesung dating T-ara Jiyeon?

Super Junior Yesung tertangkap oleh paparazzi sedang memeluk seorang wanita di sebuah taman dekat N-Tower. Kejadian ini terjadi tanggal August 3, 2012 saat Yesung baru kembali dari Busan untuk mengadakan fanmeet dan konsernya bersama member Super Junior lainnya.

Netizen yang melihat foto tersebut pun meyakini itu adalah Yesung, terlihat dari postur tubuhnya dan pakaian yang dipakainya masih sama dengan pakaian yang dia pakai saat di bandara Incheon. Sedangkan wanita yang dipeluknya, mereka juga meyakini kalau itu adalah T-ara Jiyeon. Itu dibuktikan dari potongan rambut dan berbagai aksesoris yang pernah dipakai olehnya.

Apakah semua ini benar? Kita tunggu saja penjelasan dari manajemen mereka tentang skandal ini.

Aku membaca artikel itu dengan mata berair. Setelah melihat fotonya, aku berfikir aku akan lebih tenang karena meyakini itu bukan kekasihku. Tapi ternyata tidak. Di foto itu sudah jelas kalau itu adalah kekasihnya.

Tangisanku semakin keras, aku menutup mulutku menggunakan telapak tanganku untuk meredakan suara isakan yang semakin jelas terdengar.

Namja Autis calling……

Dengan ragu-ragu, aku mengangkat panggilan itu. Aku tidak mau seperti anak kecil lagi, aku harus bersikap dewasa.

“ Tolong jangan hubungi aku dulu, Oppa. Beri aku waktu untuk menenangkan hatiku.”

“ Tapi……..”

“ Tolong Oppa. Kali ini aku benar-benar meminta padamu. Kalau suatu saat aku sudah siap, aku pasti akan menghubungimu lebih dahulu. Aku berjanji.”

Terdengar suara beep setelah aku memutuskan panggilannya.

‘ Mianhae, Oppa.’

***

 

Yesung’s POV

Ponselnya mati. Kurasa dia benar, dia perlu waktu untuk menenangkan diri . Tetapi, aku tidak mau kesalahpahaman ini berlanjut. Aku tidak mau kehilangannya. Aku memang sangat sibuk dan kelelahan karena promosi 6jib dan lainnya, itulah yang membuatku tidak bisa mengatur waktu untuk kekasihku sendiri. Aku memang bersalah.

“ Hyung, kau masih belum menjelaskannya kepada Saejin?”

“ Dia tidak mau mendengarkanku, Hae~ya.”

“ Ya sudah, aku akan mencoba menghubunginya, Hyung. Kau lebih baik istirahat. Kondisi badanmu belum pulih benar.”

“ Gomawo.”

Aku lebih mementingkan perasaan Saejin saat ini. Bukannya tidak mementingkan fansku, tetapi aku akan segera mengurus tentang skandal ini dengan baik. Bukan aku sih, tapi manajemenku. Aku tinggal membeberkan keadaan yang sebenarnya tentang ini dan mereka akan menyebarkannya lewat media massa.

***

August 8, 2012

Hari ini peringatan kematian ayahnya Donghae. Kami, sebagai saudaranya yang baik tentunya menemani Donghae untuk mengunjungi makam orang yang paling dicintainya tersebut. Kami sengaja mengosongkan jadwal di hari ini. Sekarang, kami sedang bersiap-siap di Dorm untuk berangkat ke Mokpo.

TING TONG

Setelah mendengar bel berbunyi, aku segera menghampiri pintu dan tidak repot-repot untuk melihat intercom. Aku sedang tidak dalam mood yang baik untuk melakukan segalanya secara berurutan.

Aku terpaku saat melihat orang yang muncul di balik pintu. Dia juga terlihat sama sepertiku, tetapi dia bisa mengendalikan emosinya. Dia terlihat menyunggingkan senyum kaku. Sungguh, aku sangat merindukannya. Bila dalam keadaan ‘biasa’ aku pasti akan memeluknya erat. Sayangnya, aku tidak berani menyentuhnya disaat kami sedang ‘jauh’ seperti ini.

Aku membalas senyumannya, menatap tepat di manik matanya.

“ Saejin~a, kau sudah datang?”

Sebuah suara menginterupsi. Dan aku yakin itu suara Donghae.

Saejin-ku tersenyum lebar ke arahnya. Hatiku mencelos.

