[PLEASE READ] How To Get Password {updated}


Hallo.

Lagi, aku ubah cara dapetin password di blog ini. Perhatikan ya caranya. Cara dapetin password yang dulu sudah TIDAK BERLAKU dan aku gak akan kasih password di LINE lagi karena itu ganggu banget karena beberapa orang suka chat aku tengah malem. Twitter juga engga lagi ya.

Oke, lets start. Syarat dapetin passwordnya adalah sbb.

Minimal pernah tulis komentar di blog ini selama 10 buah. Tolong kalo bisa jangan cuma satu kata dan atau mengandung kata-kata melas dan modus biar dikasih password. Tulis komentar setulus mungkin dari hati ya walaupun pada dasarnya kalian terpaksa haha

Aku bukan orang yang haus pujian kok.Aku lebih berharap kalian ngasih kritik membangun biar aku lebih semangat nulisnya.

Kenapa aku berlakukan kayak gini? Karena aku juga pengen kalian rasain apa yang aku rasain. Ngerangkai kata itu susah lho! hehe

Kalo yang udah ngerasa komentarnya cukup boleh email ke changkyuhae@gmail.com dengan format :

username/ID yang dipakai buat komentar :

judul ff yang ingin dibaca:

alasan kenapa pengen baca ff yang dimaksud:

Ribet? Mungkin. Tapi lebih ribet mana coba sama yang nulis ff ribuan kata per chapter? *ups*

Makasih ya.

 

e l s a

[Hye Kyu Diary] – Love All


​Menyandarkan punggungnya pada dinding, Hye Hoon mengamati apa yang dilakukan prianya dari kejauhan. Kyuhyun sedang sibuk menerima banyak ucapan selamat dari orang-orang yang mendapat akses ke backstage yang dibayarnya dengan jabatan tangan maupun foto bersama.

Hari pertama konser Kyuhyun ini, banyak sekali teman se-manajemennya yang datang. Dari presdir, teman se-group, beberapa staff bahkan kumpulan gadis yang sedang trend saat ini-red velvet– tidak ketinggalan untuk mensupport Sunbaenim-nya.

Saat ini, Hye Hoon bersyukur karena Kyuhyun belum menyadari kehadirannya. Akan repot jika Kyuhyun tahu bahwa dirinya tak bisa berhenti mencibir ketika Kyuhyun berbincang hangat dengan gadis-gadis itu. Lebih sialnya lagi, hadir pula seseorang yang selalu dikait-kaitkan dengan Kyuhyun disana.

Siapa lagi kalau bukan gadis berwajah imut seperti teddy bear , Kang Seulgi.

Hye Hoon sama sekali tak pernah mempersalahkan soal itu, sebenarnya. Dia sama sekali tak menaruh rasa cemburu atau apapun pada Seulgi. Hanya saja, Kyuhyun membuatnya panas karena seringkali menyebut nama gadis itu dikala mereka bertengkar. Tentu saja hal itu cukup untuk membakar rasa cemburunya.

Menghentakkan sepatu hak tingginya dua kali, Hye Hoon lalu mendengus keras. Memang, itu foto group dan Kyuhyun hanya melakukannya untuk kegiatan promosinya saja. Namun kenapa pria itu dekat-dekat dengan orang yang digosipkan dengannya, sih?

“Ah, kau disini?”.

Suara bariton yang berdengung di telinganya membuat Hye Hoon kembali ke posisinya semula. Dia menetralkan kecanggungannya lalu berdehem.

“Changmin Oppa?”. Hye Hoon memanggil lelaki yang menyapanya itu dengan suara keras. Itu adalah tindakan sengaja, tentu saja. Hye Hoon ingin kekasihnya tersayang itu memperhatikan mereka.

“Aigoo, kau disini juga? Kukira kau sedang sibuk di kepolisian”.