“ Sepertinya semuanya sudah siap. Saejin~ah tunggu sebentar. Kita berangkat ke mobil sekarang.”

“ Jangan lama-lama, Tuan Lee.”

Dulu aku memang tidak begitu mempermasalahkan kedekatan mereka, tetapi saat ini aku benar-benar cemburu. Bahkan kekasihku –setidaknya belum ada kata putus diantara kami- lebih akrab dengan orang yang kuanggap adikku sendiri.

Seseorang merangkul bahuku.

“ Mari kita berangkat, Hyung.”

***

Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat. Sesekali seusai acara, para member menanyakan tentang keadaan kami yang seakan ‘jauh’dan melontarkan beberapa lelucon untuk kami. Tapi, Saejin hanya menganggapnya santai dan seringkali hanya menjawabnya dengan senyuman, sedangkan aku hanya bisa diam.

Dan Saejin terlihat sangat lengket dengan Donghae. Mereka seringkali bercanda. Dan saat acara berlangsung, dia sesekali mengelus punggung Donghae atau bahkan memeluknya !! Cih, apakah Donghae itu sudah bosan dengan kopel monyet-nya?

Saejin lebih dulu mengenal Donghae, dia hoobae Donghae di kampusnya. Tentu saja mereka dekat. Jauhkan pikiran burukmu, Jongwoon ! Donghae bukan teman seperti itu.

Setelah acara makan siang –baginya- selesai, Saejin izin keluar. Sepertinya dia mulai bosan dengan keadaan sekitarnya. Kami memang selalu diam kalau sedang diberi makanan seperti ini, semua orang hanya terfokus pada makanan, paling hanya ada percakapan singkat, berkomentar tentang makanannya.

Beberapa menit kemudian, dia tak kunjung kembali. Kurasa ini saat yang tepat untuk berbicara dengannya. Aku berpamitan pada member untuk izin keluar untuk alasan lain, kurasa kalau aku bilang mencari Saejin, Donghae akan mengikutiku. Aku butuh bicara dengannya. Berdua.

Aku menemukannya sedang duduk di bangku yang berada di bawah sebuah pohon besar. Langkahku sedikit ragu untuk mendekatinya. Tetapi ini kesempatanku untuk menjelaskan semuanya padanya.

Aku duduk di sampingnya. Dia memang menyadari keberadaanku sejak tadi, tapi dia lebih memilih diam.

“ Saejin~ah.”

Dia menoleh ke arahku, menyunggingkan senyum kaku. Sama seperti pagi tadi, saat kita bertemu di dorm.

“ Ne, Oppa.”

“ Aku akan menjelaskan semuanya.”

“ Tidak usah, Oppa. Keunde, ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu.”

Dahiku mengernyit heran.

“ Apa Saejin~ah?”

“  Aku mau kita break untuk beberapa waktu. Aku sudah memikirkan hal ini Oppa~ya, dan sepertinya keputusan itu yang terbaik. Kurasa kita butuh waktu untuk saling intropeksi diri apa yang terbaik untuk hubungan kita ke depannya”.

DEG

Break?

“ Saejin~ah, dengarkan penjelasanku dulu. Aku……”

“ Kalau kau tidak menerima keputusan ini, kita bisa berpisah selamanya.”

“ MWO? Baiklah. Kau mau kita break, kan? Aku akan memenuhi permintaanmu itu.”

***

August 15, 2012

Seperti biasanya, setiap malam aku tidak bisa tidur awal. Walaupun tubuhku lelah, tetapi otakku tidak berhenti memikirkan masalah-masalah yang menjeratku. Apalagi rentetan masalah yang kuhadapi akhir-akhir ini begitu pelik. Masalah terberatku saat ini adalah tentang ‘break’ dengan Saejin. Sungguh, aku sangat ingin memperbaiki hubungan kami. Tapi, apa gunanya? Dia tidak akan pernah memberikan kesempatanku untuk itu.

Aku hendak keluar untuk mengambil segelas air putih ketika mendengar suara seseorang memanggil nama kekasihku. Aku membuka sedikit pintu kamarku dan mendapati Donghae sedang memakai sepatu, dengan handphone yang disimpan di telinganya. Dia memakai hoodie, lengkap dengan alat penyamarannya.

Mungkinkah dia akan menemui Saejin? Malam-malam begini?

Segera kusambar kunci mobil dan alat penyamaranku. Aku tidak boleh kehilangan jejaknya sedikitpun. Aku harus melihat dengan mata kepalaku sendiri apa yang mereka lakukan di belakangku.