Pria berbibir seksi itu tertawa. Hye Hoon membalasnya dengan senyum segaris. “Ini hari libur. Aku punya banyak waktu luang dan kuyakin Kyuhyun akan membunuhku jika aku tidak datang. Kau tahu kan bagaimana dia?”.

Hye Hoon mengangguk setuju. “Aku juga merasakannya. Pria itu pasti akan mengamuk jika aku tidak datang”.

Kyuhyun yang mendengar sinyal kekasihnya sedang berdekatan dengan pria lain segera menyelesaikan acara meet and greet di belakang panggung itu cepat. 

Dia menghampiri kedua orang yang saling melempar senyum di pojok lain dengan langkah lebar. Memeluk gadis itu posesif setelah dia sampai sambil memamerkan senyum kuda-nya, Kyuhyun seperti sedang mengejek Changmin yang gencar mendekati pacarnya.

Hye Hoon memberi isyarat agar Kyuhyun menjauhkan tangan pria itu dari pinggangnya. Namun, Kyuhyun menolak. Sebagai pilihan terakhir, Hye Hoon menendang tulang kering Kyuhyun dan sontak pria itu mengaduh kesakitan.

Changmin dan Hye Hoon tertawa di atas penderitaan pria berambut coklat itu.

“Yak! Choi Hye Hoon!”.

Tanpa mempedulikan pegawai ataupun para tamu berkeliaran yang juga memperhatikan keadaan menyedihkannya itu sekarang, Kyuhyun berteriak kencang. Dia memegangi kakinya yang sakit karena benturan hak sepatu Hye Hoon. Untung saja gadis itu tidak mengeluarkan semua tenaga di kakinya. Jika iya, habislah dia.

Mungkin kaki berharganya itu tak bisa dipakai untuk menari selamanya.

“Tidak usah bersikap seperti itu pun Changmin Oppa sudah tahu kalau aku kekasihmu. Benar kan, Oppa?”.

Changmin tersenyum dengan memamerkan gigi putihnya. “Tentu”. Pria jangkung itu melirik Kyuhyun yang masih meringiskesakitan. “Aku tak akan pernah mendekatinya, Kyuhyun-ah. Aku pasti akan mementingkan persahabatan kita”.

Dia menepuk bahu Kyuhyun, lalu beranjak pergi. Kyuhyun yang merasa seperti meremehkan kesetiaan Changmin itu pun melotot marah pada Hye Hoon.

“Ck, kau selalu bisa mempermalukan diriku sendiri karena terlalu cemburu padamu. Kenapa kau suka pada pria itu daripada aku, hmm?”

Hye Hoon menggedikkan bahu. Dalam hatinya, dia sangat bahagia karena bisa membalaskan dendamnya -karena dibuat cemburu- oleh Kyuhyun.

.

.

.
Menjalani kehidupan sebagai seorang artis adalah hal yang paling disukai Kyuhyun di hidupnya. Rasanya jarang sekali dirinya mengeluh ketika manajernya membacakan jadwalnya yang berjejer atau saat dia bahkan tak punya waktu untuk tidur.

Kyuhyun melalui semuanya dengan sukacita, karena ini adalah hal yang paling ingin diinginkan di hidupnya.

Tapi, dia hanya manusia. Benar kata gadis itu. Bahkan robot pun butuh diisi baterai agar bisa bergerak.

Terlalu banyak hal yang dipikirkan Kyuhyun hingga tak bisa tidur dengan benar-karena itu dia tak bisa mengisi ulang energinya. Musim gugur kali ini adalah terakhir kalinya dirinya mengeluarkan album sebelum Kyuhyun masuk militer, dan hatinya sungguh berharap dia melakukan yang terbaik untuk penggemarnya.

Suhu luar ruang yang jauh di atas suhu normal tubuhnya membuat Kyuhyun bergegas masuk ke dalam apartemennya. Dia memeluk dirinya sendiri untuk menghangatkan tubuhnya, menekan sandi lalu buru-buru masuk tanpa memperhatikan sekitar. 

“Kau sudah pulang?”.