Aku sudah mengetahui kalau Donghae pasti akan menuju lantai dasar di bangunan ini untuk mengambil mobilnya, oleh karena itu aku mengambil lift di sebelahnya dan segera memencet tombol lantai berapa yang akan kutuju.

Sesampainya di ruang parkir, aku mengikuti mobilnya melintasi jalanan Seoul. Setelah cukup lama mengemudi, akhirnya aku menyadari kalau Donghae sedang menuju ke kawasan tempat kekasihku tinggal. Jadi, dia akan ke rumah Saejin? Selarut ini?

Tapi dugaanku salah. Donghae memberhentikan mobil audi-nya di depan sebuah café kecil di dekat rumah Saejin. Aku menyipitkan mataku. Di café itu terdapat seorang gadis berambut panjang yang tengah duduk menghadap jendela kaca. Aku tidak mungkin salah liat, itu benar Saejin.

Dan benar saja, Donghae duduk di depan wanita itu, berbincang-bincang sambil sesekali mereka tertawa bersama.

Jadi, ini yang kalian lakukan di belakangku?

***

August 18, 2012

Semenjak kejadian tiga hari lalu, sikapku ke semua member berubah. Aku lebih sering diam, dan tidak memperdulikan keadaan sekitar. Aku lebih senang mengurung diri di kamar apabila sedang tidak ada jadwal.

Aku sudah lama sekali tidak melihat wajah Donghae. Mungkin karena dia sedang sibuk syuting dramanya? Atau sedang sibuk dengan kekasih orang? Pikirku picik. Yak! Aku tidak akan pernah berpikiran seperti ini kalau tidak ada sebabnya, kan?

Pintu berdecit pelan. Aku melihat Ryeowook memasuki kamar dengan muka complicated. Apa yang terjadi denganya? Aku tidak pernah melihatnya sebingung ini. Apa ada sesuatu hal yang mengganggunya?

“ Kau kenapa? Apa kau sedang ada masalah?”. Dia menatapku bingung. Sepertinya ini hal yang serius. Aku memfokuskan telingaku untuk mendengar semua hal yang dia ucapkan.

“ Aku tidak ingin mencampuri urusanmu, hyung. Tapi aku juga tidak tega kalau aku tidak memberitahukannya kepadamu. Aku hanya akan menyampaikan apa yang aku lihat, dan aku rasa Hyung sendiri yang bisa menilainya”. Tentangku? Jadi yang membuat Ryeowook kalang kabut begini sesuatu yang berhubungan denganku?

Aku tadinya mau menanyakan hal ini lebih lanjut, tetapi sepertinya Wookie sudah membuka mulut.

“ Hyung, aku melihat Saejin dan Donghae Hyung memasuki rumah yang dibeli Donghae Hyung setahun lalu, dan itu kemarin malam. Hyung, tolong jangan mengambil keputusan yang gegabah. Kau harus memikirkan masa depan kita juga.”

Benarkah? Rasanya aku tidak ingin mempercayai apa yang dongsaengku katakan, tetapi aku tahu betul dia tidak mungkin berbohong. Saejin~ah, kau benar-benar mengkhianatiku?

***

Latihan rutin kami belum dimulai karena ada seorang member yang belum datang. Terlalu sibuk dengan pacar barunya, mungkin?

Aku berbaring di lantai dan memejamkan mataku. Aku butuh istirahat, semua kejadian di kehidupanku akhir-akhir ini membuatku sakit kepala.

Tidak ada yang tahu dengan masalahku. Aku mendadak menjadi orang tertutup karena masalah ini. Bahkan adikku, yang biasanya kuajak bertemu bila ada masalah sekecil apapun tidak tahu sedikitpun tentang ini. Aku tidak mau membebani orang lain dengan masalahku dan Saejin.

Suara kaset berbunyi keras. Aku membuka mataku dan melihat keadaan sekitar. Semuanya sudah lengkap, dan seperti biasa, kita akan briefing sebelum memulai latihan.

Aku mengambil tempat di dekat Kyuhyun, karena ingin berada jauh dari orang itu. Dan aku yakin tidak ada member yang menyadarinya, karena memang kami selalu duduk secara random.

Leeteuk hyung mulai berbicara untuk menaikkan semangat kami. Hingga dia akhirnya menanyakan sesuatu pada Donghae.

“ Hae, kau terlihat lelah akhir-akhir ini. Apa kau sangat sibuk?”