Kyuhyun mengernyit ketika Hye Hoon lagi-lagi mengunjungi apartemennya. Ya, kali ini memang Kyuhyun tinggal sendiri setelah dia keluar dari dorm tapi seingatnya Ibunya pun tak pernah mengunjunginya sesering ini. Bukannya dia keberatan, tapi Kyuhyun hanya aneh dengan kelakuan kekasihnya itu.

Pria itu berdehem lalu balik bertanya. “Kau datang?”. Mata Kyuhyun berpendar dari ujung rambut Hye Hoon sampai kakinya yang terbalut sandal rumahan yang ditinggalkan gadis itu tempo lalu kemudian mengernyit heran.

“Apa kau pulang dari salon malam-malam begini?”.

Bukan hal aneh jika Kyuhyun menanyakan hal itu. Hye Hoon yang biasa mengenakan pakaian santai dan cuek saat mengunjungi apartemennya, sekarang lebih sering mengenakan pakaian feminim. Seperti hari ini saja, gadis itu tampil modis dengan blouse tanpa lengan dan rok warna hitam yang mengembang sampai ke lutut. Rambutnya yang dibuat bergelombang digerai sampai ke bahunya. Fakta aneh bertambah karena gadis itu melupakan maskernya dan mengenakan make up.

Hye Hoon tertawa kecil. “Aku hanya sedikit berdandan di rumah”, jelasnya dengan menekankan kata ‘sedikit‘. Kyuhyun masih curiga. Namun, dirinya tak bisa meneruskan keganjilannya itu karena Hye Hoon terlebih dulu mengacaukannya dengan sebuah pelukan.

“Melihatmu mondar-mandir untuk memenuhi semua jadwalmu saja sungguh membuatku lelah”, ungkap Hye Hoon dengan mata terpejam. Rasanya nyaman sekali ketika akhirnya dia dapat mendapat pelukan hangat dari pria itu. “Jangan terlalu memaksakan dirimu. Aku benar-benar tak mau kau masuk rumah sakit”.

Bibir Kyuhyun melengkung tipis. “Apa kau sedang berperan sebagai kekasih yang perhatian sekarang?”, candanya untuk menyamarkan letupan-letupan kebahagiaan di dadanya.

Hye Hoon mendongakkan wajah. Bibirnya melengkung ke bawah karena kesal. “Kau merusak suasana. Setidaknya bisakah kau berterima kasih padaku karena aku melonggarkan jadwal padatku hanya untuk mengunjungimu?”.

“Jadwal?”, Kyuhyun bertanya serius. “Jadwalmu yang mana yang kau maksud? Jadwal tidurmu yang ketat itu maksudnya?”.

Yak!”.

.

.

.
Sungguh pemandangan yang jarang sekali terjadi ketika Kyuhyun melihat kekasihnya berkutat dengan pekerjaan dapur. Memang, Hye Hoon sekali-kali suka memasak untuknya namun dia merasa sangat senang hanya karena melihat Hye Hoon memanaskan makanan yang tadi dibawanya untuk makan malam mereka. 

Kyuhyun selalu menganggap Hye Hoon adalah anak kecil dan ketika melihat gadis itu melakukan pekerjaan rumah tangga, Kyuhyun sadar bahwa Hye Hoon dapat menjadi istri yang baik untuknya kelak.

Kyuhyun hendak memeluk gadis itu dari belakang- seperti apa yang sering dilakukan orang-orang di drama-, namun Hye Hoon terlebih dulu berbalik dan menatapnya penuh tanya.

“Apa yang kau lakukan?”, teriak gadis itu melihat Kyuhyun yang salah tingkah. “Siapkan mejanya. Sebentar lagi ini akan selesai”.

“Baiklah”.

Beberapa menit berlalu, mereka pun duduk bersama di meja makan dengan beberapa macam makanan yang terhidang disana. 

“Kurasa ini terlalu banyak untuk kita habiskan”, kata Hye Hoon yang sibuk mengalaskan nasi untuk prianya. “Apa kau bisa mengajak temanmu untuk makan malam dengan kita?”.