“ Hmm aku masih menyelesaikan episode akhir dramaku dan ada sesuatu hal yang harus kukerjakan.”

Aku mencibir. “ Sepertinya dia sedang sibuk dengan pacar orang lain, hyung.”

Semua  member serentak mengarahkan pandangannya ke arahku. Aku menatap Donghae tajam.

“ Apa maksudmu, Hyung?” Tanya Sungmin menyelidik.

“ Dia…. Donghae selingkuh dengan Saejin.”

Semua member menjawab serempak.

“ MWO?”

***

August 23, 2012

Hari ini akum mendapat jatah liburan sehari dari manajemen. Aku memang sangat sibuk atau bisa dibilang menyibukkan diri akhir-akhir ini. Oke, aku sudah menyatakan hal itu kepada Donghae dan dia tidak membela diri atau menolak tuduhanku itu? Cih, ternyata memang dugaanku itu benar. Dia memang sedang menjalin khusus dengan Saejin. Dan apa kabar Saejin? Dia juga bahkan tidak menjelaskan apapun padaku? Baiklah, kurasa dia ingin hubungan ‘break’ kita ini menjadi benar-benar berpisah. Toh, dia sudah menemukan orang penggantiku.

Aku sudah berada di depan rumah Saejin sekarang. Aku rasa aku harus secepatnya mengakhiri hubungan kami. Dia juga akan senang hati menerimanya, kan? Darahku meluap ketika memikirkan hal itu. Apa hubungan kami yang sudah setahun lebih ini tidak berarti untuknya?

TING TONG

Sedetik kemudian pintu dibuka, dan aku lega saat Saejin sendiri yang membukakan pintunya  untukku. Dia sudah rapi, sepertinya akan pergi ke kampus. Aku menyuruhnya untuk mengambil tas-nya dan seketika menariknya ke mobilku. Dia diam saja, tidak mengucapkan sepatah kata pun padaku dan menuruti semua perkataanku.

Sesampainya di mobil, dia masih diam saja. Aku mendekat ke arahnya untuk memasangkan sabuk pengaman. Dia terlihat gugup. Apa kau gugup karena aku sudah mengetahui semuanya, Saejin?

Aku membawanya ke suatu tempat. Tempat pertama kali kami bertemu, taman yang terletak di depan kampus Saejin. Aku mengenalnya karena Donghae yang mengenalkannya padaku. ‘Dan sekarang Donghae pula yang merebutnya dariku’, batinku.

Suasana taman cukup ramai. Aku tidak mau mengambil resiko untuk keluar dari mobil. Untunglah kaca mobilku gelap jadi orang-orang tidak bisa melihat siapa yang ada di mobil ini. Jika aku keluar mengenakan alat penyamaranku, aku yakin semua orang pasti akan curiga. Di musim panas seperti ini, siapa yang mau memakai syal dan masker untuk menutupi wajahnya?

Saejin masih sama. Dia masih terdiam dengan pandangannya yang mengarah ke depan.

“ Saejin~ah. Kurasa hubungan kita tidak bisa dipertahankan lagi.”

Dia menoleh, matanya menatap wajahku lekat. Tak mengeluarkan suara apapun.

“ Apa itu maumu, Oppa? Baiklah.” Suaranya serak. Aku memperhatikan raut mukanya, dia terlihat sangat kelelahan. Matanya merah, dia kelihatan seperti kurang tidur. Terlalu banyak memikirkan Donghae, huh?

Dia turun dari mobilku tanpa pamit, tanpa menoleh sedikitpun. Tadinya aku ingin dia setidaknya menahanku untuk pergi. Tapi nyatanya? Dia bahkan tak peduli padaku. Aku memutuskannya sehari sebelum ulang tahunku. Miris.

Mataku perih. Sepertinya aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak keluar. Akhirnya, kuletakkan kepalaku di gagang setir dan air mata mulai menetes membasahi pipiku.

“ Saranghae, Saejin~a.”

***

Posisiku masih sama sejak pulang tadi. Meringkuk di ranjang dengan tubuh yang ditutupi selimut. Tubuhku tidak sakit, hanya saja hatiku yang merasakannya. Suasana di dorm sangat sepi. Memang, hanya aku yang mendapatkan libur sedangkan member lain semuanya tetap bekerja.