Senyuman manis yang ditunjukkan Hye Hoon membangunkan kembali rasa curiga yang sempat Kyuhyun sampingkan. Rasanya tak pernah Hye Hoon ingin diganggu oleh teman Kyuhyun apalagi mengajak mereka makan.

Hye Hoon, yang masih mempertahankan senyumnya itu pun menambahkan. “Bukankah Changmin Oppa juga tinggal di gedung ini sekarang?”.

Bingo.

Kyuhyun tertawa sinis ketika Hye Hoon menyebut nama itu. Rasanya masuk akal sekali jika alasan Hye Hoon sering datang ke apartemennya dengan penampilan cantik adalah untuk membuat sahabatnya terkesan.

Tiba-tiba kehilangan nafsu makannya, Kyuhyun pun meletakkan sendoknya kasar. Suara dentingan keras terdengar. “Oh, kau kesini hanya untuk bertemu dengannya? Baik. Aku akan meneleponnya dan menyuruhnya kesini. Apa kau puas? Silahkan lanjutkan makan malammu dengan Changmin Oppa-mu itu”.

Sulit sekali menyembunyikan tawa ketika itu ada di ujung bibir. Pada akhirnya, Hye Hoon menyerah dan mengeluarkan tawanya sampai dia memegangi perutnya yang sakit.

Kyuhyun cemberut. Dia menatap aneh pada kekasihnya dengan wajah datar.

“Aku sangat rindu dengan sifat cemburumu itu”. Hye Hoon menutup mulutnya yang masih mengeluarkan tawa dengan telapak tangan, lalu kembali menggoda Kyuhyun. “Cepat lakukan. Bukankah kau ingin menelepon Changmin Oppa dan membiarkannya menikmati makan malam romantis denganku?”.

Kyuhyun mendekati kursi gadisnya, membungkukkan badannya dan mendekatkan wajah mereka berdua. “Kau mempermainkanku?”, katanya dengan ekspresi menyeramkan. “Apa kau pikir membuatku cemburu adalah hal yang menyenangkan bagimu?”.

Semuanya terjadi begitu cepat. Hye Hoon menutup kelopak matanya saat bibir hangat Kyuhyun bertemu dengan bibirnya. Kyuhyun seperti mengekspresikan amarahnya dalam ciuman itu. Bibirnya menghisap keras, cepat, dan kasar namun Hye Hoon tak protes karena bibir Kyuhyun selalu terasa lezat.

Hye Hoon tak mampu mengimbangi. Dia hanya menikmati apa yang Kyuhyun lakukan padanya dengan tangannya yang tergelung pasrah di leher prianya itu.

“Apa kau sedang menghukumku?”. Hye Hoon bersusah payah mengeluarkan kata ketika dia bisa menghentikan gempuran Kyuhyun. Dadanya yang naik turun adalah bukti bahwa Kyuhyun benar-benar tak melepaskannya.

“Tergantung. Jika kau menikmatinya, itu bukan sebuah hukuman, tapi hadiah yang menyenangkan, bukan?”.

Dan gadis itu menjerit ketika Kyuhyun mengangkat tubuhnya dengan senyum seduktif yang tercetak di wajah tampannya.

.

.

.
“Donghae memamerkan padaku bahwa kau mengunjungi cafe barunya di hari dimana aku melakukan konser”.

“Lalu?”.

“Kau tidak datang ke konserku dan hang out bersamanya. Apa kau masih bisa bersikap tenang seperti itu?”.

Kyuhyun memang selalu bersikap seperti anak kecil. Dia tak ingin berbagi apa yang menjadi miliknya dengan orang lain. Aku mengerti sebenarnya, setiap pria memang harus begitu.