Sudah jam setengah dua belas malam. Masih belum ada seorangpun di dorm. Apakah mereka lupa hari ini ulang tahunku? Biasanya mereka akan merajukku untuk mentraktir mereka makan malam di restaurant langganan kami dan biasanya aku akan menolak mentah-mentah. Tetapi dua tahun belakangan ini memang berbeda. Aku selalu merayakan ulang tahunku di luar negeri dan tidak pernah melewatkan hari special ini dengan Saejin. Dan tahun ini aku berada di korea tapi keadaannya…. Sudahlah, memikirkan hal itu membuatku pusing.

Aku memutuskan untuk tidur, seharian ini tenagaku terkuras habis. Aku mencoba memejamkan mataku, tetapi masih tidak bisa tidur. Akhirnya aku menyetel ipodku dan menekan tombol play setelah memasangkan earphone di telingaku. Biasanya musik bisa membuatku tenang dan tidur lebih mudah.

***

Author POV

Saejin mengguncangkan tubuh pria yang sedang tidur itu dengan tangan kirinya. Tangan kanannya membawa sesuatu. Yesung tidak bergeming. Dia masih bergelut di dunia mimpinya. Akhirnya Saejin mematikan ipod yang dipakai Yesung dan membisikkan sesuatu di telinga lelaki itu.

“ Saengil Chukkahamnida, Oppa.”

Yesung perlahan membuka matanya saat mendengar suara gadis yang sangat dicintainya. Dia mengucek matanya untuk memperjelas penglihatannya. Kamar ini sangat gelap, hanya ada cahaya dari lilin kue yang berada di tangan Saejin.

“ Oppa, cepatlah tiup lilinnya. Aku sudah pegal menunggumu dari tadi. Jangan lupa, make a wish dulu.” Saejin membawa cake itu sejajar dengan Yesung ketika tubuh pria itu sudah menyender di ranjang.

HUUHH

Yesung berhasil memadamkan lilin yang bertuliskan angka 29 itu dalam sekali tiup. Sebelumnya, dia telah mengucapkan permohonan di usianya yang sudah matang ini. Saejin meletakkan kuenya di meja dekat ranjang Yesung.

“ Saejin~ah, kenapa kau disini? Kita kan sudah……..”

“ Anieyo. Hanya kau yang memutuskanku. Aku tidak bilang apa-apa kan? Aigoo, kau memutuskanku karena Donghae Oppa? Uri Jongwoon cemburu padanya?”. Saejin tidak tahan dengan wajah polos yang ditunjukkan Yesung saat ini dan tertawa kencang.

“ Kau marah padaku karena Jiyeonnie, kan? Hei, siapa yang pertama cemburu? Aku atau kau?”. Yesung memamerkan seringaiannya yang membuat Saejin mencibir.

“ Aku tidak marah padamu, Oppa. Itu bagian dari surprise birthday party untukmu.” Mata yesung membulat. Dia menelisik setiap inci wajah Saejin dan tidak menemukan sedikitpun pancaran kebohongan disana.

“ Jadi, selama ini kau mengerjaiku? Dan apa hubunganmu dengan Donghae?”. Yesung masih tidak percaya dengan kelakuan kekasihnya itu dan memilih untuk menginterogasinya lebih lanjut.

“ Aku memang sedikit balas dendam padamu. Dan kalau soal Donghae Oppa, dia yang membantu mengajarkanku untuk membuat kue ini. Kau tahu kan aku tidak bisa membuat kue? Jadilah Donghae Oppa yang akhir-akhir ini mendalami tentang kue berbagi ilmunya padaku. Kau puas, Oppa?”

Yesung tidak bisa berkata apa-apa dan menarik Saejin ke dalam dekapannya.

“ Gomawo, Saejin~ah. Kau memang yang terbaik. Mianhae, karena aku berburuk sangka padamu.”

Saejin mengangguk dalam pelukan Yesung. Dia memejamkan matanya, menikmati pelukan hangat dari kekasihnya itu. Dia merindukannya. Sangat.

BRUK

Terdengar suara dari arah pintu kamar. Yesung menyalakan lampu kamar dan terlihat Kyuhyun yang jatuh terduduk. Dia berdiri sambil menggaruk rambutnya, salah tingkah.

Saejin membawa tongkat baseball yang ada di dekat lemari pakaian Yesung dan berteriak sangat kencang.

“ YAK! SEJAK KAPAN KALIAN MENGUPING? KALIAN CARI MATI, HAH?”