Tapi ini keterlaluan. Dia mengungkit masalah itu disaat kami sedang dalam kondisi kacau. Maksudku kacau dalam arti sebenarnya. Tatanan rambut kami tak beraturan, pakaian kami kusut dimana-mana, tempat tidurnya berantakan, dan yang terpenting adalah karena dengan seenaknya dia mengacaukan moodku!

Dia tidak tahu apa jika tubuhku sudah panas dan sedang sangat menginginkannya.

“Tapi itu di Busan, sayang. Kau tahu ‘kan Busan lumayan jauh. Lagipula, aku sudah melihat konsermu di Seoul. Jadi, kau mengerti ‘kan kenapa aku tidak datang”.

Aku mencium pipinya sekilas, lalu menatap wajah tampannya yang murung.

“Tapi kau tak harus pergi dengan Lee Donghae itu juga. Kau tahu kan aku sangat tidak suka kau dekat dengannya”.

“Ck, susah sekali berbicara tenang denganmu. Asal kau tahu, aku ke kafenya untuk mengerjakan tugas dan Donghae Oppa hanya menyapaku sebentar. Penggemar kalian pasti ada disana jadi mana mungkin aku bisa berduaan dengannya. Kau percaya padaku, kan?”.

Sekarang wajah muramnya itu mendadak cerah. Dia tidak lelah apa selalu saja mencemburuiku? Meskipun ya, aku sangat menyukainya tapi kadang aku capek meladeni kecemburuannya yang tak masuk akal itu.

Aku melirik jam di kamar Kyuhyun lalu mengelus pipi yang tembam seperti bayi itu lama. “Tidurlah. Kau pasti kelelahan. Aku akan pulang setelah kau tidur”.

Kyuhyun menggeleng. “Aku sama sekali tak berniat tidur malam ini”.

Hm? Besok kau harus ke stasiun tv pagi-pagi sekali jadi cepatlah tidur”.

Aku terkesiap ketika dia bangkit dan memposisikan tubuhnya di atasku. Dia mengulum daun telingaku dan kakiku mengkerut penuh antisipasi.

“Karena aku sedang tak ingin tidur, kau juga tak kuizinkan untuk tidur, sayang”. Lidahnya menemukan titik sensitif di belakang telingaku lalu kembali berbisik. “Karena kau harus siaga ketika aku menggempur pertahananmu”.

.

.

.
Hye Hoon bolos kuliah karena sejak pagi dia diseret oleh Kyuhyun untuk mengikuti jadwal pria itu. Kyuhyun memang selalu bertindak semena-mena. Pria itu malah menuduh Hye Hoon berbohong karena tak mungkin ada jadwal kuliah di hari sabtu.

Dasar pencemburu gila!

Kyuhyun pasti mengira jika alasan Hye Hoon ingin lama-lama di apartemeb Kyuhyun hanya karena gadis itu dapat lebih banyak kesempatan untuk bertemu Changmin saat Kyuhyun tak ada.

Padahal, bukan itu alasannya. Di apartemen yang hanya ditinggali Kyuhyun itu banyak sekali makanan dan Hye Hoon sangat ingin menghabiskan cemilan sambil menonton film selagi dia menunggu jadwalnya siang ini.

Dan apa yang didapatkannya setelah membuntuti Kyuhyun itu adalah kebosanan. Dia menunggu di ruang ganti sejak pagi sampai sore dan lelaki itu belum selesai juga dengan pekerjaannya.

Hye Hoon sangat bersyukur handphone tercipta di era-nya sekarang. Setidaknya dia bisa bermain game atau mengecek beberapa sosial media selagi menunggu.

Satu notifikasi dari aplikasi yang diinstalnya hanya untuk memantau kegiatan Kyuhyun itu pun membuatnya segera menutup permainan yang sedang dimainkannya.

[V Live – Mucore Backstage With Kyuhyun]
Semuanya berjalan seperti biasa. Kyuhyun melihat dirinya sendiri bernyanyi dan bersikap seolah pria paling keren, hingga suara-suara wanita mengalihkan fokus Hye Hoon.

Darisana, Kyuhyun terlihat semakin aktif dan tebar pesona. Dia mulai malu-malu melihat ke arah girlband yang setiap membernya sangat cantik itu, kemudian ketika bagian syutingnya berakhir dia dengan cepat menutup muka dan pergi-masih dengan sikap malu-malunya itu.

Hye Hoon berdecak. Hah, semua pria sama saja.

Menutup aplikasi itu dengan cepat karena takut tertangkap basah, Hye Hoon pun menoleh ketika pintu terbuka. Pria itu datang dengan mantel panjang kotak-kotak dengan kaos hitam tipis pas badan yang membalut tubuhnya. Kyuhyun membuka mantelnya dan Hye Hoon hampir saja mimisan saat melihat Kyuhyun hanya mengenakan kaos tipis polos saja.

Tuhan, tangannya yang berotot itu benar-benar menggiurkan.

“Kau sedang apa?”, tanyanya setelah duduk di samping Hye Hoon. Mereka hanya berdua karena semua staff Kyuhyun sedang bersiap di mobil untuk jadwal Kyuhyun selanjutnya.

Hye Hoon mengangkat alis. “Kau se-senang itu ya dekat dengan para gadis? Oke, mereka memang sangat cantik dan kau juga menyukainya. Kau bahkan meng-cover salah satu lagu mereka di konsermu, ‘kan? Aku sangaaaat mengerti. Ya, siapa yang tak akan malu-malu diperhatikan gadis-gadis cantik. Benar ‘kan?”.

Kyuhyun melongo mendengarkan Hye Hoon yang berbicara panjang tanpa jeda. Gadis itu mengabaikan pertanyaannya sama sekali dan malah mengomentari kelakuannya tadi. Dia senang, tentu saja. Kyuhyun merasa menang jika Hye Hoon mencemburuinya seperti ini.

Melipat tangannya di dada, Kyuhyun mulai bersikap sombong. “Itu kesempatan langka. Kau tahu, salah satu dari mereka bahkan memuji ketampananku. Ah, sepertinya aku harus menyuruh Yongsun untuk meminta nomor mereka”.

Hye Hoon yang dibakar rasa cemburunya itu pun bertindak cepat. Gadis itu membuka kunci ponselnya lalu menekan panggilan cepat nomor dua disana.

“Donghae Oppa, kau dimana? Jemput aku. Aku sangat ingin makan daging denganmu”.

Aku di rumah. Baiklah. Kau dimana? Aku akan menjemputmu sekarang”

Hye Hoon memeletkan lidahnya ke arah Kyuhyun lalu tersenyum ketika pria di seberang telepon itu menyambut baik keinginannya.

Namun, sebelum Hye Hoon sempat menyebutkan lokasinya, Kyuhyun merampas alat komunikasinya lalu berkata tegas dengan penuh penekanan.

“Hye Hoon bersamaku. Jangan coba-coba kau datang atau aku-“.

“Arasso. Jaga dia baik-baik”.

Gadis itu terperanjat ketika Kyuhyun melepar asal ponsel berwarna merah muda miliknya. Sungguh, pria itu mudah sekali dibaca. Sebenarnya Hye Hoon tidak serius mengajak Donghae untuk makan. Dia melakukannya agar Kyuhyun cemburu dan itu adalah hal yang paling efektif dilakukannya.

Donghae memang sangat pantas untuk dicemburui.

“Kau sengaja melakukannya, Choi Hye Hoon?”, sentak Kyuhyun saat tawa geli gadis itu mengalun di telinganya. Hye Hoon dengan santai memungut ponselnya yang sempat dibuang Kyuhyun dan membuka aplikasi pesannya untuk meminta maaf pada Lee Donghae.

“Tentu saja aku sengaja”, jawab Hye Hoon dengan matanya yang melekat pada benda elektronik di tangannya. “Balas dendam itu perlu, Cho Kyuhyun”.

“Berhenti membuatku cemburu!”.

“Kau juga harus berhenti jika kau menginginkanku berhenti”.