EPILOG

August 6, 2012

Di sebuah cafe terkenal di sekitar Gangnam, ada dua orang wanita yang duduk saling berhadapan. Wanita satu berambut panjang dengan pakaian casual, dan yang satunya lagi memakai mantel tebal dengan syal, kacamata, dan masker menutupi wajahnya.

Mereka terdiam beberapa saat karena suasana canggung yang melanda mereka berdua.

“ Aku hanya ingin menjelaskan kepadamu tentang hubunganku dengan Yesung Oppa. Kami hanya berteman, dan aku juga sudah mengetahui tentangmu. Yesung Oppa sering menceritakan tentangmu padaku. Dan soal rumor kami, maafkan aku. Aku sedang kalut kemarin gara-gara masalah yang menimpaku. Aku butuh seorang teman untuk menenangkanku. Mianhae, karena masalah ini kudengar kau marah padanya. Aku mohon maafkan dia, ini sepenuhnya salahku”.

Saejin menatap wanita di depannya bingung. Dia benar-benar menceritakan semuanya kepada Saejin agar tidak salah paham? Sebenarnya Saejin juga sudah melakukan penyelidikan tentang Yesung dan Park Jiyeon, tetapi memang semua fakta menyatakan kalau mereka memang tidak ada hubungan khusus.

“ Aku percaya padamu, Ji Yeon~ssi. Tapi, bisakah kau membantuku untuk tidak memberitahukan tentang hari ini kepada Yesung Oppa?”

Dahi Jiyeon mengerut.

“ Tapi kenapa?”

Saejin tersenyum lebar.

“ Aku ingin memberi kejutan untuk ulang tahunnya”.

Jiyeon pun tersenyum puas.

“ Arasso. Semoga sukses, Saejin~ssi.”

END

24 thoughts on “Let’s Not

  1. Ada beberapa bagian Ɣªήğ kata”nya kurang pas contoh ªĸƲ bergegas mengendarai taksi (seharusnya ªĸƲ bergegas mencari taksi,,karena Ɣªήğ mengendarai taksi adalah supir taksi),,maaf ya thor :)
    Tapi over all critanya bagus kok,,ªĸƲ suka akhirnya happy ending

  2. author’a bner2 keren… da beberapa bag yg kurang pda kata2’a… tpi jujur sya suka sma ff’a…. apakh akan ada sequel’a?? *Berharap* (o^^o)♪(o^^o)♪

  3. Kereeeeennnnn……

    Jadi kepengen jalin hbngn diam2 SAma my bias Donghae… Semanis ini ga ya cerita”a…?? #gedubrakkk@@+’_;-_…$!;’:'”

    Comen ga penting tpi jebal d penting2kn
    Kekekkeke

  4. Hahahha. Ngebayangin yesung teriak2… Agak2 lawaaakkk… LOL
    Anyway thor, bagian ini :
    August 5, 2012

    Sudah sekitar satu komunikasi kami terputus… —

    Ini satu apa ya? Satu hari, satu mingg, bulankah? Hehehe.

  5. Wahh.. Kirain bakal putus beneran.
    Ehh, ternyata cuma kejutan buat yesung.
    Gak ketebak eon jln ceritanya..
    Feel.nya dpt bgt..
    Keren deh^^

  6. kkkkk di ff ini konfliknya agak ringan.. but over all ini keren.. uwooo suami saya juga nyempil di ff ini walau cuma di sebut doang *cium siwon* :D

  7. ku akui siwon memang tampan. Tapi menurutku ayah dangkomalah yg tertampan di dunia?? Euu ? -_-‘ |menrutku ia bkan laki terpan di dunia. Tapi ia laki di mata ku. Aaaaa ..plak.

  8. Haha.aku kisa saejin beneran marah dan mau putus dr yesung-_-
    Yesung dikerjain ternyata haha
    Kasian uri yesungie~

    Aku suka cerita, menarik wkwk
    Kyuhyun pake ketauan ngintip segala-_-

  9. Keren!! Daebak!!
    Sempet kesal sm yeye n saejin tp overall endingnya aku suka…akhirnya baikan… Horeeee *cium yeye*/dihajar clouds XD

    Ada sequelnya gak thor??? Sequel donk… Yah…yah..yahh… *puppy eyes* hehehe

  10. Keren!! Dae to the bak deh!!
    Sempet kesal sm yeye n saejin tp overall endingnya aku suka…akhirnya baikan… Horeeee *cium yeye*/dihajar clouds XD

    Ada sequelnya gak thor??? Sequel donk… Yah…yah..yahh… *puppy eyes* hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s