Kyuhyun mendesah. “Tak akan ada habisnya jika kita selalu seperti ini”. Pria itu menggenggam tangan Hye Hoon yang kali ini menatapnya dengan matanya yang sayu. “Bagaimana jika kita menikah-dan menghabiskan energi kita untuk mengurus anak saja? Setidaknya itu lebih berguna daripada selalu saling mencemburui seperti ini”.

Hye Hoon mengerjap. Hampir saja otaknya yang waras terkontaminasi ajakan manis Kyuhyun. “Lain kali saja”, jawabnya menggantung. “Jika kau mengajakku menikah karena lelah saling mencemburui satu-sama lain, bukankah pernikahan tidak akan mencegahnya malah akan memperparah keadaan?”.

Mencium bibir Kyuhyun sekilas lalu melepaskannya tiba-tiba, Hye Hoon kembali bermonolog. “Lagipula, aku sangat senang dengan gaya pacaran kita. Mungkin gaya pacaran kita yang terlalu aneh ini bahkan bisa direkam dan menjadi pajangan di museum”.

-kkeut-

kenapa judulnya love all? itu istilah badminton sih haha artinya 0-0. tadinya mau ditulis 0-0 tapi malah aneh jadinya gitu.

Banyak sih yang nanya disini: kapan sih mereka nikah? lama banget ya kenapa gak nikah-nikah? aku lupa udah pernah jelasin atau belom tapi aku emang sengaja bikin mereka pacaran dan gak nikah soalnya kalo udah nikah pasti kan ditanya kapan punya anak. alasan lain aku pengen lebih kyuhyun-related banget yang deh gitu kan kyuhyun masih lajang ceritanya (baca juga alasan lain di wedding singer).

tentang gaya pacaran hye-kyu yang mesum banyak jg yg nanya kenapa mrk cuma pacaran tp udah jauh gitu? ini juga cuma biar korea-related banget. soalnya di korea macem gini udah biasa. ga percaya? tonton aja dramanya.

sekian dan terima kasih.

Please Voting!


Hai!

Please voting lagi yaaaa aku ada 3 cerita nih buat {friend turned love relationship} dipilih yaaaaa!

1. The Right Man For My Girl

Udah pernah ada teasernya di blog ini coba google deh hehe

Ceritanya tentang kisah cinta Kyuhyun, Hye Hoon dan anak Hye Hoon. Mungkin udah banyak ya ff kayak gini dan pada bagus-bagus pula. Aku juga males ngelanjutinnya gara2 udah banyak. Sedikit bocoran disini Hye Hoon nya seumuran Kyuhyun kok bukan ahjumma haha

2. Please Love Me Even Just One Night

Ini biasa sih tentang mereka yang temenan dari kecil terus saling suka tapi gak bisa barengan gara-gara Ibu Kyuhyun. Tapi ya bedanya Ibunya gak antagonis macam Ibunya Goo Joon Pyo sih.

3. Untitled

Yang ketiga belum ada judul haha tapi ceritanya udah ada ko. Ceritanya tentang Kyuhyun yang gak jadi nikah karena ditinggal pacarnya (mirip Park Do Kyung) terus ada sahabatnya yang selalu ada pas dia down. klasik ceritanya sih tapi ada something yang mungkin beda sih.

Okay segitu yaaa boleh dipilih salah satu atau gak milih juga gapapa sih~ aku janji 1 pasti aku beresin soalnya lgi mood nulis selebihnya bonus yaaaa gimana tanggapannya aja soalnya rasanya sayang kalo nulis ga ada yg minat baca.

Untuk ff chapter yang lagi sering di update pasti dilanjutin kok tapi kapannya belum tau. biasanya kalo ada reader baru muncul komen ke tulisan yang lama aku suka pengen lanjutin deh beneran hahaha

Oke segitu aja semoga ada yang tertarik yaaa~ kalo ada minimal 20 vote di ff paling favorit aku bakal mulai nulis makasih:)